Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Memberikan Bantuan


__ADS_3

Meskipun terlihat kesal, Jun Mei Yin tidak tega melarang Yan Rou Lie untuk memeluk Shen Long, karena wanita itu seperti memiliki trauma.


" Lie'er, apa kita masih bisa melanjutkan perjalanan?" Tanya Shen Long kepada gadis tersebut karena dia terus memeluk dirinya.


Meskipun merasa enggan melepaskan pelukannya pada Shen Long, namun Yan Rou Lie juga memahami situasi tersebut dimana Jun Mei Yin terus menatap dirinya.


" Maafkan aku Long'gege." Yan Rou Lie melepaskan pelukannya lalu mencoba untuk bangkit.


Brruuk!


Yan Rou Lie terjatuh, merasakan tubuhnya sama sekali tidak bertenaga.


" Lie'er, sepertinya kamu banyak mengeluarkan tenaga saat kamu bermimpi. Biar aku akan membantu! Kita tidak bisa berlama-lama disini." Shen Long membantu gadis tersebut untuk berdiri.


" Sepertinya Pil milikku sudah habis." Jun Mei Yin memeriksa Pil yang berada di Dunia kecil di dalam mahkota dewa miliknya, namun hanya terdapat sumberdaya yang tidak bisa digunakan.


" Tidak masalah Saudari Mei Yin. Sepertinya aku harus memulihkan diri terlebih dulu." Yan Rou Lie mencari tempat untuk duduk bersila, namun itu dihentikan oleh Shen Long.


" Lie'er, naiklah ke punggungku! Aku akan menggendong mu. Kita harus secepatnya mencari yang lain." Shen Long meminta gadis tersebut naik ke punggungnya.


Meskipun merasa ragu, Yan Rou Lie pun mengangguk lalu naik ke punggung Shen Long.


Jun Mei Yin yang melihat kejadian itu hanya tersenyum pahit karena tidak bisa berbuat apa-apa.


Shen Long pun melangkahkan kakinya yang diikuti Jun Mei Yin yang membuat gadis itu merasa heran karena Shen Long begitu peduli pada Yan Rou Lie.


Di sisi lain Yan Rou Lie yang awalnya terlihat malu-malu, kini secara perlahan perasaannya mulai senang dengan perlakuan Shen Long padanya.


' Ada apa denganku? Mengapa aku merasa sangat nyaman bersama Long'gege.' Yan Rou Lie membatin.


Gadis itu tidak peduli dengan gunung kembarnya bersentuhan dengan punggung Shen Long.


Bahkan Yan Rou Lie malah memperkuat pelukannya pada pemuda itu, bahkan tangan Shen Long yang menyentuh bagian bokongnya untuk menahan bebannya, wanita itu sama sekali tidak keberatan.

__ADS_1


Setelah melakukan perjalanan cukup jauh, Shen Long mendengar ada suara pertarungan yang tidak jauh dari mereka.


Tanpa menunggu lama, Shen Long langsung berlari ke arah sumber suara dimana Jun Mei Yin juga mengikutinya.


Saat berada tidak jauh dari pertarungan, kini terlihat dua sosok yang sedang bertarung melawan para peserta yang lain berasal dari Klan Sin.


Kedua sosok tersebut tidak lain adalah Jun Yun dan Jin He yang terlihat dalam kondisi terluka, karena dikeroyok oleh empat orang.


" Lie'er, kamu tunggu disini sebentar! Aku akan membantu mereka." Ucap Shen Long sambil menggoyangkan tubuh gadis yang ada di punggungnya.


Namun ucapan Shen Long sama sekali tidak mendapatkan respon dari Yan Rou Lie yang membuatnya merasa heran.


" Yah, dia tertidur." Jun Mei Yin melirik ke arah Yan Rou Lie yang begitu tertidur pulas membuat air liurnya menetes di punggung Shen Long.


" Lie'er, bangun!" Shen Long menggoyang-goyangkan kembali tubuh Yan Rou Lie sehingga wanita itu pun terbangun langsung memasang wajah memerah.


" Maaf aku ketiduran." Yan Rou Lie merasa malu karena tindakannya ketahuan.


