Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Tuan Muda Klan Hao


__ADS_3

Hanya saja ketertarikan Cang Li Yuan pada keringat Shen Long menurut Yan Rou Lie terlalu berlebihan.


Sebenarnya Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie tidak ingin keluar dari kediaman mereka, namun karena kedua wanita yang merupakan kekasih Hao Mingzi dan Hao Xiang yang terus meminta mereka untuk menemani untuk berbelanja, mau tidak mau mereka harus menerimanya.


Di sisi lain Cang Li Yuan tidak memperdulikan tanggapan ketiga wanita itu, karena menurutnya aroma keringat suaminya memiliki sensasi tersendiri.


" Lebih baik kita berangkat sekarang. Karena kalian berdua pasti memiliki banyak keperluan rumah tangga." Ucap kekasih dari Hao Mingzi sambil membawa mereka meninggalkan tempat tersebut.


Meskipun hanya sebuah Klan, namun kediaman Klan Hao layaknya sebuah permukiman yang seperti kota kecil.


Karena itulah tempat itu juga banyak menyediakan berbagai macam keperluan sehari-hari bahkan berbagai Sumberdaya.


Hanya saja untuk berbagai Sumberdaya tidak seperti Assosiasi Menara Obat yang lebih lengkap.


Di tengah perjalanan banyak pasang mata yang tertuju pada keempat wanita itu, terlebih untuk Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Meskipun mereka berdua menggunakan penutup wajah, namun pakaian tertutup itu tidak mampu menutupi semua keindahan tubuh mereka.


" Siapa kedua wanita itu? Sepertinya aku baru melihatnya?"


" Aku juga tidak tau, mungkin mereka baru tinggal di tempat ini."


" Sungguh pemandangan yang indah, lihat bagian dada dan bokong kedua wanita itu! Sungguh ciptaan yang sempurna."


" Benar saudara. Meskipun pakaian mereka tertutup, tapi jika dilihat dari alis mata dan lentik jari tangan mereka, aku yakin kedua wanita itu sangat cantik."


" kulit mereka juga putih dan halus."


Sebuah diskusi dadakan dari beberapa pemuda Klan Hao membayangkan keindahan dibalik pakaian tertutup yang digunakan Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


Sesaat mereka langsung terdiam karena kehadiran dua sosok Tuan muda Klan Hao yang memiliki status paling tinggi.


Mata kedua pemuda itu tertuju pada dua sosok wanita yang menggunakan pakaian tertutup yang menurut mereka sangat sempurna.

__ADS_1


Tanpa pikir panjang, kedua pemuda itu langsung menghadang jalan yang dilewati Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie.


" Halo nona manis, sepertinya aku baru melihat kalian disini." Ucap salah pemuda sambil mengedipkan matanya kepada Yan Rou Lie.


" Nona manis, siapa namamu?" Tanya pemuda yang lain dengan tatapan menggoda.


Melihat hal itu Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie hanya membuang muka tidak menggubris sama sekali terus melanjutkan perjalanan.


Di sisi lain kedua wanita yang bersama mereka mendapatkan firasat buruk karena status kedua pemuda itu tidak bisa dianggap remeh.


Namun kedua pemuda tersebut tidak ingin menyerah begitu saja, lalu mengikuti Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie dengan tatapan penuh nafsu.


Merasa risih dengan kehadiran kedua pemuda tersebut, Yan Rou Lie membuka suara dan berusaha bersikap ramah karena mereka bukan bagian dari keluarga Klan Hao.


" Mohon maaf tuan muda, kami sudah memiliki suami. Jadi mohon tuan muda bisa menjaga sikap." Yan Rou Lie berusaha untuk menahan diri.


" Pergi dari sini!" Cang Li Yuan yang tidak bisa menahan diri langsung meluapkan emosinya.


Bukannya menghentikan aksi mereka, kedua pemuda itu malah semakin bersemangat untuk memiliki Yan Rou Lie dan Cang Li Yuan karena mendengar suara mereka begitu sangat menggoda.


" Keponakan Tetua Hao Tian?" Gumam kedua pemuda tersebut sambil menatap kepergian mereka.


