
Kemudian Shen Long menggambarkan denah lokasi tempat keberadaan danau yang menyimpan Rumput Spirit, lalu menyerahkan kepada Long Jinkai.
Meskipun untuk memasuki wilayah gunung akan berpindah secara acak, namun berkat denah yang diberikan Shen Long, maka para petinggi Sekte Naga Langit bisa menemukannya dengan mudah.
" Untuk masalah ini, aku serahkan kepada Tetua Ketiga saja." Karena Rumput Spirit merupakan penemuan dari Shen Long, Long Jinkai menyerahkan peta dan Plakat kepada Wu Jiangbu yang merupakan kakek Shen Long.
Dengan adanya peta dan Plakat tersebut, maka Wu Jiangbu bisa mengaturnya sebaik mungkin untuk perkembangan mereka.
" Patriak... Aku rasa ini terlalu berlebihan. Aku tidak pantas mendapatkan tugas ini." Wu Jiangbu merasa tidak enak, karena Klan Wu hanya menumpang di kediaman Klan Long.
" Mohon Tetua Ketiga jangan menolak. Aku kira para Tetua yang lain juga tidak keberatan." Ucap Long Jinkai sambil menoleh ke arah para Tetua lainnya.
Semua mengangguk setuju jika Klan Wu yang dipimpin oleh Wu Jiangbu ikut ambil alih dalam mengatur Sumberdaya.
" Baiklah... Jika kalian memaksa, maka aku akan mengaturnya semampuku." Ucap Wu Jiangbu, lalu menyimpan kedua benda tersebut.
Setelah mengatur pembagian Sumberdaya dengan terperinci, Shen Long memohon diri untuk kembali ke Gunung Suci bersama keempat Istrinya dan Gui Hua.
Sedangkan Wu Dong kembali ke kediaman ayahnya di kota Daifang yang merupakan kota yang baru didirikan.
Untuk Wu Yunjiang sendiri, langsung kembali ke devisi Gunung Merah bersama Long Shangxing untuk mengajukan lamaran.
*******
Pada keesokan pagi, semua anggota Sekte Naga Langit kembali menelusuri wilayah gunung, untuk mencari danau yang diceritakan oleh Shen Long.
Mereka bahu-membahu untuk menyelam ke dasar danau untuk mengambil Rumput Spirit, meskipun setiap satu kali menyelam hanya mendapatkan satu atau dua Rumput Spirit.
Sedangkan beberapa Tetua harus berjaga di pintu teleportasi agar tidak ada yang mengetahui aktivitas mereka.
Semua Rumput Spirit yang mereka ambil, dikumpulkan kepada Tetua Ketiga atau Wu Jiangbu untuk membagikan kepada para senior Sekte Naga Langit.
Waktu terus berjalan, semua Rumput Spirit yang bisa dipanen berhasil diambil semuanya, berkat kerjasama seluruh anggota Sekte Naga Langit yang bekerja siang dan malam.
__ADS_1
" Sekarang biarkan Rumput Spirit yang masih belum bisa diambil akan menjadi bahan latihan bagi para Kultivator muda."
" Dengan adanya Rumput Spirit sebanyak ini, Sekte Naga Langit tidak lama lagi akan berkembang pesat." Ucap Wu Jiangbu, lalu membawa mereka kembali ke Sekte Seribu Pedang.
" Baik Tetua." Jawab mereka serempak, lalu berjalan mengikuti Wu Jiangbu.
Sesampai di Aula Lembah Naga, Wu Jiangbu membagikan Rumput Spirit kepada para senior Sekte Naga Langit sesuai dengan kebutuhan mereka.
Sedangkan untuk anggota Sekte Naga Langit yang masih muda, hanya mendapatkan satu Rumput Spirit, sesuai dengan usia mereka.
Setelah membagikan Rumput Spirit dengan adil, Patriak dan para Tetua Sekte Naga Langit kembali ke kediaman masing-masing untuk melakukan latihan tertutup dengan menggunakan Rumput Spirit sebagai penyokong latihan mereka.
Sejak penemuan Rumput Spirit, nama Shen Long semakin dikagumi oleh semua anggota Sekte Naga Langit.
Bahkan banyak kalangan ibu-ibu berharap anak-anak mereka agar bisa memiliki bakat seperti Shen Long yang menjadi panutan mereka untuk berlatih.
