Bangkitnya Pendekar Naga

Bangkitnya Pendekar Naga
Ch 331. Terlalu Percaya Diri


__ADS_3

Dengan kecepatan secepat bayangan, Shen Long terus memburu dan membunuh anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu, membuat mereka menjadi pucat.


Wuush! Wuush! Wuush!


Dalam satu kali tarikan nafas, Shen Long mampu membunuh puluhan pihak lawan, hingga dengan seketika anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu berkurang secara drastis.


Ggooooaaarr!


Terdengar suara Auman keras dari kerumunan pihak lawan, dimana terlihat seekor Serigala yang merupakan Hewan Kontrak milik Xiao Ai Qing terus menerjang dan menerkam mereka.


Duuung!


Duuung!


Duuung!


Long Yurou juga tidak mau kalah, langsung menggunakan teknik Formasi untuk menekan pergerakan pihak lawan.


Buussshh!


Buussshh!


Buussshh!


Puluhan gelembung air keluar dari mulut Long Yurou, melesat cepat ke arah pihak lawan.


Bboooom!


Bboooom!


Bboooom!


Setiap gelembung air meledak, puluhan Kultivator dari pihak lawan menjadi kabut darah.


" Gawat! ketiga hewan buas ini sangat berbahaya." Para Tetua Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu berkeringat dingin karena kedua hewan buas tersebut bergerak liar terus membunuh anggota mereka.


Ggooooaaarr!


Kwaaaak!


Naga Bersayap dan Phoenix yang berada di atas udara, kini menyambar lautan anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu, membuat mereka semakin panik.


Wuush! Wuush! Wuush!


Yan Rou Lie dan Jun Mei Yin turun dari udara bersama dengan Lan Nalan, Jun Yun, Cang Mu dan para Tetua Sekte Pedang Suci.


Melihat datangnya bala bantuan tersebut, membuat anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu ingin menangis, karena sebanyak apapun mereka, tidak mampu menghalau amukan dari Guang Louzhy, Long Yurou dan Qinglong.

__ADS_1


Ditambah lagi dengan datangnya Jun Mei, Yan Rou Lie, Shenyin dan Longlie, membuat anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu seakan tidak berdaya.


" Sialan... Kenapa ada Hewan Ilahi dan Hewan Suci disini." Patriak Sekte Bambu Kuning memasang wajah jelek saat melihat kelima hewan buas terus memburu dan membunuh anggotanya.


Bahkan Patriak Klan Hu yang menyelesaikan pertarungannya dengan Jun Lixing, kini langsung melesat ke arah Shen Long.


" Terlalu percaya diri." Gumam Shen Long, sambil menatap ke arah pria sepuh yang melompat ke arahnya.


Wuush!


Shen Long melesat cepat ke arah Patriak Klan Hu sambil mengayunkan pedangnya untuk menyambut serangan tebasan tersebut.


Traaang!


Pedang yang berada di tangan Patriak Klan Hu terpotong dengan sempurna, dimana Shen Long yang kini diselimuti Petir Naga Surgawi, kembali mengayunkan pedangnya dengan kecepatan penuh.


Slaaash!


Sebuah tebasan yang sangat kuat, membuat tubuh Patriak Klan Hu terbelah menjadi dua bagian.


" Bunuh pemuda itu!" Salah satu Tetua menunjuk ke arah Shen Long.


Wuush! Wuush! Wuush!


Puluhan Tetua yang sudah mencapai Pendekar Suci tingkat 6 dan 7 melesat cepat ke arah Shen Long.


Traaang! Traaang! Traaang!


Puluhan pedang dari para Tetua bersarang di tubuh Shen Long, namun hanya mampu melukai pakaiannya saja.


" Apa-apaan ini." Patriak Sekte Bambu Kuning yang menyaksikan bahwa tubuh Shen Long yang terlihat tidak ada goresan sedikitpun, seakan tidak percaya.


" Hanya itu saja kemampuan kalian?" Shen Long seringai lebar sambil mengayunkan pedangnya untuk menyerang balik ke para Tetua yang mengepungnya.


Traaang!


Slaaash!


Shen Long yang tidak peduli dengan serangan tebasan dari para Tetua, terus membunuh mereka satu-persatu.


