
Sementara di tempat lain, Shen Long dan kedua istrinya telah berada di puncak gunung Kunlun, dan berhasil mencari darah hewan buas untuk Guang Yunyi.
" Sekarang kita harus mencari Hewan Suci." Ucap Shen Long, sambil menuntun jalan kepada kedua istrinya.
Tidak lama kemudian, Shen Long berhasil menemukan Hewan Suci yang cocok untuk Jun Mei Yin, yaitu seekor Ular Hijau yang menyamarkan dirinya di balik pepohonan.
" Suamiku, apa kamu yakin itu adalah Hewan Suci?" Xiao Ai Qing merasa ragu, karena yang ditunjukkan Shen Long seperti sebuah tumbuhan merambat.
" Jika tidak dilihat dengan teliti, Ular Hijau ini seperti tumbuhan merambat, karena sedang berganti kulit. Jika tidak, maka dialah yang pertama mendatangi kita." Ucap Shen Long, sambil menunjuk ke arah kulit ular yang terletak tidak jauh dari Ular Hijau.
Sesaat Xiao Ai Qing menatap ke arah ular tersebut yang tidak bergerak sedikitpun, karena masih dalam keadaan lemah setelah berganti kulit.
" Suamiku, apa kamu yakin kita bisa mengalahkan ular itu?" Tanya Jun Mei Yin, karena dia bisa memperkirakan bahwa kekuatan Ular Hijau tersebut setara dengan Pendekar Suci tingkat 7.
" Kamu tenang saja. Meskipun kemampuannya setara dengan Pendekar Suci tingkat 7, namun sekarang dia sangat lemah setelah berganti kulit." Ucap Shen Long, lalu mengeluarkan Pedang Kesunyian.
Ssssttt!
Merasakan adanya bahaya, Ular Hijau berusaha untuk melarikan diri, karena belum waktunya untuk bertarung.
Melihat Ular Hijau yang bergerak sangat lambat, Jun Mei Yin langsung memberanikan diri untuk mendekati ular tersebut sambil mengeluarkan pedangnya.
Craaash! Craaash! Craaash!
Dengan mudah bagi Jun Mei Yin menebas tubuh Ular Hijau, tanpa perlawanan sedikitpun.
Merasakan tebasan demi tebasan dari Jun Mei Yin di sekujur tubuhnya, Ular Hijau mendesis kesakitan, karena tidak mampu melawan.
Jika saja kondisinya sudah dalam keadaan baik-baik, maka ketiga sosok tersebut dengan mudah dia kalahkan.
" Suamiku, kamu sangat cerdas." Puji Jun Mei Yin, sambil melancarkan serangannya karena seperti sedang bertarung melawan sosok dibawah tingkat Kultivasinya.
Melihat Jun Mei Yin yang seperti sebuah bermain dengan buruanku, Shen Long hanya menggelengkan kepala.
Sekuat apapun Ular Hijau ingin melakukan perlawanan, namun dengan mudah Jun Mei Yin mematahkan serangannya.
" Suamiku, aku juga ingin mencari Ular Hijau. Aku pernah mendengar dari kakekku, Ular Hijau memiliki spiritual yang sangat kuat." Xiao Ai Qing juga ingin mendapatkan Ular Hijau.
__ADS_1
" Kalian memilih bulan yang tepat. Untuk sekarang semua jenis Ular Hijau akan berganti kulit. Hanya saja penyamaran mereka sangat sulit ditemukan." Meskipun Guang Louzhy tidak menyukai kedua wanita itu, namun dia tidak ingin terlalu lama beranda di tempat tersebut.
Oleh karena itu Guang Louzhy menjelaskan kepada mereka, agar cepat kembali ke Akademi Pagoda Suci.
" Tenang saja... Suamiku memiliki mata yang Istimewa, dengan begitu dia bisa menemukan Ular Hijau yang lain." Xiao Ai Qing tersenyum lebar, karena perjalanan mereka kali ini sangat mudah.
" Baiklah, nanti kita akan mencarinya." Ucap Shen Long, sambil memperhatikan pertarungan antara Jun Mei Yin dan Ular Hijau.
Meskipun Jun Mei Yin tidak mendapatkan perlawanan dari Ular Hijau, namun untuk melumpuhkannya bukanlah perkara mudah, karena Ular Hijau memiliki spiritual yang sangat kuat.
Membutuhkan waktu yang cukup lama, akhirnya Ular Hijau berhasil dilumpuhkan, dimana Jun Mei Yin menarik ekor Ular Hijau menuju ke arah Shen Long berada.
