Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 378. Seleksi Di Hutan III


__ADS_3

Shen Long yang terus berjalan di dalam hutan, kini pendengarannya tertuju pada sebuah pertarungan yang tidak jauh dari tempatnya.


Tanpa membuang waktu, Shen Long langsung melesat ke arah sumber suara, dimana terlihat sosok wanita menggunakan topi tudung sedang bertarung melawan dua ekor Kalajengking.


Kondisi wanita itu tidak dalam keadaan baik-baik dimana beberapa bagian tubuhnya terkena luka sayatan.


Kini tatapan Shen Long tertuju pada sebuah kotak kecil yang berada di bawah pohon besar.


" Sepertinya kotak itu menyimpan Sumberdaya. Aku harus merebutnya." Gumam Shen Long lalu melesat ke arah kotak tersebut tanpa memperdulikan wanita yang sedang bertarung.


Wuush!


Shen Long melesat cepat ke arah kotak tersebut, membuat dua Kalajengking yang merupakan Hewan Roh tingkat 2 langsung menghadangnya.


" Sialan." Shen Long mengumpat dalam hati karena kedua Kalajengking itu justru berbalik ke arahnya.


Di sisi lain wanita yang menggunakan topi tudung bernafas lega karena dia berfikir bahwa Shen Long datang membantunya.


" Terimakasih atas bantuan saudara." Ucap wanita itu, lalu mengambil tempat untuk memulihkan diri.


Sementara itu Shen Long dengan terpaksa harus bertarung melawan kedua Kalajengking yang seakan tidak membiarkan siapapun yang mengambil kotak kecil itu.


" Baiklah, aku akan melayani keinginan kalian." Shen Long yang tidak punya pilihan lain kecuali harus membunuh mereka terlebih dulu.


Baaang! Baaang! Baaang!


Shen Long bergerak dengan gesit menangkis serangan dari kedua Kalajengking lalu menyerang balik dengan serangan tapak.


Pertarungan itupun berlangsung cukup lama, hingga dua Kalajengking itu mulai kelelahan karena terus mengeluarkan Qi dalam jumlah besar untuk melawan Shen Long.


Di sisi lain, wanita yang menggunakan topi tudung, kini langsung melesat ke arah kotak kecil saat melihat kedua Kalajengking sudah kelelahan.


" Dia sudah mengambilnya?" Shen Long menggerutu dalam hati karena wanita itu dengan mudah mengambil kotak kecil.


Shen Long tidak menyangka bahwa dialah yang berada di posisi yang tidak menguntungkan.


Shen Long yang terlihat marah, kini langsung menyalurkan Qi dalam jumlah besar pada telapak tangannya, lalu melesat ke arah kedua Kalajengking.


Baaang! Baaang!


Serangan yang sangat cepat bersarang pada tubuh kedua Kalajengking, membuatnya terpental ke udara.

__ADS_1


Bboooom! Bboooom!


Kedua Kalajengking yang seukuran dua kali lipat manusia dewasa, jatuh ke tanah.


Wuush!


Shen Long melompat ke atas salah satu Kalajengking, lalu menginjaknya sekuat tenaga.


Kraaack!


Kyaaaak!


Salah satu Kalajengking menjerit kesakitan karena kepalanya langsung remuk hingga kehilangan nyawa.


Wuush!


Shen Long kembali melompat ke atas Kalajengking yang lain, lalu menginjak kepalanya hingga remuk.


Di sisi lain wanita yang menggunakan topi tudung masih belum beranjak dari tempatnya, sambil menatap ke arah Shen Long yang sudah menyelesaikan pertarungannya.


" Terimakasih atas bantuan saudara. Sebagai imbalannya, mohon terimalah hadiah dariku." Wanita itu melemparkan satu kantong berisi Batu Roh ke arah Shen Long.


Shen Long yang baru saja ingin mengambil kotak kecil itu, kini secara reflek menangkap kantong tersebut.


Wanita itupun mengepal kedua tangannya, lalu melesat untuk meninggalkan tempat itu, dimana Shen Long masih berdiam mematung.


" Apa ada yang salah?" Shen Long bertanya pada dirinya sendiri, sambil memeriksa kantong yang diberikan wanita itu sebelumnya.


" Paling tidak, dengan Batu Roh ini bisa menggantikan rasa lelahku." Shen Long menghela nafas panjang karena tidak mungkin baginya untuk menyerang orang yang tidak memiliki niat buruk kepadanya.


