Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 467. Kerajaan Xing


__ADS_3

Satu sosok yang berada di meja lain memberi isyarat kepada salah satu pria paruh baya yang sedang berdiri di belakangnya.


" Pengawal... Aku ingin memiliki gadis itu." Sosok itu berbisik kepada pengawal pribadinya.


" Tuan muda tidak perlu khawatir. Kami akan mencari cara untuk menculik gadis itu." Bisik pengawal itu kepada tuannya.


Tuan muda itupun terlihat senang, sambil menatap ke arah rekannya yang lain yang juga memiliki ketertarikan kepada Gui Shuyue.


" Kalian tenang saja! Setelah aku menikmati tubuh gadis itu, kalian bisa bersenang-senang sepuasnya." Bisik tuan muda itu kepada rekannya yang lain.


" Saudara memang sangat pengertian." Ucap rekan tuan muda itu, dimana mereka sudah tidak sabar ingin menikmati keindahan tubuh Gui Shuyue.


Sementara itu Gui Shuyue yang sudah duduk di samping Shen Long, kini langsung memesan makanan dan arak.


Meskipun Gui Shuyue tidak minum arak, namun arak itu diberikan kepada Shen Long, agar pemuda itu terus menempel padanya.


*******


( Kediaman Klan Long )


Guang Louzhy dan Long Yuanzhi yang sudah berada di Lembah Naga, kini melaporkan apa yang terjadi pada mereka.


Long Yuanzhi juga memberikan kepala Ouyang Ning kepada Patriak Klan Long sebagai tanda bahwa mereka sudah menyelesaikan misi.


Patriak Klan Long yang mendengar penjelasan dari Long Yuanzhi, kini terlihat geram karena dua sosok berbakat harus kehilangan nyawa saat menjalankan misi.


Bahkan beberapa murid Perguruan Naga Kabut juga banyak yang mati akibat Gui Duanjun yang bekerjasama dengan organisasi Jubah Hitam.


" Patriak... Aku siap mendapatkan hukuman, karena kematian Gui Duanjun akulah yang meminta kepada Yutian untuk membunuhnya." Long Yuanzhi tidak ingin Shen Long mendapatkan masalah, sehingga dia bersedia untuk menanggung hukuman.


" Tetua... Terlepas dari aturan, aku tidak peduli lagi dengan inang jiwa naga itu, meskipun kita tidak bisa pergi ke daratan murni emas."


" Yang penting kelangsungan hidup Klan Long."

__ADS_1


Patriak Klan Long tidak mempermasalahkan jika Gui Duanjun dibunuh, karena pemuda itu sudah banyak menimbulkan masalah bagi Perguruan Naga Kabut.


" Tetua, aku turut berdukacita atas kematian adikmu. Untuk itu, kita akan memberikan penghormatan terakhir untuknya."


Patriak Klan Long berencana untuk mengubur jasad Long Zhenhua dengan cara terhormat.


Begitupun dengan mayat Long Qianxue, meskipun dia bukan berasal dari Klan Long, namun Patriak Klan Long akan memberikan penghormatan yang layak, karena bagaimanapun wanita itu berjuang untuk menyelamatkan para murid yang lain.


" Chieyu... Karena kamu adalah Istri dari Guru Suci, mulai sekarang kalian akan tinggal di Gunung Suci yang telah kami sediakan untuk kalian." Ucap Patriak, sambil menatap ke arah Guang Louzhy.


" Patriak... Jika berkenan, aku akan menguburkan jasad Long Qianxue di tempat kediaman kami, sesuai dengan permintaan suamiku." Guang Louzhy mengutarakan tujuannya.


Patriak Klan Long mengangguk setuju, lalu meminta kepada beberapa Tetua untuk menyampaikan kabar duka itu kepada seluruh anggota keluarga Klan Long.


Pada hari itu juga Patriak, Para Tetua dan anggota Klan Long yang tersisa, membawa Guang Louzhy ke tempat kediaman baru mereka.


Mendengar keputusan dari Patriak, Long Yuanzhi juga meminta izin agar bisa menguburkan jasad Long Zhenhua di samping Long Qianxue, karena bagaimanapun adiknya juga memiliki hubungan khusus dengan Long Yutian.


Setelah berada di Gunung Suci, terlihat sebuah bangunan yang sangat besar dan megah, karena bahannya dipilih dengan kualitas terbaik.