" Kakak... Bagaimana cara mengambil roh Ular Hijau ini?" Tanya Jun Mei Yin sambil menatap ke arah Ular Hijau yang sudah kehabisan tenaga.
" Kamu bentak saja Ular Hijau itu! Jika dia tidak mau, maka kamu harus menyiksanya sampai mati." Jawab Guang Louzhy dengan ketus.
Mendengar ucapan tersebut, Jun Mei Yin langsung berjalan menuju bagian kepala Ular Hijau.
" Aku tidak akan melakukannya." Ucap Ular Hijau, sebelum Jun Mei Yin bertanya kepadanya.
Tentu Ular Hijau merasa tidak terima jika wanita itu telah mempermainkannya, pada saat dia berganti kulit.
" Tu... Tunggu. Baik, aku bersedia." Ucap Ular Hijau dengan cepat.
Meskipun sangat marah, namun Ular Hijau juga tidak ingin hidupnya mati begitu saja, dimana dia berfikir bisa membunuh wanita itu saat kondisinya kembali pulih.
" Sekarang masukkan rohmu ke dalam tatto milikku." Ucap Jun Mei Yin sambil melepaskan pakaian atasnya.
' Lihat saja nanti! Aku akan membunuhmu setelah berhasil masuk ke dalam tatto itu.' Pikir Ular Hijau, lalu memejamkan mata.
Sesaat sebuah cahaya keluar dari mulut Ular Hijau, lalu masuk ke dalam tatto milik Jun Mei Yin.
Wuush!
Naga Emas melesat cepat ke arah tubuh Ular Hijau, untuk menekan spiritual miliknya.
Aarrgggh!
__ADS_1
Ggooooaaarr!
Bersamaan dengan Jun Mei Yin berteriak kesakitan, terdengar suara raungan dari tatto miliknya.
Ssssttt!
Tubuh Ular Hijau mendesis seakan menahan agar Rohnya tidak ditarik ke dalam tatto milik Jun Mei Yin.
Namun hal itu langsung ditekan oleh Guang Louzhy, sehingga Ular Hijau tidak mampu untuk melawan.
Kini terlihat energi berbentuk seutas tali berwarna hijau keluar dari tubuh Ular Hijau dan masuk ke dalam Tatto milik Jun Mei Yin.
Aarrgggh!
Ggooooaaarr!
Suara teriakan dari Jun Mei Yin, saling bersahutan dengan raungan keras dari tatto Naga bersayap miliknya.
Proses itupun berlangsung cukup lama, hingga Jun Mei Yin hampir kehilangan kesadaran, dimana Shen Long mengingatkan agar tetap berkonsentrasi.
Saat proses telah berhasil, kini jasad Ular Hijau langsung mengering, dimana Jun Mei Yin menatap ke arahnya sambil menyeka keringatnya yang bercucuran.
Buussshh!
Kini keluar sosok Naga Bersayap dari tatto milik Jun Mei Yin, dimana wanita itu kembali memakai pakaiannya.
Beruntung di tempat itu hanya ada Shen Long dan Xiao Ai Qing saja, sehingga Jun Mei Yin tidak merasa malu jika memperlihatkan bagian tubuhnya.
" Salam nona." Ucap Naga Bersayap yang memiliki ukuran kecil, hampir seukuran dengan Guang Louzhy.
" Mmmm... Aku sekarang adalah majikanmu, Jadi aku akan memberikan nama Shenyin." Jun Mei Yin memberikan nama kepada Naga Bersayap, karena untuk mengingat anaknya Shen Yin yang pernah dia rawat, meskipun berbentuk telur.
Mendengar nama barunya, Shenyin hanya terdiam, karena sekalipun dia ingin memberontak, namun ada energi tidak kasat mata yang menekannya.
" Dengan senang hati nona." Ucap Shenyin, lalu hinggap di bahu Jun Mei Yin.
' Sialan... Kekuatan macam apa ini? Kenapa aku hanya bisa menuruti keinginan wanita ini.' Pikir Shenyin, karena dia masih belum bisa menerima atas perlakuan Jun Mei Yin sebelumnya.
__ADS_1
" Jadilah anak yang penurut. Dan pemuda itu adalah ayahmu." Ucap Jun Mei Yin sambil menunjuk ke arah Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Shenyin hampir terjatuh dari bahu Jun Mei Yin. Tidak menyangka bahwa majikannya menganggapnya sebagai anak.