
Di sebuah goa di dalam hutan, terlihat wanita yang menggunakan pakaian hitam serba minim, sehingga memperlihatkan beberapa bagian tubuhnya yang langsing.
Di goa itu sudah disulap menjadi kediaman yang cukup besar hingga dibagi menjadi beberapa ruangan.
Semua yang berada di goa itu juga memiliki peralatan lengkap seperti sebuah rumah biasanya.
Meskipun terlihat muda dan cantik, wanita itu sudah berusia lebih dari seratus tahun, sehingga siapapun yang melihatnya pasti akan merasa tertarik.
Wanita itu tidak lain adalah Ouyang Ning sedang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap ke satu sosok pria yang menggunakan pakaian Istana.
" Ada apa pangeran ke-23 datang kesini?" Ucap Ouyang Ning sekedar basa-basi, meskipun dia sudah mengetahui tujuan pemuda itu.
" Aku mendengar informasi dari pihak Istana Kerajaan Xing. Mereka sedang meminta kepada empat Klan untuk mencari keberadaan kalian. Salah satunya adalah Klan Long." Ucap pangeran Ke-23, sambil berjalan mendekati Ouyang Ning, lalu memegang pinggang wanita itu.
" Tidak masalah... Jika yang mencari kami bukan berasal dari pihak Kerajaan Xing, keempat Klan itu hanya mengantar nyawa saja." Ucap Ouyang Ning, sambil mengalungkan kedua tangannya di leher pangeran ke-23.
Ouyang Ning begitu percaya diri, di dalam Klan, sepengetahuannya tidak ada satupun yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 5 seperti dia.
Terlebih para bawahannya juga tidak bisa dianggap remeh. Dengan anggotanya saja keempat Klan tidak ada yang mampu mengalahkan mereka.
" Jika begitu, kalian tidak perlu membutuhkan bantuanku. Bagaimana kalau aku meminta kepada bawahanku untuk menuntun mereka kesini?" Pangeran ke-23 menawarkan diri, agar semakin banyak korban dari Alkemis Hitam, yaitu Ouyang Ning sendiri.
Tidak ada yang mengetahui bahwa Ouyang Ning adalah Alkemis Hitam yang menggunakan cara pintas untuk menciptakan Pil Darah dengan menggunakan manusia sebagai bahan bakunya.
Karena itulah organisasi Jubah Hitam banyak menculik para warga bahkan para Kultivator sebagai bahan baku pembuatan Pil Darah.
" Ide yang sangat bagus. Semakin tinggi tingkat Kultivasi mereka, maka Pil Darah yang aku ciptakan juga memiliki kualitas tinggi." Ucap Ouyang Ning, sambil melepaskan pakaian pangeran ke-23.
" Hari ini, aku tidak akan kalah lagi denganmu." Pangeran ke-23 menelan ludah kasar, karena sudah tidak sabar menikmati keindahan tubuh Ouyang Ning yang sangat menggoda.
" Ciiih... Nafsu pemuda ini sangat besar, tapi tidak bisa bertahan lama." Ouyang Ning membatin, karena sudah berkali-kali pangeran ke-23 melarikan diri ketika sudah tidak kuat melayani keinginan Ouyang Ning.
Wuush!
__ADS_1
Ouyang Ning mengibaskan tangannya, hingga tirai yang langsung menutupi tempat tersebut, agar mereka berdua bisa menyalurkan hasrat mereka.
Di sisi lain, beberapa anggota organisasi Jubah Hitam yang pernah menikmati keindahan tubuh Ouyang Ning, kini hanya menggelengkan kepala karena kemampuan wanita itu tidak bisa dianggap enteng.
Bahkan dibalik kecantikan Ouyang Ning, beberapa anggota organisasi Jubah Hitam merasa ngeri ketika mengingat saat mereka berhubungan badan dengan Ouyang Ning yang menguras tenaga mereka.
" Untung saja pangeran ke-23 bisa membantu kita." Beberapa anggota organisasi Jubah Hitam bernafas lega karena untuk malam ini tenaga mereka bisa diselamatkan.
Kini anggota organisasi Jubah Hitam hanya menunggu instruksi dari Ouyang Ning, untuk menjalankan tugas mereka lagi.
