
Di sisi lain Tetua Sekte Bambu Kuning harus menelan pil pahit karena semua murid kebanggaannya telah dibuat luka parah oleh Shen Long.
Jika saja mereka mencari lawan yang lain, maka tidak menutup kemungkinan bahwa mereka bisa masuk lima besar.
Cang Li Yuan juga merasa bersyukur karena tidak memilih pemuda botak sebagai lawannya. Jika tidak, maka dia juga mengalami nasib yang sama seperti peserta yang lain.
Begitupun dengan murid Sekte Harimau Putih, beruntung mereka telah diingatkan oleh tetua mereka.
Sementara Shen Long sendiri tersenyum pahit karena yang dia butuhkan bukan sebuah Kitab, melainkan hanya membutuhkan Pil pengumpul Qi untuk menyempurnakan teknik Tinju Naga Penghancur.
Ditambah lagi dengan Pedang Kesunyian yang ada di tangannya sekarang, tentu sangat membutuhkan Qi yang lebih besar.
" Untuk juara pertama sampai tiga, silahkan maju kedepan." Cang Mu memberi isyarat kepada mereka.
Tanpa menunggu lama, Shen Long, Cang Li Yuan dan Yi Hao langsung berdiri di atas arena sambil menatap beberapa peserta yang lain.
" Selamat Long'gege." Jun Mei Yin bertepuk tangan saat pihak penyelenggara memberikan sebuah Kitab kepada Shen Long.
Begitupun dengan Yan Rou Lie, dia juga tepuk tangan saat Shen Long menerima hadiah tersebut.
Sementara Shen Long sendiri tersenyum pahit karena tidak sesuai dengan yang dia inginkan.
Sebenarnya Kitab yang diberikan Cang Mu adalah kitab tentang pemahaman jenis Sumberdaya, mereka memberikan Kitab tersebut karena menurut mereka sangat berguna untuk mendukung perkembangan Shen Long, meskipun hanya pemahaman tingkat Alam.
" Sekarang untuk juara empat dan lima akan mendapatkan seratus keping koin emas. Dan untuk juara enam sampai sepuluh akan mendapatkan lima puluh koin emas." Cang Mu memberi isyarat kepada peserta untuk naik ke atas arena.
Kini Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin beserta lima peserta yang lain juga naik ke atas arena, dimana mereka diberikan koin emas oleh pihak penyelenggara.
" Sesuai dengan perjanjian kita. Karena aku sudah menjadi juara, maka Saudari Rou Lie tidak boleh lagi mendekati Long'gege." Jun Mei Yin tersenyum kemenangan sambil melirik ke arah Yan Rou Lie.
__ADS_1
" Mana ada kesepakatan seperti itu. Kamulah yang tidak boleh mendekati Long'gege, karena kamu kalah dariku." Yan Rou Lie mendengus kesal.
Entah apa yang membuat Yan Rou Lie tidak terima jika ada orang yang ingin memisahkan dirinya dengan Shen Long.
" Kamu curang!." Jun Mei Yin juga terlihat kesal.
Meskipun percakapan kedua gadis itu masih pelan, namun bisa didengar oleh beberapa sosok yang berada di tempat itu membuat mereka terbatuk pelan.
" Untuk kalian berdua, Matriak ingin bertemu langsung dengan kalian." Cang Mu menatap ke arah Jun Yun dan Jun Mei Yin sehingga mereka merasa heran.
Namun mereka tidak berani membantah, sehingga mereka berdua langsung mengikuti salah satu sosok yang menunjukkan jalan kepada mereka.
" Kamu juga sudah ditunggu oleh Manager Shan Feng." Cang Mu menatap ke arah Shen Long.
" Baik Tetua." Shen Long mengangguk lalu berjalan mengikuti sosok yang akan mengantarnya.
Setelah ketiga peserta itu pergi, Cang Mu mengumumkan bahwa dua hari lagi kesepuluh peserta akan diberangkatkan ke kerajaan Qing untuk mewakili Kota Dahyan.
" Salam Tuan." Shen Long menundukkan kepala berusaha untuk tetap tenang.
