
Shen Long menghela nafas berat, lalu menjelaskan bahwa hubungan dekat yang dimaksud adalah pasangan suami-isteri yang berbeda jenis kelamin.
" Ohhh... Jadi aku bisa mencium dan memeluk seorang pria saja?" Tanya Gui Hua.
" Ya... Tapi itu bisa dilakukan kepada suamimu saja!" Jawab Shen Long.
Gui Hua mengangguk kecil, meskipun tidak semua yang bisa dia mengerti.
Tidak ingin membahas terlalu jauh, Shen Long membawa Gui Hua melanjutkan langkah mereka untuk menelusuri goa tersebut.
Goa itu sangat panjang, sehingga membutuhkan waktu yang cukup lama agar keduanya bisa mencapai di kedalaman goa.
Ssssttt!
Saat berada di tengah perjalanan, terlihat seekor ular hitam yang memiliki ukuran besar seukuran 20 meter.
" Guru, biar aku saja yang menghadapi ular ini." Gui Hua langsung berdiri di depan, karena dia ingin menunjukkan bahwa dia bisa melindungi Shen Long, orang yang paling dekat dengannya.
" Baiklah. Jika kamu berhasil membunuhnya, aku akan memberikan hadiah apapun yang kamu inginkan." Ucap Shen Long yang memberi semangat kepada Gui Hua.
Mendengar ucapan tersebut, Gui Hua terlihat bersemangat, langsung menganggukkan kepalanya, lalu melesat ke arah ular hitam.
Ular hitam sangatlah berbahaya, karena memiliki racun yang sangat mematikan.
Namun Shen Long tidak khawatir, karena dia merasa Gui Hua memiliki racun yang bisa mengimbangi ular hitam.
Wuush!
Gui Hua melesat cepat sambil mengayunkan tangannya untuk memberikan serangan kepada ular hitam.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Pertukaran serangan dari kedua belah pihak, membuat seisi goa seakan bergetar hebat diikuti asap hitam dan hijau keluar dari tubuh Gui Hua dan lawannya.
" Kedua racun ini saling berlawanan. Apa gadis ini bisa mengalahkan ular hitam itu?" Gumam Shen Long, sambil memperhatikan pertarungan.
Kali ini Shen Long tidak ingin turun tangan, karena dia ingin melihat perkembangan Gui Hua.
Sebagai seorang guru, Shen Long harus apa saja kekurangan dan kelebihan dari muridnya, agar kelak bisa menghadapi segala tantangan.
Di tempat lain, Gui Hua yang sedang bertukar serangan dengan ular hitam, kini racun yang keluar dari tubuh mereka, menyebar ke berbagai arah.
" Hei ular jelek... Aku ingin menunjukkan kemampuanku kepada guruku sekaligus suamiku."
__ADS_1
" Jadi kamu harus mengerahkan seluruh kemampuanmu." Ucap Gui Hua, sambil menyerang ular hitam dengan tangan kosong.
Mendengar perkataan dari Gui Hua, Shen Long membuka mulutnya lebar-lebar, karena gadis itu memiliki pemikiran yang lain.
Seakan mengerti apa yang dikatakan Gui Hua, ular hitam terlihat marah, langsung menyerang dengan serangan mematuk ke arah Gui Hua dengan kecepatan tinggi.
Meskipun Gui Hua bertarung dengan tangan kosong, namun ular hitam tidak bisa mengenai tubuhnya yang sangat gesit.
Dengan pinggangnya yang ramping, gerakan Gui Hua begitu lentur, sehingga mampu mengelak dari setiap serangan ular hitam.
Wuush!
Gui Hua langsung melompat ke arah kepala ular hitam, lalu mengarahkan pukulannya hingga keluar bola hijau.
Bboooom!
Bola hijau bersarang di atas kepala ular hitam, membuatnya terlempar ke belakang, hingga tergeletak di tanah.
Ular hitam kembali bangkit, lalu melesat ke arah Gui Hua, sambil membuka mulutnya lebar-lebar.
Tsaaaaah!
Cairan racun berwarna hitam pekat mengarah kepada gadis itu. Gui Hua yang masih terlihat tenang, lalu merentangkan kedua tangannya, sambil melompat ke udara.
" Teknik Keserakahan, Pukulan Penghisap."
Buussshh!
Bboooom!
Pukulan keras bersarang pada atas kepala ular hitam, membuatnya terlempar ke belakang.
