Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 553. Peningkatan Wu Dong


__ADS_3

Mendengar perkataan dari Cang Liyuan, Yan Hui memasang wajah jelek, karena harga dirinya diinjak-injak.


Di mata para murid Sekte Seribu Pedang, Yan Hui bagaikan magnet bagi para wanita. Namun bagi Tiga Feniks Pedang, Yan Hui sama seperti kotoran.


" Beraninya kamu menghinaku." Yan Hui sangat geram, langsung melesat ke arah Cang Liyuan dengan kekuatan penuh.


Yan Hui memberi isyarat kepada kedua rekannya untuk mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghadapi Cang Liyuan, karena dia ingin wanita itu berlutut dan memohon kepadanya.


Cang Liyuan sama sekali tidak kesulitan sedikitpun, meskipun dia melawan tiga orang sekaligus.


Di sisi lain, Guang Louzhy dan Yan Roulie masih terlihat seimbang untuk menghadapi beberapa murid Sekte Seribu Pedang, meskipun jumlah mereka cukup banyak.


Beruntung semua murid Sekte Seribu Pedang yang yang ikut menelusuri wilayah gunung, sehingga mereka masih mampu bertahan.


*******


Di tempat lain, Wu Dong yang juga sedang mencari keberadaan kelompoknya, kini mendengar suara pertarungan dari arah samping.


" Siapa yang sedang melakukan pertarungan?" Gumam Wu Dong, lalu melesat ke arah sumber suara.


Saat berada di tempat pertarungan, tatapan mata Wu Dong tertuju pada keempat wanita yang sedang bertarung melawan murid Sekte Seribu Pedang.


" Kakak ipar." Wu Dong dengan buru-buru melesat ke arah pertarungan untuk membantu Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang.


Dengan sebilah pedang di tangannya, Wu Dong langsung memilih beberapa murid yang sedang bertarung melawan Guang Louzhy dan Yan Roulie.


Creeessh!


Creeessh!


Dua tebasan dari Wu Dong, membuat kedua murid yang sedang fokus bertarung melawan Guang Louzhy, kini terkena luka sayatan yang cukup dalam.


" Dasar tidak tau malu... Beraninya menyerang kami secara diam-diam." Murid yang lain terlihat geram karena kedua rekannya sudah tergeletak di tanah, dengan kondisi bagian bahu sampai pinggang terkena luka yang memanjang.


Murid itupun langsung melesat ke arah Wu Dong sambil mengayunkan pedangnya, bersama satu murid yang lain.


" Kalianlah yang tidak tau malu, karena telah berani mengeroyok kakak iparku." Ucap Wu Dong, sambil menangkis tebasan dari pihak lawannya.


" Oh... Jadi kamu adalah adik dari Shen Long itu?" Kedua murid seringai lebar, lalu menambah kekuatanya untuk melumpuhkan Wu Dong secepat mungkin.


Merasakan niat membunuh yang sangat kuat dari kedua lawannya, Wu Dong memasang wajah serius karena ucapannya sebelumnya membuat kedua murid terlihat sangat marah.

__ADS_1


Di sisi lain, Guang Louzhy yang awalnya sudah dibantu oleh Wu Dong, kini dengan mudah mengalahkan kedua lawannya yang tersisa, lalu melesat ke arah Yan Roulie untuk membantunya.


" Hahaha... Cepat bunuh pemuda ini! Dengan begitu, Shen Long akan kehilangan adiknya." Ucap salah satu murid sambil menebas pedangnya ke arah Wu Dong sekuat tenaga.


Di sisi lain, Wu Dong mengumpat dalam hati, karena ucapannya, membuat kedua lawannya seperti hewan buas.


" Dasar pemuda bodoh." Xiao Aiqing mengumpat dalam hati, karena ucapan Wu Dong justru membuatnya terpojok.


Namun Xiao Aiqing juga tidak bisa menolong Wu Dong, karena dia mendapatkan tiga lawan sekaligus dan satunya memiliki tingkat Kultivasi yang sama dengannya.


Sementara itu, Cang Liyuan juga tidak bisa berbuat apa-apa, karena dia juga sedang bertarung melawan tiga orang sekaligus.


Kini Xiao Aiqing dan Cang Liyuan hanya berharap kepada Guang Louzhy dan Yan Roulie, untuk membantu Wu Dong.


