
Tidak ada pilihan lain, dengan terpaksa Niu Meily langsung duduk bersila untuk mengetahui apa yang terjadi pada jiwa Shen Long.
Duuung!
Dalam hitungan detik, jiwa Niu Meily telah berpindah ke jiwa masa lalu Shen Long, dimana dia memperhatikan dari kejauhan.
" Jadi pemuda ini bernama Shen Long." Niu Meily yang juga menyaksikan serangkaian kejadian masa lalu Shen Long.
Sesaat Niu Meily tidak kuasa menahan air matanya, saat menyaksikan kemalangan saat Shen Long masih kecil.
" Berapa banyak penderitaan yang dialami pemuda ini?" Niu Meily menyaksikan dimana setiap hari Shen Long selalu dipukul habis-habisan dan disiksa oleh anggota Sekte Naga Langit.
Tidak sampai disitu saja, Shen Long ditempatkan di sebuah bangunan kumuh yang hanya beralaskan tanah tanpa tempat tidur dan tanpa selimut.
Bahkan untuk mengganjal perutnya, Shen Long hanya memakan dedaunan dan buah-buahan dari pinggir hutan tempat kediamannya.
Niu Meily tidak bisa membayangkan jika dia berada di posisi Shen Long yang hanya bertahan hidup hanya dengan dedaunan muda dan buah-buahan.
" Berapa banyak penderitaan dari pemuda itu saat berada di Sekte Naga Langit." Bersamaan dengan ucapannya, Niu Meily tersungkur dengan lutut menyentuh tanah sambil menyeka air matanya.
" Bagaimana mungkin pemuda itu bisa bertahan hidup hanya dengan memakan dedaunan muda dan buah-buahan yang seharusnya tidak bisa dimakan." Gumam Niu Meily sambil menatap ke arah jiwa Shen Long yang ditarik ke masa lalu.
Sekian lama Niu Meily menyaksikan kejadian tersebut, hingga akhirnya dia tidak mampu lagi menyaksikan kejadian tersebut lalu kembali ke tubuh kasarnya.
Di sisi lain jiwa Shen Long yang terus mengalami kemalangan tersebut, kini telah berada di ruang Kerja Patriak Yang Gang, dimana tempat itu juga terdapat Ling Yi Hua, Ling Minghao dan beberapa petinggi Istana Kerajaan Ling.
" Tidak... Ini tidak mungkin. Ini pasti Ilusi." Shen Long yang terlihat marah karena kejadian masa lalunya selalu saja terulang.
Shen Long yang mendapatkan situasi tersebut, kini merapatkan giginya sambil mengeluarkan Pedang Kesunyian dari ruang hampa.
" MATILAH KALIAN SEMUA." Shen Long yang amarahnya memuncak, langsung mengayunkan pedangnya dengan sekuat tenaga untuk membunuh siapapun yang berada di depannya.
Namun setiap ayunan pedangnya seakan tidak bisa menyentuh siapapun yang berada di tempat itu.
" Mata Dewa."
Duuung!
Shen Long yang mendapatkan situasi tersebut, langsung mengaktifkan matanya, hingga sesaat dia telah berada di lautan kaca.
Aaarrrggghhhh!
Shen Long mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, lalu menancapkan ke lautan kaca tempatnya berdiri.
__ADS_1
Jleeep! Traaang!
Bersamaan dengan Pedang Kesunyian tertancap di lautan kaca, tempat tersebut langsung retak dimana jiwanya ditarik kembali ke tubuh kasarnya.
Di sisi lain Niu Meily yang berdiri di depan Shen Long, kini langsung mendapatkan serangan mental, dimana dia langsung memuntahkan segumpal darah.
Buussshh!
Jiwa Shen Long yang sudah kembali ke tubuh kasarnya, kini langsung melepaskan Aura Naga Ilahi sambil menatap ke arah Niu Meily dengan niat membunuh yang sangat kuat.
" Pemuda ini... Kenapa dia bisa mematahkan teknik milikku dengan mudah?" Niu Meily memasang wajah serius sambil memegang dadanya yang terasa sakit.
" MATILAH!!!" Shen Long berteriak keras melesat cepat ke arah Niu Meily sambil mengayunkan pedangnya.
Mendapatkan situasi tersebut, Niu Meily memasang sikap waspada lalu mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan dari Shen Long.
Traaang!
