
Saat berada di kamar, Long Chieyu dan Long Qianxue membaringkan tubuh Shen Long di tempat tidur, lalu menyalurkan Qi untuk memulihkan diri suami mereka.
Secara perlahan kondisi Shen Long mulai membaik, dimana Long Qianxue memberikan sebuah Pil untuk memulihkan kondisi Shen Long.
" Terimakasih Istriku." Ucap Shen Long, yang sudah mengambil posisi duduk, lalu menelan Pil yang diberikan oleh Long Qianxue.
Dengan bantuan Pil yang diberikan Long Qianxue, kini Shen Long mulai pulih, meskipun untuk luka dalam harus membutuhkan waktu yang cukup lama.
Shen Long bernafas lega, karena dia berhasil melarikan diri dari malaikat maut yang berwujud wanita cantik.
" Suamiku, sebenarnya apa yang terjadi denganmu?" Long Chieyu dan Long Qianxue yang masih penasaran, kini kembali bertanya kepada Shen Long.
Shen Long terdiam sejenak sambil memikirkan jawaban yang tepat agar kedua Istrinya tidak curiga.
" Saat aku berlatih di Lembah Kabut, aku bertemu dengan hewan buas yang sangat menakutkan."
" Beruntung aku bisa melarikan diri. Jika tidak, maka dapat dipastikan aku akan menjadi santapan hewan buas itu." Shen Long dengan terpaksa harus berbohong, karena dia tidak mungkin mengatakan yang sebenarnya.
Mendengar penjelasan dari Shen Long, kedua Istrinya hanya terdiam, karena di Lembah Kabut memang memiliki tempat yang sangat berbahaya.
" Lain kali jangan masuk ke bagian terdalam hutan. Para Tetua saja tidak berani terlalu lama di tempat itu." Long Chieyu mengingatkan kepada Shen Long, agar tidak mengambil resiko untuk masuk ke Lembah Kabut yang lebih dalam lagi.
Tentu kedua wanita itu tidak ingin terjadi sesuatu yang tidak diinginkan terhadap suami mereka, karena masih banyak tempat lain untuk berlatih.
" Lebih baik hari ini kamu tinggal disini saja. Kami harus pergi untuk berlatih." Ucap Long Chieyu, lalu bangkit berdiri yang diikuti Long Qianxue.
" Kalian tidak perlu khawatir. Kondisiku sudah pulih." Shen Long juga ikut berlatih, meskipun kondisinya masih belum prima.
Tentu jika Shen Long diam di rumah, maka dia berpikir bahwa sosok wanita sebelumnya aku curiga.
Melihat keteguhan hati Shen Long, pada akhirnya kedua wanita itu menyerah lalu keluar dari kediaman mereka.
*******
( Perguruan Naga Tunggal )
__ADS_1
Long Zhenhua yang sudah berada di kediamannya, kini bergegas untuk bertemu dengan Tetua Naga Tunggal karena kondisinya sudah pulih total.
Sepanjang perjalanan, tatapan mata Long Zhenhua begitu tajam, membuat para murid tidak berani menatapnya.
Tujuan Long Zhenhua mendatangi Tetua Naga Tunggal tidak lain untuk pergi ke Perguruan Naga Kabut untuk mencari pemuda yang merenggut kesuciannya.
" Salah Tetua." Saat berada di tempat Tetua Naga Tunggal, Long Zhenhua langsung memberi hormat.
" Ohhh... Akhirnya kamu pulang juga." Tetua Naga Tunggal bernafas lega karena Long Zhenhua sudah berada di perguruan.
Tanpa basa-basi, Tetua Naga Tunggal meminta kepada Long Zhenhua untuk menjemput muridnya di Perguruan Naga Kabut.
" Kebetulan.. Aku juga berencana untuk pergi ke Perguruan Naga Kabut." Ucap Long Zhenhua, sambil mengepal kedua tangannya.
Melihat ekspresi wajah Long Zhenhua yang tidak baik, Tetua Naga Tunggal memasang wajah masam, karena wanita itu pasti akan melampiaskan kemarahannya kepada calon muridnya.
" Tetua Zhenhua... Aku harap kamu bisa mendidik muridmu dengan baik." Tetua Naga Tunggal menggelengkan kepala, karena wanita itu susah untuk dinasehati.
" Tetua tidak perlu khawatir. Aku akan memperlakukan muridku sebaik mungkin." Meskipun wajah Long Zhenhua terlihat tenang, namun tatapan matanya seakan memiliki niat lain.
