
Meskipun sedikit ketakutan, Ming Yue Liang berusaha untuk tetap tenang seraya menghela nafas dalam-dalam.
" Leluhur, aku ingin mencari seseorang yang pernah hadir dalam mimpiku. Untuk itu aku meminta restu dari leluhur." Ming Yue Liang berusaha bersikap selembut mungkin.
" Apa kamu tau resiko yang harus kamu ambil? Mewariskan kekuatanku kepada seorang wanita, tidak seperti seorang pria." Ucap Naga Shenrong sambil menatap wanita itu seperti seekor semut yang berhadapan dengan Gajah.
" Aku siap leluhur. Apapun resikonya." Ming Yue Liang membulatkan tekad, tanpa mengetahui maksud dari perkataan Naga Shenrong.
" Baiklah, jika tekadmu sudah bulat. Tapi jangan salahkan aku jika terjadi sesuatu padamu di kemudian hari." Ucap Naga Shenrong lalu mengeluarkan sebuah Inti Roh yang sangat besar hingga terbang ke arah Ming Yue Liang.
Kini Inti Roh yang berbentuk persegi lima berdiri di depan Ming Yue Liang, dimana ukurannya dua kali lipat lebih tinggi dari gadis tersebut.
" Itu adalah Inti Roh milik mendiang Istriku. Dia menyerahkan Inti Rohnya sebelum dia meninggal akibat sebuah tragedi." Naga Shenrong menjelaskan tentang Inti Roh tersebut lalu mengeluarkan darahnya.
" Maafkan aku leluhur." Ming Yue Liang merasa tidak enak sambil menundukkan kepala.
" Tidak masalah, semua telah berlalu. Sekarang seraplah khasiat darahku! Karena dengan demikian kamu bisa menyerap Inti Roh itu." Naga Shenrong melepaskan tetesan darahnya, namun begitu besar melebihi ukuran tubuh Ming Yue Liang.
Meskipun tidak memahami situasi tersebut, Ming Yue Liang mengambil tempat duduk posisi Berkulit.
Naga Shenrong pun mengarahkan tetesan darahnya di atas kepala Ming Yue Liang.
Tanpa menunggu lama, Ming Yue Liang langsung menyerap darah tersebut dimana tetesan demi tetesan darah tersebut jatuh di atas kepalanya.
Duaarr!
Kini terdengar suara gemuruh dari langit diikuti kilatan petir menyambar tubuh Ming Yue Liang saat pertama kali darah tersebut menyentuh kepalanya.
" Aaarrrggghhhh."
Ming Yue Liang berteriak kesakitan, merasakan seluruh tubuhnya seperti terbakar dimana seakan merusak organ tubuhnya.
Kini seluruh wilayah gunung terlarang menjadi gelap diikuti terpaan angin kencang seakan menghapus semua yang berada di tempat itu.
Duaarr!
__ADS_1
Dalam jeda lima menit, petir kembali menyambar tubuh Ming Yue Liang hingga dia kembali merasakan sakit yang luar biasa.
Namun karena semua sudah terlanjur, Ming Yue Liang dengan terpaksa harus menjalani proses penyiksaan tersebut.
Jika saja dia tau dari sebelumnya bahwa proses penyerapan darah begitu menyakitkan, maka dia berpikir untuk dua kali melakukannya.
" Tetaplah berkonsentrasi!" Naga Shenrong mengingatkan kepada Ming Yue Liang sambil menyembuhkan organ tubuh wanita itu yang mengalami banyak kerusakan.
Setiap tetesan darah tersebut langsung menyatu di dalam tubuh Ming Yue Liang, dimana darahnya seakan mendidih.
Waktu terus berlalu, setelah menjalani penyiksaan selama satu hari satu malam, kini darah Naga Shenrong telah habis diserap oleh Ming Yue Liang.
Saat itu juga cuaca menjadi cerah kembali diikuti tubuh Ming Yue Liang menjadi gumpalan cahaya.
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
Ggooooaaarr!
" Leluhur, apa yang terjadi?" Terdengar suara dari sosok Naga putih tersebut yang tidak lain adalah wujud dari Ming Yue Liang.
Meskipun ukuran Naga putih sekitar sepuluh meter, namun tetap saja seperti seekor semut di hadapan Naga Shenrong.
" Ya, Itu adalah wujud barumu. Itulah kenapa aku tidak bisa memberikan kekuatanku kepada seorang wanita. Sekalipun itu seorang pria, dia juga harus orang yang terpilih." Ucap Naga Shenrong sambil Naga Putih yang sangat kecil di matanya.
