
Di Aula Lembah Naga kini beberapa Tetua yang murni memiliki garis darah Klan Long sedang melakukan rapat tertutup.
Di ruangan tersebut terdapat Tetua Pertama, Tetua Naga Tunggal, Tetua Naga Kabut, Tetua Naga Biru dan beberapa Tetua tertinggi Klan Long.
" Sejak beberapa tahun terakhir ini, murid dari Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah selalu membuat ulah kepada murid perguruan yang lain." Tetua Pertama terlihat geram sambil mengepal kedua tangannya.
Kejadian itu terjadi berulang kali, dimana target mereka adalah murid dari Klan Long yang murni.
" Kita tidak bisa berbuat banyak, karena aturan kita tidak boleh ikut campur urusan para murid." Tetua Naga Tunggal menggelengkan kepala, karena Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah memiliki jumlah yang banyak.
Apalagi Tetua Naga Hitam dan Tetua Naga Merah sudah mencapai Pendekar Kaisar tingkat 7, sehingga jika membersihkan Klan Long campuran, maka akan banyak mengalami kerugian.
Terlebih Tetua Agung Klan Long bukan murni dari keturunan Klan Long, sehingga Tetua Agung memihak kepada Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah.
Untuk mencabut akar permasalahan internal Klan Long bukanlah perkara mudah, karena akan banyak memakan korban, yang tentu imbasnya adalah generasi muda.
" Semoga saja Patriak cepat keluar dari latihan tertutup dan berhasil menerobos Pendekar Kaisar tingkat 9. Dengan demikian Tetua Agung bisa ditekan." Tetua Naga Kabut menarik napas dalam-dalam, karena hanya Patriak Klan Long saja yang mampu mengalahkan Tetua Agung yang sudah mencapai Pendekar Kaisar tingkat 8.
Itupun jika Patriak Klan Long berhasil menerobos Pendekar Kaisar tingkat 9. Jika tidak, maka tidak ada yang bisa mereka lakukan.
" Bagaimana dengan Tetua Ketiga?" Tanya salah satu Tetua, karena hanya Tetua Ketiga saja yang sudah mencapai Pendekar Kaisar tingkat 9 dan murni berasal dari darah Klan Long.
" Tetua ketiga sangat sulit ditemukan. Bahkan aku sendiri tidak bisa menemukan keberadaannya." Tetua Pertama menggelengkan kepala karena Tetua ketiga lebih senang hidup bebas.
Jika Tetua Ketiga kembali ke Klan utama Long, maka pekerjaannya hanya mencuri Sumberdaya milik Klan Long. Setelah itu Tetua Ketiga menghilang begitu saja.
Jika Sumberdaya milik para Tetua dicuri oleh Tetua Ketiga, maka semuanya harus merelakannya karena tidak ada yang berani menyinggungnya, bahkan Patriak Klan Long sendiri.
" Untung tahun ini kita berhasil merekrut generasi muda yang murni memiliki darah Klan Long, sehingga mereka bisa diselamatkan." Tetua Naga Biru menghela nafas lega, karena tahun ini mereka memprioritaskan kepada generasi muda yang murni memiliki darah Klan Long berada di bawah pengawasan mereka.
__ADS_1
" Lalu apa rencana kita selanjutnya?" Tanya salah satu Tetua.
" Tidak ada cara lain, kecuali melatih murid kita lebih keras lagi. Dengan demikian, mereka akan siap menghadapi murid dari Perguruan Naga Hitam dan Perguruan Naga Merah." Tetua Pertama berpikir bahwa untuk menghadapi situasi tersebut hanya mempertaruhkan generasi muda sebagai langkah awal.
Dengan berkurangnya jumlah murid dari kedua perguruan tersebut, maka tinggal para Tetua yang mengambil tindakan.
Mendengar ucapan tersebut, semua mengangguk setuju, meskipun itu sangat beresiko karena harus mengorbankan generasi muda.
Namun para Tetua juga berpikir, jika tidak melakukan apapun, secara perlahan anggota Klan Long yang memiliki darah murni, hanya tersisa sedikit.
Setelah menemukan hasil rapat tertutup, satu-persatu para Tetua kembali ke kediaman masing-masing untuk mengatur rencana selanjutnya.
