
Di sisi lain Shen Long yang sejak awal mendengar percakapan mereka, kini terlihat gugup karena takut jika perbuatannya ketahuan.
Shen Long pun melirik ke arah Yan Rou Lie, lalu melirik ke arah gadis bercadar yang tidak jauh dari tempatnya.
Seandainya saja Shen Long mengakui perbuatannya itu, maka Sekte Seribu Pedang dapat dipastikan rata dengan tanah, apalagi Sekte yang dia tempati tidak diakui oleh pihak Kerajaan Qing.
Sementara Cang Li Yuan juga ingin menceritakan kejadian yang menimpanya, namun dia berfikir bahwa sosok yang telah merenggut kesuciannya adalah murid dari Sekte Giok Hitam dan Sekte Bambu Kuning dimana mereka semua sudah mati, maka kematian keenam peserta itu akan dipertanyakan.
Untuk Yan Rou Lie sendiri tidak berani berkata apapun, karena dia menyadari bahwa Sekte Seribu Pedang pasti tidak akan mendapatkan perlakuan khusus.
Melihat kegelisahan Yan Rou Lie, Shen Long ingin menceritakan kejadian itu setelah mereka sudah pulang dari turnamen.
Meskipun Shen Long masih belum siap untuk memikirkan ke jenjang pernikahan, namun mau tidak mau dia harus mempertanggung jawabkan perbuatannya dan berharap agar Yan Rou Lie masih memberi waktu agar mereka bisa menjadi lebih kuat lagi.
" Untuk Sekte Giok Hitam, silahkan tinggalkan tempat ini. Saya beri waktu selama satu minggu untuk memberikan kompensasi kepada pihak korban. Jika tidak, maka jangan salahkan kami jika harus bertindak lebih jauh lagi." Jun Lixing dengan nada mengancam, lalu meninggalkan tempat tersebut sambil melirik ke arah Jun Yun dan Jun Mei Yin berusaha untuk menahan diri.
Tujuan Jun Lixing mengundang Sekte Seribu Pedang tidak lain karena ingin menemukan kedua anaknya tersebut, karena dia pernah menitipkan anaknya di depan pintu gerbang Sekte Seribu Pedang saat mereka masih kecil.
Melihat Matriak Jun Lixing sudah meninggalkan arena, kini Shen Long bernapas lega karena gadis bercadar tidak menceritakan kejadian itu.
Sedangkan Tetua Sekte Giok Hitam dan salah satu Guru, kini memasang wajah memerah padam menahan malu karena diusir secara tidak hormat.
Namun mereka sedikit bernafas lega karena Sekte Pedang Suci membatalkan rencana penyerangan terhadap Sekte Giok Hitam.
Saat kedua sosok tersebut sudah pergi, Tetua Cang Mu langsung kembali ke atas mimbar untuk melanjutkan seleksi.
" Sekarang seleksi kedua sudah selesai. Mengingat hari sudah sore, maka kita lanjutkan besok pagi agar para peserta yang terluka bisa memulihkan diri." Ucap Cang Mu, meskipun para peserta telah ditangani oleh para medis, namun mereka tetap membutuhkan waktu untuk memulihkan tenaga dalam pasca penyembuhan.
Semua yang berada di tempat itu satu-persatu meninggalkan tempat tersebut kembali ke tempat masing-masing.
__ADS_1
" Long'gege, sepertinya kamu kesulitan untuk menghilangkan Aura Pembunuh yang kamu miliki. Kebetulan saya mendapatkan cairan ajaib yang bisa menghapus Aura Pembunuh dengan seketika." Jun Mei Yin memberikan sebuah botol yang berisi air ajaib, meskipun dia sendiri tidak mengetahui nama air tersebut.
Jun Mei Yin mendapatkan air ajaib tersebut dari Dunia kecil yang dia miliki, meskipun tidak terlalu berguna untuk kalangan Kultivator, tapi bisa menghilangkan Aura Pembunuh.
" Terimakasih Yin'er." Shen Long memang tidak membutuhkan air ajaib tersebut, namun sangat berguna untuk menghilangkan Aura kematian dari Pedang Kesunyian yang ada di Alam Jiwanya.
