
Meskipun ketua bandit hanya mencapai Pendekar Alam tingkat 5, namun kemampuannya bisa membunuh seorang Kultivator yang sudah mencapai Pendekar Alam tingkat 6 dalam satu kali serangan.
Terlebih ketua bandit juga memiliki seorang istri yang memiliki kemampuan setara dengan suaminya, sehingga para bandit berpikir bahwa Shen Long tidak akan selamat.
Di sisi lain, Shen Long yang melihat satu dari kelompok bandit sedang melarikan diri, kini memasang wajah jelek karena sekuat apapun dirinya, tidak akan mampu bertahan karena tenaganya mulai berkurang.
" Sialan... Jika seperti ini terus, maka aku tidak bisa bertahan." Gumam Shen Long, karena hampir semua kelompok bandit berfokus kepadanya.
" Meskipun anda sangat kuat, namun aku yakin sekarang kamu sudah kelelahan." Salah satu bandit tersenyum lebar, karena rencana mereka untuk menguras Qi milik Shen Long berjalan dengan lancar, meskipun harus mengorbankan nyawa rekannya.
Namun setelah melakukan pertarungan cukup lama, Shen Long masih mampu bertahan, meskipun nafasnya mulai terputus-putus.
" Seberapa besar Qi milik pemuda ini?" Para bandit memasang wajah masam, karena sudah banyak rekan mereka yang mati di tangan Shen Long.
Di sisi lain, Wu Baihu dan para prajurit, mulai khawatir karena tenaga mereka sudah banyak terkuras.
Shen Long yang melihat para prajurit yang sudah kelelahan, kini merasa khawatir, karena jumlah kelompok bandit terlalu banyak.
Bahkan para prajurit juga sudah banyak mengalami luka sayatan, karena sudah tidak mampu menahan amukan para bandit.
" Jika seperti ini, maka mereka akan banyak yang mati." Gumam Shen Long, sambil melirik ke arah para prajurit.
" Seni Naga Emas, Langkah Bayangan."
Wuush!
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Shen Long melesat cepat untuk menerobos para bandit yang mengepungnya, sambil mengayunkan pedangnya, untuk membuka jalan.
Aarrgggh! Aarrgggh! Aarrgggh!
Satu-persatu para bandit berteriak keras sebelum menanti ajalnya saat terkena tebasan dari pedang di tangan Shen Long.
" Mundur!" Teriak Shen Long, agar para prajurit bisa mencari tempat untuk memulihkan diri.
" Shen Long, bagaimana denganmu?" Wu Baihu merasa khawatir, karena dia tidak bisa berbuat apa-apa.
" Kalian tenang saja! Aku akan menghadang mereka." Shen Long menarik nafas dalam-dalam, sambil menatap ke arah para bandit di depannya.
__ADS_1
Karena tidak ada pilihan lain, Wu Baihu memberi isyarat kepada para prajurit untuk mundur agar bisa memulihkan diri.
Jika terlalu dipaksakan, maka mereka sendiri tidak akan mampu bertahan.
" Shen Long, hati-hatilah!" Wu Baihu langsung melesat ke belakang untuk menjauhi wilayah pertarungan bersama para prajurit.
" Kejar mereka!" Teriak salah satu bandit, sambil menunjuk ke arah para prajurit yang menjauhi wilayah pertarungan.
" Aku tidak akan membiarkan siapapun yang berani mendekati mereka."
Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long melesat ke berbagai arah, dengan mengaktifkan Sepatu Angin untuk menghadapi para bandit, agar tidak menyusul para prajurit.
Craaakk! Craaakk! Craaakk!
Satu-persatu para bandit yang ingin mengejar para prajurit, tubuh mereka terpotong atau terbelah menjadi dua bagian.
Di sisi lain, Wu Baihu dan para prajurit dengan buru-buru mengambil tempat untuk memulihkan diri, mengingat Shen Long melakukan pertarungan seorang diri.
Semua anggota Klan Wu tidak pernah memandang Shen Long sebagai anggota Klan Wu, kini mulai tertarik kepada Shen Long, dan mengakuinya sebagai keluarga Klan Wu.
