Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 421. Zirah Kura-kura


__ADS_3

Long Yuanzhi yang mendengar bahwa kedua muridnya sedang masuk ke wilayah murid dalam, kini langsung meminta kepada beberapa murid untuk melaporkan kejadian itu kepada Long Zhenhua.


Murid yang diutus itupun dengan buru-buru melaporkan kejadian tersebut kepada salah satu Tetua, lalu kembali ke Perguruan Naga Kabut.


" Zhenhua... Kamu baru saja mendapatkan pengaduan dari para Tetua bahwa 17 murid mereka tidak bisa berlatih selama satu bulan, sepertinya muridmu itu juga membuat masalah di Perguruan Naga Kabut." Salah satu Tetua yang sudah sepuh menggelengkan kepala, karena baru saja Shen Long keluar dari pelatihannya, kini membuat murid luar Perguruan Naga Tunggal.


Sekarang Shen Long juga sudah menantang murid dalam Perguruan Naga Kabut, tentu akan membuat kegaduhan.


" Sepertinya aku harus mendatangi bocah itu." Ucap Long Zhenhua, meskipun dia sendiri sangat senang.


Setelah berada di Perguruan Naga Kabut, Long Zhenhua berpapasan dengan sosok pria sepuh yang sedang berjalan mengendap di Lembah Kabut.


" Tetua ketiga." Long Zhenhua turun dari pedangnya, lalu berlutut di hadapan sosok pria sepuh.


" Haiisshh, kenapa kedatanganku diketahui." Tetua Ketiga menggerutu dalam hati, karena keberadaannya ditemukan Long Zhenhua.


Pria sepuh itupun mengambil sikap dengan membusungkan dadanya, seakan menunjukkan wibawanya.


" Ada apa kamu datang kesini? Bukankah seharusnya kamu tinggal di Perguruan Naga Tunggal?" Tanya Tetua Ketiga, yang kini berdiri tegak.


Long Zhenhua tidak langsung menjawab, karena dia sudah mengetahui sifat dari Tetua Ketiga.


Namun tidak ada yang mengetahui berapa usia dari Tetua Ketiga, karena dia sudah ada di Klan Long sebelum Patriak yang sekarang mendapatkan jabatannya.


Bahkan sudah banyak murid dari Tetua Ketiga yang kini sudah memiliki kedudukan sebagai Tetua.


" Kenapa tidak menjawab? Apa kamu tuli, hah?" Tetua Ketiga menaikkan volume suaranya, membuat Long Zhenhua berkeringat dingin.


Hanya satu sosok yang Long Zhenhua segani, yaitu sosok yang berada di depannya sekarang. Meskipun Tetua Ketiga tidak mengangkat Long Zhenhua sebagai muridnya, namun pria sepuh itu pernah mengajarinya berbagai teknik.


" Maaf Tetua... Aku sedang menjemput muridku di Perguruan Naga Kabut." Long Zhenhua terpaksa harus jujur dan menjelaskan bahwa muridnya yang masih berstatus murid luar sedang menantang murid dalam.


' Ini kesempatan baik untuk mengambil sesuatu yang berharga dari para Tetua itu.' Tetua Ketiga membatin, lalu menoleh ke arah Long Zhenhua.


" Sepertinya akan terjadi tontonan yang menarik. Aku ingin melihat kemampuan muridmu itu." Ucap Tetua Ketiga, lalu melesat ke arah Perguruan Naga Kabut yang juga diikuti Long Zhenhua.

__ADS_1


*******


Di tempat lain, Shen Long yang sudah berdiri di atas arena, kini menatap ke arah sosok yang langsung melompat ke atas arena, saat Shen Long mulai menghitung.


" Tidak menyangka bahwa ada seorang murid luar memiliki nyali untuk bertarung melawan murid dalam." Ucap murid dalam yang berdiri di atas arena, sambil menatap remeh ke arah Shen Long.


" Apa kamu yang merusak dantian milik kakakku Long Wujin?" Tanya Shen Long, sambil menunjuk pemuda itu.


Tanpa berkata apapun, murid itu tersenyum tipis, sambil menganggukkan kepala yang menandakan bahwa dialah pelakunya.


" Hajar murid luar itu! Dia telah berani memasuki wilayah kita."


" Patahkan kakinya!"


" Buat dia terbaring di tempat tidur selama satu tahun."