Mendengar perkataan dari Naga Shenrong, Ming Yue Liang ingin sekali menangis. Namun semua telah terjadi, mau tidak mau dia harus menerimanya.
" Sekarang Kemarilah! Aku akan memberikan kekuatanku." Ucap Naga Shenrong dimana dia hanya berdiam diri tanpa melakukan gerakan apapun.
" Baik leluhur." Ming Yue Liang dalam hati bersedih dengan wujud barunya itu langsung terbang ke hadapan Naga Shenrong.
Naga Shenrong pun menyentuh dahi Naga Putih yang merupakan wujud Ming Yue Liang hingga Naga Shenrong mengerutkan kening, seketika tersenyum lebar.
" Sepertinya kau memilih takdir yang tepat. Tidak lama lagi akan lahir Naga Emas dengan sepasang mata Iblis." Naga Shenrong dapat merasakan kejadian di masa depan dari Ming Yue Liang.
__ADS_1
Meskipun Naga Shenrong hanya merasakan samar-samar.
" Maksud leluhur?" Tanya Ming Yue Liang yang merasa heran.
" Ya, orang yang kamu cari adalah Naga Emas. Dia berasal dari manusia, namun tanpa sengaja terlahir menjadi Naga Emas. Suatu keberuntungan untuk kalian berdua, dimana kalian bisa menjadi manusia seutuhnya saat kalian melakukan penyatuan." Naga Shenrong tersenyum lebar sambil menatap ke arah Ming Yue Liang.
" Mohon maaf leluhur, aku masih belum mengerti." Tanya Ming Yue Liang, meskipun dia mendapatkan sedikit gambaran dengan apa yang dikatakan Naga Shenrong.
" Bisa dikatakan kamu membutuhkan energi 'Yang' miliknya agar kembali ke wujud manusia. Begitupun sebaliknya, dia membutuhkan energi Yin milikmu agar kembali ke wujud manusia." Jawab Naga Shenrong.
Mendengar perkataan dari Naga Shenrong, Ming Yue Liang mengangguk mengerti.
Jika saja dia memiliki wujud manusia, mungkin wajahnya sudah memerah seperti kepiting rebus.
Namun yang ingin ditanyakan Ming Yue Liang, kemana dia harus mencari keberadaan sosok pemuda yang ada dalam mimpinya.
" Pemuda itu tinggal di wilayah Kekaisaran Wei. Carilah dia disana! Maka kamu akan menemukannya. Saat kalian bertemu, maka kalian akan melihat wujud asli satu sama lain. Tapi sebelumnya kamu harus menyerap Inti Roh ini." Ucap Naga Shenrong sambil menunjuk Inti Roh di depannya.
" Kekaisaran Wei? Bukankah itu terlalu jauh? Apalagi untuk pergi kesana harus melewati Hutan yang sangat berbahaya?" Tanya Ming Yue Liang.
" Kamu tenang saja! Aku akan mengantarmu ke Kekaisaran Wei menggunakan batu dimensi. Tapi setelah kamu sudah menjadi wujud manusia, waktumu hanya tujuh hari agar kembali ke tempat ini. Jadi gunakanlah batu dimensi ini dengan baik." Naga Shenrong memberikan sebuah batu dimensi kepada Ming Yue Liang.
" Terimakasih leluhur." Ming Yue Liang mengambil batu dimensi tersebut, lalu menyimpannya di balik sisiknya.
" Mmmm... Satu lagi, kamu jangan terlalu berharap bisa memiliki pemuda itu seutuhnya, karena dia juga memiliki wanita lain." Naga Shenrong mengingatkan kepada Ming Yue Liang.
Mendengar perkataan dari Naga Shenrong, kini perasaan Ming Yue Liang berkecamuk seperti disambar petir di siang bolong.
Bahkan sama-sama menyakitkan dari siksaan yang baru saja dia terima sebelumnya.
" Lalu apa yang harus aku lakukan?" Tanya Ming Yue Liang yang berusaha untuk menerima situasinya sekarang.
" Sebelum aku mengantarmu ke Kekaisaran Wei, kau harus menyerap Inti Roh ini. Lakukan sekarang, sebelum semuanya terlambat." Ucap Naga Shenrong.
" Baik leluhur." Ming Yue Liang langsung melilit Inti Roh tersebut dengan tumbuh.
__ADS_1
Sesaat Ming Yue Liang menutup mata untuk menyerap Inti Roh tersebut.