
( Sekte Pedang Suci )
Di sebuah ruangan kerja Patriak, kini terlihat dua sosok wanita yang baru saja pulih dari luka dalam yang mereka alami.
Di tempat itu juga terdapat sosok pria paruh baya yang tidak lain adalah Cang Mu, Patriak Sekte Pedang Suci.
" Yuan'er, Lie'er... Syukurlah kalian sudah sembuh." Cang Mu terlihat senang karena kedua wanita itu sudah membaik.
" Ini semua berkat bantuan Patriak dan para Tetua yang membantu proses penyembuhan kami." Cang Li Yuan menundukkan kepala lalu mengambil tempat duduk yang diikuti Yan Rou Lie.
Tidak lama kemudian, terlihat satu sosok yang mendatangi tempat tersebut dengan buru-buru, lalu memberi hormat kepada Cang Mu.
" Salam Patriak. Diluar ada Yang Mulia Kaisar Qing Ziliong yang ingin bertemu dengan Patriak." Ucap sosok tersebut.
Cang Mu yang mendengar ucapan tersebut, kini menaikkan alisnya karena tidak seperti biasanya Raja Qing Ziliong datang ke Sekte Pedang Suci.
Bahkan saat Jun Lixing, Jun Mei Yin dan Jun Yun yang pernah tinggal di Sekte Pedang Suci, Qing Ziliong hanya menugaskan utasannya saja.
" Apa kamu tau tujuan mereka datang kesini?" Cang Mu merasa curiga bahwa kedatangan Raja Qing Ziliong pasti ada hubungannya dengan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
" Tidak tau Patriak. Tapi diluar, mereka sedang membagikan Sumberdaya kepada anggota Sekte Pedang Suci." Jawab sosok tersebut.
Kini dugaan Cang Mu semakin kuat, bahwa pihak Kerajaan Qing memiliki rencana terselubung.
" Bawa mereka kesini! Jangan lupa, katakan kepada para Tetua untuk menyambut tamu kehormatan kita." Cang Mu mencoba untuk bersikap tenang, sambil melirik ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
" Baik Patriak." Jawab sosok tersebut, lalu keluar dari ruangan.
Tidak lama kemudian, Raja Qing Ziliong dan beberapa petinggi Istana Kerajaan Qing masuk ke ruang kerja Patriak.
Para Tetua Sekte Pedang Suci juga berdatangan untuk menyambut kedatangan tamu kehormatan dari pihak Istana Kerajaan Qing.
__ADS_1
Di sisi lain Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie juga ingin mendengar tujuan dari pihak Istana Kerajaan Qing yang begitu tiba-tiba.
" Salam Patriak. Maaf jika kedatangan kami terlambat." Qing Ziliong mengepal kedua tangannya sekedar basa-basi, lalu menoleh ke arah dua sosok wanita yang menggunakan topi tudung.
" Tidak masalah Yang Mulia Raja. Silahkan duduk!" Cang Mu menyapa ramah kedatangan mereka, lalu mempersilahkan untuk menempati kursi yang tersedia.
Dengan sebuah anggukan, Qing Ziliong dan rombongannya menempati kursi yang disediakan, dimana para Tetua juga duduk untuk menyambut tamu mereka.
" Sebelumnya, kami minta maaf karena tidak sempat memberikan pertolongan kepada Sekte Pedang Suci."
" Tapi pihak Istana Kerajaan Qing sedang mengumpulkan pasukan untuk membantu anggota Sekte Pedang Suci jika diperlukan." Qing Ziliong sekedar basa-basi dengan memberikan bantuan kepada Sekte Pedang Suci jika mereka ingin menuntut balas kepada Klan Yang.
Qing Ziliong juga memberikan kontribusi kepada Sekte Pedang Suci dengan memberikan puluhan peti yang berisi koin dan Sumberdaya.
" Saya harap agar Patriak menerima pemberian dari kami. Pihak Istana berharap agar Sekte Pedang Suci bisa pulih kembali setelah peperangan sebelumnya." Ucap Qing Ziliong, sambil meminta kepada bawahannya untuk menyerahkan peti tersebut.
" Terimakasih atas bantuan Yang Mulia Raja. Kami memang sangat membutuhkan dana untuk membangun kembali tembok yang telah dihancurkan." Cang Mu menerima pemberian tersebut, karena mereka juga sangat membutuhkan Sumberdaya agar bisa meningkatkan kekuatan Sekte Pedang Suci.
