
Dua puluh lima menit berlalu tiba-tiba saat dua menit lagi pertunjukan akan segera di mulai Leo berdiri dari tempat duduknya.
"Eh mau ke mana lo?" tanya Diky pada Leo.
"Gue mau ke kamar," sahut Leo hendak pergi.
"Pertunjukannya tinggal dua menit lagi ini, tunggu bentar doang kenapa sih lo buru-buru amat," ucap Diky menghentikan langkah Leo.
"Gue gak bisa, Kara sendirian di kamar," sahut Leo sebenarnya merasa khawatir dengan sang istri yang ia tinggalkan sendirian di kamar.
"Lo ke kamar juga yang ada ganggu waktu istirahat dia, Leo," ucap Adit.
"Kalo pertunjukannya beneran kembang api, yang ada Kara kebangun dan di samping dia enggak ada gue." ucap Leo merasa tidak tenang dengan sang istri yang mungkin sangat membutuhkan dirinya sekarang.
"Kara juga udah gede, enggak perlu lo sekhawatir gitu sama dia." ucap Kenzi pahan akan kegelisahan sahabatnya itu.
"Kara itu istri gue jadi gue sebagai suami harus selalu ada buat dia," kata-kata Leo membuat yang lainnya bungkam.
Keterbungkaman mereka membuat Leo hendak melangkahkan kakinya untuk pergi namun tiba-tiba suara helikopter dari atas langit membuatnya berhenti dan menengok ke atas langit, begitu juga yang lainnya langsung mengangkat kepala mereka ke atas langit.
Ada delapan helikopter mengelilingi kapal pesiar itu lalu tiba-tiba empat helikopter menyalakan kembang api di sekeliling kapal pesiar itu membuat semua orang bertepuk tangan meriah karenanya.
"Andai kamu di sini, Sayang." batin Leo lirih mengingat sang istri sedang tidak enak badan.
Leo hendak pergi meninggalkan pertunjukan yang indah itu namun baru juga Leo berjalan empat langkah, dua helikopter menaburkan mawar merah yang sangat banyak ke kapal pesiar itu hingga lagi-lagi langkah Leo berhenti di buatnya.
"Ini bener-bener luar biasa," batin Leo tersenyum simpul mengangkat tangannya untuk menyentuh mawar yang jatuh menerpa dirinya.
Saat menyentuh taburan bunga mawar merah itu, di benak Leo hanya muncul wajah sang istri. Andai saat ini Karamel ada di samping Leo pasti wajah cantik Karamel akan berseri-seri melihat pertunjukan kembang api dengan taburan mawar merah ini.
Duarr! Ledakkan besar dari atas langit membuat semuanya langsung mendongakkan kepala mereka, begitu juga dengan Leo yang dengan perlahan mengangkat kepalanya untuk melihat apa yang terjadi di atas sana.
Srettt! Salah satu helikopter menurunkan sebuah poster besar yang panjang dengan bertuliskan,
...H A P P Y B R I T H D A Y M Y H U B B Y...
Seketika itu juga mata Leo membulat sempurna lalu Leo kembali membaca tulisan itu, "Happy birthday my hubby," ucap Leo mengernyitkan dahinya.
Bukankah ini acara pesta keberhasilan Aryan karena baru saja membuka studio pemotretannya di Singapura, lalu tulisan di poster itu apakah tidak salah? Pengucapan ulang tahun, untuk siapa?
Leo mengerutkan dahinya dengan mata yang terus menatap poster itu, dan seketika Leo sadar akan sesuatu. Ya, dia ingat hari ini adalah hari kelahirannya juga, mungkinkah?
"Kara," gumam Leo memanggil nama sang istri.
"Happy birthday to you, happy brithday to you, happy birthday, happy birthday ...." secara tiba-tiba semua orang bersorak menyanyikan lagu selamat ulang tahun mambuat Leo terkejut karenanya.
"Happyyy birthdayyy to youuuuu!" lagu hanya di akhiri oleh satu suara seorang wanita yang sedang membawa sebuah kue di tangannya.
Dia adalah Karamel yang tersenyum manis menatap sang suami yang tampak merasa suprise dengan semuanya.
