
Begitupun dengan rombongan Shen Long, mereka juga langsung berbaur dengan Kultivator bebas agar lebih aman.
Tentu para Kultivator bebas tidak keberatan dengan keberadaan rombongan Shen Long, karena untuk menjelajahi dunia dimensi bukanlah perkara mudah dimana harus berhadapan dengan Hewan Roh atau Kultivator muda dari berbagai Klan ataupun Sekte.
Namun saat berada di dunia dimensi, Shen Long langsung membawa rombongannya ke arah yang berbeda.
" Sialan, kenapa mereka tidak ingin bergabung bersama kita?" Salah satu Kultivator bebas menatap kepergian Shen Long dan rombongannya.
" Ya... Mereka tidak tau bagaimana kejamnya dunia Kultivator ini. Apalagi mereka hanya lima orang dan tiga seorang wanita, pasti murid Sekte atau Klan akan mengincar mereka. Ucap Kultivator bebas lain yang membentuk kelompok.
" Sudahlah saudara. Mungkin saja tujuan mereka ingin melindungi ketiga wanita itu." Ucap Kultivator bebas lain.
" Kamu benar juga. Karena di dunia Kultivator sangat sulit untuk mencari teman sejati. Tapi ada untungnya juga, kita tidak perlu berurusan dengan Kultivator muda dari Sekte atau Klan." Jawab pemimpin dari kelompok tersebut.
" Mmmm." Jawab mereka serempak lalu meninggalkan tempat tersebut.
Sementara di tempat lain, Shen Long menggunakan mata Iblis miliknya untuk menghindari Hewan Roh yang menurutnya sangat merugikan.
Disamping agar perjalanan mereka cepat, Shen Long tidak ingin bertemu dengan Kultivator muda lainnya.
" Tuan muda, aku tidak menyangka bahwa tuan memiliki mata yang spesial." Ucap Guang Chen sambil merasakan ada pertarungan di belakang mereka.
Tanpa menjawab apapun, Shen Long masih fokus memperhatikan wilayah tertentu untuk mencari sesuatu yang berharga.
Tentu Shen Long sudah memahami berbagai macam Sumberdaya berkat dua Kitab yang dia miliki.
Untuk Kitab yang dia dapatkan dari Sekte Pedang Suci, semuanya sudah Shen Long ingat.
Dan sekarang Kitab tentang Sumberdaya yang diberikan oleh kakek Guang Chen masih ada beberapa yang belum dia kuasai.
" Guang Chen, apa kamu bisa bertanya kepada burung-burung itu untuk mencari berbagai Sumberdaya?" Tanya Shen Long sambil menunjuk ke arah beberapa burung yang bertengger di atas pohon.
" Baik Tuan." Guang Chen menatap ke arah burung-burung tersebut dengan seksama.
Kuuurk! Kuuurk! Kuuurk!
Suara burung tersebut seakan memberikan informasi yang membuat Guang Chen tersenyum lebar.
" Tuan muda, di arah sana banyak sekali Sumberdaya yang sudah berusia 1000 tahun keatas. Hanya saja ada tiga ekor ular yang kekuatannya setara dengan Pendekar Alam tingkat 7 yang menjaganya." Ucap Guang Chen sambil menunjuk ke sebuah arah lalu menoleh ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie, karena hanya mereka saja yang mencapai Pendekar Alam tingkat 7.
__ADS_1
" Kami bisa mengalahkan kedua ular itu, tapi satunya lagi?" Ucap Cang Li Yuan sambil menoleh ke arah Shen Long dan yang lain.
" Aku akan mencobanya. Jika terlalu lama, bukan tidak mungkin para Kultivator muda yang lain lebih dulu kesana." Shen Long dengan cepat mengambil tindakan agar tidak diambil oleh orang lain.
" Suamiku, itu terlalu berbahaya." Yan Rou Lie menggelengkan kepala karena tidak ingin suaminya mengambil resiko besar.
" Istriku, sesuatu yang berharga pasti akan ada resiko. Jika kita lambat sedikit, maka Sumberdaya itu akan jatuh ke tangan orang lain." Shen Long menatap ke arah Yan Rou Lie.
