
Satu kesalahan dari murid yang menjadi lawan Shen Long, karena sejak awal dia terlalu meremehkan kekuatan lawannya.
Sambil menekan pergerakan lawannya, Shen Long melirik ke berbagai arah untuk mencari pemilik suara itu, meskipun tidak berhasil.
' Senior... Siapa anda sebenarnya?' Shen Long bertanya di pikirannya sendiri, karena dia yakin bahwa sosok yang membuka ruang komunikasi di alam pikiran, bukankah orang biasa.
' Kamu tidak perlu mengetahui siapa aku. Namun aku sangat tertarik dengan kemampuanmu.' Suara itu kembali terdengar di telinga Shen Long.
Pemilik suara itu menjelaskan berbagai hal yang terjadi di Klan Long lebih detail, sehingga Shen Long sedikit kaget.
Sambil memukul pihak lawan, suara itu terus melakukan komunikasi dengan Shen Long, membuat konsentrasinya sedikit terganggu.
Meskipun demikian, murid itu tidak memiliki celah untuk menggunakan teknik yang dia miliki, karena Shen Long terus menekannya.
' Terimakasih senior. Aku tau apa yang harus aku lakukan.' Shen Long yang sudah kembali berkonsentrasi, kini mengeluarkan Qi dalam jumlah besar, lalu mengayunkan tangannya.
Bboooom!
Sebuah pukulan keras bersarang pada murid itu, membuatnya terpental ke udara, dimana Shen Long langsung mengambil posisi duduk bersila.
Teknik Naga Pelahap!
Ggooooaaarr!
Bayangan Naga Emas keluar dari tubuh Shen Long, lalu menelan murid yang melambung tinggi di udara.
Aarrgggh!
Murid itupun menjerit kesakitan karena tubuhnya seperti ditusuk ribuan jarum, dimana Petir Naga Surgawi terus menyambar tubuhnya.
Menyaksikan kejadian tersebut, para Tetua berusaha untuk menghentikan, namun langsung dicegah oleh Tetua Naga Kabut.
" Maaf Tetua... Jika itu dibiarkan, maka muridku akan mati." Salah satu Tetua terlihat panik karena sosok yang menjadi lawan Shen Long adalah murid bimbingannya.
" Tetua... Apa kamu tidak sadar dari beberapa murid binaan kita? Sepertinya Tetua Agung selalu memberikan perhatian khusus pada beberapa murid kita."
" Sebaiknya kita harus menyelidiki masalah ini. Aku rasa ada sesuatu yang salah dengan kemurnian darah Klan Long pada mereka." Salah satu Tetua yang sudah sepuh mengusap jenggotnya yang memanjang.
Mendengar perkataan dari Tetua senior mereka, beberapa Tetua yang lain terdiam sejenak sambil mencerna apa yang terjadi selama ini.
__ADS_1
Beberapa murid yang menyaksikan kejadian tersebut, kini mengumpat dalam hati, karena para Tetua tidak ada satupun yang mengambil tindakan.
Bahkan beberapa murid dalam melirik ke arah Tetua Agung yang juga tidak berkutik karena Tetua Ketiga berada di sampingnya.
Di atas arena, Shen Long kembali bangkit berdiri lalu berjalan mendekati murid yang sudah tidak berdaya karena Qi miliknya sudah habis terkuras.
" Sepertinya Zirah milikmu sangat berharga." Ucap Shen Long, lalu mengambil paksa baju Zirah yang melekat di tubuh pemuda itu, hingga terlepas.
Aarrgggh!
Murid tersebut berteriak keras, merasakan kulitnya seakan terkoyak. Shen Long menatap benda transparan yang berada di tangannya yang merupakan bentuk dari Zirah Kura-kura.
" Terimakasih karena sudah memberikan sesuatu yang berharga untukku." Shen Long merobek pakaiannya, lalu menempelkan benda berbentuk kotak seukuran kepalan tangan di punggungnya.
Buussshh!
Benda itupun langsung menyelimuti tubuh Shen Long. Shen Long merasakan tubuhnya lebih ringan bahkan tidak merasa gerah sedikitpun.
" Kamu juga memiliki benda yang lain." Tatapan Shen Long tertuju pada kantong yang terselip di pinggang pemuda itu.
Shen Long mengambil kantong dimensi milik pemuda itu lalu menyimpan di Cincin miliknya.