" Nona manis itu aku yakin sangat cantik, tubuhnya juga sangat sempurna. Aku harus memilikinya, meskipun sudah memiliki suami." Salah satu pemuda sambil membayangkan lekuk tubuh Yan Rou Lie.


" Ya, wanita di sebelahnya juga begitu menggoda. Aku juga ingin memilikinya." Pemuda yang lain berangan-angan bisa menyentuh belahan dada Cang Li Yuan.


Kedua pemuda tersebut telah hanyut dalam pikiran mereka, sesaat mereka saling berpandangan seakan memiliki ide untuk mendapatkan wanita idaman mereka.


" Saudara Zhu, kita harus mencari cara untuk mendapatkan mereka." Ucap pemuda yang bernama Hao Cai.


" Benar saudara Cai, sepertinya Tetua Hao Tian tidak memiliki keponakan di Klan Hao ini. Kita harus menyelidikinya." Hao Zhu tersenyum lebar sambil merencanakan sesuatu untuk mendapatkan pujaan hatinya.


" Ya, aku harus bertanya kepada kakek mengenai keponakan Tetua Hao Tian." Hao Cai juga tidak ingin pujaan hatinya memiliki suami lain.

__ADS_1


Tentu kedua pemuda itu ingin merebut pujaan hati mereka, dengan berbagai cara. Karena mereka menganggap bahwa sebuah keindahan tidak pantas untuk orang lain, kecuali mereka.


Di tempat lain, Shen Long terus berlatih tahap demi tahap dari Kitab Naga Langit yang diajarkan Hao Tian.


Saat berada di Sekte Seribu Pedang, Shen Long belajar seni bermain pedang. Sedangkan bersama Hao Tian, belajar tentang mengolah Qi menjadi unsur elemen untuk melakukan serangan ataupun pelindung.


Saat sore hari, Hao Tian menyudahi pembelajarannya kepada Shen Long dan meminta kepadanya agar bisa istirahat.


Namun bagi Shen Long, dia juga mengembangkan seni pedang yang dia miliki dengan teknik yang diajarkan oleh Hao Tian saat berada di kediaman mereka.


Karena menurut Shen Long jika menggabungkan semua pengetahuan yang dia miliki, maka kekuatan serangannya semakin meningkat.


Cang Li Yuan dan Yan Rou Lie yang baru saja pulang melihat Shen Long masih berlatih di kediaman mereka, hanya tersenyum sambil menatap suami mereka.


" Suamiku, jangan terlalu memaksakan diri. Kamu juga harus butuh Istirahat." Yan Rou Lie sangat kagum dengan perkembangan Shen Long.


" Suamiku, jangan lupa nanti malam jadwal kita melakukan Kultivasi Ganda." Ucap Cang Li Yuan, meskipun terlihat malu-malu.


Mendengar perkataan dari Cang Li Yuan, Yan Rou Lie membulatkan mata. Seketika wajahnya memerah seperti kepiting rebus.


Tentu Cang Li Yuan tidak bisa menahan diri ketika Shen Long banyak mengeluarkan keringat, membuat dia mulai berangan-angan.


" Kalian istirahat saja dulu! Aku harus berlatih lebih giat lagi sebelum kita keluar dari tempat ini." Ucap Shen Long sambil mengayunkan pedangnya untuk berlatih.


" Baiklah, nanti kamu taruh bajumu di kamar kita kalau sudah selesai berlatih." Cang Li Yuan tidak sabar ingin menghirup aroma keringat suaminya.


Dengan sebuah anggukan kecil, Shen kembali melanjutkan latihannya dengan tujuan untuk melindungi kedua Istrinya.


Sesaat Yan Rou Lie mengeluarkan Long Yurou dari Cincin miliknya, dimana kura-kura tersebut menatap mereka dengan sendu.


" Akhirnya aku bisa keluar lagi. Yurou bosan tidak ada teman bicara." Ucap Long Yurou.


" Yurou, kamu lindungi tempat ini!" Yan Rou Lie menatap ke arah Long Yurou.

__ADS_1


" Baik ibu, untuk masalah itu, serahkan saja pada Yurou." Ucap Long Yurou lalu menciptakan pelindung mengelilingi kediaman mereka.


__ADS_2