Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Xiao Ai Qing


__ADS_3

Namun Shen Long sama sekali tidak merasa kesulitan sedikitpun untuk mengimbangi permainan pedang dari kedua sosok tersebut.


" Tahap Pertama: Seribu Pedang."


Shen Long menyalurkan Qi miliknya menyelimuti pedang di tangannya, lalu mempercepat gerakannya.


Traaang! Traaang! Traaang!


Kedua sosok tersebut semakin terdesak, dimana tangan mereka merasa kebas karena benturan keras dari pedang di tangan mereka.


" Gluug." Kedua sosok tersebut menelan ludah berkeringat dingin karena sudah tau sendiri hasilnya.


Tentu karena rasa takut yang berlebihan, membuat pertahanan kedua sosok tersebut banyak memiliki celah.


Slaaash!


Saat memiliki kesempatan, Shen Long menebas leher salah satu dari lawannya hingga terpotong dengan sempurna.


Melihat kejadian tersebut, pandangan murid Sekte Kalajengking Hitam menjadi gelap, seperti telah berhadapan dengan sosok pembunuh berdarah dingin.


" Lari!" Salah satu murid Sekte Kalajengking Hitam berteriak keras sambil meninggalkan tempat tersebut.


Slaaash!


Shen Long kembali menebas leher lawannya yang mencoba untuk melarikan diri.


" Mau kemana?" Xiao Ai Qing melesat ke arah enam sosok yang mencoba melarikan diri.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Tusukan demi tusukan dari Xiao Ai Qing kepada keenam sosok tersebut hingga mereka kehilangan nyawa.


Sesaat Shen Long menoleh ke arah Xiao Ai Qing, lalu menoleh ke arah tiga anggota muda Klan Zhang.


Sebenarnya Shen Long ingin menyapa gadis tersebut, namun karena ada hal yang mengganjal di pikirannya sehingga dia mengurungkan niatnya.


Hal yang tidak dilewatkan oleh Shen Long, dia langsung memeriksa tubuh kedua mayat tersebut untuk mencari sesuatu yang berharga.

__ADS_1


Meskipun hanya mendapatkan beberapa koin perak dan perunggu, paling tidak masih bisa untuk menyambung hidupnya.


Sesaat Xiao Ai Qing tertuju pada sebuah kalung yang melingkari leher Shen Long, membuatnya sedikit menaikkan alis.


' Siapa pemuda itu? Kenapa kalung yang pernah aku berikan kepada saudara Long ada padanya?' Xiao Ai Qing menyipitkan matanya menganggap bahwa pemuda itu telah mengambil kalung dari Shen Long.


Bahkan Xiao Ai Qing berpikir bahwa pemuda itu telah membunuh Shen Long, namun dia tidak ingin bertindak gegabah.


Tentu dia ingin mempertanyakan hal itu, ketika sudah cukup aman.


" Terimakasih Saudara dan Saudari karena telah membantu kami." Ucap ketiga sosok tersebut sambil mencuri pandangan kepada Xiao Ai Qing.


" Tidak masalah saudara. Lagi pula Sekte Kalajengking Hitam selalu membuat onar." Shen Long yang juga mengetahui sepak terjang Sekte Kalajengking Hitam.


Tentu tidak akan membiarkan mereka bertindak semena-mena terhadap orang lain.


Di sisi lain Xiao Ai Qing yang awalnya ingin meninggalkan tempat tersebut, langsung mengurungkan niat karena dia sangat penasaran dengan kalung yang melingkari leher Shen Long.


" Mmmm." Xiao Ai Qing mengangguk, lalu melesat cepat menjauhi tempat tersebut sambil mengawasi Shen Long dari kejauhan.


Melihat kepergian gadis tersebut, ketiga pemuda dari Klan Zhang tersenyum masam karena tidak sempat memperkenalkan diri.


" Ah... Itu." Ketiga pemuda tersebut saling berpandangan karena tidak ingin menceritakan status mereka.


Namun setelah melihat Shen Long tidak ada niat buruk, salah satu dari mereka langsung membuka suara.


" Perkenalkan namaku Zhang Fei, dan ini Zhang Jie, dan ini Zhang Ye. Kami sedang melakukan perjalanan ke Klan kami, namun di tengah perjalanan kami malah dihadang oleh murid Sekte Kalajengking Hitam." Zhang Fei memperkenalkan diri mereka lalu menceritakan tujuan mereka.


