Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 233. Hal Tidak Terduga


__ADS_3

Di sisi lain Xiao Ai Qing begitu membenci yang berhubungan dengan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Tanpa Shen Long sadari bahwa Xiao Ai Qing menggenggam erat pedang di tangannya ingin membunuh pemuda itu.


Namun setelah melakukan penelusuran bersama di sumur roh, Xiao Ai Qing semakin tertarik kepada pemuda itu sehingga begitu sulit baginya untuk mengambil keputusan.


' Long'gege... Kenapa harus kamu yang menjadi suami dari kedua wanita kejam itu?' Batin Xiao Ai Qing sambil menggigit bibirnya berusaha menahan amarah.


Sementara Jun Mei Yin menatap ke arah Shen Long dengan tatapan kosong, mengingat kembali kejadian saat dia ingin membunuh Naga Emas.


' Ternyata aku bukan orang yang baik di mata Long'gege. Pantas saja dia lebih memilih kedua wanita itu.' Jun Mei Yin membatin mengingat bagaimana Yan Rou Lie menjadikan tubuhnya sebagai tameng saat bawahan Ibunya ingin membunuh Shen Long saat berwujud Naga Emas.


Pada waktu itu Cang Li Yuan juga membenci Jun Lixing karena ingin membela Shen Long dan rela keluar dari Sekte Pedang Suci.


" Tuan muda, aku tidak bisa terlalu lama disini. Kalau begitu aku pamit dulu." Guang Yunyi yang awalnya ingin bertanya tentang Guang Chen, kini sudah lupa tujuannya langsung meninggalkan tempat tersebut.


Dengan sebuah anggukan, Shen Long menatap kepergian Guang Yunyi lalu menoleh ke arah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin yang berdiam mematung.


" Apa kita bisa lanjutkan perjalanan?" Tanya Shen Long sambil menatap ke arah kedua wanita itu.


" Sepertinya kita akan berpisah disini!" Ucap Xiao Ai Qing yang dimana hatinya sedang berkecamuk.


" Aku harus mencari keberadaan kelompokku sebelumnya." Jun Mei Yin yang tidak tau apa yang harus dia lakukan, kini beralasan untuk mencari rombongan Lan Nalan.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long sedikit mengerutkan kening karena kedua wanita itu berubah drastis saat mengetahui bahwa dirinya sudah memiliki Istri.


Namun setelah dipikir lagi, ada baiknya jika Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin tidak menempel kepada Shen Long. Dengan demikian dia lebih fokus untuk membalaskan dendamnya.


" Baiklah... Kalau begitu, aku pamit dulu." Ucap Shen Long, lalu meninggalkan tempat tersebut.


Sesaat Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin saling berpandangan, lalu menatap kepergian Shen Long dengan perasaan cemas.


Di sisi lain Shen Long terus melangkahkan kakinya, lalu mengambil Cincin Ruang milik Yang Yuchen sebelumnya.


Saat Shen Long memeriksa Cincin tersebut, matanya langsung tertuju pada sebuah kalung yang berwarna putih.

__ADS_1


" Benda apa ini?" Shen Long yang terlihat penasaran lalu merusak Cincin tersebut agar bisa mengambil isinya.


Tentu Shen Long tidak memiliki pilihan lain kecuali harus menghancurkan Cincin tersebut, karena dilindungi oleh Formasi.


Saat semua harta itu sudah keluar dari Cincin, Shen Long langsung mengambil sebuah kalung yang membuatnya tertarik sebelumnya.


" Sepertinya aku pernah melihat kalung ini. Tapi dimana?" Shen Long menggenggam kalung tersebut, hingga sesaat mengeluarkan cahaya.


Aaarrrggghhhh!


Shen Long berteriak keras merasakan seluruh tubuhnya seakan ditarik paksa oleh benda yang dia pegang.


Bruuuuk!


Shen Long yang tidak kuat menahan energi yang ingin menariknya, kini langsung jatuh tersungkur hingga pingsan.


Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin yang kebetulan tidak jauh dari tempat tersebut, sontak kaget karena Shen Long tiba-tiba berteriak.