" Begini saja, kita pancing satu terlebih dulu. Setelah itu kita membunuhnya." Cang Li Yuan memberi usul.
" Baiklah, kita akan mencobanya." Jawab Yan Rou Lie, meskipun Shen Long merasa bahwa ketiga ular tersebut tidak akan terpancing.
Setelah melalui diskusi, akhirnya Shen Long dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan dan tentu menghindari berbagai Hewan Roh.
Tidak lama kemudian mereka telah sampai di sebuah jurang kecil yang di depannya terdapat tiga ekor ular.
Tanpa menunggu lama, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie bergegas menuju ke arah tersebut untuk memancing salah satu ular penjaga jurang.
Namun apa yang diharapkan tidak sesuai rencana, dimana ular tersebut tidak ingin meninggalkan tempat tersebut.
" Tidak ada cara lain." Shen Long bergegas ke tempat tersebut dengan sebilah pedang di tangannya.
Tsaaah...!
Ular tersebut mendesis menuju ke arah Shen Long langsung menyemburkan cairan racun.
" Langkah Naga Angin."
Shen Long yang merasa racun tersebut sangat berbahaya, langsung bergerak menuju tempat tertentu agar tidak terkena serangan.
" Ayo keluarkan semua racunmu!" Shen Long berusaha memprovokasi ular tersebut, karena dia mengetahui semakin banyak ular mengeluarkan racun, maka tubuhnya semakin melemah.
Seakan mengerti apa yang dikatakan Shen Long, ular tersebut bergerak dengan kecepatan tinggi kembali menyemburkan racunnya.
Tentu ular tersebut sangat yakin dengan kekuatan racunnya bisa melumpuhkan lawan hanya dalam satu kali serangan.
Namun Shen Long tidak membiarkan hal itu terjadi, sehingga dia kembali menggunakan Langkah Naga Angin untuk menghindari dari semburan racun.
Tsaaah! Tsaaah! Tsaaah!
__ADS_1
Ular tersebut terus menyemburkan racunnya ke arah Shen Long karena telah merasa diremehkan oleh sosok yang hanya mencapai Pendekar Alam tingkat 1.
Kini rerumputan hijau yang berada di tempat itu langsung layu dan menghitam saat terkena semburan racun dari ular tersebut.
" Hei, mana racunmu?" Shen Long kembali memastikan bahwa racun yang ada di taring ular tersebut sudah habis, meskipun dia sendiri tidak dalam keadaan baik-baik.
Meskipun tidak kontak langsung dengan ular, namun untuk menggunakan Langkah Naga Angin membutuhkan Qi yang sangat besar.
Ssssttt...
Ular tersebut mulai mengerti mengapa Shen Long terus memintanya untuk menyemburkan racun, agar kondisinya semakin melemah.
" Hmmm." Shen Long yang melihat ular tersebut masih berdiam, kini langsung memberanikan diri untuk mendekatinya.
" Jika dugaanku tidak salah, sekali lagi ular itu menyemburkan racun, maka tubuhnya akan melemah." Shen Long tersenyum lebar sambil mengangkat Pedang Kesunyian di tangannya.
Wuush!
Shen Long langsung bergerak dengan kecepatan penuh sambil mengayunkan pedangnya.
Traaang! Traaang! Traaang!
Benturan keras dari Pedang Kesunyian dan kulit ular yang begitu keras kini langsung menimbulkan percikan api kecil.
Kini pertukaran serangan dari Shen Long dan ular tersebut langsung pecah dimana menimbulkan gelombang kejut menyebar ke berbagai arah.
Kini ular tersebut sangat marah karena sebelumnya dia sudah banyak mengeluarkan racun yang merupakan sumber kekuatannya.
" Tebasan Naga Penghancur."
Shen Long melompat ke udara, langsung menciptakan serangan tebasan menggunakan unsur elemen angin.
Bboooom!
Sebuah tekanan energi bersarang di tubuh ular tersebut, membuat tubuhnya bergeser.
" Tarian Seribu Naga Pedang."
Shen Long kembali mengubah pola serangannya kepada ular tersebut, sehingga membuatnya banyak mengalami luka sayatan meskipun hanya sedikit.
__ADS_1
Tentu Shen Long tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menyerang ular tersebut sebelum dia memulihkan diri.