Dengan wajah yang terlihat lesu, Shen Long menatap ke arah mayat kedua Kalajengking lalu menginjaknya sekuat tenaga untuk melampiaskan kemarahannya.


Setelah kemarahannya mulai reda, Shen Long langsung mengambil Inti Roh tersebut lalu melanjutkan perjalanan.


Tiga hari telah berlalu, Shen Long terus mengambil Batu Roh dan Batu Spiritual yang diletakkan oleh para Tetua di berbagai tempat.


Dengan kemampuan Shen Long yang sekarang, tentu dia lebih mudah untuk mengalahkan Hewan Roh tingkat 2 yang menjaga setiap tempat dimana diletakkan Sumberdaya.


Shen Long sama sekali tidak berniat untuk lebih cepat menuju pintu gerbang Klan Long, karena dia lebih memilih untuk mengambil Sumberdaya yang berada di hutan tersebut.


*******

__ADS_1


Di sisi lain terlihat Long Chieyu dan beberapa generasi muda Klan Long sudah berada di depan pintu gerbang Klan Long, karena mereka lebih fokus meninggalkan hutan secepatnya.


" Kakak, kamu ada dimana sekarang?" Long Chieyu terlihat khawatir karena Shen Long belum juga muncul.


Long Chieyu terus berjalan mondar mandir karena dia berpikir sebelumnya Shen Long sudah sampai di depan pintu gerbang Klan.


Sedangkan ratusan generasi muda Klan Long sudah berada di depan pintu gerbang, tentu Long Chieyu semakin khawatir.


" Chieyu, dimana adik kecilku? Kenapa dia belum muncul?" Tanya salah satu pria yang juga sedang menunggu kedatangan Long Yutian.


Sosok itu tidak lain adalah Long Wujin yang merupakan cucu dari Tetua Tapak Naga yang mendengar kabar bahwa kakeknya telah mengangkat Long Yutian sebagai cucunya.


Dengan kata lain Long Yutian adalah adik dari Long Wujin, karena Gelang Delapan Naga Penjuru milik Tetua Tapak Naga diberikan kepada Shen Long.


" Aku juga tidak tau." Jawab Long Chieyu yang terus berjalan mondar mandir sambil menggigit bibirnya.


Di sisi lain Long Yunuan dan Long Feyu langsung masuk ke dalam pintu gerbang Klan, sementara Long Qianxue yang berharap agar Shen Long bisa menjadi juara, kini harus menelan kekecewaan.


" Yutian benar-benar tidak bisa dipercaya." Long Qianxue merasa menyesal karena begitu berharap kepada Long Yutian.


" Sepertinya aku terlalu berlebihan. Dia sama sekali bukan seorang jenius." Long Qianxue langsung meninggalkan tempat tersebut, menuju ke kediamannya.


Long Qianxue merasa beruntung belum mengutarakan keinginannya, sehingga dia bisa membatalkan pernikahannya dengan Long Yutian dan menganggapnya sebagai saudara seperti apa yang dilakukan Long Wujin.


*******


Sementara di dalam hutan, Shen Long terus memeriksa ke berbagai tempat untuk mencari Sumberdaya, karena menurutnya Sumberdaya di tempat itu jauh lebih berharga dibandingkan dengan mendapatkan juara pertama, meskipun harus menempuh perjalanan yang berbahaya.


Terlebih jika Shen Long menjadi juara, maka dia pasti akan menjadi pusat perhatian.


" Hanya satu tempat yang belum aku kunjungi, yaitu bagian utara." Gumam Shen Long, lalu melesat ke arah utara hutan tersebut.


Setelah menempuh perjalanan jauh, kini tatapan Shen Long tertuju pada sebuah gunung yang berada di depannya.


Gggrrrrrrr!


Saat Shen Long melangkahkan kakinya untuk mendaki gunung, kini terlihat seekor Rubah langsung menghadangnya.


Rubah itu setinggi tiga meter, dengan bulu berwarna merah, dan sepasang taring memanjang di mulutnya.


" Hewan Roh tingkat 3?" Shen Long sedikit mengerutkan kening karena tidak menyangka bahwa penunggu gunung itu memiliki Hewan Roh tingkat 3.

__ADS_1


Shen Long berpikir bahwa di atas gunung itu pasti menyimpan Sumberdaya yang sangat berharga, sehingga dia harus mencari cara untuk menghadapi Rubah tersebut.


__ADS_2