Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 424. Cambuk Api


__ADS_3

Melihat rekannya tidak bisa bergerak lagi, murid yang menggunakan Cambuk Api sangat marah, langsung melesat ke arah Shen Long sambil mengayunkan cambuknya.


Shen Long yang memasukkan kedua kaki murid itu, langsung melompat ke belakang, untuk menghindari Cambuk Api.


Murid itupun terus maju untuk menekan Shen Long agar bisa melindungi rekannya yang tergeletak di lantai arena.


" Kemana kedua kakinya?" Murid yang menggunakan Cambuk Api memasang wajah jelek, karena Shen Long berhasil mengambil kedua kaki yang terdapat Sepatu Angin.


Murid itupun terus mengayunkan cambuknya, membuat Shen Long semakin terdesak, dengan terpaksa harus mengayunkan pedangnya.


Traaang! Traaang! Traaang!


Benturan keras dari Pedang Kesunyian bertemu dengan Cambuk Api yang memiliki kekuatan layaknya benda logam, namun sangat lunak.


Di sisi lain kedua murid yang menggunakan pedang, tidak berani mendekat karena bisa terkena imbas serangan cambuk rekannya sendiri.


" Sebaiknya kita harus memulihkan diri terlebih dulu." Salah satu murid memberi usul, karena situasi mereka sedang tidak baik.


Jika keduanya menyerang Shen Long, maka rekan mereka yang menggunakan Cambuk Api tidak bebas menggunakan cambuknya.


Kedua murid itupun mengangguk pelan, lalu mengambil posisi duduk bersila di atas arena.


" Kalian pikir bisa tenang ketika berada di atas arena." Gumam Shen Long sambil menatap ke arah kedua murid yang sedang memulihkan diri.


Shen Long menyalurkan Qi pada telapak tangannya, lalu menangkap tali Cambuk Api yang mengarah kepadanya.


Tap!


Shen Long menggenggam erat tali Cambuk Api, membuat murid itu kesenangan.


" Hahahaha... Akhirnya kamu mati di tanganku juga." Murid itu tertawa lepas, karena efek Cambuk Api bisa menyerang jiwa targetnya.


Bahkan para Tetua yang menyaksikan kejadian itu, langsung bangkit berdiri, karena kemampuan Cambuk Api tidak bisa dianggap enteng.


Selain kulit bisa hangus terbakar, Cambuk Api juga menyerang jiwa dan merusak meridian targetnya.


" Kamu pikir dengan cambuk mainan ini bisa melukaiku." Ucap Shen Long yang penuh percaya diri.


" Hei Yutian, cepat lepaskan tali Cambuk Api itu, sebelum lawanmu mengalirkan Qi pada cambuk itu." Salah satu murid wanita yang memperhatikan sejak awal pertarungan mereka.


Wanita itu merasakan tertarik dengan kemampuan Shen Long, sehingga dia berpikir untuk menguji kemampuan pemuda itu setelah menyelesaikan pertarungannya.


Semua mata tertuju pada gadis itu yang merupakan peringkat pertama murid dalam di Perguruan Naga Kabut.


" Haiisshh, kenapa gadis itu bisa ada disini." Para Tetua yang baru menyadari bahwa gadis itu memiliki sifat yang liar.


" Tetua... Semoga saja cucumu itu tidak merusak situasi." Salah satu Tetua menggelengkan kepala, sambil menatap ke arah Tetua Naga Kabut.

__ADS_1


Tetua Naga Kabut memasang wajah masam, karena cucunya itu memiliki kebiasaan buruk jika ada yang memiliki bakat diatas rata-rata.


Sesaat Shen Long menoleh ke arah sumber suara, dimana gadis itu memasang ekspresi yang tidak menentu.


Sekilas Shen Long dapat menilai bahwa kepribadian gadis itu tidak lebih seperti Gu An'an yang mulutnya tidak bisa dikendalikan.


" Hei, apa kamu meremehkan Cambuk Api milikku?" Murid itu terlihat kesal karena Shen Long seakan mengabaikan ucapannya.


" Lakukan saja jika kamu mampu." Shen Long yang kembali menoleh ke arah murid yang menggunakan Cambuk Api.


" Baik. Akan aku tunjukkan kemampuan Cambuk Api." Ucap murid itu, lalu menyalurkan Qi dalam jumlah besar pada Cambuk Api, berniat untuk membakar Shen Long hidup-hidup.