Melihat Gui Hua yang sudah memahami sampai tahap keserakahan, Shen Long menyipitkan matanya, perkembangan karena gadis itu jauh lebih cepat dari yang dia bayangkan.
Di sisi lain, Gui Hua kembali bertumpu di atas tanah, mengalirkan Qi pada kedua telapak tangannya.
" Teknik Keserakahan, Kura-kura Pelahap."
Buussshh!
Bayangan kura-kura hijau mengelilingi tubuh Gui Hua langsung membuka mulutnya bersamaan dengan gerakan tangannya.
Buussshh!
Siluet bayangan hijau keluar dari mulut kura-kura mengarah kepada ular hitam yang baru saja bangkit.
Tsaaaaah!
__ADS_1
Ular hitam mencoba untuk melarikan diri, karena kekuatannya seakan dihisap oleh kura-kura hijau.
Bboooom!
Bboooom!
Bboooom!
Ular hitam meronta-ronta menggeliat, hingga tubuh dan ekornya membentur dinding goa, ingin membebaskan diri dari hisapan dari kura-kura hijau.
Tidak lama kemudian, tubuh ular hitam mulai melemah, karena gerakannya sudah dikunci oleh Gui Hua.
Bboooom!
Tubuh ular hitam langsung meledak hingga menjadi kabut darah, membuat Shen Long yang menyaksikan dari kejauhan membuka matanya lebar-lebar.
Dari perkiraan Shen Long, Gui Hua menggunakan sebuah teknik untuk mengambil tingkat Kultivasi ular hitam dan dijadikan untuk meningkatkan Kultivasinya.
" Tuan muda... Kamu lihat sendiri bagaimana cara gadis itu bertarung? Bahkan Inti Roh ular hitam itu juga terhisap ke dalam tubuhnya." Jian Qianxing kembali berbicara melalui pikiran Shen Long.
" Semoga saja ini pertanda baik." Gumam Shen Long, sambil menatap ke arah Gui Hua yang sedang menarik kembali racun yang menyebar di seluruh tempat pertarungan.
Di sisi lain, Gui Hua yang sudah mengumpulkan racun yang menutupi goa, kini membalikkan badannya lalu berjalan mendekati Shen Long.
" Guru... Bagaimana dengan penampilanku sebelumnya?" Tanya Gui Hua yang ingin mendengar pujian dari gurunya.
" Kamu terlalu terburu-buru menggunakan teknik terkuat rahasia milikmu. Seharusnya kamu menyembunyikan kemampuan khusus itu kepada orang lain, kecuali dalam keadaan terdesak." Shen Long mengingatkan kepada Gui Hua, agar tidak menggunakan teknik keserakahan, karena akan menjadi perhatian orang banyak.
Terlebih teknik keserakahan bisa membuat Gui Hua kehilangan kesadaran, sehingga bisa membuatnya menjadi orang lain.
" Aku akan mengingatnya guru." Jawab Gui Hua, sambil menundukkan kepala.
Sesaat Gui Hua melirik ke arah Shen Long, seakan meminta hadiah yang dia janjikan sebelumnya.
" Guru... Aku ingin meminta hadiah kedua Gelang Delapan Naga Penjuru, Cincin Buas, Zirah Kura-kura dan Sepatu Angin." Ucap Gui Hua, sambil menjulurkan tangannya.
Untuk Gelang Delapan Naga Penjuru memang terlihat oleh siapapun, namun untuk benda yang lain, Tiga Feniks Pedang saja tidak mengetahuinya.
Mendengar permintaan dari muridnya, Shen Long menyipitkan matanya sambil menatap ke arah Gui Hua yang tidak memasang ekspresi apapun.
" Dari mana dia mengetahui bahwa aku memiliki benda itu?" Pikir Shen Long, sambil melihat wajah Gui Hua dengan tatapan rumit.
" Guru tenang saja! Aku meminta hadiah itu, demi untuk melindungi guru sebagai pelindung yang hidup." Gui Hua meyakinkan kepada Shen Long, meskipun tatapannya terlihat kosong.
" Bagaimana caramu mengambil Gelang Delapan Naga Penjuru dan Cincin Buas?" Tanya Shen Long, karena Cincin Buas menyatu dengan Cincin Ruang tingkat Surgawi miliknya.
Sedangkan Gelang Delapan Naga Penjuru, tidak bisa dilepaskan dari pergelangan tangannya, karena Shen Long tidak pernah berniat untuk melepasnya lagi.
__ADS_1