*******
( Kediaman Klan Long )
Beberapa hari setelah keberangkatan para murid untuk menjalankan misi, kini Gui Duanjun yang baru saja pulang dari kotanya langsung membuat kekacauan di Perguruan Naga Kabut.
Banyak sekali para murid wanita yang dia perkosa, bahkan Long Yunuan juga tidak lepas dari korbannya.
Begitupun dengan Long Yunuan, juga memilih untuk bunuh diri karena tidak sanggup menanggung malu.
Namun para Tetua yang masih muda dan paling tinggi hanya mencapai Pendekar Kaisar tingkat 8 tidak berani mengambil tindakan, karena Gui Duanjun tidak bisa dianggap enteng.
" Jiwa naga kabut sialan. Berapa banyak lagi korbannya."
Para Tetua merasa tidak berdaya ketika berhadapan dengan Gui Duanjun yang mewarisi jiwa naga kabut.
" Apa yang harus kita jelaskan kepada Guru Suci ketika dia pulang nanti?" Ucap salah satu Tetua, karena salah satu korban dari Gui Duanjun adalah kakak ipar Shen Long.
" Ini sangat buruk. Cucu Tetua Naga Kabut juga tidak lepas dari nafsu bejat pemuda itu." Para Tetua merapatkan giginya, karena Gui Duanjun seperti hewan buas yang selalu haus nafsunya.
Kini para Tetua yang tinggal di Perguruan Naga Kabut sedang berpikir keras untuk mengatasi masalah tersebut.
" Lebih baik kita ungsikan para murid ke Lembah Naga untuk meminta bantuan kepada para Tetua disana." Salah satu Tetua memberi usul.
__ADS_1
" Tapi para Tetua disana tidak ada yang mampu mengalahkan Long Duanjun." Ucap Tetua yang lain.
" Paling tidak dengan jumlah kita, kita bisa menciptakan Formasi Gerbang Naga untuk melindungi para murid." Ucap Tetua yang lain.
Mendengar ucapan tersebut, semua mengangguk setuju, lalu membagi tugas untuk mengungsikan para murid Perguruan Naga Kabut.
Bahkan salah satu Tetua juga melaporkan kejadian itu kepada Perguruan Naga Tunggal dan Perguruan Naga Biru agar mengungsikan para murid di Lembah Naga.
Pada malam itu juga para Tetua mengungsikan para murid di Lembah Naga dengan dilindungi oleh Formasi Gerbang Naga.
Para Tetua dari tiga perguruan itupun memeriksa satu-persatu para murid agar tidak ada satupun yang tertinggal.
" Apa semua murid sudah lengkap?" Tanya salah satu Tetua dari Lembah Naga.
Para Tetua dari Perguruan Naga Kabut terlihat pucat, karena ada satu murid yang tidak ada di tempat itu, yaitu putri dari Tetua Naga Kabut.
" Tetua... Sepertinya Long Muxiang yang tidak ada disini." Ucap salah satu dari.
" Kemana gadis itu? Apa yang harus kita katakan kepada Tetua Naga Kabut nantinya"
Para Tetua dari Perguruan Naga Kabut terlihat khawatir karena Long Muxiang tidak ada ditempat.
" Oh tidak." Beberapa Tetua langsung kembali ke perguruan Naga Kabut, karena mereka takut jika Long Muxiang memilih untuk bunuh diri, karena tidak mampu menahan malu.
Sedangkan beberapa Tetua yang lain juga membawa mayat Long Yunuan dan Long Feyu agar bisa dikembalikan ke kota Daifang.
Begitupun dengan mayat murid yang lain, mereka bawa ke sebuah bangunan agar bisa dikembalikan ke kota masing-masing.
" Maafkan kami, karena tidak bisa menjaga kalian." Ucap para Tetua, sambil menatap ke arah beberapa murid wanita yang menjadi korban Gui Duanjun.
Kini beberapa murid wanita saling berpelukan, karena mereka sama-sama mengalami nasib yang sama dengan tatapan kosong.
Kebencian mereka terhadap Gui Duanjun begitu dalam, karena pemuda itu sudah merenggut kesucian mereka.
__ADS_1