
Satu-persatu para selir pangeran kesebelas berjanji akan memberikan hadiah 100 Batu Roh kepada masing-masing pelayan, jika Shen Long bisa memuaskan mereka.
Mendengar tawaran dari para selir, kedua pelayan sangat bersemangat, karena itu artinya, mereka bisa mendapatkan minimal 1000 Batu Roh.
" Baik nona... Kami akan mengaturnya sebaik mungkin." Ucap kedua pelayan secara bersamaan, lalu meninggalkan ruangan tersebut.
Saat kedua pelayan telah pergi, para selir berniat untuk mencari tau latar belakang sosok pemuda yang berhasil membuat mereka sangat tertarik.
" Jika pemuda itu adalah tamu dari Yang Mulia pangeran, maka kita bisa menyelidikinya." Salah satu selir memberi usul.
" Jumlah kita terlalu banyak. Apa mungkin pemuda itu bisa memenuhi keinginan kita?" Tanya salah satu selir, karena saat dia menjadi selir pangeran kesebelas, dia sama sekali tidak pernah disentuh.
Bukan hanya satu selir, melainkan 160 selir sama sekali tidak pernah dijamah oleh pangeran kesebelas.
Sedangkan untuk 140 selir lainnya juga disentuh oleh pangeran kesebelas pada saat malam pertama saja, setelah itu pangeran kesebelas lebih memilih untuk tidur bersama kesepuluh Istrinya.
" Kehidupan di Istana sangat kejam. Sekalipun kita diberikan harta yang berlimpah, namun kita layaknya hidup di dalam sangkar emas."
Para selir menghela nafas berat, karena dibalik kehidupan yang mewah, hidup mereka selalu kesepian.
*******
Pada keesokan pagi, Shen Long langsung dijemput oleh kedua pelayan sebelumnya, karena mereka takut jika Shen Long kembali tersesat.
Kedua pelayan itupun membawa Shen Long untuk bertemu dengan pangeran kesebelas yang menunggunya di sebuah halaman belakang Istana.
Di halaman yang sangat luas, terlihat pangeran Kesebelas bersama sepuluh istrinya, para selir, para petinggi Istana dan beberapa sosok yang berpakaian mewah.
" Kenapa bisa seramai ini?" Shen Long merasa heran, karena untuk mengikuti ujian langit, banyak sekali yang menyaksikannya.
Sesaat tatapan Shen Long tertuju pada sepuluh wanita yang duduk di samping kiri dan kanan pangeran kesebelas yang semuanya terlihat cantik dan anggun.
Sedangkan di belakang pangeran kesebelas, terdapat 300 selir yang beberapa dari mereka pernah Shen Long lihat.
" Pemuda ini jauh lebih tampan dan gagah dari lukisan yang kita lihat." Bisik salah satu selir kepada selir lainnya.
" Ya... Jika pemuda ini mau mengurangi beban kita, aku tidak segan memberikan harta milikku." Bisik selir lainnya.
Semua selir mengangguk setuju, karena itu adalah bayaran yang pantas bagi Shen Long yang memiliki aura melebihi pangeran kesebelas.
__ADS_1
Sesaat beberapa selir tersipu malu, saat teringat bahwa Shen Long telah melihat adegan yang mereka lakukan sebelumnya.
Sementara itu, pangeran kesebelas memberi isyarat kepada dua pengawal pribadinya untuk menyiapkan ujian langit.
Kedua pengawal itupun mengangguk kecil, lalu menancapkan dua tongkat seukuran dua meter di atas tanah.
" Anak muda... Jika kamu bisa bertahan selama empat batang dupa, maka kamu lolos ujian pertama." Ucap pangeran kesebelas, namun tidak pernah bertanya nama dari Shen Long, karena ada aturan tertentu.
Untuk satu batang dupa, memiliki waktu dua jam, itu artinya Shen Long harus mampu bertahan selama delapan jam.
" Baik pangeran." Jawab Shen Long.
Tanpa membuang waktu, pangeran kesebelas mengeluarkan sebuah Giok berwarna merah yang memiliki ukiran berbentuk bintang.
Pangeran kesebelas mengarahkan giok di tangannya ke depan, hingga kedua tongkat sebelumnya seakan saling terhubung dan membentuk pintu dimensi.
" Sekarang masuklah!" Pangeran kesebelas memberi isyarat kepada Shen Long.
Dengan sebuah anggukan, Shen Long langsung masuk ke dalam pintu dimensi, hingga dalam hitungan detik tubuhnya telah berpindah tempat ke tanah terlarang Kerajaan Xing.