Di tempat itu juga terdapat beberapa bangunan yang lain yang masih dalam proses pembangunan orang para tukang bangunan.


Dua peti mati pun dibawa oleh beberapa petugas, dimana Guang Louzhy dan Long Yuanzhi langsung memasukkan jasad Long Zhenhua dan Long Qianxue.


Mayat kedua wanita itu dikuburkan di samping kediaman baru Shen Long dan dilakukan penghormatan terakhir oleh seluruh anggota Klan Long.


Setelah acara pemakaman selesai, satu-persatu anggota Klan Long memberikan penghormatan terakhir, lalu kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing.


" Chieyu... Aku ingin mengambil barang-barang milik adikku agar ditempatkan di kediaman kalian." Saat semua anggota Klan Long sudah pergi, Long Yuanzhi mengutarakan tujuannya kepada Long Chieyu.


Long Yuanzhi juga menjelaskan tentang hubungan antara Shen Long dan adiknya, meskipun hanya sesaat.


Guang Louzhy hanya mengangguk kecil, karena dia sudah memperkirakan apa yang terjadi antara Shen Long dan Long Zhenhua, sehingga mengizinkan Long Yuanzhi membawa barang milik adiknya.

__ADS_1


" Baik guru... Aku juga ingin mengambil barang-barang kami di Perguruan Naga Kabut." Ucap Guang Louzhy.


Kedua wanita itupun meninggalkan Gunung Suci, untuk mengemas barang agar bisa tinggal di kediaman baru mereka.


*******


( Istana Kerajaan Xing )


Beberapa hari setelah penguburan mayat Long Qianxue dan Long Zhenhua, kini Tetua Ketiga ditugaskan untuk mengantar kepala Ouyang Ning kepada pihak Istana Kerajaan Xing.


Di sebuah aula Kerajaan Xing, terlihat beberapa sosok yang sedang berada di tempat itu, termasuk Tetua Ketiga dan para Tetua dari Klan lain.


Tiga sosok lainnya adalah perwakilan dari Klan Lin, Klan Shi dan Klan Chu yang merupakan tiga Klan yang ikut menjalankan misi untuk mencari keberadaan Ouyang Ning.


" Aku tidak percaya jika generasi muda Klan Long bisa membunuh Ouyang Ning." Perwakilan Klan Shi tidak terima jika Klan Long mendapatkan wilayah baru di daratan murni emas.


Begitupun dengan perwakilan Klan Chu, juga tidak percaya jika Klan Long yang bertahun-tahun semakin melemah, justru mampu mengalahkan Ouyang Ning.


" Apa kalian tidak percaya dengan kemampuan Klan Long?" Tetua Ketiga sangat geram karena ketiga perwakilan Klan itu meremehkan kekuatan Klan Long.


" Bukan tidak percaya, tapi itu sangat mustahil. Bagaimana mungkin Klan Long yang sudah lama menurun bisa menjalankan misi dengan mudah, meskipun kalian memiliki lima inang jiwa naga." Perwakilan Klan Lin secara terang-terangan meremehkan kekuatan Klan Long.


Tentu apa yang dikatakan oleh ketiga perwakilan Klan itu memang benar, karena selama bertahun-tahun tidak ada generasi muda Klan Long yang ikut dalam turnamen yang digelar oleh Istana Kerajaan Xing.


Meskipun beberapa anggota Klan Long ada yang berbakat, namun kenyataannya mereka mengalami kebuntuan saat mencapai Pendekar Kaisar tingkat 8.


" Jika kalian tidak percaya, lalu kepala ini milik siapa?" Tanya Tetua Ketiga, sambil menunjuk ke arah kepala Ouyang Ning yang dibungkus dengan kain.


" Bisa saja kepala itu bukan milik Ouyang Ning." Ketiga perwakilan Klan berdalih, karena mereka tidak ingin melewatkan kesempatan untuk naik ke daratan murni emas.


Di sisi lain, utusan Kerajaan Xing juga tidak bisa mengambil keputusan, karena keterangan dari Istana mengatakan bahwa Ouyang Ning memiliki wajah yang sudah tua dan bisa masuk ke raga orang lain.


Oleh karena itu utusan Kerajaan Xing berpamitan kepada mereka untuk bertemu dengan Raja Xing Fujin dengan membawa kepala Ouyang Ning.

__ADS_1


__ADS_2