
[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk kasih Like, Koment dan Rate 🌟 5 ]
*******
Para Tetua yang menyaksikan kejadian tersebut, ingin sekali menelan Shen Long hidup-hidup, namun tidak ada yang berani bertindak karena pesan dari tiga Master Akademi Pagoda Suci yang melarang mereka untuk mengusik Shen Long.
Tidak ada yang mengetahui mengapa tiga Master melarang mereka, namun tidak ada yang berani bertanya.
Meskipun demikian para Tetua tetap saja melemparkan sumpah serapah kepada Shen Long, untuk melepaskan kekesalan mereka.
" Junior... Kamu telah melanggar aturan, juga tidak memiliki sopan santun sama sekali ketika dalam pertarungan." Para tetua melepaskan kekesalan mereka dari tempat mereka berdiri
" Jika ada aturan, kenapa di dalam dunia Kultivator masih banyak yang menggunakan cara licik untuk memenangkan pertarungan? Sebagai seorang Kultivator, sebaiknya harus siap dalam menghadapi segala kemungkinan." Shen Long merasa heran karena menurutnya saat melakukan pertarungan yang sebenarnya, semua Kultivator tidak hanya mengandalkan kekuatan, melainkan menggunakan otak.
Mendengar ucapan tersebut para Tetua terdiam sejenak, karena apa yang dikatakan Shen Long ada benarnya, hanya saja berbeda dalam konteks.
Bagaimana dengan pengguna Racun? Pengguna Ilusi? Semua itu bisa disebut sebagai kecurangan dalam pertarungan.
" Jika aku sedang memukul pihak lawan, apakah aku harus permisi terlebih dulu sebelum menyentuhnya?" Shen Long terus membela diri, tanpa merasa bersalah sedikitpun.
" Eh..." Lu Quan secara reflek menutup kedua gunung kembarnya, membayangkan jika dia berada di posisi wanita itu sebelumnya.
Di sisi lain ketujuh Kultivator bergelar hanya tertawa dalam hati, karena pertama kali pendatang baru berani menyentuh bagian terlarang Pendekar Dewi Es yang sangat dingin.
Hanya satu sosok yang tidak memasang ekspresi apapun, yaitu Pendekar Dewi Roh yang berada di posisi pertama.
" Tetua, berikan hukuman yang pantas kepada pemuda itu!" Ucap beberapa penonton sambil menunjuk ke arah Shen Long.
Melihat para penonton yang sangat marah, para Tetua langsung berdiskusi untuk memberikan hukuman yang pantas kepada Shen Long agar bisa meredam kemarahan mereka.
" Baiklah, setelah ini kami para Tetua akan memberikan hukuman yang pantas kepadanya." Ucap salah satu Tetua yang mencoba melerai keributan tersebut.
" Terimakasih Tetua." Para penonton tersenyum puas karena mereka dapat membayangkan bahwa Shen Long akan mendapatkan hukuman cambuk ribuan kali.
Seandainya para penonton mengetahui bahwa para Tetua hanya mengurangi jumlah point sebagai bentuk hukuman kepada Shen Long, maka mereka akan tetap protes.
Setelah suasana menjadi reda, kini Tetua yang bertugas sebagai pemandu meminta kepada Shen Long untuk memulihkan diri terlebih dulu.
Satu jam kemudian Shen Long telah berada di atas arena dimana pemandu langsung memberi isyarat kepada Kultivator bergelar untuk memasuki arena.
" Akhirnya ada penantang baru yang ingin mencoba kemampuan tombak Petir milikku." Ucap sosok pria yang dijuluki Pendekar Tombak Petir, sambil menancapkan tombaknya di lantai arena.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long menyipitkan matanya karena dia dapat merasakan bahwa sosok yang ada di depannya sedikit lemah dari wanita yang dia lawan sebelumnya.
Hanya saja karena pria yang didepannya sekarang memiliki unsur elemen Petir, yang bisa membuat pengguna unsur elemen Es tidak terlalu efektif.
__ADS_1
" Kita lihat saja siapa yang akan kalah." Shen Long bicara dengan santai sambil menatap ke arah pria tersebut.
Melihat keduanya telah siap bertarung, Tetua langsung memberi isyarat agar mereka bisa memulai pertarungan.
" Bersiaplah junior." Pria tersebut mengarahkan tombaknya kedepan dengan serangan tusukan ke arah Shen Long.