" Kenapa pedang kita tidak mampu menggores kulitnya?" Para Tetua berkeringat dingin karena tidak ada celah untuk melukai tubuh Shen Long.


Di sisi lain Shen Long masih berdiri kokoh dan bergerak cepat untuk membunuh para Tetua.


Melihat situasi yang tidak baik, Patriak Sekte Bambu Kuning memberi isyarat agar anggotanya untuk mundur.


Wuush!

__ADS_1


Shen Long yang sudah berhasil membunuh semua para Tetua dari pihak lawan, kini melesat cepat ke arah Patriak Sekte Bambu Kuning dengan kecepatan tinggi.


Patriak Sekte Bambu Kuning yang sudah melarikan diri, kini merasakan hawa kematian dari arah belakang.


Slaaash!


Sebelum Patriak Sekte Bambu Kuning membalikkan badannya, Pedang Kesunyian di tangan Shen Long, berhasil membelah tubuh sosok tersebut menjadi dua bagian.


" Kalian pikir bisa pergi dari sini setelah datang kesini." Gumam Shen Long yang kini seluruh pakaiannya sudah banyak mengalami robekan, kini menoleh ke arah pihak lawan yang masih tersisa.


Wuush!


Shen Long kembali bergerak cepat ke arah anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu yang ingin melarikan diri.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Tebasan demi tebasan dari Shen Long, membuat mereka tidak bisa melarikan diri lagi, karena Shen Long yang amarahnya memuncak dengan mudah membunuh mereka dalam satu kali tebasan.


" Tuan Pendekar... Tolong ampuni kami. Kami tidak akan menggangu kalian lagi." Ucap beberapa sosok yang sudah frustasi karena sosok yang mereka lawan seperti seorang monster yang haus darah.


Tubuh Shen Long yang bersimbah darah, kini menatap tajam ke arah mereka, membuat para Kultivator dari pihak lawan merasa ngeri.


" Tidak ada satupun dari kalian yang bisa melarikan diri." Bersamaan dengan ucapannya, Shen Long kembali melesat cepat untuk membunuh mereka yang sudah berlutut di depannya.


Slaaash! Slaaash! Slaaash!


Dengan sebilah pedang di tangannya, Shen Long tidak menghentikan aksinya untuk membunuh anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu yang berada di depannya.


Di sisi lain keempat Istri Shen Long, kini memilih untuk membantu anggota Klan Hao yang banyak mengalami luka berat, karena Shen Long dan kelima Hewan Kontrak masih mampu mengalahkan anggota Sekte Bambu Kuning dan Klan Hu yang tersisa.


Sesaat tatapan keempat wanita itu tertuju pada sosok wanita yang menggunakan topi tudung yang tergeletak di tanah.


" Cepat bantu wanita itu!" Ucap Xiao Ai Qing, sambil menunjuk ke arah wanita yang menggunakan topi tudung.


Sesaat keempatnya melesat ke arah wanita tersebut, lalu membuka topi tudung dan cadarnya, membuat Yan Rou Lie, Cang Li Yuan dan Jun Mei Yin sontak kaget.


" Ibu." Jun Mei Yin berteriak keras, tidak menyangka bahwa sosok tersebut adalah ibunya sendiri.


Antara marah dan bersedih, Yan Rou Lie, Cang Li Yuan dan Jun Mei Yin berdiri mematung di samping Jun Lixing yang tergeletak di tanah.


" Putriku... Maafkan ibu nak. Aku bukan ibu yang baik." Dengan sekuat tenaga, Jun Lixing menatap ke arah Jun Mei Yin dengan sisa tenaganya.


Melihat kondisi ibunya yang sangat mengkhawatirkan, dengan terpaksa Jun Mei Yin mengangkat tubuh ibunya dengan perasaan sedih.


Sesaat kemudian Jun Yun juga datang ke tempat tersebut saat mendengar teriakan dari Jun Mei Yin.


" Ibu." Jun Yun terlihat panik, lalu merangkul tubuh Ibunya.

__ADS_1


Jun Lixing pun tersenyum saat melihat kedatangan kedua anaknya, terlebih untuk Shen Long yang baru saja muncul di tempat itu, kini Jun Lixing menatap ke arah Shen Long penuh harap.


__ADS_2