Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 219. Memborong Sumberdaya


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Tidak lama kemudian, Lan Nalan dan Shen Long berpindah tempat ke sebuah tempat yang tidak jauh dari pintu gerbang sebuah kota.


" Tuan putri... Kenapa kita disini?" Shen Long merasa heran karena mereka tidak langsung menuju sumur roh.


" Aku sangat lapar, kita makan dulu!" Lan Nalan langsung mengambil sebuah kain, lalu menutup wajahnya. " Ayo!". Lan Nalan langsung menggandeng tangan Shen Long menuju arah pintu gerbang kota.


" Tuan putri, apa yang kamu lakukan?" Shen Long sedikit risih karena Lan Nalan memang sengaja menggesekkan belahan dadanya di lengan Shen Long.


" Di kota ini, kamu jangan panggil aku tuan putri lagi! Cukup panggil saja saudari Nalan." Tanpa mendengar perkataan Shen Long, Lan Nalan justru lebih menikmati lengan Shen Long di belahan dadanya.


Tentu Lan Nalan memanfaatkan situasi tersebut, sebelum Jun Mei Yin melihatnya, yang pasti dia tidak bisa melakukannya lagi.


Mendapatkan perlakuan tersebut, Shen Long menghela nafas panjang. Sebagai seorang pria, dia mengakui kecantikan Lan Nalan, terlebih tubuhnya yang begitu panas.


Meskipun Lan Nalan sangat cantik, namun dimatanya hanya Ming Yue Liang, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang lebih cantik.


Hanya saja Shen Long tidak pernah berharap agar Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie bisa kembali kepadanya, namun Shen Long tidak pernah marah kepada kedua wanita itu.


Terlebih sekarang Shen Long sangat senang dengan teknik Tinju Naga Penghancur yang menemani perjalanannya saat menjalankan misi bersama Ratu Rubah Giok.


Jika saja Shen Long tidak memiliki teknik Tinju Naga Penghancur yang dia kombinasikan dengan seni pedang, tentu Shen Long akan kalah ketika berhadapan dengan Bing Ziyun yang sudah mencapai Pendekar Langit tingkat 1.


" Berhenti! Tunjukkan identitas kalian!" Ucap salah satu penjaga gerbang, saat Lan Nalan ingin melewati pintu gerbang.


" Kami hanya seorang pengembara, semoga ini bisa membantu keluarga kalian." Lan Nalan memberikan dua keping koin emas kepada penjaga gerbang.


" Baik nona, silahkan masuk." Para penjaga gerbang langsung merubah sikap, sambil mempersilahkan kepada Lan Nalan dan Shen Long.

__ADS_1


Dengan sebuah anggukan kecil, Shen Long berjalan masuk ke dalam kota dimana Lan Nalan mulai melonggarkan pelukannya saat berada di dalam kota.


Kota tersebut sangat ramai dikunjungi oleh para Kultivator yang juga ingin mencari keberuntungan di sumur roh yang kebetulan tidak jauh dari kota tersebut.


Saking banyaknya, semua pengunjung tidak bisa berjalan dengan bebas dan terpaksa harus berdempetan dengan pengunjung yang lain.


" Seramai ini?" Shen Long bergumam sambil memperhatikan langkahnya agar tidak bersenggolan dengan pengunjung lain.


Jika diperhatikan, pengunjung yang berada di kota tersebut bisa mencapai ribuan, membuat Lan Nalan dan Shen Long sedikit risih.


Tidak hanya para Kultivator, para pedagang yang berjualan karena adanya sumur roh yang dibuka untuk umum sehingga mereka tidak melewatkan kesempatan untuk meraup keuntungan.


Karena saking padatnya, tanpa sengaja Shen Long menyenggol bokong seorang wanita yang berpapasan dengan mereka.


" Dasar pria mesum... Punya kekasih disampingmu saja masih sempat kamu menggoda wanita lain." Wanita itu menatap tajam ke arah Shen Long dengan nada tinggi.


Mendengar ucapan tersebut, Lan Nalan dan Shen Long menoleh ke arah sumber suara sambil menatap ke arah sosok wanita yang sedang memarahi Shen Long.


Begitupun dengan yang lain, dimana semua mata tertuju kepada Shen Long.


