Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 177. Pengorbanan Lan Nalan


__ADS_3

Karena rasa penasaran, Zhang Lee berjalan mendekati Shen Long penuh selidik.


" Saudara Louzhy, apa yang terjadi pada kalian berdua?" Tanya Zhang Lee sambil menatap ke arah Shen Long, lalu menoleh ke arah Zhang Yuxing.


" Saudara Lee, tidak ada yang kami lakukan selain menjalankan misi bersama." Jawab Shen Long yang mengetahui arah pertanyaan tersebut.


Mendengar perkataan dari Shen Long, Zhang Lee langsung menatap ke arah Zhang Yuxing seakan meminta penjelasan.


" Kami tidak melakukan apapun." Jawab Zhang Yuxing dengan singkat.


Mendengar ucapan tersebut, Zhang Lee tidak bisa berkata apa-apa lagi, karena sepertinya kedua sosok tersebut tidak memiliki hubungan khusus.


" Sebaiknya kita lanjutkan perjalanan ke persembunyian cabang Sekte Kalajengking Hitam berikutnya." Shen Long tidak ingin terlalu lama beranda di tempat itu, meskipun butuh waktu berhari-hari anggota Sekte Kalajengking Hitam yang lain akan mendatangi tempat tersebut.


" Baiklah, kita akan berangkat sekarang." Zhang Lee tidak ingin terlalu membahas terlalu jauh masalah mereka berdua, lalu berjalan meninggalkan tempat tersebut.


Di sisi lain Shen Long yang sudah berada di luar pintu gerbang Sekte Kalajengking Hitam, kini berjalan ke sebuah arah dimana keberadaan Sekte Kalajengking Hitam berikutnya.


*******


( Istana Kerajaan Qing )


Di sebuah kamar selir Lan Nalan, terlihat dua sosok yang sedang hanyut dalam kesenangan mereka.


Sosok itu tidak lain adalah Lan Nalan dan putra keempat Raja Qing Ziliong yang tengah sibuk dengan aktivitas mereka.


" Sayang... Milikmu sangat luar biasa, bahkan melebihi milik Istriku dan selirku yang lain." Ucap pangeran keempat sambil menunggangi tubuh Lan Nalan, dimana keringatnya bercucuran karena sangat bersemangat.


" Tentu dong sayang, aku akan memberikan pelayanan terbaik untukmu. Ouch, lebih cepat lagi sayang." Ucap Lan Nalan sambil merangkul tubuh pangeran keempat Kerajaan Qing.

__ADS_1


Mendengar suara merdu dari mulut Lan Nalan, pangeran keempat mempercepat pacuan kudanya hingga keduanya melepaskan cairan hangat milik mereka masing-masing.


" Ouch... Ouch... Ouch." Kedua sosok yang sedang melakukan hubungan terlarang tersebut terlihat sama-sama kelelahan namun penuh dengan kebahagiaan terlihat dari wajah mereka.


" Sayang, milikmu lebih mantap. Jika ayah sedang melakukan perjalanan, aku ingin kita melakukannya lagi." Pangeran keempat yang tergiur dengan kemolekan tubuh Lan Nalan, tidak memperdulikan lagi bahwa wanita itu adalah selir ayahnya.


" Tentu saja sayang, aku akan memberikan pelayanan terbaik untukmu. Tapi dengan satu syarat, kamu tidak boleh menikah dengan Jun Mei Yin." Ucap Lan Nalan yang sedang menjalankan rencananya.


" Kenapa sayang? Bukankah dengan adanya Jun Mei Yin, kebahagiaanku akan lebih sempurna." Tanya pangeran keempat sedikit heran.


Tentu dia tidak ingin melepaskan Jun Mei Yin, disamping wanita itu sangat cantik, tapi juga berbakat.


Apalagi pangeran keempat belum pernah menyentuh Jun Mei Yin karena atas larangan dari Ayahnya Qing Ziliong, semua saudaranya dan Lan Nalan.


Namun itu semua telah direncanakan oleh Lan Nalan untuk memenuhi permintaan Jun Yun yang dia anggap sebagai kekasihnya.


" Pokoknya tidak boleh. Jika aku mengetahuinya, maka aku tidak akan memberimu pelayanan lagi." Ucap Lan Nalan dengan tegas sambil memasang wajah masam.


