Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 226. Sumur Roh 5


__ADS_3

[ Jika menyukai karya ini sempatkan untuk berikan dukungan dan Rate 🌟 5 ]


*******


Tentu ketiga Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 3 itu tidak ingin melewatkan kesempatan tersebut untuk meraup keuntungan dari para Kultivator yang ingin mencari keberuntungan di sumur roh.


" Jika kalian tidak mau, kami bisa kembali lagi." Ucap sosok tersebut sudah mengetahui bahwa di dalam sumur roh terdapat tiga tingkat yang harus dibersihkan.


Untuk lorong yang pertama dipenuhi Formasi jebakan, lorong kedua dilindungi Ilusi yang sangat kuat dan lorong ketiga tidak ada yang mampu menembus tempat tersebut, karena hanya dalam hitungan detik tubuh mereka akan mengering.


Ketiga sosok tersebut pernah membaca sebuah Kitab peninggalan leluhur mereka yang ahli Formasi yang pernah selamat dari sumur roh.


Hanya seorang Kultivator yang dibawah Pendekar Suci tingkat 1 saja yang bisa masuk ke sumur roh.


Jika ada Kultivator yang mencapai Pendekar Suci masuk ke dalam sumur roh, maka dalam hitungan detik tubuh mereka akan hancur berkeping-keping.


Karena itulah ketiga sosok itu hanya meminta jatah koin untuk membersihkan lorong yang ada di sumur roh.


" Baiklah, kami akan membayar kalian." Ucap salah satu sosok mewakili kelompoknya.


Satu-persatu setiap kelompok mengumpulkan harta mereka untuk membayar ketiga sosok tersebut, karena hanya itu jalan satu-satunya untuk mengakses sumur roh.


Bagi beberapa kelompok yang tidak memiliki koin sebanyak itu, dengan terpaksa harus menggabungkan kelompok mereka untuk mencukupi 100.000 koin emas.


" Baiklah, setelah kami membersihkan lorong itu, waktu kalian hanya satu minggu. Jika terlambat, maka Formasi itu akan aktif kembali."


" Tapi kalian tenang saja. Satu hari disini, kalian sudah menghabiskan waktu selama satu tahun saat berada di dunia dimensi itu." Sosok pria paruh baya mengingatkan kepada mereka.


" Kami hanya mampu membersihkan dua lorong saja. Untuk lorong yang ketiga, kami tidak mampu. Jika ada yang berani masuk ke lorong yang ketiga, kami tidak menjamin keselamatan kalian." Bersamaan dengan ucapannya, ketiga pria paruh baya langsung masuk ke dalam sumur roh.

__ADS_1


Tentu ketiga pria paruh baya juga memungut biaya kepada kelompok yang ada di sumur roh, termasuk kelompok Lan Nalan dan yang lainnya.


*******


Di tempat lain, dimana Jun Mei Yin yang sudah sadarkan diri, kini membuka mata sambil memeriksa keadaan sekitar.


" Ada dimana ini? Apa seperti ini tempat orang yang sudah mati?" Gumam Jun Mei Yin yang belum menyadari situasi tersebut.


" Yin'er... Syukurlah kamu sudah sadar." Shen Long terlihat senang karena Jun Mei Yin bisa selamat dari kematian.


Sesaat Jun Mei Yin menoleh ke arah Shen Long, lalu menoleh ke arah Xiao Ai Qing, juga Ratu Rubah Giok.


" Tidak hanya selamat dari kematian, tapi kamu juga berhasil menerobos Pendekar Langit tingkat 8. Sekarang ganti pakaianmu, kita harus mencari sesuatu yang berharga di Istana sebelumnya." Ucap Xiao Ai Qing.


Tanpa menunggu lama, Jun Mei Yin bergegas dari tempatnya, lalu mencari tempat untuk berganti pakaian.


Setelah Jun Mei Yin selesai mengganti pakaiannya, mereka pun langsung kembali ke Istana untuk mencari sesuatu yang berharga.


" Mungkin saja dulu ada yang pernah kesini. Apalagi Istana ini berada di paling depan. Lebih baik kita lanjutkan pencarian ke tempat lain." Ucap Xiao Ai Qing, karena menurutnya tidak ada satupun harta benda di tempat itu.


