Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 269. Perundungan


__ADS_3

Setelah cukup lama Xiao Ai Qing merasa aneh didalam tubuhnya yang mulai bergetar hebat, membuat wanita itu menghentikan aksinya.


Melihat tingkah Xiao Ai Qing seperti itu, Jun Mei Yin yang merasa belum puas, dengan terpaksa mengurungkan niatnya juga bersikap seperti biasa.


Saat kedua wanita itu telah hanyut dalam pikiran masing-masing, Shen Long membuka mata membuat wajah Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin memerah seperti kepiting rebus.


" Long'gege, kamu sudah bangun?" Tanya kedua wanita itu sambil menutup mulut mereka.


" Aku sedang mimpi buruk, dicium oleh dua wanita." Shen Long dengan wajah datar, sambil menatap kedua wanita itu.


Mendengar ucapan tersebut, Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin terlihat kesal, namun tidak berani berkata apapun karena takut aksi mereka ketahuan.


" Apa Long'gege menganggap kami sebagai mimpi buruk?" Pikir Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin saling berpandangan, lalu menoleh ke arah Shen Long.


Shen Long pun langsung bangkit dari tempat tidur, yang diikuti Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin dimana kedua wanita itu terlihat gugup.


Setelah itu Shen Long memberikan Kitab Seribu Raga kepada mereka untuk mempelajarinya.


Shen Long juga memberikan botol giok yang berisi darah hewan buas yang telah dia campur tangan berbagai Sumberdaya.


" Aku tidak memaksa kalian untuk mempelajari Kitab Seribu Raga, tapi aku pikir Kitab ini sangat cocok untuk kalian." Shen Long, tidak terlalu memaksa mereka, karena untuk meminum darah hewan buas tentu merupakan hal yang menjijikan.


Sesaat Xiao Ai Qing dan Jun Mei Yin terdiam, karena ada sesuatu yang mengganjal di tenggorokan mereka saat mendengar harus meminum darah hewan buas.


" Kami akan memikirkannya untuk sementara waktu." Xiao Ai Qing merasa belum siap untuk meminum darah segar dari hewan buas.


" Aku juga." Meskipun Jun Mei Yin selalu menuruti apa yang dikatakan Shen Long, namun untuk meminum darah hewan buas, membayangkan saja sudah mual-mual.


Setelah berbincang kecil, Shen Long berpamitan kepada mereka untuk melihat beberapa misi yang cocok untuknya.


Terlebih sekarang Shen Long sudah mencapai Pendekar Petapa tingkat 4, tentu membutuhkan Sumberdaya yang lebih banyak lagi.


" Oh... Jadi kamu yang bernama Guang Louzhy itu?" Saat Shen Long berjalan menuju Balai misi, kini dia dicegat oleh sosok wanita yang menatapnya dengan niat membunuh.


" Apa kita pernah bertemu sebelumnya?" Tanya Shen Long, sambil menatap ke arah sosok wanita yang berada di depannya.


Tanpa menjawab apapun, wanita itu mengeluarkan pedangnya, sambil menatap tajam ke arah Shen Long.


" Mengapa kamu berniat sekali ingin membunuhku? Kamu tau Akademi Pagoda Suci memiliki aturan tidak boleh saling membunuh disini." Shen Long merasa heran, karena wanita itu sama sekali tidak merasa takut dengan aturan Akademi.


Sesaat beberapa sosok bermunculan di tempat itu, dimana mereka menatap sinis ke arah Shen Long.

__ADS_1


" Senior... Bunuh saja pemuda itu! Dengan demikian anda akan menjadi Istri Zhu Bai."


" Benar senior. Jika aku memiliki kemampuan, maka aku sendiri yang membunuhnya."


" Seorang pemuda lemah tidak layak ditempat ini."


Beberapa sosok wanita yang lain memberi semangat kepada senior mereka, untuk membunuh Shen Long, karena mereka menganggap Shen Long adalah orang lemah.


" Oh... Jadi ini yang dimaksud guru sebelumnya. Tempat ini lebih menakutkan dari alam liar." Pikir Shen Long, sambil menatap ke arah mereka secara bergantian.


Hinaan dan cacian dari beberapa sosok yang berada di tempat itu, membuat kuping Shen Long terasa panas.