" Aku akan tetap menikahi Jun Mei Yin. Jika dia menjadi bagian dari keluarga Istana Kerajaan Qing, maka Istana Kerajaan Qing akan bertambah kuat lagi." Pangeran keempat menolak dengan tegas, karena dengan kehadiran Jun Mei Yin di pihak Istana, maka ada banyak keuntungan untuknya.


Disamping bisa menikmati keindahan tubuh Jun Mei Yin, Sekte Pedang Suci juga berada di bawah kendali mereka.


Bahkan jika Jun Mei Yin bertambah kuat, maka tidak ada yang berani mengusik Kerajaan Qing.


Pernikahan seperti itu sering terjadi pada pihak Istana ataupun Klan Besar agar kekuasaan mereka tetap terjaga.


" Baiklah, kalau begitu aku akan menceritakan tentang hubungan kita ini kepada Yang Mulia Raja. Aku akan melaporkan bahwa sayang telah menggodaku. Aku yakin Yang Mulia Raja akan percaya kepadaku." Ucap Lan Nalan dengan santai, namun mengandung penekanan.


Mendengar ancaman tersebut, pangeran keempat memasang wajah memerah padam karena dia dapat memastikan bahwa ayahnya lebih percaya kepada Lan Nalan dibandingkan dirinya.

__ADS_1


Bahkan untuk Yang Mulia Ratu sendiri tidak mampu menolongnya, karena Qing Ziliong lebih percaya dengan Lan Nalan meskipun hanya berstatus sebagai selir.


" Baiklah, aku akan menuruti keinginanmu." Ucap pangeran keempat, karena dia tidak ingin dibuang dari Istana.


Jika hal itu terjadi, maka dia tidak mendapatkan hak apapun. Bahkan Istri dan selirnya yang sekarang akan menceraikannya karena tidak memiliki keuntungan lagi.


' Lihat saja, aku tidak akan melepaskan Jun Mei Yin begitu saja. Aku akan mencari cara lain untuk mendapatkan wanita itu.' Pangeran keempat membatin, karena masih tidak terima jika Jun Mei Yin yang merupakan peluang untuk melebarkan kekuasaan bisa hilang begitu saja.


' Bagus... Pekerjaanku hanya tinggal beberapa langkah lagi. Sekalipun kalian menyimpan kebusukan begitu rapi, tapi untuk Klan Lan kalian memiliki hutang yang harus dipertanggung jawabkan.' Lan Nalan membatin sambil menatap ke arah pangeran keempat dengan senyuman puas.


" Terimakasih sayang... Kalau begitu serahkan Jun Mei Yin kepadaku! Aku akan mengasingkan dia dari Kerajaan Qing. Dengan demikian kamu boleh menikmati tubuhku sepuasnya." Ucap Lan Nalan sambil menyentuh benda pusaka milik pangeran keempat, lalu mengarahkan pada pusaka miliknya.


" Sayang... kamu memang mengetahui keinginanku." Pangeran keempat kembali bersemangat untuk menggagahi wanita itu, meskipun di pikirannya masih belum bisa menerima jika Jun Mei Yin lepas dari tangannya.


Kedua sosok itu pun melanjutkan kesenangan mereka, karena Lan Nalan sengaja memancing gairah pangeran keempat demi melancarkan rencananya.


*******


( Di tempat lain )


Pada malam hari, Shen Long beserta kelompok Klan Zhang kembali melanjutkan misi mereka untuk membersihkan anggota cabang Sekte Kalajengking Hitam.


Namun kali ini Shen Long hanya seorang diri untuk menyelinap masuk ke dalam cabang Sekte Kalajengking Hitam.


Shen Long juga bertindak hati-hati dalam melancarkan serangannya, dibalik kegelapan malam dia terus membunuh anggota Sekte Kalajengking Hitam saat berpatroli di tempat yang gelap.


Untuk dua kelompok yang lain, juga melakukan hal yang sama, dimana mereka menyerang anggota Sekte Kalajengking Hitam secara tiba-tiba.


" Mereka terlalu percaya dengan menempatkan anggota yang memiliki tingkat Kultivasi yang lebih rendah." Gumam Shen Long sambil membunuh anggota Sekte Kalajengking Hitam tanpa mengeluarkan suara.

__ADS_1


Setelah berhasil membunuh semua anggota yang sedang berjaga, Shen Long langsung masuk ke dalam kediaman Patriak Sekte Kalajengking Hitam.


Tentu Shen Long melakukan hal itu, karena akan lebih mudah untuk membunuhnya secepat mungkin dengan cara mengendap melewati jendela layaknya seorang pencuri.


__ADS_2