
Craaash!
" Aaarrrggghhhh." Teriak salah satu pemuda tersebut karena Shen Long berhasil membuat luka sayatan yang cukup dalam di dadanya.
Kedua pemuda itu pun memperbaiki diri, lalu kembali menciptakan seni Pedang yang lebih kuat lagi untuk melakukan serangan.
Shen Long yang merasakan seni Pedang dari pihak lawan semakin meningkat, dia pun menambah kecepatan serangannya membuat kedua pemuda itu mundur sambil mengimbangi kecepatan serangan dari Shen Long.
Seandainya Shen Long tidak banyak mengeluarkan tenaga saat menggendong Yan Rou Lie sebelumnya, maka dapat dipastikan kedua pemuda itu dapat dikalahkan dengan mudah.
Beruntung Shen Long menggunakan Qi Sejati, jadi tenaga dalamnya tidak bisa habis dengan cepat.
Melihat kedua sosok tersebut terus mundur ke belakang, Kini Shen Long terus maju kedepan untuk menyerang kedua pemuda itu dimana mereka hanya mampu menahan serangan tanpa memiliki celah untuk melakukan serangan balik.
Tuuusk!
" Aaarrrggghhhh." Pemuda yang satunya lagi berteriak keras akibat serangan pedang dari Shen Long telah berhasil membuat tusukan di perutnya.
Gerakan seni Pedang yang begitu cepat membuat kedua pemuda itu semakin panik.
Craaash!
Rrrggghhh!
Salah satu dari pemuda tersebut menyemburkan darah segar dari lehernya dimana Shen Long telah menebas tenggorokannya.
Melihat kekejian dari Shen Long yang memiliki niat membunuh begitu kuat, pandangan rekannya yang lain mulai gelap karena dia seperti sedang berhadapan dengan seorang pembunuh berdarah dingin.
Bahkan kini tangannya bergetar hebat saat darah dari rekannya menyembur dan membasahi tubuhnya.
Craaash!
Gluduk!
Leher pemuda tersebut terpisah dari tubuhnya, seakan tidak percaya bahwa kematian telah berada di pihak mereka.
Jun Yun dan Jin Song yang melihat kejadian tersebut juga hampir mengeluarkan isi perut mereka karena menurut mereka Shen Long telah melakukan hal yang berlebihan.
__ADS_1
Namun mereka juga tidak menyalahkan Pemuda tersebut, karena seorang Kultivator harus membiasakan diri melakukan hal seperti itu.
Hanya saja Jun Yun dan Jin He masih belum terbiasa dengan kejadian tersebut, karena Shen Long tidak memiliki perasaan saat melakukan pertarungan.
" Ternyata Saudara Long benar-benar mengikuti arahan dari Ayah, bahwa saat melakukan pertarungan harus menyingkirkan perasaan." Jin He berasumsi bahwa Shen Long benar-benar menjiwai arahan Jin Song ayahnya.
" Benar Saudara He. Sepertinya kita harus membiasakan diri, agar lebih kuat lagi." Ucap Jun Yun.
Kedua pemuda itu sepakat dan membenarkan tindakan dari Shen Long, meskipun itu bukan perkara mudah.
( Di pertarungan Jun Mei Yin )
Gadis berambut putih tersebut yang sedang melakukan pertarungan melawan dua pemuda sekaligus, kini mampu mengimbangi kecepatan serangan dari pihak lawan.
Jun Yun dan Jin He yang melihat perubahan penampilan dari Jun Mei Yin, kini merasa heran. Namun mereka mengurungkan niatnya untuk bertanya, karena bukan pada waktu yang tepat.
Traaang!
Bunyi dentingan pertemuan pedang dari kedua belah pihak membuat percikan api kecil diikuti gelombang kejut dari pedang yang dimiliki Jun Mei Yin.
Merasakan kekuatan serangan dari Gadis tersebut, kedua lawannya memasang wajah memerah padam karena tangan mereka terasa kebas.
" Gadis ini benar-benar mengerikan." Kedua pemuda tersebut berkeringat dingin merasa enggan untuk mempertemukan pedang mereka dengan pedang milik Jun Mei Yin.
Hal itu tentu saja sebuah keuntungan bagi Jun Mei Yin, dimana gadis itu lebih mudah untuk mengalahkan mereka.