Buussshh!


Api yang sangat besar dan panas, keluar dari gagang cambuk, mengarah kepada Shen Long yang menggenggam tangan tali Cambuk Api.


" Apa? Apa yang dipikirkan pemuda itu?"


" Apa dia ingin menjadi abu?"


" Pemuda itu terlalu percaya diri."


" Sangat disayangkan jika dia mati. Padahal bakatnya sangat besar."


Beberapa murid sangat menyayangkan jika Shen Long akan menjadi abu, karena kecerobohannya sendiri.


Bboooom!


Seketika tubuh Shen Long diselimuti api yang berasal dari Cambuk Api, membuat Long Chieyu dan Long Qianxue berkeringat dingin.


Di sisi lain Tetua Agung tersenyum lebar karena dia menganggap bahwa Shen Long sangat bodoh dengan berani menangkap tali Cambuk Api.


" Selamat tinggal anak muda. Sayang sekali jasadmu tidak berbentuk, sehingga kami tidak bisa menguburmu dengan layak." Gumam Tetua Agung, sambil menatap ke arah Shen Long yang diselimuti api.


Namun setelah menunggu cukup lama, tubuh Shen Long terlihat masih utuh, tanpa ada satupun yang terbakar. Bahkan ujung rambutnya masih terlihat baik.


Aarrgggh!


Murid yang memegang Cambuk Api berteriak keras merasakan Qi miliknya terus tersedot oleh Cambuk Api miliknya sendiri.


Murid itupun dengan buru-buru melepaskan Cambuk Api, karena dia tidak ingin mengambil resiko jika Qi miliknya bisa mengering.


" Sudah aku katakan sebelumnya, cambuk ini hanya mainan." Ucap Shen Long, yang bertujuan bahwa Cambuk Api tidak berfungsi untuknya, karena dia memiliki Petir Naga Surgawi.


Namun ucapan Shen Long justru membuat semua yang berada di tempat itu bahwa Cambuk Api itu adalah palsu.


" Master Penempa sialan." Tetua Agung sangat geram, karena dia berpikir bahwa dirinya sudah ditipu oleh orang yang menjual Cambuk Api kepadanya dengan harga yang tidak sedikit.

__ADS_1


Tetua Agung mengumpat dalam hati ingin mencari sosok yang menjual Cambuk Api palsu kepadanya.


Di sisi lain Shen Long langsung menyimpan Cambuk Api, lalu berjalan mendekati murid yang sedang memasang sikap waspada.


Wuush!


Shen Long melesat cepat sambil mengayunkan tangannya ke arah murid tersebut.


Baaang!


Sebuah pukulan keras bersarang pada tubuh murid itu, hingga menyemburkan darah segar dari mulutnya.


Tap! Tap!


Shen Long menangkap kedua tangannya, lalu melemparnya ke arah kedua murid yang sedang memulihkan diri.


Baaang!


Kedua murid yang sedang berkonsentrasi, sehingga belum menyadari situasi, karena sebelumnya mereka sangat yakin bahwa rekan mereka mampu menekan Shen Long sampai mereka pulih, kini langsung terpental hingga memuntahkan darah segar dari mulutnya.


" Kedua tangan."


Kraaack! Kraaack! Kraaack!


" Kedua kaki."


Kraaack! Kraaack! Kraaack!


Satu-persatu Shen Long mematahkan kedua tangan dan kaki dari ketiga murid itu, hingga lemah tidak berdaya.


" Terakhir!"


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long mengalirkan Petir Naga Surgawi di kepalan tangannya lalu memukul bagian perut ketiga murid. Tepat di letak dantian mereka.


Bboooom! Bboooom! Bboooom!


Setelah mengambil kantong dimensi ketiganya, Shen Long kembali menendang mereka hingga keluar dari arena.


Begitupun dengan belasan murid yang tergeletak di lantai arena, Shen Long mengambil semua harta mereka, lalu melemparnya ke luar arena.


Wuush!


Sosok wanita melesat ke atas arena, " Hebat! Hebat sekali." Gadis itu bertepuk tangan seperti orang kegirangan.


Para Tetua yang menyaksikan, langsung menepuk jidatnya, karena apa yang mereka pikirkan sebelumnya tidak meleset.

__ADS_1


__ADS_2