Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 320. Emosi


__ADS_3

Tentu Shen Long ingin mempraktekkan teknik yang diajarkan oleh tiga master Akademi Pagoda Suci, untuk memberikan kejutan kepada anggota Sekte Naga Langit.


Namun Shen Long masih belum mengetahui bahwa Sekte Naga Langit sudah pindah ke kediaman Klan Yang, sehingga dia hanya ingin pergi ke Sekte Naga Langit.


Sementara itu Wuya Jinwu meminta kepada anggotanya agar pergi ke gunung Kunlun tempat dimana ada goa untuk mempercepat waktu mereka Berkultivasi.


" Ketua... Apa yang anda maksud adalah goa yang pernah kita masuki?" Tanya Jian Chong.


" Ya... Hanya di goa itu saja kita bisa menghabiskan Sumberdaya sebanyak ini." Wuya Jinwu seakan tidak percaya bahwa Shen Long memberikan Sumberdaya dalam jumlah besar.


Tentu Wuya Jinwu dan anggotanya tidak ingin mengecewakan Shen Long, dengan pemberian tersebut.


" Tunggu apa lagi? Lebih baik kita berangkat sekarang." Lei Fan terlihat antusias agar bisa membalas kebaikan Shen Long.


Tanpa menunggu lama, Wuya Jinwu dan anggotanya langsung mengeluarkan Lencana masing-masing lalu menghilang dari pandangan.


Sementara di tempat lain Shen Long yang berjalan menuju kediamannya, kini mendengar suara pertarungan yang tidak jauh dari kediamannya.


" Siapa yang bertarung di tempatku?" Gumam Shen Long, lalu mempercepat langkahnya.


Sesaat mata Shen Long tertuju pada empat sosok yang sedang melakukan pertarungan, dimana para murid Kelas Berlian yang lain menonton dari kejauhan.


Keempat sosok tersebut tidak lain adalah Xiao Ai Qing yang sedang bertarung melawan Cang Li Yuan.


Sedangkan Jun Mei Yin sedang dihajar habis-habisan oleh Yan Rou Lie, karena wanita itu tidak melakukan perlawanan.


" Apa yang kalian lihat?" Shen Long dengan nada tinggi sambil menatap ke arah beberapa sosok yang sedang menonton.

__ADS_1


" PERGI!!!" Shen memberi ancaman kepada mereka sambil melepaskan Aura Naga Ilahi.


Mendengar ancaman dari Shen Long, semua murid yang sedang menonton jalannya pertarungan, kini langsung membubarkan diri karena takut jika Shen Long menghajar mereka.


" Hentikan!!!" Shen Long terlihat geram karena melihat kondisi Jun Mei Yin dalam kondisi menggenaskan.


Mendengar suara tersebut, ketiga wanita itu menghentikan pertarungan mereka, dimana hanya Jun Mei Yin yang jatuh terkapar di tanah.


" Suamiku, jangan hentikan kami! Aku akan membunuh wanita ****** itu!" Ucap Yan Rou Lie sambil menunjuk ke arah Jun Mei Yin yang sudah berada di dekapan Shen Long.


" Saudari Rou Lie, maafkan aku karena pernah melakukan kesalahan. Tapi biarkan suamiku sendiri yang membunuhku." Jun Mei Yin yang mengakui kesalahannya, sehingga dia tidak ingin membalas atas tindakan dari Yan Rou Lie kepadanya.


Tentu sebelumnya Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie melemparkan hinaan demi hinaan kepada Jun Mei Yin, karena tidak tau malu telah merebut suami mereka dimana Jun Mei Yin yang pernah hampir membunuh Shen Long dalam wujud Naga Emas.


Dengan sebuah senyuman hangat, Jun Mei Yin berusaha untuk bangkit sekuat tenaga lalu memberikan pedang di tangannya kepada Shen Long.


" Suamiku, aku siap mendapatkan hukuman mati. Aku akan mati dengan tenang asalkan kamu mau mengampuniku." Ucap Jun Mei Yin sambil berlutut di hadapan Shen Long.