" Jika kalian tidak terima, silahkan naik ke atas arena."
Bboooom!
Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long langsung menendang murid itu hingga terpental keluar dari arena.
" Saudara semuanya, kita harus merebut kembali baju Zirah itu! Juga mengambil pedang yang berada di punggungnya." Salah satu murid dalam, memberi isyarat kepada rekannya.
" Baik." Jawab mereka serempak, lalu melompat ke atas arena.
Melihat belasan murid yang ingin melawannya, Shen Long langsung melompat ke belakang untuk mengambil posisi.
Salah satu dari murid langsung mengeluarkan Cambuk Api yang merupakan senjata pusaka tingkat langit.
Satu sosok yang lain langsung menghentakkan kakinya hingga mengeluarkan cahaya.
Sedangkan murid yang lain juga masing-masing mengeluarkan pedangnya, meskipun masih dibawah pusaka tingkat langit.
__ADS_1
" Menarik... Sepertinya hari ini aku akan memiliki banyak koleksi benda berharga." Shen Long seringai lebar, karena kedua senjata yang dimiliki kedua murid dalam merupakan senjata pusaka tingkat langit.
Salah satunya adalah Cambuk Api yang pernah Shen Long rasakan saat berada di Akademi Pagoda Suci ketika dihukum.
Namun dengan kekuatan fisik Shen Long yang sekarang ditambah Zirah Kura-kura, maka cambuk itu tidak terlalu menyakitinya.
Hanya satu pusaka yang membuat Shen Long sedikit khawatir, yaitu Sepatu Angin yang digunakan salah satu murid.
Dengan adanya Sepatu Angin, maka kecepatan yang menggunakannya akan berlipat ganda.
" Sepertinya aku harus mengalahkan yang lain terlebih dulu." Shen Long memasang sikap waspada, lalu mengeluarkan Pedang Kesunyian dari sarungnya.
Di sisi lain tatapan para Tetua tertuju pada Tetua Agung, karena mereka tidak pernah memberikan senjata pusaka seperti yang digunakan para muridnya.
" Bocah sialan... Kenapa kalian menunjukkan pusaka yang aku berikan?" Tetua Agung mengumpat dalam hati karena kali ini situasi tidak menguntungkan.
" Tetua... Ini tidak bisa dibiarkan. Murid dari Perguruan Naga Tunggal itu tidak akan mampu melawan mereka." Beberapa Tetua terlihat khawatir dengan keselamatan Shen Long, meskipun pemuda itu sudah merebut Zirah Kura-kura.
" Percayakan saja kepadanya. Sebagai seorang senior, kita tidak boleh ikut campur urusan para murid. Lagi pula Yutian adalah murid dari Long Zhenhua." Tetua Naga Kabut meyakinkan para Tetua yang lain, meskipun dia sendiri merasa ragu.
Sedangkan beberapa Tetua yang lain, terlihat kesal karena junior mereka terlalu ceroboh, meskipun mereka ingin menghajar Shen Long yang sudah merebut Zirah Kura-kura.
Namun para Tetua itu tidak berani bertindak, karena status mereka yang sebenarnya pasti akan ketahuan.
" Sepertinya mereka mulai sadar." Gumam Tetua Ketiga, sambil menatap para Tetua yang kini tidak mengambil tindakan tegas.
Shen Long yang sedang bertarung melawan belasan murid, kini harus mengambil posisi aman, agar bisa bertahan.
Traaang! Traaang! Traaang!
Pedang Kesunyian yang sudah diselimuti Petir Naga Surgawi, kini berbenturan dengan Pedang dari pihak lawan.
Shen Long fokus untuk mengalahkan murid yang menggunakan pedang terlebih dulu, sedangkan untuk murid yang menggunakan cambuk, Shen Long berusaha untuk menghindar.
" Bukankah itu adalah teknik pedang dari Sekte Seribu Pedang?" Tanya salah satu Tetua.
" Tidak. Itu seperti teknik pedang dari Sekte Tirai Pedang." Jawab Tetua yang lain.
Tetua Naga Kabut hanya menggelengkan kepala karena. Meskipun cara Shen Long dalam memainkan seni pedang mirip dengan teknik dari Sekte Seribu Pedang dan Sekte Tirai Pedang, Tetua Naga Kabut berpikir bahwa teknik yang dimiliki Shen Long, jauh lebih sempurna.
__ADS_1