Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 526. Penyerangan Tengah Malam


__ADS_3

Mendengar keterangan dari Tetua senior, Tetua Pertama langsung memberi isyarat kepada Long Yuanzhi yang sedang memainkan kecapinya.


Tentu Long Yuanzhi terlihat bersemangat, karena ingin mempraktekkan seni beladiri yang dia pelajari setelah keluar dari dunia tersembunyi.


" Shen Long... Aku akan menunjukkan kemampuanku, agar bisa bersanding denganmu." Gumam Long Yuanzhi yang masih menunggu janji yang pernah Shen Long ucapkan saat berada di dunia tersembunyi.


Teeenng!


Long Yuanzhi memetik kecapi di tangannya, dengan menggunakan Qi, hingga terdengar di telinga seluruh anggota Klan Long.


Mendengar isyarat dari petikan kecapi dari Long Yuanzhi, semua anggota Klan Long mengambil tempat masing-masing untuk bersiap menghadapi para prajurit yang akan melakukan penyerangan pada saat malam.


*******


Pada saat tengah malam, kini terlihat puluhan bayangan melesat cepat ke arah kediaman Klan Wu.


Menyadari adanya penyerangan, Long Yuanzhi, kembali mengambil posisi untuk menggunakan kecapi miliknya.


Teeenng!


Wuush! Wuush! Wuush!


Sebuah petikan kecapi dari jari lentik Long Yuanzhi, menciptakan puluhan pisau angin, melesat cepat ke arah puluhan sosok yang mendekati pintu gerbang.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!


Satu-persatu para prajurit yang berusaha untuk menyelinap masuk, berjatuhan tanpa mengeluarkan suara.


Meskipun demikian para prajurit hanya tidak sadarkan diri, karena Long Yuanzhi hanya ditugaskan untuk melukai mereka tanpa harus membunuhnya.


" Sialan... Siapa yang melakukannya?" Tanya salah satu komandan, saat melihat bawahannya berjatuhan.


Penasehat militer yang langsung ikut turun tangan, kini tatapannya tertuju pada sosok wanita yang menggunakan topi tudung sedang duduk di tempat yang cukup jauh dari pintu gerbang.


" Bunuh orang itu, dialah pelakunya." Penasehat militer memberi perintah, sambil menunjuk ke arah Long Yuanzhi.


Wuush! Wuush! Wuush!


Puluhan prajurit yang menggunakan pakaian serba hitam, langsung melesat ke arah Long Yuanzhi dengan sebilah pedang di tangan mereka.


Teeenng!


Wuush! Wuush! Wuush!


Long Yuanzhi juga tidak tinggal diam, kembali memetik kecapinya hingga terlihat puluhan pisau angin melesat ke arah para prajurit yang menyerangnya.


Jleeep! Jleeep! Jleeep!

__ADS_1


Satu-persatu para prajurit yang tidak sempat menghindar, kini tubuh mereka langsung tersungkur di tanah.


Traaang! Traaang! Traaang!


Beberapa prajurit yang menyadari adanya pisau angin mengarah kepada mereka, langsung mengayunkan pedangnya untuk menangkis serangan.


" Hati-hati! Dia menggunakan pisau energi." Salah satu komandan mengingatkan kepada rekannya.


Para prajurit itupun mengangguk kecil, lalu melesat ke arah Long Yuanzhi, sambil menangkis pisau angin yang mengarah kepada mereka.


Melihat para prajurit mampu menghalau pisau angin ciptaannya, Long Yuanzhi sedikit mengerutkan kening, lalu kembali memetik kecapinya dengan mengeluarkan Qi dalam jumlah besar.


" Seni Kecapi, Naga Cahaya."


Teeenng!


Ggooooaaarr!


Bersamaan dengan petikan kecapinya, bayangan Naga Cahaya keluar dari kecapi milik Long Yuanzhi, melesat ke arah para prajurit.


" Formasi Militer, Gerbang Pelindung."


Buussshh!


Para prajurit yang melihat bayangan naga raksasa melesat ke arah mereka, dengan buru-buru menciptakan perisai energi untuk memblokir serangan tersebut.


Bboooom!


Akibat benturan teknik dari kedua belah pihak, Long Yuanzhi memuntahkan darah segar, karena terkena efek serangan balik dari teknik yang dia lepaskan.


Sedangkan puluhan prajurit yang rata-rata mencapai Pendekar Kaisar, harus terpental puluhan meter, hingga tersungkur ke tanah.


" Orang ini sangat berbahaya." Penasehat militer memasang wajah serius, karena Guang Louzhy mampu mengalahkan para prajurit yang sudah menggabungkan teknik mereka.


