
Karamel tersentak kala alat di tengkuknya kembali bergetar dan benar saja tiba-tiba ada kaki seseorang berdiri tepat di depan Leo dan Karamel, Karamel merasa was-was akan pemilik kaki itu sedangkan Leo memasukkan tangannya ke dalam jas dan memegang pistolnya untuk langsung menembak jika pemilik kaki itu mengenali mereka berdua.
Pemilik kaki itu membalikkan badannya namun tiba-tiba ada suara tembakkan yang mengejutkan semua orang lagi.
Dorr ....
"Akhhh !!!" pekik semua orang.
"Argg Ffu*k," geram Karamel memegangi lengan sebelah kirinya yang ternyata berdarah karena terkena tembakan.
Dorr .... Brugg
Dorr .... Brugg
Dua musuh tumbang kala Daniel dan Becca menembak dari arah luar rumah itu.
Dorr! Dorr! Semakin banyak suara tembakan membuat semua orang semakin ketakutan, sedangkan Leo sibuk merobek taplak meja untuk membaluti tangan Karamel yang terluka.
Leo ingin menangis saat melihat tangan Karamel terluka apalagi melihat wajah kesakitan istrinya tapi Leo berusaha tegar karena di situasi seperti sekarang bukan waktunya untuk bersedih.
"Kara, kamu tatap di belakang aku dan setelah sampai pintu, kamu harus lari...."
"Enggak Leo, aku udah liat jumlah mereka ada banyak di sini, aku enggak akan pergi ninggalin kamu," bisik Karamel.
"Aku polar prince kalo kamu lupa," bisik Leo di iringi suara tembakkan dan teriakkan semua orang di sekitarnya.
"Dan aku adalah lady queen, jangan lupa soal itu juga," balas Karamel tetap keras kepala tidak mau pergi tanpa Leo.
"Jangan keras kepala Kara," Leo semakin di buat gelisah kala sang istri tidak mau mengikuti perintahnya.
"Mari kita kerja sama beresin mereka semua," ucap Karamel mengeluarkan dua pistol dari dalam tasnya.
"Kara ...."
Brugg! Salah satu musuh tumbang tepat di samping Leo dan itu membuat Karamel maupun Leo waspada akan sekitarnya.
Leo menggenggam tangan Karamel lalu Leo mencium punggung tangan itu.
"Tunggu semua ini berakhir, aku bakal hukum kamu Kara." ucap Leo membuat Karamel tersenyum tipis.
"Aku siap nerima hukuman dari kamu suamiku." ucap Karamel sebenarnya merasa takut tapi dirinya lebih baik mendapatkan hukuman dari pada harus membiarkan suaminya berjuang sendirian padahal nyawa yang di incar adalah dirinya.
Tak ... tak ... tak ....
Karamel maupun Leo mendengar langkah kaki dan seketika mereka berdua sejenak saling tatap lalu mereka berdua bersiap akan menyerang.
Sampai langkah kaki itu berhenti di samping Leo, refleks Leo menembak wajah orang itu dan seketika pula semua musuh menoleh ke arah Leo.
"****," umpat Leo berlari ke meja yang lain.
__ADS_1
Dorr! Dorr! Dorr! Dorr! Dorr! Suara tembakkan semakin banyak dan semakin membuat takut semua orang, Karamel sedikit mengintip lalu Karamel menembak dua musuh sekaligus hingga tumbang di tempatnya tapi tidak mati.
"Miss," panggil Daniel.
"Bos," panggil Becca pula
Mereka berdua bersembunyi di meja untuk menolong Karamel dan Leo.
"Kita harus memancing mereka keluar dari sini, agar tidak ada korban Miss." ucap Daniel dan Karamel mengangguk setuju.
Karamel, Daniel maupun Becca sengaja berdiri dan menyerang mereka satu-persatu lalu mereka bertiga berlari keluar dari rumah itu sedangkan Leo membulatkan matanya kala melihat betapa nekatnya sang istri dan kedua anak buahnya untuk memancing para musuh keluar dari rumah itu.
"Bod*h," umpat Leo terpaksa mengambil kursi dan melemparnya ke arah kaca jendela kediaman keluarga Kwadero agar bisa menyusul sang istri dan kedua anak buahnya itu.
"Di sana," pekik salah satu musuh itu menunjuk ke arah Leo.
Leo melompat lalu Leo berlari sekuat tenaga ke halaman depan rumah itu dan ternyata di luar sudah banyak mafioso The Shadow Of The Queen yang menyerang para musuh mereka.
Pantas saja Karamel tidak mau pergi meninggalkan Leo di pesta itu, ternyata para musuh datang secara berkelompok dan entah sampai kapan adu baku hantam ini akan berakhir jika Damyan maupun Clara terus-terusan mengirim anak buah mereka.
"Kara, Awas." pekik Leo langsung menembak orang yang membidikkan pistolnya ke arah sang istri. Dorr!
Karamel menoleh ke arah Leo dan ternyata di belakang Leo ada beberapa musuh yang sedang berlari mengejar sang suami.
"Leo, di belakang kamu." pekik Karamel mengarahkan pistolnya ke arah Leo.