" Istriku, aku tidak akan melakukan hal seperti itu." Ucap Shen Long, sambil merangkul tubuh Jun Mei Yin dan memberikan sebuah Pil untuk memulihkan kondisinya.


" Suamiku... Kau..." Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie terlihat marah karena Shen Long lebih memilih Jun Mei Yin dibandingkan mereka.


" Suamiku, biarkan aku membunuh kedua wanita licik ini! Aku ingin membalas dendam kepada mereka karena merekalah yang membuat aku dan kekasihku harus mati di masa lalu." Xiao Ai Qing juga tidak kalah marah sambil menunjuk ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Kini ketiga wanita itu meluapkan emosi masing-masing, membuat kepala Shen Long menjadi pusing.


" Hentikan!" Melihat ketiganya yang tidak mau mengalah, kini Shen Long menatap tajam ke arah mereka.

__ADS_1


" Untuk kalian berdua. Bukankah sebelumnya kalian mengatakan tidak akan bersamaku lagi. Lalu kenapa secara tiba-tiba kembali ke hadapanku?" Shen Long berkata dengan nada tinggi, sambil menatap ke arah Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Mendengar ucapan tersebut, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tertunduk lesu, karena perbuatan mereka sendiri membuat keduanya tidak bisa bersama dengan Shen Long.


" Dan kamu, jika tujuanmu hanya untuk membalaskan dendam karena kedua wanita ini telah membunuh kekasihmu, silahkan bertarung sepuasnya lalu pergi dan cari kekasihmu itu!" Karena sudah terpancing emosi, Shen Long juga memarahi Xiao Ai Qing.


Kini Xiao Ai Qing tertunduk lesu, karena ucapannya secara tidak sadar seakan telah memanfaatkan Shen Long untuk membalaskan dendamnya.


" PERGILAH DARI SINI!" Shen Long yang begitu khawatir dengan kondisi Jun Mei Yin, kini langsung memapah tubuh wanita itu masuk ke dalam kediamannya yang kini hancur berantakan akibat pertarungan keempat wanita sebelumnya.


Di sisi lain Xiao Ai Qing, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie masih berdiri mematung karena tidak menyangka bahwa Shen Long tidak segan memarahi dan membentak mereka.


Kini ketiga wanita itu secara perlahan berjalan mendekati rumah kediaman Shen Long, namun tidak ada yang berani bersuara ataupun masuk ke dalam rumah tersebut meskipun pintu dan dindingnya sudah banyak yang hancur.


Di sisi lain Shen Long yang sudah berada di kamarnya, kini langsung membaringkan tubuh Jun Mei Yin, lalu menyalurkan Qi pada wanita itu untuk memulihkan kondisinya.


Jika saja Jun Mei Yin tidak mempelajari Kitab Seribu Raga, maka dapat dipastikan dia akan mati di tangan Yan Rou Lie.


Siang kini berganti malam, kondisi Jun Mei Yin mulai membaik dimana Shen Long masih belum beranjak dari tempat tersebut.


Shen Long yang awalnya ingin menjalankan rencananya untuk pergi ke kediaman Sekte Naga Langit, kini mengurungkan niatnya untuk memastikan kondisi Jun Mei Yin.


" Mereka benar-benar membuat kepalaku mau pecah." Shen Long tidak menyangka bahwa permusuhan antara keempat wanita itu sangat sulit dikendalikan.


Di sisi lain Xiao Ai Qing, Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang masih berada di luar rumah, kini terus memangku lututnya masing-masing seakan tidak ingin beranjak dari tempat tersebut, meskipun udara malam menusuk tulang mereka.


Beruntung ketiga wanita itu sudah mencapai Pendekar Suci, tentu dengan mudah bisa mengusir hawa dingin.

__ADS_1


Shen Long yang baru saja keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lantai dasar yang sudah bolong, kini menoleh ke arah ketiga wanita itu secara bergantian.


Melihat kejadian itu, Shen Long juga merasa tidak enak karena membiarkan ketiganya berada di luar rumah, lalu berjalan mendekati mereka.


__ADS_2