
Sedangkan Cang Li Yuan yang berdiri di samping Shen Long, kini mulai memahami keadaan Shen Long.
Gadis itu merasa tidak terima jika mereka mengatakan Shen Long sebagai sampah. karena dia melihat sendiri bagaimana kuatnya sosok tersebut.
" Bos, tanganku sudah gatal ingin menghajar sampah itu." Ucap salah satu murid dari Sekte Naga Langit yang merupakan bawahan dari Yang Yuan.
" Tidak perlu mengotori tangan kalian. Aku yakin sampah itu tidak akan lama disini." Yang Yuan berusaha bersikap tenang meskipun dia sendiri ingin menghajar Pemuda itu.
Namun karena posisi mereka berada di Akademi Pagoda Suci, maka mereka akan mendapatkan masalah jika berani bertindak macam-macam.
" Yin'er, bagaimana menurutmu dengan mantan kekasihmu itu?" Yang Yuan mengusap rambut Hu Meiyin sambil menatap ke arah Shen Long untuk memanas-manasi.
" Yuan'Gege... Kau tau sendiri aku tidak ingin memiliki kekasih seorang sampah. Aku harap kamu memberikan hukuman kepadanya." Hu Meiyin tersenyum lebar sambil menatap ke arah Shen Long dengan jijik.
" Cciiihhhh, dasar wanita murahan." Cang Li Yuan merasa tidak terima dengan perlakuan mereka terhadap Shen Long.
" Apa kamu bilang?" Hu Meiyin terlihat geram sambil menatap gadis bercadar dengan penuh amarah.
" MURAHAN." Cang Li Yuan mengulang ucapannya ingin merobek mulut wanita tersebut.
" Kurang ajar, aku akan memberimu pelajaran. Cyaaat." Hu Meiyin mengeluarkan pedangnya langsung menyerang Cang Li Yuan.
Cang Li Yuan juga tidak tinggal diam, dia langsung mengeluarkan pedangnya lalu menghadang Hu Meiyin.
Traaang! Traaang! Traaang!
Kedua pedang saling bertemu, hingga menimbulkan percikan api kecil.
Baaam!
Sebuah tendangan keras dari Cang Li Yuan bersarang di bagian perut Hu Meiyin, membuatnya terpental ke belakang.
" Dasar gadis aneh." Yang Yuan yang tidak terima dengan kekasihnya dihajar di depan matanya, tanpa memperdulikan aturan Akademi Pagoda Suci langsung menyerang ke arah gadis bercadar.
Melihat hal itu, Shen Long juga tidak tinggal diam, langsung melesat cepat menghadang Yang Yuan.
Tap!
Shen Long menangkap tangan Yang Yuan lalu memutar badannya untuk melakukan tendangan.
__ADS_1
Baaam!
Tubuh Yang Yuan terpental ke belakang, membuat para murid Sekte Naga Langit langsung mendatanginya.
" Boss." Kedua bawahannya terlihat khawatir.
" Apa yang kalian lakukan? Serang sampah itu!" Teriak Yang Yuan sambil menunjuk ke arah Shen Long.
" Baik Boss." Kedua bawahannya langsung melesat ke arah Shen Long.
Wuush!
Terlihat satu sosok yang melompat untuk menghadang kedua bawahan Yang Yuan.
Craaash! Craaash!
Sebuah cakaran yang sangat kuat bersarang di tubuh kedua bawahan tersebut.
Tap!
Kini Yi Hao berdiri di samping Shen Long sambil menatap ke arah kedua bawahan lalu menoleh ke arah Shen Long.
" Teman... Apa kamu melupakanku?" Yi Hao yang juga tidak ingin ketinggalan bagian, sedari awal hanya memperhatikan dari arah belakang.
" Hentikan!" Terdengar suara dari udara, membuat mereka yang sedang bertarung menghentikan aksinya.
Sosok itu pun memperhatikan mereka secara bergantian lalu tertuju pada Shen Long dengan senyuman penuh makna.
" Tetua, mereka yang lebih dulu menyerang kami." Yang Yuan seakan tidak terima karena belum melakukan pembalasan.
" Diam!" Tetua tersebut membentak mereka tanpa memandang siapapun.
" Aku sangat menyukai orang yang berdarah panas, tapi belum waktunya untuk kalian bertarung." Tetua tersebut tersenyum lebar lalu menoleh ke arah beberapa sosok yang baru keluar.