Dengan sebuah anggukan, mereka keluar dari Istana tersebut mencari Sumberdaya yang tumbuh liar di dunia dimensi itu.


Di dalam perjalanan Shen Long, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin mulai memungut tanaman Sumberdaya yang cocok untuk perkembangan mereka.


Selama dalam perjalanan juga Xiao Ai Qing semakin akrab dengan Shen Long, sehingga membuat Jun Mei Yin semakin kesal.


" Yin'er... Apa selama ini kamu pernah bertemu dengan saudara Jun Yun?" Tanya Shen Long.


" Tidak... Saat kejadian itu aku pergi ke Istana Kerajaan Qing, dan tidak ingin kembali ke Sekte Pedang Suci lagi."

__ADS_1


" Aku juga sudah pergi dari Istana Kerajaan Qing, untuk mencarimu. Sekarang aku hanya terus bersembunyi dari pihak Istana Kerajaan Qing." Jun Mei Yin menjelaskan apa yang terjadi pada dirinya, juga tentang Jun Yun yang tidak ada kabarnya.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long merasa tidak enak, lalu menoleh ke arah Jun Mei Yin.


" Jadi sekarang kamu tidak memiliki tempat tinggal?" Tanya Shen Long.


" Ya." Jawab Jun Mei Yin dengan singkat, sambil menatap ke arah Xiao Ai Qing yang selalu berjalan di samping Shen Long, membuat hatinya semakin panas.


" Kebetulan aku memiliki tempat tinggal di Akademi Pagoda Suci. Jika kamu mau, kamu bisa tinggal untuk sementara waktu." Shen Long menawarkan diri untuk membalas kebaikan Jun Yun yang pernah menolongnya ketika tidak memiliki apapun.


" Terimakasih. Aku masih bisa mencari tempat tinggal yang lain." Jawab Jun Mei Yin, meskipun hatinya ingin sekali bersama sosok pemuda tersebut.


" Haaah, kebetulan sekali. Sekarang aku tidak memiliki tempat tinggal. Long'gege, apa aku boleh tinggal bersamamu?" Tanya Xiao Ai Qing yang tidak memiliki arah dan tujuan saat kakeknya sudah pergi.


" Tidak masalah... Nanti aku akan meminta izin kepada Tetua Akademi." Ucap Shen Long, karena dia juga ingin membalas kebaikan Xiao Ai Qing yang pernah menolongnya.


" Kalau begitu, aku juga ikut. Aku yakin wanita ini memiliki rencana lain kepada Long'gege." Jun Mei Yin seakan tidak terima jika Shen Long tinggal serumah dengan Xiao Ai Qing.


" Kenapa kamu langsung berubah pikiran? Jangan-jangan kamu menyukai Long'gege?" Xiao Ai Qing menaikkan alisnya karena Jun Mei Yin berubah pikiran.


Mendengar ucapan tersebut, Jun Mei Yin memasang wajah memerah, karena dia sendiri tidak tau apa yang terjadi pada dirinya.


Meskipun Jun Mei Yin tidak seperti dulu lagi terhadap Shen Long, namun dia merasa cemburu jika ada wanita lain yang mendekati Shen Long.


" Aku hanya ingin memastikan bahwa kamu tidak mencelakainya, karena Long'gege adalah satu Sekte denganku. Itu wajar saja jika harus saling melindungi." Jun Mei Yin berdalih, meskipun dia tau bahwa Xiao Ai Qing pernah menyelamatkan Shen Long saat ingin bunuh diri.


Mendengar ucapan tersebut, Shen Long hanya menggelengkan kepala sambil memeriksa keadaan sekitar dengan menggunakan Mata Dewa.


Banyak sekali Hewan Roh yang mereka temui, namun Shen Long lebih memilih untuk menghindar agar tidak menghambat perjalanan mereka.

__ADS_1


" Hari sudah gelap. Lebih baik kita mencari tempat yang aman untuk beristirahat." Shen Long berpikir bahwa kedua wanita itu tidak bisa berjalan pada saat malam.


Mendengar ucapan tersebut, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin mengangguk setuju, lalu mencari tempat yang aman untuk bermalam.


__ADS_2