
New York (Malam).
Setelah beberapa jam mengobrol dengan Leo dan Karamel, Abdi menyimpan handphonenya kembali di dalam saku celananya.
"Udah mau jam tengah malem, lo pulang sana," nada suara Firgy terdengar seperti mengusir Abdi.
"Lo ngusir gue?" tanya Abdi.
"Udah hampir tengah malam, Abdi, gue mau tidur." ucap Firgy datar membuat Abdi heran akan sikap Firgy yang kembali menjadi dingin.
"Lo kenapa sih Fir? Marah karena Kara sama Leo terus-terusan ngomongin tentang kita berdua tadi?" tanya Abdi.
"Ssttt! Enggak usah di bahas mending lo pulang sekarang, gue mau tidur," Firgy terus-terusan menyuruh Abdi untuk pulang.
"Kalo gue enggak mau, lo mau apa?" tanya Abdi berniat menggoda Firgy.
Firgy tersenyum menatap Abdi.
"Mau gue lempar dari balkon juga boleh," ucap Firgy seketika merubah raut mukanya menjadi datar, sontak Abdi tersentak kaget.
"Sadis amat neng," desis Abdi.
"Sana pulang," ucap Firgy pelan.
"Kalo lo nggak suka sama gue, tinggal bilang aja langsung jangan sok-sokan ngusir secara halus kayak gitu, tau diri kok gue kalo ini bukan tempat gue." ucap Abdi membuat Firgy mengerutkan dahinya tak percaya Abdi bisa bicara sekasar itu.
"Lo ...."
Firgy hampir akan mengatakan rasa kagetnya atas sikap Abdi yang berbicara kasar.
"Gue cape, gue mau istirahat!" seru Firgy lirih lalu pergi meninggalkan Abdi sendirian.
Abdi hendak menggapai tangan Firgy namun gagal.
"Anji*g lo Di, kenapa bisa kelepasan sih gue ngomong kayak gitu tadi," ucap Abdi menggerutui dirinya sendiri.
Abdi berfikir Firgy terlalu menunjukkan rasa tidak sukanya dengan Abdi, maka dari itu Abdi merasa kesal kala Firgy terus-terusan mengusir dirinya.
Di sisi lain di dalam kamar, Firgy meneteskan air matanya karena ulah Abdi yang berucap kasar pada dirinya. Apa benar Abdi mencintai Firgy? Cinta macam apa yang ada dalam diri Abdi hingga kata-kata kasar itu keluar dari mulutnya.
..............................
...Indonesia...
Karamel belum ada kesempatan bercerita dengan Leo karena setelah mengakhiri panggilan dengan Abdi, tiba-tiba Jeffry datang dengan memberitahu Leo ada briefing penting dengan salah satu klien dari Jepang.
Leo menyuruh Karamel untuk pulang bersama Kevin dan Rendi, lalu Karamel patuh akan perintah Leo.
Namun itu hanya di depan Leo saja, Karamel tidak benar-benar patuh, dirinya menyuruh Kevin dan Rendi pulang duluan karena Karamel ada uruasn penting yang harus ia selesaikan.
Tentunya Karamel sudah mempersiapkan semuanya, dirinya keluar dari kantor dengan penampilan yang berbeda layaknya seperti seorang karyawan dari kantor Binondra Group.
Ketika Karamel keluar dengan mengganti celananya dengan rok yang di ambil dari ruangan rak buku Leo lalu memakai masker dan kaca mata bening, tidak ada seorangpun mengenali Karamel.
__ADS_1
Di dalam taxi, Karamel menyuruh supir taxi untuk mengikuti kemanapun mobil Leo pergi.
Karamel membuka laptop milik Leo yang ia bawa untuk memeriksa sesuatu.
"Orang yang memata-matain Leo kok makin nambak banyak aja sih," gumam Karamel kesal, mau tak mau Karamel mengeluarkan handphonenya
"Halo," Karamel menelepon seseorang.
"Tumben lo nelepon gue," sahut seseorang wanita dengan nada angkuh, persis seperti Karamel.
"Waktunya lo keluar sekarang, bawa senjata gue," titah Karamel mengabaikan ucapan si wanita itu.
"Bukannya semua anggota keluarga lo enggak ada yang di Indonesia ya?" tanya wanita itu membuat Karamel geram.
"Gue shareloc tempatnya sekarang," ucap Karamel masih dengan nada santai.
"Gue lagi sibuk, Bos." alibi wanita itu membuat Karamel mau tak mau mengeluarkan aura membunuhnya.
"Becca Crofcodra, gue lagi enggak main-main sama lo, bawa senjata gue ke lokasi yang gue kirim atau lo urusin kesibukan lo dan jangan pernah anggap gue sebagai Bos lo lagi!" pekik Karamel lantang hingga sang supir taxi pun ikut merinding saat mendengarnya.
"Aduh Yo! Ini kenapa seram banget toh si embaknya," batin si supir itu ketakutan.
"O-oke! G-gue siapin sekarang, lo shareloc tempatnya di mana," imbuh wanita yang bernama Becca itu terbata-bata.
Karena Becca telah patuh, Katamel tidak mengucapkan apa-apa lagi dan langsung mematikan sambungan teleponnya.