Di tempat yang cukup jauh, kini terlihat satu sosok yang ditugaskan oleh penasehat militer untuk mengawasi, kini tatapannya tertuju pada Shen Long yang masih berdiri kokoh ketika berhadapan dengan para bandit seorang diri.
Jika saja Shen Long berada di pihak mereka, dapat dipastikan dia akan menjadi kuda hitam bagi penasehat militer.
Di sisi lain, Shen Long yang sudah kelelahan karena sudah menggunakan Sepatu Angin untuk mengejar para bandit agar tidak membunuh anggota Klan Wu, kini nafasnya mulai memburu, sambil menatap ke arah para bandit yang tersisa.
" Sialan... Berapa banyak jumlah para bandit ini?" Shen Long memasang wajah masam, karena para bandit yang lain mulai berdatangan.
Kini Shen Long harus mundur beberapa langkah ke belakang, sambil memikirkan cara untuk menghadapi situasi tersebut.
Jika saja Shen Long memiliki kesempatan untuk memulihkan diri, maka dia sama sekali tidak gentar untuk menghadapi para bandit dari bala bantuan.
" Naga Giok, Tebasan Bayangan."
Creeessh!
Qi unsur api membentuk bilah pedang raksasa mengarah kepada para bandit yang berdatangan.
" Menghindar."
__ADS_1
Para bandit yang melesat ke arah Shen Long, berteriak keras saat melihat pedang raksasa muncul dari ruang hampa.
Bboooom!
Ledakan dari siluet pedang raksasa membuat para bandit terpelanting ke berbagai arah, tanpa sempat menghindar.
Wuush!
Sekilas bayangan melesat ke arah Shen Long, lalu berdiri di sampingnya, sambil menatap ke arah para bandit yang masih banyak tersisa.
" Istriku." Shen Long sedikit kaget atas kemunculan Guang Louzhy yang berada di sampingnya.
" Suamiku... Sebaiknya kamu cepat memulihkan diri! Biar aku yang menahan mereka." Ucap Guang Louzhy, sambil menatap para bandit yang berlarian ke arah mereka.
" Baiklah! Tapi jangan terlalu memaksa diri." Shen Long mengingatkan kepada Guang Louzhy, agar bertarung dengan cara aman, lalu melesat ke sebuah arah untuk memulihkan diri.
Di sisi lain, ketua bandit dan Istrinya memasang wajah masam, karena sosok wanita yang memberikan bantuan kepada Shen Long juga tidak bisa dianggap enteng.
" Suamiku, biarkan bawahan kita saja yang menghadapi mereka." Bisik wanita yang berada di samping ketua bandit.
Wanita itu berpikir jika mereka turun tangan, maka sedikit kesulitan untuk menghadapi Guang Louzhy.
Meskipun merasa bisa membunuhnya, namun mereka juga akan kelelahan karena harus mengerahkan seluruh kemampuannya.
" Kamu benar!" Ucap ketua bandit, karena dia berpikir bahwa ada orang lain yang mengawasi mereka dari kejauhan.
Jika orang itu memberikan bantuan kepada Guang Louzhy, maka pihak mereka tidak sempat untuk melarikan diri.
" Kalian semua, serang wanita itu." Ketua bandit memberi perintah kepada bawahannya.
" Baik ketua." Meskipun pemimpin dan para bandit merasa enggan untuk menghadapi Guang Louzhy, namun mereka tidak memiliki pilihan lain kecuali harus mengikuti keinginan ketua mereka.
" Serang wanita itu secara bersamaan." Salah satu pemimpin bandit, memberi perintah.
Tanpa membuang waktu, para bandit itupun melesat ke arah Guang Louzhy, untuk membantu para bandit lainnya yang sudah melakukan pertarungan.
Guang Louzhy yang sedang bertarung yang menyadari akan adanya bala bantuan dari para bandit lainnya, kini langsung melompat ke arah belakang.
" Naga Giok, Cakar Pemecah Bumi."
__ADS_1
Guang Louzhy dengan buru-buru menyeimbangkan tubuhnya, lalu merentangkan kedua tangannya, hingga tercipta belasan bilah cakar naga melesat cepat ke arah para bandit.