Teriak dari beberapa murid dalam yang terlihat kesal karena Shen Long telah mengganggu latihan mereka.


Shen Long menatap tajam ke arah beberapa sosok yang mencaci dirinya, dengan tatapan dingin.


" Kamu terlalu percaya diri. Terimalah pukulan dariku, DASAR LEMAH." Murid yang berdiri di atas arena menaikkan volume suaranya, lalu melesat ke arah Shen Long.


" Sekumpulan Idiot." Gumam Shen Long, lalu menyalurkan Qi pada kepalan tangan, hingga diselimuti elemen Petir.


Bboooom!


Sebuah pukulan keras bersarang pada tubuh murid itu, hingga terpental ke pinggir arena.


Para murid yang menyaksikan kejadian tersebut, kini langsung terdiam. Tidak menyangka bahwa seorang murid luar bisa seorang murid dalam terpental belasan meter.


" Oh... Ternyata pukulanmu kuat juga? Tapi itu sama sekali tidak berfungsi untukku." Murid itupun bangkit berdiri sambil mengibaskan jubahnya yang terlihat masih dalam kondisi prima.


Melihat kejadian tersebut, Shen Long menyipitkan matanya, karena tidak menyangka bahwa murid itu bisa menahan pukulannya.


" Kali ini kamu beruntung." Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long kembali melesat ke arah murid itu dengan kecepatan tinggi.

__ADS_1


" Cepat sekali. Apakah dia hanya seorang Pendekar Raja tingkat 6?" Gumam murid itu, karena kecepatan Shen Long hampir tidak terlihat olehnya.


Shen Long yang sudah berada di belakang murid itu, langsung mengayunkan tangan.


Bboooom!


Sebuah pukulan keras bersarang di punggung murid itu hingga kembali terpental belasan meter.


Namun hal yang tidak terduga, meskipun mendapatkan pukulan keras, murid itu masih terlihat baik-baik saja, kemudian bangkit berdiri.


" Sepertinya ada sesuatu di dalam tubuh pemuda itu. Aku harus mencarinya." Gumam Shen Long, lalu kembali menyerang murid itu.


Kini murid itu menjadi bulan-bulanan pukulan dari Shen Long, namun tidak ada luka lecet sedikitpun di tubuhnya.


" Sialan... Aku tidak mampu mengimbangi kecepatan pemuda ini." Murid itu kembali bangkit berdiri, sambil meningkatkan kewaspadaan.


Sementara di luar arena, kini terlihat beberapa Tetua yang menyaksikan kejadian itu, termasuk Tetua Agung, Tetua Ketiga dan Long Zhenhua.


Tetua Ketiga menyipitkan matanya, karena dia dapat merasakan bahwa murid yang menjadi lawan Shen Long memiliki baju Zirah Kura-kura.


Di sisi lain, Tetua Agung memasang wajah masam, karena dia mengetahui efek samping Zirah Kura-kura, yaitu menyerap Qi dalam jumlah besar untuk dijadikan sebagai tameng.


" Jika pemuda itu terus memukulnya, maka Qi miliknya akan habis terkuras." Tetua Agung berusaha untuk menghentikan pertarungan mereka, namun langsung dihentikan oleh Tetua Ketiga.


" Sepertinya tidak lama lagi rahasiamu akan terbongkar." Ucap Tetua Ketiga, yang berdiri di depan Tetua Agung.


Tetua Agung mengumpat dalam hati, karena Tetua Ketiga datang pada waktu yang tidak tepat.


Di atas arena, kini Shen Long tengah memikirkan cara untuk mengeluarkan sesuatu dari tubuh murid yang menjadi lawannya.


" Tidak menyangka pemuda ini masih mampu bertahan, meskipun sudah berkali-kali mendapatkan pukulan dariku." Gumam Shen Long sambil menyerang murid tersebut.


Shen Long berfikir jika dia tidak memiliki kecepatan tinggi, maka dia tidak akan mampu melawan murid itu, meskipun berbeda di tingkat Kultivasi yang sama.


Karena itulah Shen Long tidak memberi celah kepada lawannya untuk melakukan serangan balik.

__ADS_1


' Anak muda... Caramu sangat tepat. Jika kamu memberikan celah kepada lawanmu, maka kamu tidak mampu mengalahkannya. Serang dia sampai Qi miliknya habis terkuras.' Terdengar suara di telinga Shen Long, meskipun dia tidak mengetahui dari mana asal suara itu.


__ADS_2