Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 46


__ADS_3

Benar adanya, hari ini para guru sedang ada pertemuan penting hingga semua murid di bebaskan melakukan apapun asal jangan sampai mengganggu pertemanan antar guru.


Tanua merasa gabut berdiam diri di kelas sendirian alhasil wanita itu berjalan keluar kelas namun tiba-tiba saja tubuh Tania terjatuh ke lantai kala menabrak seseorang yang hendak masuk ke dalam kelasnya.


"Aduh kalo jalan liat-liat dong," umpat Tania.


"Kamu nggak apa-apa?" tanyanya membuat Tania membulatkan matanya kemudian wanita itu mendongakkan kepalanya.


"Leo," ucap Tania lalu Leo membantu Tania untuk bangun kemudian pria itu menarik tangan Tania.


"Lepas, kamu mau bawa aku ke mana? Banyak yang liat, Le!" bisik Tania memberontak tapi sia-sia saja karena genggaman tangan Leo sangat kuat hingga saat sudah berada di rooftop sekolah Leo menghentikkan langkahnya membuat Tania tersenak dan menabrak punggungnya.


"Aih!" ringisku membenarkan kaca mataku.


"Ceroboh," ucap Leo membalikkan badannya membuat Tania mendengus, jelas pria itu yang salah tapi dirinya yang di bilang ceroboh.


"Ngapain kita ke sini?" tanya Tania dengan gaya lugu, dan itu hanya akting.


"Aku kangen," ucap Leo dan tentu saja Tania mendengar dengan jelas.


"Apa?" tanya Tania pura-pura tidak dengar.


"Enggak ada," ucap Leo gugup karena dirinya tadi keceplosan di depan Tania.


"Oooh," sahut Tania.


"Kamu nggak kangen aku?" tanya Leo.


"Enggak," ucap Tania singkat.


"Bohong dikit nggak apa-apa kok, Yang, tapi jangan keseringan ya," ucapnya tersenyum sembari mengelus lembut puncak kepala Tania.


"Aku nggak bohong," ucap Tania namun detak jantung wanita itu di buat jedag jedug.

__ADS_1


"Iya, aku percaya kok." ucapnya.


Tringg ....


Tiba-tiba saja handphone Tania berdering namun Leo mengambil handphonenya di saku celana lalu ia mengernyit kala layar handphonenya tidak menampilkan apa yang ia duga.


"Bukan hp aku," gumamnya kemudian ia menatap Tania.


"Hp kamu?" tanya Leo.


"Ini pasti telepon dari Ayah, jadi ...."


"Ya udah di angkat aja," ucap Leo sehingga Tania mengeluarkan handphonenya lalu ia membuka layar handphonenya di mana itu menampilkan dua panggilan tak terjawab dari Aldy.


"Aldy," gumam Leo membuat Tania terbelalak kaget, bisa-bisa Leo marah karena Aldy menghubunginya di saat tidak tepat.


"Eh buk ...." Tania menghentikan ucapannya karena melihat Aldy berdiri di samping Leo.


"Kak Aldy, ngapain dia ke sini?" batin Tania.


"Tania ikut gue." titah Aldy tidak menghiraukan pertanyaan Leo.


Tania menyimpan kembali handphonenya di dalam saku lalu Tania hendak mendekati Aldy tapi tiba-tiba langkah Tania di cegah oleh Leo dengan menggeser tubuhnya untuk menutupi Tanua hingga kini Tania tepat berada di belakang Leo.


"Ada urusan apa lo sama pacar gue?" tanya Leo datar.


"Bukan urusan lo, minggir." ucap Aldy tak kalah datar.


"Tania pacar gue jadi gue berhak tahu semuanya." sengit Leo.


"Lo cuma sebatas pacarnya jadi jangan berlagak jadi suaminya yang seenak jidat lo bisa ngatur-ngatur dia," sahut Aldy sinis.


"Gue pacarnya dan lo ...."

__ADS_1


"Gue Kakaknya," potong Aldy geram membuat Tania memelotot sembari terperangah.


"Jangan sekarang! Gue mohon, gue mohon, Kak!" batin Tania.


"Pacar gue enggak butuh kakak-kakakan kayak lo jadi mendingkan lo pergi dari sini atau gue banting lo sekarang," sengit Leo.


Tania memiringkan kepalanya untuk menatap Aldy lalu Tania sengaja memasang wajah prihatin agar Aldy tidak membongkar identitasnya sekarang, Aldy yang menatap wajah memelas Tania hanya bisa menghela napas kasar.


"Gue ada urusan penting sama Tania," ucap Aldy pada Leo tapi masih menatap Tania.


"Tanpa izin gue Tania enggak akan pergi sama lo," ucap Leo membuat Aldy menatap tajam wajah Leo.


"Em! Leo, kayaknya ini penting deh jadi ...."


"Nggak ada," potong Leo tanpa menatap Tania dan masih setia menajamkan pandangannya pada Aldy.


"Aku satu kelas sama dia jadi kamu nggak bisa larang aku buat ngomong sama teman sebangku aku, gimana kalo ada kepentingan tentang kelas? Kamu mau tanggung jawab kalo misalkan aku di panggil ke ruang guru atau ruang BK atau ruangan lainnya?" ucap Tania panjang lebar.


"Tapi sekarang kan ...."


"Maaf tapi aku harus ikut dia sekarang," ucap Tania berjalan melawati Leo namun Leo menggenggam tangan Tania hingga Tania menoleh ke arah Leo yang seperti tidak rela bila harus membiarkan Tania pergi bersama Aldy.


"Sebentar aja," ucap Tania tersenyum tipis hingga dengan sangat terpaksa Leo melepas genggaman tangannya sehingga Tania dan Aldy berjalan turun dari rooftop.


"Anji*g!" pekik Leo marah saat Tania dan Aldy turun dari rooftop sekolah, Leo sangat ingin mencegah Tania tapi dirinya tidak mampu untuk menolak permintaan Tania.


.......


.......


.......


.......

__ADS_1


...,,,,, Bersambung ,,,,,...


__ADS_2