Sementara itu, pangeran kesebelas dan semua yang hadir, menatap ke arah pintu dimensi sebelumnya yang menampilkan keberadaan Shen Long sekarang.
" Kenapa perasaanku tidak enak." Gumam Shen Long, seraya mengeluarkan Pedang Seribu Bintang, sambil meningkatkan kewaspadaan.
Tidak lama kemudian, terdapat suara derap langkah kaki dari arah depannya, hingga terlihat gerombolan tengkorak dengan membawa sebilah pedang yang dibuat dari tulang.
" Sepertinya aku harus menghemat Qi milikku." Gumam Shen Long, sambil mengangkat pedangnya.
GOOAAAH!
Gerombolan tengkorak yang sudah berada di depan Shen Long, langsung meraung keras, lalu melesat cepat ke arah Shen Long.
Shen Long juga tidak tinggal diam, langsung mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan dari gerombolan tengkorak.
Traaang!
Benturan keras dari pedang kedua belah pihak, menciptakan percikan api, hingga menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.
Craaakk!
__ADS_1
Dengan ketajaman tingkat tinggi dari Pedang Seribu Bintang, Shen Long melumpuhkan satu-persatu tengkorak yang menyerangnya.
" Jadi..." Shen Long mengerutkan kening, karena saat tengkorak berhasil dilumpuhkan, dia bisa merasakan sebuah energi tidak kasat mata masuk ke dalam tubuhnya.
Meskipun Shen Long tidak bisa melihatnya, namun dia bisa memperkirakan bahwa setiap tengkorak dilumpuhkan, maka kekuatan fisiknya akan semakin meningkat.
" Kalau begitu, aku akan membunuh tengkorak ini sebanyak mungkin." Gumam Shen Long, lalu menggunakan teknik pembelah raga.
Namun saat Shen Long ingin membelah raganya, tanah terlarang Kerajaan Xing seakan memiliki pelindung, sehingga dia tidak bisa menggunakannya.
Tidak hanya itu saja, semua teknik yang dimiliki Shen Long juga tidak berfungsi, sehingga dia hanya menggunakan kekuatan fisik untuk bertarung.
" Tuan muda... Meskipun di tempat ini kamu tidak bisa menggunakan teknik, namun tuan muda bisa membuat Pedang Seribu Bintang ini menjadi lebih besar." Roh Pedang Seribu Bintang mengirim pesan jiwa kepada Shen Long.
Mendengar ucapan tersebut, Shen Long tersenyum lebar, langsung meminta kepada Pedang Seribu Bintang untuk membesar.
Craaakk!
Dalam satu kali ayunan, Pedang Seribu Bintang yang sudah membesar bisa melumpuhkan 10 hingga 15 dari gerombolan tengkorak.
Merasakan efek dari gerombolan tengkorak yang bisa menambah kekuatan fisiknya, Shen Long menjadi lebih bersemangat, hingga mengerahkan seluruh kekuatannya untuk melumpuhkan gerombolan tengkorak sebanyak mungkin.
" HAHAHAHA... KEMARILAH KALIAN SEMUA." Shen Long yang tidak menyadari bahwa dia sedang diawasi, kini tertawa lepas, sambil mengayunkan pedangnya untuk menyambut gerombolan tengkorak.
Pangeran kesebelas dan semua yang menyaksikan kejadian itu, kini membuka tutup mulutnya lebar-lebar karena Shen Long justru menikmati pembantaian tersebut.
" Yang benar saja. Pemuda itu justru menikmati pertarungannya." Para petinggi Istana pangeran, memasang wajah jelek karena Shen Long tidak seperti sedang menjalani ujian langit.
Pangeran kesebelas juga memasang wajah masam, karena tanah terlarang yang terkenal menjadi momok yang menakutkan, justru seperti sebuah hiburan bagi Shen Long.
" Sialan... Kenapa jadi begini?" Pangeran kesebelas tersenyum pahit, karena Shen Long membuat ujian langit justru lebih menyenangkan.
Di sisi lain, para selir diam-diam berdecak kagum dengan aksi yang dilakukan Shen Long, yang seakan menunjukkan keperkasaannya.
Apalagi saat melihat gerombolan tengkorak hanya mampu merobek pakaian yang melekat di tubuh Shen Long, namun tidak melukai kulitnya, membuat para selir semakin bersemangat.
*******
Bagi yang masih memiliki Vote, mohon dukungannya ya. 🙏
__ADS_1