Shen Long mengetahui efek samping air ajaib tersebut jika digunakan oleh para Kultivator, maka bisa mengganggu saraf mereka dimana Aura Pembunuh akan menyerang balik.
Namun untuk sebuah Pedang, maka efek tersebut tidak berfungsi.
Saat berada di kamarnya, Shen Long langsung membersihkan diri lalu mengambil tempat untuk duduk bermeditasi.
Shen Long yang sudah berada di Alam Jiwa, kini menatap ke arah pedang yang berwarna hitam pekat tersebut sambil memegang botol yang diberikan Jun Mei Yin sebelumnya.
" Senior Louzhy, apa kamu bisa mendengarku?" Tanya Shen Long sambil menatap Pedang Kesunyian.
" Saudara Long, apa yang kamu lakukan dengan cairan itu?" Guang Louzhy dapat merasakan isi dari botol tersebut, sehingga dia merasa khawatir.
" Saudara Long, Apa kamu ingin membunuhku?" Guang Louzhy tidak menyangka bahwa Shen Long akan bertindak sejauh itu.
" Senior Louzhy, kamu sudah berusia lebih dari seribu tahun berada di Pedang Kesunyian. Seharusnya kamu sudah menjadi leluhurku.
" Saudara Long, asal kamu tau jika aku memiliki raga seperti semula, aku masih seorang gadis yang masih berusia 17 tahun. Karena aku terkurung di Pedang ini, maka usiaku tidak akan bertambah. Jadi itu wajar jika aku memanggilmu Saudara. Meskipun seribu tahun lagi, usiaku masih seperti ini." Guang Louzhy sangat kesal karena Shen Long menganggapnya sudah tua.
Bahkan jika Guang Louzhy memiliki wujud, maka dia ingin mencekik leher pemuda itu hingga sampai mati.
Guang Louzhy sangat tidak terima jika dirinya dibilang sudah tua, ditambah lagi Shen Long ingin menyiram air ajaib di Pedang Kesunyian, maka dirinya akan kesakitan meskipun hanya berbentuk roh.
" Baiklah Saudari Louzhy, aku minta maaf." Ucap Shen Long.
__ADS_1
" Permintaan maafmu tidak tulus. Huuffh." Guang Louzhy mendengus kesal.
Jika saja Shen Long mengetahui ekspresi dari Guang Louzhy, maka dia akan tertawa lepas karena tingkah roh gadis itu lebih dari sikap Jun Mei Yin.
" Aku minta maaf karena membuatmu kesakitan. Tapi aku harus memiliki Pedang Kesunyian ini." Shen Long langsung menyiram Pedang Kesunyian.
" Aaarrrggghhhh."
Guang Louzhy berteriak keras seperti merasa kesakitan karena air ajaib tersebut membuat Shen Long merasa tidak enak.
Namun karena tidak ada pilihan lain, Shen Long harus melakukan hal tersebut karena dia ingin memiliki Pedang Kesunyian.
Seketika Alam Jiwa milik Shen Long berubah menjadi gelap, dimana sendiri merasa sakit di kepalanya.
" Ada apa ini? Kenapa bisa berimbas kepadaku?" Shen Long berkeringat dingin sambil memegang kepalanya dimana kepalanya seperti mau pecah.
Kini Aura kematian menyebar ke seluruh Alam Jiwanya, dimana pandangan Shen Long menjadi gelap hingga tersungkur berteriak kesakitan.
" Aaarrrggghhhh."
" Aaarrrggghhhh."
Baik itu Shen Long maupun Guang Louzhy, mereka sama-sama berteriak keras saling bersahutan hingga menggema di seluruh alam jiwa.
" Brruuk." Shen Long tersungkur tidak sadarkan diri karena sudah tidak mampu menahan rasa sakit di kepalanya.
Di jasad kasar Shen Long, kini asap tebal berwarna hitam pekat menyebar ke seluruh anggota tubuhnya hingga merasuki kulit, daging, nadi bahkan sampai ke tulangnya.
Kini seluruh tulang Shen Long langsung berubah berwarna hitam pekat, namun kualitas tulangnya semakin meningkat.
__ADS_1
Begitupun dengan urat-urat nadinya kini juga berubah berwarna hitam pekat, hingga menjalar ke meridiannya.