" Perkenalkan namaku Shen Long. Apa kalian berasal dari Kota Dahyan?" Shen Long memperkenalkan diri, juga ingin mencari keberadaan pamannya.


" Bu... Bukan. Kota Dahyan hanya cabang Klan Zhang. Tempat kami berada di wilayah lain." Zhang Fei terlihat gugup karena tidak ingin menceritakan letak Klan mereka.


" Tidak masalah... Kalau boleh tau, apa kalian bisa menceritakan tentang wilayah ini. Soalnya aku tidak tau kemana arah untuk pergi ke Kota Dahyan." Shen Long sedikit malu karena sama sekali tidak mengetahui arah jalan menuju Kota Dahyan.


Tentu saja karena saat menjadi wujud Naga Emas, Shen Long terbang melewati hutan belantara.


Namun sekarang saat sudah menjadi manusia, dia sama sekali tidak memiliki kemampuan untuk terbang.

__ADS_1


" Oh... Kamu tersesat? Aku juga sering tersesat ketika masih kecil." Ucap Zhang Jie sambil menatap ke arah Shen Long tanpa merasa bersalah.


Tentu ucapannya seakan menganggap Shen Long sebagai anak kecil, namun Shen Long tidak memperdulikan ucapan tersebut karena dia tidak pernah melakukan perjalanan jauh.


" Ah... Begini saja. Kebetulan kami memiliki peta kasar wilayah Kekaisaran Wei, saudara Long bisa melihatnya sendiri." Zhang Fei mengeluarkan sebuah gulungan peta, lalu memberikan kepada Shen Long.


" Terimakasih saudara Fei. Tapi aku tidak memiliki sesuatu untuk membayar peta ini." Shen Long merasa tidak enak karena sebuah peta adalah benda yang cukup berharga oleh siapapun.


" Tidak masalah saudara Long. Kamu telah menyelamatkan nyawa kami, aku rasa itu harga yang cukup. Kalau begitu, kami pamit dulu." Ucap Zhang Fei lalu membawa kedua rekannya meninggalkan tempat tersebut.


" Mmmm." Shen Long mengangguk sambil menatap kepergian mereka.


Tentu Shen Long tidak melewatkan delapan mayat yang lain, karena dia ingin mencari sesuatu yang berharga di balik pakaian mereka.


Setelah ketiga sosok tersebut sudah jauh, tanpa menunggu lama Shen Long langsung memeriksa mayat yang lain.


Bahkan Shen Long juga mengambil pedang dari sepuluh sosok tersebut, meskipun memiliki kwalitas rendah namun dia berpikir masih bisa dijual.


Di sisi lain Xiao Ai Qing yang terus memperhatikan dari kejauhan, kini sedikit mengerutkan kening karena Shen Long mengambil barang yang menurutnya tidak berharga.


Wuush!


Xiao Ai Qing melesat cepat ke arah Shen Long, lalu mengarahkan pedangnya di leher pemuda itu yang tengah sibuk memeriksa tubuh mayat yang terakhir.


Mendapatkan ancaman dari arah belakang, Shen Long menghentikan pekerjaannya lalu menoleh ke arah gadis tersebut.


Tentu Shen Long langsung berkeringat dingin karena gadis itu sudah mencapai Pendekar Bumi, dimana kekuatan mereka ibarat langit dan bumi.


" Katakan! Dari mana kamu mendapatkan kalung itu?" Tanya Xiao Ai Qing dengan nada mengancam.


" Ma... Maaf Nona Ai Qing." Shen Long dengan tangan gemetar sambil melepaskan kalung tersebut, lalu memberikan kepada gadis itu.


Meskipun Shen Long pernah berjanji untuk mencari Xiao Ai Qing, namun kali ini Shen Long sadar bahwa status mereka sangat jauh.


" Hmmm... Hanya satu orang yang mengetahui namaku. Apa kamu orang yang pernah ingin bunuh diri itu?" Tanya Xiao Ai Qing dengan penasaran.


Mendengar pertanyaan tersebut, Shen Long memasang wajah memerah karena malu atas tindakannya sendiri.

__ADS_1


" Benar Nona. Maaf aku tidak bisa menepati janjiku." Shen Long menjulurkan tangannya dimana terdapat kalung di telapak tangannya.



__ADS_2