
Karamel duduk di bangku samping brankar Henry, bayangan kejadian empat tahun yang lalu dengan bayangan kejadian yang sekarang membuatnya sangat down.
Trauma, Karamel memang memiliki trauma berat akan kejadian empat tahun yang lalu.
"Kenapa ada orang yang rela mati demi gue?" gumam Karamel.
"Gue bahkan nggak perduli sama mereka yang rela mati demi gue," katanya lagi.
"Vian, gue tahu selama lo ikut sama gue, lo diem-diem pendam perasaan lebih dari seorang tangan kanan dan teman, gue tahu lo cinta sama gue tapi gue nggak pernah mengindahkan perasaan lo, gue enggak pernah perduli sama perasaan cinta lo," kata Karamel.
"Sekarang gue tahu Henry cinta sama gue tapi gue enggak cinta sama dia," gumam Karamel.
"Vian," gumam Karamel menenggelamkan wajahnya di brankar Henry.
..............
Andi dan Luhan terpaku di depan pintu saat mendengar ucapan Karamel yang menyebut nama Vian.
"Kau mendengar itu, Lu?" tanya Andi.
"Vian," sahut Luhan.
Andi mebalikan badannya untuk duduk di bangku luar ruangan perawatan Henry, begitu juga dengan Luhan yang duduk di samping Andi.
"Penyelidikanku tentang laki-laki terdekat Nona muda Aramoy tidak ada yang bernama Vian," ucap Luhan.
"Coba kau cari tahu lagi, Lu." sahut Andi sehingga Luhan langsung mengeluarkan laptop dari tasnya lalu Luhan mencoba untuk mencari tahu laki-laki yang di sebutkan oleh Karamel tadi sampai beberapa menit kemudian.
"Tidak ada," ucap Luhan.
"Kenziro adalah kakak kandungnya Nona, Faza adalah sepupunya Nona, Leo adalah pacarnya, Aryan adalah teman masa kecilnya, Adit dan Diky adalah teman dekatnya saat sma, Dito dan Bobby itu temannya juga tapi tidak terlalu dekat dengan Nona, sama seperti Rio dan Abdi temannya Nona juga tapi tidak terlalu dekat dengan Nona." ucap Luhan.
"Biyan adalah kakak dari sahabat Nona yang lumayan dekat dengan Nona lalu kedua sahabat Biyan yang bernama Kevin dan Rendi juga lumayan dekat dengan Nona," sambung Luhan.
"Apa tidak ada lagi?" tanya Andi.
"Masih ada dari sekolahan lain tapu tidak ada yang bernama Vian," ucap Luhan.
"Jika laki-laki yang bernama Vian adalah orang yang spesial bagi Nona maka Bos akan marah dan mungkin bersedih, Lu." ucap Andi mulai khawatir dengan sang bos yang di mana sangat mencintai Karamel.
__ADS_1
"Semoga saja Nona tidak ada hubungan apa-apa dengan laki-laki yang bernama Vian itu." sahut Luhan dan di balas anggukan oleh Andi.
.............
...Ruang perawatan Henry _ 22 : 20 PM....
"Kapan cowok mesum ini bangun?" gumam Karamel.
"Nona?!" tiba-tiba Luhan memanggil Karamel sehingga Karamel menengok ke arah Luhan di pintu.
"Ada apa?" tanya Karamel.
"Tuan muda Fico ingin bertemu dengan anda, Nona." ucap Luhan pelan.
"Dia sudah sadar?" tanya Karamel dan di balas anggukan oleh Luhan.
"What's your name?" tanya Karamel.
"Luhan, Nona." jawab Luhan.
"Baiklah Luhan, kau jaga Henry sebentar aku akan segera kembali setelah bertemu dengan Fico." titah Katamel.
Karamel membuka pintu ruangan lalu berjalan mendekati brankar Fico dan Andi yang berdiri di samping kirinya, Fico menatap Karamel hingga Karamel berdiri di samping kanannya.
"Anda memanggil saya?" tanya Karamel formal.
"Maafkan aku manis. Karena amarah, aku menanam dendam pada kakakku sehingga aku menjadikanmu umpan untuk bisa membalaskan dendamku." lirih Fico tulus.
Fico benar-benar menyesal dengan tindakannya sendiri apalagi saat Andi menceritakan kehidupan Henry yang kesepian tanpa kedua Mommy, Daddy dan adik tirinya.
Henry memang marah pada Fico tapi Henry tidak membenci adiknya itu, bukti yang Andi tunjukan pada Fico membuat Fico merasa terpukul karena sudah mencelakai sang kakak.
"Aku marah karena Daddy membunuh kedua Mommyku demi kakak." sambung Fico nemun Karamel hanya bergeming menatap datar wajah Fico yang bersedih.
"Aku marah karena kakak tidak mempercayaiku dan malah membela Daddy," lirihnya.
"Aku marah karena kakak mengusirku," katanya lagi.
"Aku marah karena kakak tidak berhasil menjaga Mommy Agnes," tambahnya lagi.
__ADS_1
"Aku, aku, maafkan aku." lirih Fico.
"Saya sudah memaafkan anda," ucap Karamel cepat sehingga Fico mendongak menatap Karamel.
"Everything has happened, if you regret your mistake then fix it all," ucap Karamel membalas tatapan Fico.
(Semuanya sudah terjadi, jika kamu menyesali kesalahanmu maka perbaiki semuanya)
"Apa kau tidak marah denganku atau membenciku?" tanya Fico pelan.
"Jika saya marah dan membenci anda, apa yang harus saya lakukan? Membentak anda, memukul anda atau membunuh anda?" tanya Karamel membuat Fico speechlees.
"Sudah saya katakan semua sudah terjadi, tidak ada gunanya saya marah atau membenci anda, cukup anda perbaiki semuanya dan mulailah kehidupan baru bersama kakak anda tanpa rasa benci atau dendam." ucap Karamel dan Fico menganggukan kepalanya.
"Istirahatlah, saya permisi." ucap Karamel keluar dari ruang perawatan Fico.
"Manisku lebih dawasa dari kalian, Andi." sindir Fico pada Andi.
"Maafkan saya, Tuan." lirih Andi merasa bersalah karena sudah membentak Fico karena masalah penembakan sang bos.
"Tidak masalah, aku memang pantas kalian bentak." ucap Fico datar.
"Kakak, semoga kau mau memaafkan adik bod*hmu ini dan memulai semuanya dari awal lagi." batin Fico memejamkan matanya.
............
...Kediaman keluarga Sinaja....
Pagi-pagi Karamel pulang ke rumahnya dan langsung masuk ke dalam kamar mandi lalu berendam di bathtup selama 20 menit, setelah selesai Karamel langsung berganti pakaian dan berbaring di kasurnya.
Lelah, Karamel benar-benar lelah karena terus duduk di bangku semalaman, matanya sangat letih dan berat hingga tak lama kemudian karamel pun terlelap.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
__ADS_1