Bboooom!
Benturan serangan dari kedua belah pihak menciptakan gelombang kejut, yang membuat Niu Meily menjadi terdesak.
" Ini sangat buruk." Niu Meily berkeringat dingin dengan terpaksa menggunakan kekuatan penuh untuk menghindari setiap serangan dari Shen Long.
Hal yang Niu Meily sesali dimana dia tanpa sengaja merusak pikiran Shen Long dengan teknik yang dia miliki.
Craaash!
Aaarrrggghhhh!
Niu Meily berteriak kesakitan karena serangan tebasan dari Shen Long membuat luka sayatan yang sangat dalam mulai dari bagian bahu sampai perutnya.
" Tetua... Apa yang terjadi pada saudara Louzhy?" Lu Quan terlihat khawatir karena Shen Long seperti sudah kehilangan kendali.
Tanpa menjawab apapun, Tetua yang menyaksikan kejadian tersebut kini memasang wajah serius sambil menatap ke arah Shen Long.
" Ini tidak boleh terjadi. Sepertinya dia ingin membunuh Pendekar Dewi Roh." Tetua yang sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 5 langsung melesat ke arah arena.
Tentu para Tetua terlihat khawatir karena pedang yang berbeda di tangan Niu Meily langsung patah saat bertemu dengan pedang milik Shen Long.
Di sisi lain Niu Meily terus berusaha untuk menghindar dari setiap tebasan pedang milik Shen Long.
" Tidak... Aku harus menyadarkan saudara Shen Long sebelum benar-benar kehilangan kendali." Niu Meily terus melompat dengan kecepatan tinggi untuk menghindari tebasan pedang dari Shen Long.
__ADS_1
" Roh Malam."
Duuung!
Seketika wilayah sekitar langsung gelap, dimana Niu Meily berpikir bahwa Shen Long tidak bisa bergerak jika dalam posisi gelap gulita.
" Mata Dewa."
Duuung!
Shen Long mengaktifkan kembali matanya, seketika sepasang mata miliknya langsung bercahaya.
Niu Meily yang menyaksikan kejadian tersebut, kini membulatkan mata dengan rahang terbuka. Tidak menyangka bahwa Shen Long bisa bergerak pada saat gelap.
" MATI!!!" Bersamaan dengan teriakkannya, Shen Long melompat ke arah Niu Meily sambil mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, berniat untuk membelah tubuh wanita itu.
" Tamatlah riwayatku." Niu Meily yang kini bersikap pasrah menanti ajalnya, sambil menutup mata.
Bboooom!
Tetua yang sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 5, langsung mengibaskan tangannya membuat Shen Long terpental ke pinggir arena.
Wuush!
Dengan cepat Tetua tersebut melesat ke arah Shen Long, lalu membuat sebuah gerakan yang sangat rumit.
Buussshh!
Saat jari telunjuk Tetua tersebut menyentuh kening Shen Long, kini secara perlahan uap berwarna merah darah dan hitam pekat secara perlahan keluar dari tubuh Shen Long.
Setelah memakan waktu yang cukup lama, kini kondisi Shen Long mulai membaik lalu menatap ke arah Tetua yang berdiri di depannya.
" Terimakasih Tetua." Shen Long menundukkan kepala dengan perasaan tidak enak.
Tentu Shen Long menyadari apa yang telah dia lakukan sebelumnya, dimana dia hampir saja membunuh Kultivator bergelar.
" Mmmm... Sebaiknya kamu kendalikan emosimu." Ucap Tetua tersebut sambil memperhatikan tubuh Shen Long.
Tentu Tetua tersebut mulai menyadari bahwa Shen Long telah mengalami goncangan mental, sehingga bisa membuat sikapnya berubah.
" Aku akan mengingatnya Tetua." Ucap Shen Long, lalu menoleh ke arah beberapa sosok yang duduk di kursi penonton dengan tatapan dingin.
Menyadari tatapan membunuh dari Shen Long, Tetua tersebut hanya menghela nafas berat lalu menoleh ke arah Niu Meily.
__ADS_1
Di sisi lain Niu Meily yang baru menyadari situasi tersebut, kini bangkit berdiri dengan nafas memburu.
Tentu Niu Meily memaklumi tindakan Shen Long, karena kesalahannya sendiri lalu menoleh ke arah Shen Long yang berjalan mendekatinya.