" Cepat sekali." Gumam Shen Long saat pihak lawan sudah berada di depannya.
Melihat hal itu, Shen Long juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan tombak dari pihak lawan.
Traaang! Traaang! Traaang!
Pertemuan serangan antara kedua belah pihak membuat percikan api kecil, dimana Shen Long merasa sedikit terdesak karena kecepatan serangan pihak lawan jauh diatasnya.
Buussshh!
Tidak ingin mengambil resiko, Shen Long langsung melepaskan Aura Naga Ilahi, membuat gerakan pihak lawan sedikit melambat.
" Pemuda ini tidak bisa dianggap remeh." Gumam pria tersebut, karena gerakannya mulai melambat.
Tidak hanya itu saja, Pria itu juga merasakan tubuhnya seperti ditimpa beban berat.
Para penonton yang menyaksikan kejadian itu, sedikit heran karena gerakan dari Pendekar Tombak Petir seperti sedang meremehkan Shen Long.
" Ada apa dengan pria itu? Apa dia sedang bermain-main dengan pihak lawan?"
" Mungkin saja dia sangat yakin bisa mengalahkan penantang baru itu."
Terdengar diskusi dadakan dari para penonton, yang membuat Pendekar Tombak Petir terlihat geram.
" Sialan... Para pembual itu hanya besar mulut. Jika saja mereka ada di posisiku, jangankan untuk bertarung, bergerak saja tidak mampu." Pria tersebut memasang wajah jelek karena mendengar diskusi dari para penonton.
Wuush!
Pria tersebut mendorong tubuhnya ke belakang, lalu menancapkan tombaknya di depan.
" Tusukan Tombak Penghancur."
Duaarr!
Bbbzzzttt!
Sebuah sambaran petir mengarah pada ujung tombak tersebut, sehingga ujung tombak diselimuti elemen Petir yang bergerak liar.
Wuush!
__ADS_1
Pria tersebut kembali melesat ke arah Shen Long dengan kecepatan tinggi, dengan serangan tusukan.
Bbbzzzttt! Bbbzzzttt! Bbbzzzttt!
Ujung tombak tersebut mengeluarkan elemen petir yang siap menyambar siapapun yang mendekatinya.
Shen Long yang melihat kejadian itu, langsung memasang sikap waspada lalu mengalirkan Qi miliknya hingga pedang di tangannya diselimuti elemen angin yang memadat.
Traaang!
Bboooom!
Benturan kedua serangan, menciptakan gelombang kejut menyebar ke seluruh arena hingga membuat debu berterbangan.
" Tarian Seribu Naga Pedang."
Ggooooaaarr!
Bersamaan dengan ayunan pedang milik Shen Long, terlihat bayangan Naga Emas meliuk-liuk mengikuti ayunan pedangnya.
Craaash! Craaash! Craaash!
Karena mendapatkan dua serangan sekaligus dari Pedang Kesunyian dan bayangan Naga Emas, pihak lawan tidak mampu menghindar dari serangan Shen Long sehingga membuatnya mendapatkan luka sayatan pada tubuhnya.
" Siapa pemuda ini sebenarnya? mengapa teknik yang dia miliki tidak pernah aku temui." Pria tersebut memasang wajah memerah padam, lalu melompat ke belakang untuk menangkis serangan.
" Tombak Penghancur Gunung."
Pria tersebut mengalirkan Qi dalam jumlah besar, hingga menciptakan elemen petir yang sangat kuat di ujung tombaknya.
Wuush!
Dengan sebuah lompatan, pria tersebut mengarahkan tombaknya ke depan hingga keluar bola petir ke arah Shen Long.
" Langkah Naga Angin."
Wuush!
Dengan buru-buru, Shen Long menghindari arah serangan, karena dia dapat merasakan bahwa serangan tersebut sangat berbahaya.
Bboooom!
Serangan unsur elemen Petir bersarang pada lantai arena, hingga meninggalkan bekas lobang besar.
" Apa? Bagaimana mungkin?" Pria tersebut membulatkan mata karena serangannya hanya bersarang pada ruang kosong.
__ADS_1
Pada awalnya pria itu sangat yakin bahwa kecepatan serangannya tidak bisa dihindari oleh pihak lawan, namun kali ini Shen Long dengan mudah menghindarinya.
Sesaat pria tersebut memutar bola matanya ke arah samping kanan, dimana dia merasakan bahwa ada serangan dari pihak lawan.