Meskipun Shen Long sangat marah, namun dia tetap berfikir jernih. karena membunuh mereka sama sekali tidak memberikan keuntungan.


Wuush!


Wanita itu melesat ke arah Shen Long, sambil mengayunkan pedangnya untuk melakukan serangan tebasan.


Melihat hal itu, Shen Long juga tidak tinggal diam langsung mengeluarkan Pedang Kesunyian lalu mengayunkan pedangnya untuk menangkis tebasan dari pihak lawan.


Traaang! Traaang! Traaang!


" Mati kau pemuda sialan"


" Kali ini pemuda itu tidak akan selamat."


" Hanya seorang Pendekar Petapa tingkat 1, tentu saja senior bisa membunuhnya dengan mudah."


" Aku yakin, senior masih belum mengeluarkan kemampuannya, itulah kenapa pemuda itu bisa bertahan."


Sebuah diskusi dari murid Kelas Berlian yang berada di tempat tersebut, seakan mengejek kemampuan Shen Long.


" Sekelompok idiot." Gumam Shen Long, sambil melirik beberapa sosok yang berada di tempat itu yang seperti anjing penjilat.


Traaang!


Ayunan pedang dari Shen Long, membuat pedang dari pihak lawan langsung terlempar jauh.


Craaash!


Sebuah tebasan bersarang di tubuh wanita itu, membuatnya terlihat pucat.

__ADS_1


" Hentikan!" Salah satu Tetua menghentikan Shen Long, saat pemuda itu ingin menebas leher wanita tersebut.


Craaash!


Tanpa memperdulikan ucapan tersebut, Shen Long mengayunkan pedangnya, lalu menebas leher wanita itu.


" Kau... Berani sekali membunuh sesama murid." Ucap Tetua tersebut sambil menatap ke arah Shen Long dengan tatapan dingin.


Tanya menjawab apapun, Shen Long mengambil Cincin Ruang wanita itu, lalu menendang mayat tersebut.


" Tetua... Beri hukuman kepada pemuda itu, karena telah berani membunuh sesama murid."


" Benar Tetua... Kami sudah melarangnya, tapi dia tidak mau mendengar."


Beberapa sosok wanita yang terlihat marah, karena Shen Long membunuh senior mereka.


" Mau membunuhku? Bukankah sejak awal Tetua sudah melihat sendiri siapa yang menyerang terlebih dulu?"


" Lalu kenapa Tetua bersembunyi dibalik pepohonan disana?" Tanya Shen Long, sambil menunjuk ke arah pohon rindang dimana tempat Tetua tersebut bersembunyi sebelumnya.


" Kau... Apa kamu berani menentangku?" Ucap Tetua tersebut, lalu melesat ke arah Shen Long.


" Apa kamu ingin membunuh seorang murid? Jangan lupa statusmu sebagai Tetua disini. Memalukan." Shen Long yang tidak merasa takut sedikitpun, menatap tajam ke arah Tetua tersebut.


Mendengar ucapan tersebut, Tetua itu menghentikan aksinya lalu menoleh ke arah beberapa sosok yang berada di tempat itu.


Jika saja dia membunuh Shen Long, maka namanya akan tercoreng dan diusir dari Akademi Pagoda Suci.


" Berani sekali pemuda itu menentang seorang Tetua? Apa dia sudah bosan hidup?"


" Aku rasa otaknya sudah bermasalah."


Sebuah diskusi dadakan dari beberapa sosok yang melihat kejadian tersebut, dimana Shen Long masih bisa mendengar ucapan mereka.


" Berikutnya giliran kalian." Pikir Shen Long, sambil menatap beberapa wajah dari mereka.


" Kamu... Ikut aku!" Tetua tersebut berusaha menahan diri, lalu membawa Shen Long menuju Aula Kehakiman.


Meskipun Shen Long merasa tidak terima dengan perlakuan tersebut, namun dia tidak ingin memperpanjang masalah, lalu berjalan mengikuti Tetua tersebut.


Tentu Shen Long mengingat semua wajah para murid yang berani mengusiknya, karena darah yang mengalir di tubuh Shen Long tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang.

__ADS_1


__ADS_2