Mata Zhang Shan Feng seakan bersinar sambil menatap ke arah Shen Long, namun masih bisa menahan diri untuk tidak marah.
Sebenarnya Zhang Shan Feng ingin sekali menghukum pemuda itu, namun mengingat statusnya malah akan mencoreng nama baik anggota keluarga Klan Zhang.
" Langsung saja, mulai sekarang kamu tidak boleh mendekati putriku. Perbedaan status kalian sangat jauh." Ucap Zhang Shan Feng sambil berjalan mendekati Shen Long.
" Maaf Tuan, aku tidak tau apa yang tuan maksud?" Shen Long mengerutkan kening merasa heran.
" Kamu jangan berpura-pura. Berapapun harta yang kamu inginkan, aku akan memberikannya asalkan kamu jangan sama sekali menemui putriku." Zhang Shan Feng melemparkan satu kantong berisi koin emas di depan Shen Long.
__ADS_1
Merasa terhina dengan sikap pria paruh baya itu, Shen Long terlihat geram namun berusaha untuk menahan diri karena sosok yang ada di depannya sekarang bukan orang sembarangan.
" Mohon maaf atas kelancangan saya Tuan. Saya sama sekali tidak pernah mendekati putri Tuan. Satu lagi, karena Cincin Ruang yang saya miliki adalah pemberian dari putri Tuan, kiranya kelopak bunga Yin ini bisa membayar Cincin yang saya gunakan. Saya juga tidak ingin ada hutang budi." Shen Long meletakkan kelopak bunga Yin di atas meja yang kebetulan tidak jauh dari tempatnya.
Kini mata Zhang Shan Feng tertuju pada kelopak bunga Yin tersebut, dimana merupakan Sumberdaya yang sangat berharga.
Jika dinilai dengan Cincin Ruang tingkat Surgawi yang diberikan Zhang Yuxing kepada pemuda itu, maka bisa dikatakan kelopak bunga Yin lebih dari harga Cincin Ruang tingkat Surgawi.
" Hanya itulah yang saya miliki. Semoga hutangku lunas. Tuan tidak perlu khawatir, saya berjanji tidak akan pernah mendekati putri Tuan. Kalau begitu aku pamit dulu." Shen Long langsung meninggalkan tempat tersebut, sementara Zhang Shan Feng masih terlena melihat kelopak bunga Yin tersebut.
Saat Shen Long sudah pergi, Zhang Shan Feng langsung mengambil kelopak bunga Yin tersebut lalu mengambil kembali kantong yang dia berikan kepada Shen Long sebelumnya.
*******
( Kediaman Matriak Sekte Pedang Suci )
Jun Yun dan Jun Mei Yin yang sudah berada di kediaman Matriak Sekte Pedang Suci, kini saling berpandangan karena sosok wanita yang berada di depan mereka terlihat senang.
" Yun'er, Yin'er... Kemarilah nak!" Jun Lixing sudah tidak tahan lagi ingin memeluk kedua anaknya tersebut.
" Maksud Matriak." Tanya Jun Yun yang merasa heran.
" Saya ibu kalian nak. Maafkan ibu karena telah meninggalkan kalian. Tapi waktu itu ibu tidak punya pilihan lain selain menitipkan kalian di pintu gerbang Sekte Seribu Pedang." Jun Lixing tidak bisa menahan air matanya sambil menatap kedua anaknya itu.
Jun Lixing pun menceritakan kejadian saat dia menitipkan anaknya dimana pada saat itu Jun Lixing dan suaminya sedang dikejar oleh anggota Sekte Kalajengking Hitam.
Untuk meyakinkan kedua anaknya, Jun Lixing memperlihatkan sebuah kalung miliknya yang sama persis dengan kalung milik Jun Mei Yin.
Meskipun Jun Yun dan Jun Mei Yin awalnya sedikit ragu, namun setelah melihat kedua kalung tersebut, maka mereka yakin bahwa wanita yang ada di depan mereka tidak berbohong.
__ADS_1
Dengan sedikit canggung, Jun Yun dan Jun Mei Yin mendekati wanita itu lalu memeluknya dengan erat.