Gadis itu pun turun dari punggung Shen Long lalu mengambil tempat untuk duduk bermeditasi.


" Serahkan Teratai Api itu, mungkin kami akan memaafkan kalian." Ucap salah satu dari mereka dengan nada mengancam.


" Sampai mati pun, kami tidak akan menyerahkan Teratai Api itu kepada kalian." Ucap Jun Yun dengan tegas, meskipun dia sadar situasi mereka tidak dalam keadaan baik.


Teratai Api adalah Sumberdaya yang sangat langka yang bisa meningkatkan Kultivasi dengan cepat bagi seorang Kultivator dengan unsur elemen Api.


Karena Jun Yun adalah seorang Kultivator yang memiliki perubahan unsur elemen Api, maka dia tidak ingin menyerah begitu saja dengan memberikan Teratai Api kepada orang lain.


" Saudara Yun, lebih baik serahkan saja pada mereka! Nyawa kita lebih berharga dari Teratai Api itu." Jin He juga tidak kalah buruk, dimana dia sudah mendapatkan luka tusukan di bagian perutnya.


Meskipun dia tidak rela jika teratai api itu telah berpindah tangan, namun karena kondisi mereka sangat buruk, mau tidak mau mereka harus memberinya.


Mendengar ucapan tersebut, Jun Yun langsung terdiam sambil melirik ke arah Jin He.

__ADS_1


Jun Yun sempat berfikir bahwa Jin He merasa iri kepadanya karena telah mendapatkan Teratai Api.


Jin He yang merupakan seorang Kultivator perubahan unsur elemen Besi, maka teratai api tidak berfungsi kepadanya sehingga dia tidak ingin mengorbankan diri untuk melindungi teratai api.


Namun Jun Yun menepis pikirannya, karena Jin He sudah seperti keluarganya sendiri dimana selama ini mereka sering melakukan perburuan secara bersama.


" Baiklah, aku tidak akan menahan diri lagi." Ucap sosok tersebut lalu memberi isyarat kepada tiga rekannya.


" Bunuh mereka! Cyaaat." Sosok tersebut melompat ke arah Jun Yun ingin menebas leher pemuda itu.


Traaang!


Sebuah pedang berhasil mematahkan serangan tersebut, dimana Shen Long sudah berada di depan Jun Yun.


" Aku tidak akan membiarkan siapapun melukai rekanku." Shen Long menatap ke arah pemuda tersebut.


" Sialan, bagaimana si botak ini bisa mematahkan serangan ku dengan mudah?" Sosok tersebut mundur beberapa langkah ke belakang karena tekanan energi dari Shen Long.


" Kalian semua, bantu aku mengalahkan si botak itu!" Sosok tersebut memberi isyarat kepada tiga rekannya yang sebelumnya ini membunuh Jin He, kini langsung terhenti saat melihat kedatangan Shen Long.


Keempat pemuda itu membentuk barisan lalu menyerang ke arah Shen Long, namun kembali langkah mereka terhenti saat kedua Jun Mei Yin juga berada di tempat itu.


" Sialan. kenapa bisa seperti ini?" Keempat pemuda tersebut sedikit ketakutan karena kemunculan dua sosok lagi.


Hal yang tidak mereka inginkan jika semua murid Sekte Seribu Pedang berkumpul kembali, maka sudah pasti mereka akan mengalami kekalahan karena kalah dalam jumlah.


Namun setelah memeriksa keadaan sekitar, keempat pemuda itu kembali tersenyum lebar karena tidak merasakan ada orang lain selain mereka.


" Gege, biarkan kedua pemuda itu menjadi bagianku." Jun Mei Yin merasa yakin bisa mengalahkan kedua pemuda itu dengan mudah.


" Mmmm." Shen Long mengangguk kecil lalu menatap ke arah pemuda yang lain.


Merasa diremehkan, keempat pemuda itu langsung menyerang ke arah Shen Long dan Jun Mei Yin, dimana mereka membagi menjadi dua kelompok.

__ADS_1


Traaang!


Dentingan pertemuan pedang dari kedua belah pihak membuat percikan api kecil hingga mereka saling bertukar serangan.


__ADS_2