" Long'gege." Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin melesat ke dalam hutan menuju ke arah sumber suara.


Tanpa berpikir panjang, Jun Mei Yin langsung melesat ke arah Shen Long lalu memeriksanya.


" Apa yang terjadi pada saudara Long?" Xiao Ai Qing terlihat cemas karena Shen Long bisa terkapar tanpa sebab.


" Sepertinya saudara Long hanya pingsan." Jawab Jun Mei Yin.


Kedua wanita itu tidak lagi menyebut Shen Long seperti sebelumnya, namun Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin sama-sama terlihat khawatir dengan keadaan Shen Long.


" Kita harus membawanya ke tempat yang aman. Kamu bawa harta yang berserakan ini." Ucap Jun Mei Yin sambil menatap ke arah harta yang tidak sempat Shen Long masukkan ke Cincin miliknya.


Dengan sebuah anggukan, Xiao Ai Qing mengumpulkan semua harta tersebut, sedangkan Jun Mei Yin langsung membopong tubuh Shen Long.


Setelah mengumpulkan semua harta tersebut, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin membawa Shen Long yang masih pingsan ke sebuah arah.


*******

__ADS_1


Di tempat yang lain, Shen Long terbangun sambil menatap ke sekelilingnya dimana terlihat hamparan bunga.


" Ada dimana ini? Apa aku sudah mati?" Gumam Shen Long sambil memeriksa tubuhnya.


Sesaat Shen Long menatap ke arah pohon rindang di tengah hamparan bunga tersebut, dimana terlihat satu sosok yang jika dilihat ciri-cirinya seperti seorang wanita.


Karena rasa penasaran, Shen Long berjalan mendekati wanita itu dan ingin bertanya tentang keberadaan mereka sekarang.


" Permisi nona... Jika boleh tau, tempat ini ada dimana?" Tanya Shen Long kepada wanita bergaun putih yang membelakanginya.


Tanpa menjawab apapun, wanita itu hanya memberi isyarat dengan tangan kanannya agar Shen Long mendekatinya.


Meskipun sedikit ragu, Shen Long berjalan mendekati wanita itu sambil meningkatkan kewaspadaan karena wanita itu sama sekali tidak menoleh kepadanya.


Saat Shen Long berada tidak jauh di belakangnya, wanita itu kembali berjalan menuju ke sebuah ayunan yang bergantung di pohon tersebut.


" Duduklah disini." Ucap Wanita itu yang sudah duduk di ayunan sambil menepuk ayunan yang terbuat dari kayu agar Shen Long duduk di sampingnya.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long tidak bereaksi apapun meskipun suara tersebut begitu familiar untuknya, namun tidak mengetahui siapa.


" Apa begitu caramu ketika bertemu dengan ibumu?" Ucap wanita itu dengan lembut.


" Ibu?" Shen Long sontak kaget karena baru mengingat pemilik suara tersebut, meskipun itu terjadi sudah lama.


Karena merasa yakin bahwa sosok wanita itu adalah ibunya, Shen Long dengan buru-buru berjalan mendekati wanita itu lalu menatapnya.


Saat Shen Long sudah berdiri di depannya, Wu Rong Rong berdiri dengan sebuah senyuman hangat dari wajahnya.


" Kemarilah nak!" Ucap Wu Rong Rong sambil merentangkan kedua tangannya.


Tanpa menjawab apapun, Shen Long langsung memeluk erat ibunya dengan perasaan penuh haru seperti anak kecil yang begitu merindukan ibunya.


Tentu Shen Long sangat merindukan kasih sayang dari kedua orang tuanya, dimana dia tidak pernah mendapatkan perlakuan itu sejak berusia 7 tahun.


" Kamu sudah besar nak. Wajahmu juga mirip dengan ibu." Wu Rong Rong mengusap air mata Shen Long yang menetes.

__ADS_1


" Ibu, kenapa aku bisa ada disini? Apa aku sudah mati?" Shen Long sedikit heran.


__ADS_2