" Patriak... Sangat disayangkan jika Sekte Pedang Suci semakin melemah. Pihak Istana Kerajaan Qing juga sangat membutuhkan Sekte seperti agar Kerajaan Qing tetap berdiri kokoh."
" Oleh karena itu, pihak Istana Kerajaan Qing ingin menjalin kerjasama dengan Sekte Pedang Suci agar tali persaudaraan semakin kuat lagi." Ucap Qing Ziliong yang mulia mengutarakan tujuannya.
" Sekte Pedang Suci juga berharap demikian. Ini semua demi kelangsungan hidup anggota Sekte dan Klan Cang." Cang Li berkata dengan ramah, karena tidak ingin menyinggung perasaan tamu kehormatan.
Mendengar ucapan tersebut, Qing Ziliong tersenyum puas, karena tujuannya tinggal selangkah lagi.
" Jika demikian, untuk memperkuat kerjasama kita, kiranya harus menjalin ikatan pernikahan antara anggota Sekte Pedang Suci dan Kerajaan Qing."
" Dengan begitu, dua kekuatan akan menjadi satu kesatuan. Aku ingin mengangkat jenius muda dari Sekte Pedang Suci menjadi menantu keluarga Istana Kerajaan Qing." Qing Ziliong mengutarakan tujuannya.
Mendengar ucapan tersebut, Cang Mu dan beberapa Tetua menarik napas dalam-dalam, karena saat ini tidak ada murid jenius dari Sekte Pedang Suci selain Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.
__ADS_1
Sedangkan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie sendiri sudah memiliki suami, meskipun mereka tidak mengetahui hubungan mereka yang terlalu rumit.
" Tujuan Yang Mulia Raja memang sangat bagus. Sayangnya sekarang kami tidak memiliki murid jenius yang masih gadis." Cang Mu bicara dengan sikap hati-hati.
Mendengar ucapan tersebut, Qing Ziliong dan rombongannya langsung menatap ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang juga berada di tempat itu.
" Patriak... Sepertinya kedua wanita ini terlihat masih muda dan sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 1. Sepertinya mereka sangat cocok untuk menjadi menantuku." Ucap Qing Ziliong sambil menunjuk ke arah kedua wanita yang menggunakan topi tudung.
Apa yang dipikirkan Cang Mu sebelumnya sudah terjadi, sehingga dia memikirkan cara untuk menolak secara halus atas tawaran tersebut.
Jika saja Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie belum bersuami, mungkin mereka akan menyetujuinya.
" Untuk kedua wanita ini, mereka sudah memiliki suami....."
" Apa? Bagaimana mungkin?" Semua rombongan Kerajaan Qing langsung memotong pembicaraan Cang Mu.
Di sisi lain Cang Mu terlihat pucat, karena tidak mudah bagi mereka untuk menolak tawaran dari Istana Kerajaan Qing.
" Patriak... Untuk masalah suami mereka, aku rasa tidak terlalu masalah. Tidak perlu sampai pihak Istana Kerajaan Qing yang menanganinya."
" Pihak Istana Kerajaan Qing akan membantumu untuk memberikan kontribusi kepada suami mereka. Patriak tau sendiri aturan yang berlaku di setiap Klan, apalagi Istana." Qing Ziliong menggunakan nama besarnya sebagai seorang Raja.
Perintah seorang Raja adalah hal mutlak yang tidak bisa dianggap enteng, jika tidak maka konsekwensinya sangat besar.
" Maaf Yang Mulia Raja, aku tidak akan pernah meninggalkan suamiku." Cang Li Yuan mulai bicara.
" Aku juga tidak pernah meninggalkan suamiku." Yan Rou Lie ikut menimpal.
Mendengar ucapan tersebut, Qing Ziliong dan rombongannya memasang wajah memerah padam karena kedua wanita itu berani menentang perintah seorang Raja.
Bahkan beberapa dari petinggi Kerajaan Qing meminta Isyarat kepada Qing Ziliong, apakah mereka akan mengambil tindakan?
__ADS_1
Kini Cang Mu mulai memutar otaknya untuk menghadapi situasi tersebut karena tidak sesederhana yang dipikirkan oleh Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.