Meskipun diantara mereka tidak pernah melihat secara langsung apa yang pernah Shen Long lakukan, namun mendengar cerita dari mulut ke mulut, Guru Suci memiliki kemampuan melebihi para jenius muda seusianya, meskipun ada yang menceritakan terlalu berlebihan.
*******
" Kenapa kamu terus bersembunyi? Apa kamu ingin mencuri teknik yang aku miliki?" Tanya Shen Long, sambil menatap ke arah pohon besar yang cukup jauh dari tempatnya berlatih.
Tidak lama kemudian terlihat sosok wanita menggunakan pakaian corak merah keluar dari balik pohon besar, lalu berjalan mendekati Shen Long.
Melihat wajah dari wanita itu yang terlihat asing, Shen Long menyipitkan matanya, karena dia masih mengenal dari pemilik aura tersebut.
" Siapa wanita ini? Kenapa auranya mirip dengan Long Fengxia?" Gumam Shen Long, karena dia sendiri tidak pernah melihat wajah Long Fengxia, karena wanita itu selalu menggunakan penutup wajah dan topi tudung.
" Ada apa dengan matamu? Kenapa menatapku seperti itu? Dasar cabul." Long Fengxia yang memiliki penampilan berbeda dari biasanya, kini mendengus dingin karena Shen Long terus menatapnya.
Meskipun terlihat kesal, namun Long Fengxia sangat senang karena itu artinya dia memiliki paras cantik seperti Istri Shen Long yang lain.
Mendengar perkataan dari Long Fengxia, Shen Long dengan buru-buru membuang muka, lalu melanjutkan latihannya.
__ADS_1
" Dengan penampilanku seperti ini, aku yakin Shen Long akan tertarik denganku." Pikir Long Fengxia, karena dia ingin membalas perbuatan Shen Long yang sebelumnya membuat dia menjadi seorang pelayan.
Long Fengxia dengan sengaja berjalan dengan anggun untuk merusak konsentrasi Shen Long yang sedang berlatih, sambil mengipas wajahnya.
Shen Long yang menyadari bahwa Long Fengxia sedang menggodanya agar kehilangan konsentrasi, kini mendengus dingin lalu berbalik untuk membelakangi wanita itu.
" Ciiih... Sepertinya tidak mempan. Aku harus menggunakan cara lain."
Wuush!
Bersamaan dengan ucapannya Long Fengxia, melesat ke arah Shen Long untuk menyerangnya secara diam-diam dengan cara melakukan tendangan.
Menyadari adanya serangan dari arah belakang, Shen Long dengan buru-buru membalikkan badan dengan berjongkok, lalu menangkap kaki kanan Long Fengxia.
Melihat pemandangan yang indah dibalik kedua kaki Long Fengxia, Shen Long membuka matanya lebar-lebar, lalu mendorong kaki Long Fengxia.
" Sialan... Apa yang kamu lihat?" Long Fengxia dengan buru-buru memperbaiki posisinya, karena adegan sebelumnya sangat memalukan.
" Tidak! Aku tidak melihat warna merah muda itu." Jawab Shen Long dengan buru-buru, menjawab hingga tanpa sadar memberitahukan apa yang dia lihat sebelumnya.
Mendengar perkataan dari Shen Long, seketika wajah Long Fengxia memerah seperti kepiting rebus, karena Shen Long telah melihat penutup bagian sensitifnya.
" Dasar cabul." Long Fengxia yang sangat marah, langsung melesat ke arah Shen Long, untuk memberi pelajaran kepada pemuda itu.
Sementara itu, Shen Long hanya dalam posisi bertahan. Tidak ingin melawan, meskipun kejadian sebelumnya tidak disengaja.
Merasakan serangannya tidak bisa menyentuh Shen Long, Long Fengxia memasang wajah jelek lalu meninggalkan tempat tersebut dengan perasaan yang sangat malu.
" Salah sendiri menggunakan pakaian seperti itu." Shen Long menghela nafas panjang, lalu melanjutkan latihannya meskipun pikirannya terganggu oleh pemandangan warna merah muda sebelumnya.
Di sisi lain, Long Fengxia yang awalnya hanya ingin menggoda Shen Long, kini mengeluarkan sumpah serapah kepada Shen Long yang sudah melihat segitiga bermuda miliknya.
" Awas saja nanti, aku akan membalas penghinaan ini." Long Fengxia mengepal kedua tangannya, hingga tatapannya sangat tajam menatap ke arah depan.
__ADS_1
*******