" Kita selesaikan pertarungan ini, agar bisa membantu Wu Dong." Yan Roulie memberi isyarat kepada Guang Louzhy yang bertarung tidak jauh darinya.


" Biarkan saja dia mengembangkan kemampuannya! Jika dia tidak pernah mengalami situasi yang sulit, maka dia tidak akan pernah berkembang." Guang Louzhy memiliki pemikiran lain, karena bagi seorang Kultivator, harus menggali potensinya sendiri agar bisa meningkatkan pemahaman bertarung.


Guang Louzhy berpikir demikian, karena sebelumnya Shen Long sudah memberikan pemahaman kepada Wu Dong, sehingga dia harus mempraktekkannya sendiri.


Di sisi lain, Wu Dong yang semakin terpojok, kini berusaha untuk tetap tenang, sambil mengingat kembali apa yang dikatakan Shen Long kepadanya.


Sesaat Wu Dong mendapatkan pencerahan, tentang cara bertarung untuk menghadapi lebih dari satu lawan.


' Jika kekuatanmu dibawah atau setara dengan pihak lawan, utamakan tebasan pedang dari bawah ke atas.'


Craaakk!


Aarrgggh!


Wu Dong mengingat arahan dari Shen Long di pikirannya, sambil mengubah arah serangannya, membuat salah satu lawannya tidak bisa mengelak, hingga mendapatkan luka sayatan di dadanya.


' Ternyata benar. Tebasan dari bawah ke atas, sangat efektif.' Pikir Wu Dong, sambil menatap ke arah lawannya yang terlihat kaget dengan pola gerakannya yang berbeda.


Di sisi lain, kedua pihak lawan memasang wajah serius, karena Wu Dong tiba-tiba membalikkan keadaan.


" Sekarang gunakan kesempatan ketika lawan sedang tidak fokus." Pikir Wu Dong, sambil maju selangkah lalu mengayunkan pedangnya.


Craaakk!


Sebuah tebasan bersarang pada tubuh pihak lawan, hingga menimbulkan luka sayatan yang cukup dalam.

__ADS_1


" Sialan... Kenapa pemuda ini tiba-tiba memiliki pemahaman yang tinggi dalam seni pedang?" Kedua murid mengumpat dalam hati, karena sosok yang menjadi lawan mereka, kini terlihat tenang.


Kedua murid itupun dengan buru-buru meningkatkan kewaspadaan, lalu kembali menyerang Wu Dong dengan pedang di tangan mereka.


" Sekarang tebasan mundur." Saat kedua lawannya maju untuk menyerang, Wu Dong kembali mundur selangkah, sambil mengayunkan pedangnya dari bawah ke atas.


Craaakk!


Craaakk!


Dua kali tebasan yang sangat cepat, membuat kedua lawan yang maju ke depan, kini kembali terkena tebasan dari Wu Dong.


Akibat serangan tebasan dari Wu Dong, kekuatan kedua lawan berkurang secara drastis, karena sudah banyak mengeluarkan darah.


" Sekarang aku sudah faham." Gumam Wu Dong, lalu memainkan seni pedang untuk menekan pergerakan kedua lawannya.


Craaakk!


Craaakk!


Craaakk!


Tebasan demi tebasan bersarang pada tubuh kedua murid tersebut, membuat tubuh mereka tergeletak di tanah, dengan kondisi menggenaskan.


Wu Dong bernafas lega, karena arahan Shen Long sebelumnya sangat berguna.


Dengan penuh percaya diri, Wu Dong melesat ke arah pertarungan yang lain, saat kedua lawannya sudah tidak berdaya.


Di sisi lain, kedua murid seakan tidak percaya jika seorang Kultivator yang hanya mencapai Pendekar Kaisar tingkat sembilan bisa mengalahkan mereka.


Sementara itu, Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang terlihat senang dengan perkembangan Wu Dong, yang sudah memahami cara bertarung.


" Bagaimana mungkin?" Para murid yang lain yang melihat kedatangan Wu Dong kini memasang wajah serius, karena sosok yang masih muda memiliki pemahaman bertarung cukup tinggi.


Tidak lama kemudian, Guang Louzhy dan Tiga Feniks Pedang bersama Wu Dong berhasil mengalahkan pihak lawan dalam waktu singkat.


*******



Pecahan jiwa Guang Louzhy

__ADS_1


__ADS_2