*******
( Perguruan Naga Hitam )
Di sebuah bangunan yang cukup besar yang terletak di lembah hitam, kini terlihat beberapa sosok yang sedang melakukan rapat tertutup.
Rencana untuk menyusup ke Klan Long sangat terorganisir dengan baik, sehingga sejak lebih dari 200 tahun yang lalu mereka mengorbankan nama depan Klan Gui.
" Kita jangan pernah lupa dengan kejadian ratusan tahun yang lalu. Klan Long telah menghancurkan kediaman keluarga Klan Gui." Tetua Agung mengingat kembali kejadian saat dia masih kecil.
Saat itu Tetua Agung masih berusia tujuh tahun, dimana anak seusianya dari Klan Gui berhasil diungsikan oleh para senior Klan Gui.
Puluhan anak kecil itu menyaksikan sendiri bagaimana orang tua mereka dibunuh oleh anggota Klan Long.
Beruntung puluhan anak kecil itu berhasil diselamatkan oleh para Tetua, meskipun harus mengorbankan nyawa mereka.
Namun dendam tersebut seakan mengakar dalam hati puluhan anak kecil hingga hidup mereka terlunta-lunta di jalanan.
__ADS_1
Pada akhirnya puluhan anak kecil yang terdiri dari pria dan wanita bersumpah untuk membalaskan dendam kepada Klan Long.
Puluhan anak kecil itupun menyebar ke berbagai kota melalui para pedagang sebagai pelayan dan berhasil menarik perhatian anggota Klan Long karena bakatnya.
Dengan nama yang baru, puluhan anak kecil itu dididik dan dibesarkan di keluarga Klan Long hingga yang pria menikah dengan anggota wanita Klan Long.
Sedangkan untuk para wanita, meskipun melakukan pernikahan dengan anggota pria Klan Long, namun mereka tidak membiarkan benih Klan Long ada di rahim mereka.
Secara diam-diam wanita Klan Gui berhubungan intim dengan rekannya sesama anggota Klan Gui untuk menjaga kemurnian darah Klan Gui itu sendiri.
Putra-putri merekalah yang semakin berkembang pesat, sehingga mereka juga melakukan hal yang sama dimana mencari pasangan dari yang memiliki darah Klan Gui, meskipun menggunakan nama depan Klan Long.
Sedangkan diantaranya menikah dengan anggota Klan yang lain yang dididik dan dibesarkan di keluarga Klan Long yang memiliki bakat diatas rata-rata.
Dengan adanya pernikahan dengan Klan lain, mereka juga bisa merekrut generasi muda yang berbakat agar bisa mengikuti rencana Klan Gui.
" Ya... Sebentar lagi Klan Long akan hancur dan Klan Gui kembali bangkit pada masa kejayaannya." Tetua Naga Merah tersenyum puas, karena rencana mereka berjalan dengan lancar.
" Aku dengar ada satu pemuda dari kota Daifang yang bukan berasal dari Klan Long. Kalau tidak salah, namanya Long Yutian." Salah satu Tetua mengeluarkan suara.
" Aku juga tau itu. Tapi pemuda itu kurang berbakat." Ucap Tetua Naga Merah.
" Biarpun dia tidak berbakat, namun tenaganya bisa kita manfaatkan. Klan Gui memiliki banyak gadis cantik, tidak ada salahnya jika merekrut pemuda itu. Apalagi aku melihat di kedua tangannya ada Gelang Delapan Naga Penjuru. Aku yakin pemuda itu tidak biasa." Tetua Agung memberi usul agar para Tetua yang lain bisa memikirkan kembali untuk menjodohkan putri mereka kepada Long Yutian.
Mendengar ucapan tersebut, semua mengangguk setuju karena perintah Tetua Agung adalah hal yang mutlak.
Dengan demikian mereka harus memilih gadis yang seusia dengan Long Yutian dan mengatur rencana agar mempertemukan mereka.
Tentu jika itu perintah dari Tetua Agung, maka anggota Klan Gui tidak main-main untuk menjodohkan Long Yutian kepada anak gadis mereka, agar Long Yutian secara sukarela bergabung dengan Klan Gui.
__ADS_1
*******
Besok Author libur, karena harus memperingati HUT RI 🙏🙏🙏