Tetua itupun memberi isyarat kepada beberapa sosok tersebut untuk membawa para peserta untuk memberikan sebuah lencana sementara untuk peserta.
" Di dalam lencana itu ada nomor peserta. Nomor itu juga menunjukkan kamar yang kalian tempati. Pergilah ke tempat masing-masing untuk beristirahat. Satu jam lagi, kalian semua harus kembali kesini!" Ucap Tetua tersebut, dimana para peserta langsung dituntun oleh pihak penyelenggara ke kediaman masing-masing.
Di sebuah bangunan yang tidak jauh dari tempat tersebut, kini Shen Long dan yang lain langsung menuju ke kamarnya tanpa memperdulikan tatapan mata yang tertuju padanya.
__ADS_1
*******
Di tempat lain, terlihat Jin Song dan Lin Kun telah berada di sebuah ruangan yang sangat besar dimana di depan mereka terdapat sebuah kristal yang digunakan sebagai layar untuk menyaksikan jalannya pertandingan antar peserta.
Kristal tersebut diberikan sebuah rune kuno yang sangat rumit, sehingga sangat sulit untuk dipelajari.
Di ruangan terdapat banyak perwakilan dari setiap Klan utama dan Klan sabang dari berbagai tempat, dimana tidak berani saling menyinggung satu sama lain.
Meskipun terdapat konflik persaingan bisnis ataupun yang lain antar Klan, mereka tidak ingin membuat keributan di tempat itu karena terdapat sebuah aturan, meskipun ada beberapa Klan besar yang lebih kuat dari Akademi Pagoda Suci.
Hal itu tidak lain karena calon jenius muda mereka juga berada di Akademi Pagoda Suci, yang tentu tidak ingin jenius muda mendapatkan masalah dalam perkembangan mereka.
*******
Satu jam dimana waktu yang telah ditentukan, kini semua peserta kembali ke tempat duduk yang disediakan oleh pihak penyelenggara.
Di atas arena juga terdapat satu sosok yang ditugaskan untuk memandu jalannya pertandingan antar peserta turnamen.
" Dengarkan semuanya untuk para peserta. Saat kalian melakukan pertarungan, kalian bebas melakukan apapun tapi tetap sesuai aturan." Tetua tersebut mengaktifkan beberapa rune kuno yang berada di sekeliling arena, agar para perwakilan bisa melihat jalannya pertandingan.
" Aturannya sangat sederhana, yaitu tidak boleh saling membunuh, tidak boleh menggunakan racun, dan tidak boleh melumpuhkan Kultivasi lawannya." Tetua tersebut melanjutkan pembicaraan lalu menampilkan sebuah layar.
Layar tersebut berfungsi untuk menampilkan nomor peserta yang akan maju ke arena untuk melakukan pertarungan.
[ G.1003 - G.0005 ]
Layar tersebut memunculkan nomor peserta, sehingga pemilik lencana dengan nomor tersebut langsung menuju ke arena.
" Mulai!" Tetua tersebut langsung memberi instruksi, saat kedua peserta sudah berada di atas arena.
Kedua peserta itupun langsung melancarkan serangan mereka untuk saling menjatuhkan lawannya.
Shen Long yang sedang berada kursinya, tidak terlalu memperhatikan jalannya pertarungan. Karena menurutnya sama sekali tidak menarik.
Waktu terus berjalan dimana sudah banyak yang masuk ke arena, tetapi Shen Long terus berdiam diri.
Hingga kini terlihat Yang Yuan maju kedepan melawan peserta yang lain, Shen Long sama sekali tidak memasang ekspresi apapun meskipun banyak orang yang mengagumi sosok tersebut.
" Pemuda itu sangat mengagumkan. Tidak salah, dia adalah putra dari Patriak Sekte Naga Langit." Bisik beberapa sosok saat menyaksikan Yang Yuan mengalahkan lawannya tanpa menggunakan pedang.
__ADS_1
" Tidak hanya kuat, tetapi juga sangat tampan. Aku harap pemuda itu bisa menjadi kekasihku." Ucap beberapa peserta wanita yang mengagumi Yang Yuan.
Di sisi lain Cang Li Yuan ingin muntah mendengar percakapan dari para wanita itu, karena menurutnya Shen Long jauh lebih menarik hatinya.