Karamel berjalan ke arah sang suami, "Happy birthday to you, happy birthday to you ...." Karamel kembali bernyanyi.
"Happy birthday, happy birthday, happy birthday to you," di ikuti semua orang yang kembali bernyanyi untuk Leo.
__ADS_1
"Happy birthday my hubby," ucap Karamel berdiri tepat di depan sang suami.
"Sayang, apa semua ini?" tanya Leo.
"Coba tebak," sahut Karamel.
"Jangan bilang kalo pesta ini bukan buat Kak Aryan tapi buat aku," selidik Leo.
"Yeah! That's right, suamiku." ucap Karamel membuat Leo speechless.
Semua orang yang ada di pesta itu tentu sudah mengetahui tentang rencana Karamel namun untungnya semua orang bisa di ajak kerja sama dengan baik hingga Leo yang super duper pintar pun tidak bisa mengetahui bahwa pesta itu di gelar untuk dirinya.
"Bukannya tadi kamu lagi sakit?" tanya Leo dengan raut wajah sedih.
"Cuma salah satu strategi buat semua ini," sahut Karamel membuat Leo mengerutkan dahinya terkejut.
"Jadi kamu bohongin aku," ucap Leo dan Karamel menganggukkan kepalanya tanpa rasa bersalah sedikit pun.
"Woy Leo, sesi tanya-tanya bisa di lanjutin nanti aja. Sekarang lo tiup dulu tu lilinnya," pekik Adit membuat Leo menoleh ke arah para rombongan sahabatnya.
"Kamu punya hutang banyak penjelasan, Kara." sengit Leo membuat Karamel cekikikan.
"Siap Pak Bos." sahut Karamel kemudian Leo di minta untuk make a wish terlebih dahulu lalu setelahnya Leo meniup lilinnya.
"Nih potong kuenya," ucap Karamel memberi pisau kue plastik kepada Leo.
Leo memotong kuenya lalu di letakkannya di piring kecil, "Gue penasaran siapa yang bakal dapat suapan pertama!?" pekik Mika tanpa rasa malu.
Leo menatap Karamel namun Karamel malah tersenyum sembari menggelengkan kepalanya, Leo mengerutkan dahinya namun seperdetik kemudian Leo baru paham akan gelengan kepala sang istri dan langsung menatap sang mama tercinta.
"Selamat ulang tahun putra kesayangan Mama," ucap Yarra mencium kening Leo begitupun Leo yang mencium kening sang Mama.
Kemudian Leo melirikkan matanya ke arah sang Papa, "Terkadang anak sering salah paham dengan sebuah peringatan orang tua yang menyangkut pautkan nama baik keluarga. 'Jangan lakukan ini, jangan lakukan itu, ingat akan menjaga nama baik keluarga,' Leo sadar peringatan Papa dulu bukan karena Papa takut nama baik keluarga Mahendra hancur tapi semua itu Papa lakukan karena Papa perduli dengan Leo." ucap Leo melangkahkan kakinya mendekati sang papa.
"Jika saja Papa dulu tidak memberi peringatan pada Leo tentang nama baik keluarga, mungkin Leo sudah terjerumus ke hal-hal yang buruk dan pastinya masa depan Leo tidak akan sebagus sekarang." kini Leo berdiri di depan sang Papa.
"Makasih sudah membuat masa depan Leo cerah, Pah. Suapan kedua untuk pahlawan Leo." ucap Leo tersenyum tulus.
"Kamu adalah anak kebanggaan Papa, Leo." ucap Prasetya untuk pertama kalinya Leo mendengar sang Papa berucap demikian.
"Suapi Papa," pinta Prasetya membuka mulutnya dan dengan senang hati Leo langsung menyuapi sang papa.
Prokk ... prokk ... prokk ....
Entah kenapa moment ayah dan anak itu malah membuat semua orang bertepuk tangan, ada sebagaian merasa haru ada juga yang berasa bangga dengan Leo yang tidak ada rasa jaimnya di depan ramai orang.