" Baiklah, aku akan menjemputnya sekarang." Jawab Long Zhenhua, lalu meninggalkan tempat itu.
Tetua Naga Tunggal yang ingin melanjutkan percakapannya, kini membuka mulutnya lebar-lebar karena wanita itu sudah menghilang dari pandangan.
*******
( Perguruan Naga Kabut )
Shen Long dan kedua Istrinya yang sedang dilatih oleh Long Yuanzhi, kini terlihat sangat giat dengan pengajaran baru itu.
" Chieyu, Qianxue... Meskipun kalian memiliki darah Klan Long, namun kalian harus menggali potensi yang kalian miliki." Long Yuanzhi menatap ke arah kedua wanita itu.
Long Yuanzhi mengajarkan teknik pedang kepada Long Chieyu, sedangkan untuk Long Qianxue dia mengajarkan teknik cakaran dan meringankan tubuh.
" Karena kamu memiliki akar spiritual bumi dan langit, aku akan mengajarkanmu tentang metode untuk menyerap energi bumi dan langit." Long Yuanzhi memberi arahan kepada Long Qianxue.
__ADS_1
" Sedangkan untukmu, kamu mendapatkan latihan tambahan di Paviliun Alkemis di Lembah Naga, karena kamu memiliki Api Alkemis." Long Yuanzhi memberi arahan kepada Long Chieyu.
Sesaat Long Yuanzhi menatap ke arah Shen Long yang sedang mendalami teknik cakaran dan tapak yang pernah diajarkan oleh kedua Tetua saat berada di Daifang.
" Dan untukmu, aku hanya menuntunmu untuk belajar tentang Formasi, karena semua teknik yang kamu miliki sudah sempurna. Jadi yang kamu lakukan hanyalah fokus meningkatkan Kultivasi." Long Yuanzhi memberi arahan kepada Shen Long, karena dia merasa akar spiritual milik Shen Long sangat berat untuk meningkatkan Kultivasi.
" Baik Guru." Jawab ketiganya serempak, lalu melanjutkan latihan mereka.
Tidak lama kemudian terlihat sosok wanita terbang dengan menggunakan pedang, sambil mencari sosok yang merenggut kesuciannya.
Long Zhenhua yang memeriksa seluruh murid Perguruan Naga Kabut, kini tatapan matanya seperti elang yang mencari mangsanya.
Namun seberapa lama Long Zhenhua mencari pemilik wajah yang dia kenal, tidak ada satupun para murid yang memiliki wajah yang dia cari.
" Kemana pemuda itu?" Gumam Long Zhenhua, lalu melesat ke arah Long Yuanzhi yang sedang mendidik muridnya.
Melihat kedatangan wanita yang dia kenali, Shen Long terlihat gugup, namun berusaha untuk setenang mungkin agar tidak ada yang curiga.
" Kakak... Apa ada murid yang belum hadir di tempat ini?" Tanya Long Zhenhua sambil berjalan mendekati Long Yuanzhi.
" Kalau untuk muridku, semuanya hadir disini. Ada apa Zhenhua?" Tanya Long Yuanzhi, yang merasa heran dengan sikap adiknya itu.
Tanpa berkata apapun, Long Zhenhua tengah berpikir kemana sosok yang dia cari? Sedangkan dia sendiri sudah bertanya kepada semua Tetua yang sedang mengajar muridnya yang mengatakan semua muridnya hadir semua.
Di sisi lain para murid berdecak kagum melihat paras cantik Long Zhenhua, namun mereka tidak berani menatapnya, karena para Tetua yang lain begitu segan kepada wanita itu, meskipun usianya masih muda.
" Apa yang kamu lihat?"
Bboooom!
Bersamaan dengan ucapannya, Long Zhenhua melesat cepat ke arah salah satu murid yang mencuri pandangan kepadanya.
" Uhuuuk." Murid pria itupun memuntahkan segumpal darah, membuat tatapannya berkunang-kunang.
" Siapa lagi yang berani menatapku? Akan aku congkel matanya." Ucap Long Zhenhua dengan nada mengancam, membuat para murid langsung menundukkan kepala.
__ADS_1
" Tetua... Mereka hanya seorang murid. Harap Tetua berbelas kasihan kepada mereka." Salah satu Tetua memohon kepada Long Zhenhua agar tidak menghajar para murid.