^^^Karamel^^^
Pesan Karamel kepada Becca hingga di tempat Becca sekarang yang sedang membaca pesan itu langsung muram seketika.
"Aish! Nona Bos gue kok gampang banget sih marahnya," umpat Becca menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Lagian bukannya keluarga Bos ada di luar negeri semua ya? Siapa sih yang mau Bos lindungin?" gumam Becca menyimpan handphonenya di saku jaketnya.
"Atau jangan-jangan ada orang yang mau Nona Bos incer lagi?!" pertanyaan-pertanyaan Becca sungguh memusingkan kepalanya sendiri.
Becca Crofcodra adalah salah satu mafioso wanita The Shadow Of The Queen yang lumayan akrab dengan Karamel, Becca di beri kebebasan oleh Karamel untuk melakukan apa saja yang Becca mau termasuk berbicara non formal pada Karamel.
Selama bertahun-tahun Becca selalu menjadi anak buah tersembunyi Karamel, Becca jarang muncul di depan Karamel karena perintah Karamel hanya boleh mengizinkan Becca bertemu dengannya jika dirinya sedang membutuhkan bantuan Becca saja.
Seperti saat ini Becca tahu ketika Karamel meminta untuk di bawakan senjatanya pasti ada orang yang ingin Karamel lindungi atau Karamel incar, tapi Becca tahu apa yang di alami Karamel karena informasi penyerangan bersama di Kanada antar mafia nomor satu dan mafia nomor dua sudah menyebar luas di dunia gelap.
Namun Becca tidak tahu informasi Karamel telah menikah dengan Leo, alhasil Becca hanya mengikuti perintah Karamel tanpa tahu orang yang ingin di lindungi Karamel adalah suaminya yaitu Leo.
Becca menggunakan mobil BMW anti peluru menuju lokasi yang di kirim oleh Karamel tadi.
Di tempat lain Karamel hampir membanting laptop Leo karena emosi melihat banyaknya orang yang mengincar sang suaminya.
"Aku mohon bantu aku melindungi suamiku dari orang-orang jahat itu, Tuhan." do'a Karamel.
Karamel memejamkan matanya, bibir tipis Karamel terus memanjatkan do'a untuk keselamatan sang suami, sang supir taxi yang mendengar gumaman Karamel tersenyum lebar dan ikut serta berdo'a di dalam hatinya.
Setelah sampai di sebuah restoran mewah, Karamel mengeluarkan uangnya untuk membayar ongkosnya.
__ADS_1
"Makasih ya pak," ucap Karamel memberi 370 ribu pada sang supir taxi.
"Sama-sama mbak, semoga misi dalam menyelamatkan suaminya berhasil ya mbak." ucap sang supir itu tiba-tiba membuat Karamel tersenyum mengangguk.
"Amin, makasih pak," ucap Karamel tersenyum tipis dan langsung keluar dari taxi.
Ketika Karamel keluar dan taxi itu pergi, sebuah mobil BMW berhenti tepat di depan Karamel sehingga Karamel masuk ke dalam mobil itu.
"Siang Nona Bos, apa kabar? Siapa target kita hari ini?" tanya Becca tersenyum lebar.
Karamel menunjukkan laptop yang menampilkan banyaknya titik-titik merah di sekitar mereka.
"Sebanyak ini?" tanya Becca tercengang.
"Waspadai orang yang mau nyerang suami gue," ucap Karamel sangat datar.
"What? Who is? Husband? You? Really? Since when?!" pekik Becca sangat terkejut hingga bicara saja terbata-bata.
Karamel melirik jengah ke arah Becca lalu Karamel menunjukkan foto pernikahannya dengan Leo.
"Fhutt, fhutt!"Becca bersiul kala melihat wajah suami Karamel yang tampan.
"Ala-mak, ganteng kali lah lakinya Nona Bosku ini," pekik Becca meraba foto Leo penuh sensual hingga Karamel melotot tidak suka dan merampas handphonenya kembali dari tangan Becca.
"Sejak kapan jatuh cinta sama cowok, Bos?" tanya Becca membuat Karamel melebarkan matanya.
Pertanyaan macam apa itu? 'Sejak kapan jatuh cinta dengan cowk?' oh Becca apakah Karamel tidak normal di matamu sampai-sampai kamu berani berucap begitu dengan nona bosmu sendiri.
"Mau mati sekarang?" tawar Karamel membuat Becca cengengesan mengangkat kedua tangannya ke atas.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
Possessivenya si Karamel wkwk....
Banyak kah di antara kalian yang merasa kesal karena selalu banyak konflik namun kebahagiaan hanya ada beberapa part saja ....???
Mungkin banyak!!
Author pengen mempercepat update biar kalian enggak penasaran gitu tapi waktu author di sibukkan juga sama urusan dunia nyata jadi mohon di mengerti ya kakak-kakak.
Sabar! Kebahagiaan akan datang di saat yang sudah di tentukan. 😊😊😊
Salam hangat dari Author cici ....
Jangan lupa dukung author cici dengan terus vote, like dan komen ya. Buat yang mau kasih tips juga boleh ya. Terima kasih atas antusias kalian semua kakak-kakak.
Selamat membaca semua 😉😉
__ADS_1