" SERANG!" Teriak Tetua Pertama, memanfaatkan situasi tersebut untuk mengalahkan para prajurit.


Wuush! Wuush! Wuush!


Puluhan anggota Klan Long mulai bermunculan dari balik kegelapan malam, membuat para prajurit terlihat panik.


Saat itu juga pertarungan antara kedua belah pihak, langsung pecah, membuat penjaga gerbang Klan Wu terlihat ketakutan.


" Saudara... Bagaimana ini?" Tanya salah satu penjaga gerbang.


" Kita tidak bisa melakukan apapun, anggota Klan Wu sedang menjalankan tugas." Penjaga gerbang yang lain menghela nafas berat, karena mereka tidak mungkin bisa menghadapi gerombolan sosok yang mencoba menerobos masuk ke kediaman mereka.


" Kalian tidak perlu khawatir. Biar masalah ini menjadi urusan kami." Salah satu Tetua Klan Long yang menggunakan pakaian serba hitam, muncul di depan pintu gerbang.

__ADS_1


Tanpa membuang waktu, Tetua itupun langsung melesat ke arah pertarungan untuk membantu anggota Klan Long yang lain.


Di sisi lain para penjaga gerbang saling berpandangan, karena mereka telah mendapatkan bantuan dari beberapa sosok yang tidak dikenal.


" Kita kumpulkan semua anggota Klan Wu untuk berjaga disini!" Pemimpin penjaga gerbang memberi perintah kepada bawahannya, untuk bersiap untuk menghadapi para penyusup yang mencoba menerobos masuk.


Meskipun para penjaga mendapatkan bala bantuan, namun mereka juga harus waspada, karena sekelompok orang yang sedang bertarung, tidak ada satupun yang mereka kenal.


" Baik pemimpin." Jawab beberapa penjaga, lalu berpencar untuk mengumpulkan anggota Klan Wu.


Sedangkan di tempat yang cukup jauh dari pintu gerbang, para prajurit yang sedang bertarung melawan anggota Klan Long, kini terlihat panik karena dari segi Kultivasi, mereka telah kalah.


Untuk para warga yang sedang beristirahat di kediaman masing-masing, kini terlelap dalam mimpi, tanpa mengetahui apa yang sedang terjadi karena jaraknya cukup jauh dari wilayah kediaman keluarga Klan Wu.


" Sialan... Mengapa bisa begini?" Penasehat militer, berkeringat dingin, karena satu-persatu para prajurit bertumbangan dengan kondisi menggenaskan.


Wuush!


Sosok bayangan hitam melesat cepat ke arah penasehat militer, hingga berdiri di depan matanya.


" Akulah lawanmu." Tetua Pertama yang sudah berdiri di depan penasehat militer, langsung melesat cepat sambil mengayunkan tangannya.


Karena tidak ada pilihan lain, penasehat militer mengerahkan seluruh kemampuannya untuk menyambut serangan dari Tetua Pertama.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Pertarungan antara kedua belah pihak, menciptakan gelombang energi yang menyebar ke berbagai arah.


Mendapatkan serangan bertubi-tubi dari Tetua Pertama, penasehat militer semakin terdesak.


Di sisi lain, Long Yuanzhi yang sudah memulihkan diri, kini kembali memetik kecapinya, untuk membantu anggota Klan Long dengan menggunakan serangan jarak jauh.


Setelah melakukan pertarungan cukup lama, kini penasehat militer dan para prajurit berhasil dikalahkan, lalu diringkus dan dibawa ke arah pintu gerbang Klan Wu.


Melihat kedatangan sekelompok berpakaian hitam, para penjaga gerbang langsung meningkatkan kewaspadaan.


" Maafkan kami telah mengganggu ketenangan kalian. Kami datang kesini sesuai permintaan Guru Suci atau Shen Long." Menyadari kekhawatiran anggota Klan Wu, Tetua Pertama langsung bersuara.


" Shen Long?" Wu Cuilan yang kebetulan berada di tempat itu, langsung berjalan mendekati anggota Klan Long.


" Shen Long adalah keponakanku. Apa kalian berasal dari Klan Long?" Tanya Wu Cuilan, sambil menatap beberapa sosok yang berada di depannya.


Tetua Pertama mengangguk kecil, lalu memberi isyarat kepada anggota Klan Long untuk mengikat para prajurit yang sudah tidak sadarkan diri.

__ADS_1


Long Yuanzhi yang mendengar perkataan dari Wu Cuilan yang mengatakan bahwa Shen Long adalah keponakannya, langsung menghampiri wanita itu, sambil menundukkan kepala.


__ADS_2