" Traaang! Traaang!
" Aaarrrggghhhh." Kedua pemuda itu berteriak keras karena benturan kedua pedang mereka membuat tangannya merasakan sakit luar biasa.
Karena sudah tidak sanggup lagi menahan pedang yang mereka genggam, sehingga pedang mereka langsung terlepas.
Jun Yun yang menyaksikan kekuatan Jun Mei Yin yang semakin bertambah, kini tersenyum pahit karena merasa dirinya tidak berguna.
Saat kedua pemuda itu sudah tidak menggunakan pedang lagi, dengan sigap Jun Mei Yin meningkatkan kecepatan serangannya membuat kedua pemuda itu tidak mampu bertahan.
Tebasan demi tebasan pedang dari Jun Mei Yin membuat kedua pemuda itu terluka parah hingga kehilangan nyawa.
__ADS_1
Kini Shen Long dan Jun Mei Yin yang sudah menyelesaikan pertarungannya langsung memeriksa mayat tersebut dimana hanya menemukan beberapa koin perunggu.
" Lumayan." Shen Long langsung meninggalkan kedua mayat tersebut lalu berjalan ke arah Jun Yun dan Jin He.
" Terimakasih Saudara Long." Kedua pemuda tersebut sangat mengagumi kekuatan Shen Long.
" Kita adalah teman, sudah seharusnya saling melindungi. Maaf kami sedikit terlambat." Ucap Shen Long sambil memperhatikan kondisi kedua pemuda itu yang tidak dalam keadaan baik-baik.
" Long'gege." Kini Yan Rou Lie juga muncul di tempat itu membuat Jun Yun dan Jin He bertambah heran.
Kasus yang pertama, mereka sudah melihat Jun Mei Yin memiliki rambut putih. Namun kali ini kedua pemuda itu dikejutkan dengan penampilan Yan Rou Lie yang juga memiliki beberapa helai rambutnya menjadi berwarna merah.
" Apa yang terjadi pada kalian?" Jun Yun dan Jin He bertanya dengan serentak kepada kedua gadis tersebut.
" Ceritanya sangat panjang. Lebih baik kalian pulihkan diri terlebih dulu." Ucap Jun Mei Yin sambil menatap kedua pemuda itu.
Sedangkan Yan Rou Lie tidak berani berkata apapun, karena dia sendiri tidak tahu apa yang terjadi padanya sehingga rambutnya menjadi berwarna merah.
Mereka pun bergegas meninggalkan tempat tersebut agar bisa menghilangkan jejak, karena mereka telah membunuh peserta yang lain.
Setelah berada di tempat yang cukup aman, Jun Yun dan Jin He langsung mengambil tempat duduk bersila untuk memulihkan diri.
Sedangkan Shen Long, Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin hanya menunggu kedua pemuda itu memulihkan diri.
Memakan waktu yang cukup lama, akhirnya Jun Yun dan Jin He telah berhasil memulihkan diri, meskipun tidak secara total.
" Terimakasih telah menunggu kami." Ucap Jin He.
" Mmmm... Apa kalian sudah menemukan rumput sinar?" Shen Long bertanya kepada kedua pemuda tersebut.
" Kami belum menemukan rumput sinar itu. Tapi kami berhasil mendapatkan teratai api di bagian jurang bagian utara dari tempat ini." Jun Yun mengeluarkan teratai api dari balik bajunya.
" Ini terlalu berbahaya jika kalian menyimpannya di balik baju. Kebetulan aku menemukan Cincin Ruang tingkat dasar. Aku rasa ini cukup membantu." Jun Mei Yin mengeluarkan dua buah Cincin Ruang tingkat dasar, lalu memberikan kepada Jun Yun dan Jin He.
Kedua pemuda itu saling berpandangan seakan tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.
Bagaimana gadis itu bisa menemukan Cincin penyimpanan yang sangat sulit didapatkan jika tidak memiliki banyak koin emas.
__ADS_1
" Sudah, kalian ambil saja!" Jun Mei Yin kembali menyodorkan kedua Cincin tersebut.
Meskipun terlihat ragu, akhirnya Jun Yun dan Jin He mengambil Cincin tersebut lalu makainya.