"Selanjutnya untuk istriku tercinta, Karamel Listra Najasi Aramoy." ucap Leo mendekati Karamel dan langsung menyuapinya juga.
"Weh! Happy brithday buat lo si tukang phpin cewek," ucap Adit memeluk Leo dengan menepuk-nepuk punggungnya kasar membuat Leo hampir saja menjatuhkan piring yang ada di tangannya, dengan sigap Karamel mengambil piring itu.
"Sialan lo ngomongin masa lalu di depan bini gue," umpat Leo merasa malu mengingat masa lalunya.
"Bukan cuma phpin cewek doang tapi tu cewek-cewek di jadiin penghasilan duit dia juga. Selamat bertambah usia, Bro." ucap Diky sama seperti Adit memeluk Leo dengan agresifnya.
__ADS_1
Satu persatu semua orang mengucapkan selamat ulang tahun kepada putra kebanggaan Prasetya Mahendra sekaligus menantu pertama Sanjaya Adi Sinaja yaitu Cleo Rendra Agata.
"Are you happy?" tanya Karamel menatap Leo.
"Hem, makasih ya sayang." ucap Leo.
"Ada satu suprise lagi buat kamu," ucap Karamel.
"Apa?" tanya Leo kemudian Karamel menatap ke arah Aryan membuat Aryan menganggukkan kepalanya paham.
Duarr! Kembali di atas sana suara ledakkan besar dari kembang api membuat semuanya menatap ke arah atas.
Srett! Dan lagi-lagi salah satu helikopter menurunkan sebuah poster besar yang panjang dengan bertuliskan.
...H A I D A D D Y ♡...
Di bawah tulisan itu ada sketsa bayi tertawa sembari tangannya terangkat ke udara seperti sedang melambaikan tangannya ke arah mereka.
Semua orang merasa heran begitu juga Leo yang tidak paham dengan kata-kata sapaan 'hai Daddy' tersebut.
"Sayang, itu maksudnya ...." Leo berhenti bicara saat menoleh ke arah Karamel yang entah sejak kapan sudah memegangi kertas di tangannya dengan tulisan di atasnya.
...You're going to be a father...
Leo terpaku sembari menatap raut wajah Karamel yang tersenyum lebar, "Apa sih, kamu hamil?" tanya Leo dengan suara keras hingga orang-orang di dekatnya sontak menoleh ke arah Leo dan Karamel.
Karamel menganggukkan kepalanya pelan membuat Leo langsung memeluk erat tubuh Karamel.
"Ka-kamu hamil, sayang." ucap Leo dengan nada suara bergetar karena air mata haru sudah jatuh membasahi wajah Leo.
"Sayang, aku bakal jadi ayah," ucap Leo melepas pelukannya lalu menyentuh kedua pipi Karamel dan Karamel hanya menganggukkan kepalanya menangis karena mendengar Leo menangis.
Kecupan demi kecupan Leo hamburkan ke kening dan pipi Karamel membuat Karamel semakin deras air matanya.
"Gu-gue bakal jadi Paman dong," ucap Kenzi menunjuk dirinya sendiri.
"Gue juga dong," timpal Faza menunjuk dirinya sendiri.
"Lihatlah Sofia, putri kita Karamel sedang mengandung anak pertamanya," ucap Sanjaya berbicara menatap langit.
"Di sana Mama pasti udah tau duluan, Pah." sahut Kenzi menatap sendu papanya yang pastinya sangat merindukan sang mamanya, karena dirinya pun merasakan demikian.
"Kamu benar, Ken. Mamamu pasti udah lebih dulu tau kabar bahagia ini." sahut Sanjaya merasa sedih bercampur bahagia.
Kejutan yang kedua ini bukan hanya Leo namun semua orang merasa suprise dengan kabar berita kehamilan Karamel. Ya, selama ini Karamel tidak pernah memberitahu siapapun kabar kehamilannya dan kini tepat di hari ulang tahun sang suami, semua orang mengetahui bahwa dirinya sedang mengandung penerus keluarga Mahenda.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen, komen dan komen yang banyak. Sekalian juga jangan lupa mampir ke novel thor yang 'The ZERO'
Selamat membaca semua .....