Leo yang paham, langsung saja berjongkok dan membalikkan badannya ke belakang.
Dorr! Dorr! Dorr!
Dorr! Dorr! Dorr!
Leo berlari mendekati Karamel.
"Are you okay?" tanya Leo khawatir tenaga istrinya terkuras habis karena habis menembak beberapa orang tadi.
Karamel menganggukkan kepalanya.
"Aku gak apa-apa, kita harus secepatnya beresin mereka semua, Leo." ucap Karamel.
"Lord," detik itu juga Jeffry datang bersama puluhan mafioso Vic's Bloody Wolf.
Leo menganggukkan kepalanya dan jadilah malam ini Karamel dan Leo maupun para anak buah kedua kompak mafia itu berjuang melawan semua anak buah Damyan dan Clara, setiap peluru yang keluar dari pistol Karamel dan Leo tidak ada satupun yang meleset.
Di lain tempat dari jarak yang cukup jauh, Damyan dan Clara sangat terkejut kala melihat para anak buah mereka banyak yang kalah.
"Ini mustahil, Pah." ucap Clara tidak percaya.
"Bagaimana bisa mereka di kalahin dengan mudah," gumam Damyan tidak habis pikir dengan puluhan sampai ratusan anak buah yang ia kirim secara berkelompok untuk menangkap Karamel hampir habis semuanya.
__ADS_1
"Hubungi Yudhi, suruh dia untuk kirom seratus anak buah sekaligus ke sini sekarang." titah Damyan dan Clara langsung menghubungi tangan kanan Damyan.
"Halo Pak Yudhi, Papa memerintahkan bapak untuk mengirim seratus anak buah Papa ke kediaman Tuan Kwadero sekarang juga." ucap Clara setelah teleponnya terhubung.
"Baik Nona," patuh Yudhi dan Clara langsung memutus sambungan teleponnya.
"Siapa mereka? Siapa orang yang membantu mereka," gumam Damyan tampak matanya berpusat pada Karamel dan Leo lalu berpindah ke orang-orang yang memakai topeng berwarna putih bergambar serigala.
"Apa menurut Papa ada yang ngebantu mereka?" tanya Clara namun tidak mendapatkan jawaban apapun dari Damyan.
Seketika mata Damyan membulat sempurna kala melihat beberapa orang yang memakai jaket bergambar mawar merah, berdaun hitam dan bertangkai hijau tua yang di kelilingi asap putih.
"The Shadow Of The Queen," gumam Damyan mengenali lambang itu milik siapa.
"What?" pekik Clara.
"Bagaimana bisa The Shadow Of The Queen bantin Leo sama istrinya!" ucap Damyan.
"The Shadow apa sih Pa? Clara gak mengerti," ucap Clara merasa heran dan bingung akan nama yang di sebutkan oleh sang papa.
Damyan tetap diam, hingga cukup lama mereka berdua menunggu, puluhan mobil yang berisi anak buah Damyan datang untuk menyerang Leo dan Karamel.
Clara tersenyum senang kala sangat yakin malam ini dirinya akan berhasil menangkap Karamel bahkan kalau bisa Karamel langsung mati di tangan para anak buah Damyan.
"Karena lo udah ngambil Leo dari gue, malam ini lo liat gimana gue bakal nyingkirin lo dari dunia ini, Kara." batin Clara merasa yakin bila penyerangan malam ini akan berhasil membunuh Karamel.
"Mereka semakin bertambah, Bos." pekik Becca.
"Kalahkan mereka semua," titah Karamel.
"Serigala, habisi mereka semua," pekik Leo membuat para mafioso Vic's Bloody Wolf menembak semua musuh hingga mati.
Karamel terkejut mendengar perintah sang suami, sungguh dirinya merasa semua ini seperti mimpi bisa menyerang para musuh bersama polar prince yang sangat kejam, Karamel melihat jelas bagaimana sorot mata tajam Leo di mana sekarang bukanlah Leo yang lembut namun sudah berubah menjadi polar prince yang memimpin para anak buahnya untuk menghabisi semua musuh-musuhnya.
Mungkin inilah dunia gelap yang sesungguhnya, pertumpahan darah dan nyawa di pertaruhkan demi kemenangan, Karamel bisa merasakan dunia kekejaman yang sesungguhnya dari sang suami.
Namun Karamel sadar, dunia gelap yang mereka jalani bukan hanya tentang pertarungan saja tapi barang-barang ilegal sering mereka perjual-belikan secara tersembunyi demi keuntungan satu sama lain.
Itu artinya mereka juga bukalah orang baik bukan.
.......
.......
.......
...::: Bersambung :::...
Pemberitahuan : Author ada novel tentang kriminal judulnya "The ZERO" yang mau baca cek di profil author ya.
__ADS_1
Maaf telat update hehe. Kalian tetap sabar menunggu ya and jangan lupa untuk dukung author cici dengan terus vote, like dan komen ya. Buat yang mau kasih tips juga boleh ya. Terima kasih atas antusias kalian semua kakak-kakak reader.
Selamat membaca semua 😉😉