" Kau... Bilang saja kalau mau cari kesempatan. Aku tidak main-main, aku akan melaporkan kejadian ini kepada petugas keamanan." Wanita itu semakin marah karena Shen Long tidak mengakui kesalahannya.


Melihat situasi yang tidak baik, Lan Nalan langsung berjalan mendekati wanita itu lalu memberikan lima keping koin emas.


" Nona, apa kamu yakin kekasihku telah menyentuhmu?" Tanya Lan Nalan dengan wajah datar, berusaha untuk menangani situasi tersebut.


" Ah, tidak... Tadi aku berjalan tidak melihat jalan. Akulah yang salah, karena sudah menggoda kekasihmu." Wanita tersebut tersenyum lebar sambil mengambil koin yang diberikan Lan Nalan.


Melihat kejadian tersebut, Shen Long sedikit mengerutkan kening karena wanita itu berubah drastis saat mendapatkan koin emas.


" Ayo kita pergi! Tidak semua masalah bisa diselesaikan dengan kekuatan. Tapi dengan harta, kita bisa melakukan apapun." Bisik Lan Nalan sambil menggandeng tangan Shen Long kembali.

__ADS_1


Para pejalan kaki yang berada di tempat itu, mengutuk wanita yang membentak Shen Long sebelumnya karena saat mendapat koin emas, sikapnya berubah drastis.


Di sisi lain Shen Long yang melihat sebuah bangunan Assosiasi Menara Obat, kini merasa tertarik untuk membeli beberapa Sumberdaya.


Tentu Shen Long yang sekarang sudah kaya, karena saat menghancurkan 50 cabang Sekte Kalajengking Hitam, dia banyak mendapatkan koin, meskipun untuk Sumberdaya sangat sedikit.


Jika saja 50 cabang Sekte Kalajengking Hitam memiliki Sumberdaya seperti 10 cabang lainnya saat bersama kelompok Klan Zhang, dapat dipastikan Shen Long sudah mencapai Pendekar Langit.


" Saudari Nalan... Aku ingin membeli Sumberdaya untuk keperluanku." Shen Long tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk membeli Sumberdaya sebanyak mungkin, karena di Akademi Pagoda Suci hanya bisa membeli Sumberdaya dengan point kontribusi.


" Mmmm... Baiklah, aku akan menunggu di restoran disana!" Ucap Lan Nalan sambil menunjuk ke sebuah bangunan di samping Assosiasi Menara Obat.


Dengan sebuah anggukan, Shen Long langsung masuk ke dalam Assosiasi Menara Obat dimana langsung disambut oleh seorang pelayan.


" Selamat datang tuan, ada yang bisa aku bantu?" Tanya pelayan sambil menundukkan kepala.


" Pelayan... Aku ingin mencari Sumberdaya disini. Tolong tunjukkan padaku." Ucap Shen Long.


" Apa tuan tidak membeli beberapa Pil?" Pelayan sedikit mengerutkan kening karena Shen Long tidak seperti pelanggan yang lain, dimana lebih memilih membeli Pil dibandingkan Sumberdaya.


" Tidak perlu... Aku hanya ingin mencari Sumberdaya, kecuali Pil pengumpul Qi." Karena Shen Long memiliki cara lain untuk meningkatkan Kultivasi, sehingga Pil Kultivasi tidak cocok untuknya.


" Baik tuan, mari saya antar." Pelayan menuntun Shen Long menuju ruang Sumberdaya.


Meskipun sedikit ragu dengan harta yang dimiliki Shen Long, pelayan tersebut dengan penuh semangat menjelaskan berbagai jenis Sumberdaya yang mereka jual.


" Baiklah, aku beli semuanya." Ucap Shen Long, sambil mengeluarkan sepuluh kantong berisi koin.


" Tuan muda... Ini..." Pelayan berusaha mengatur napasnya saat melihat isi dari kantong koin tersebut.


" Apa itu masih kurang?" Tanya Shen Long.

__ADS_1


" Cukup tuan. Koin ini lebih dari cukup." Pelayan tersebut meminta bantuan kepada rekannya untuk membantunya mengumpulkan Sumberdaya yang dibeli Shen Long.


Mendapatkan isyarat tersebut, dua pelayan yang lain langsung menuju ke arah pelayan sebelumnya lalu membantunya.


__ADS_2