
"Ck, Henry 'kan bukan orang yg bodoh-bodoh banget, dia pasti udah tau orang yang ada di balik topeng polar prince itu Leo!" batin Karamel menatap Henry yang terus menatap ke arah Leo.
Bukk! Bukk! Bukk! Kegiatan Leo belum juga berhenti hingga pukulan yang di berikan Leo sudah membuat kaki Rega Ananda mati rasa.
Bukk! Pukulan terakhir di bagian kaki Rega Ananda mengeluarkan darah segar yang cukup banyak. Dan lagi Leo menyiraminya dengan air garam.
Wajah Rega Ananda sudah terlihat lemas dan pucat tapi Leo tetap tidak berhenti menyiksa Rega Ananda hingga beberapa menit berlalu, cukup sudah Leo membuat Rega Ananda tak berdaya lagi.
"Bawa dia keluar," titah Leo sehingga dua mafioso The Shadow Of The Queen melepaskan rantai yang mengunci kedua kaki dan tangan Rega Ananda dan membawanya keluar dari ruangan itu.
"Lepaskan aku, kalian mau bawa ke mana daddyku?" pekik Henry namun tiada orang yang menganggapinya.
Leo berjalan menghampiri Karamel
"Aku ke ruangan kamu, hem," ucap Leo dan Karamel menanggapinya dengan menganggukan kepala. Ahasil Leo bahkan semua bawahan mereka keluar dari ruangan tawaran itu hingga menyisakan Henry dan Karamel saja.
"Let's start the game, Henry." ucap Karamel.
"Kau sudah membalas dendam dengan menyiksa Daddyku lalu sekarang apa lagi? Kau mau menyiksaku juga?" sengit Henry tanpa rasa takut.
"Siksaan apa yang pantas untuk orang yang tidak punya perasaan sepertimu, Henry?" tanya Kara.
"Lupakan dulu itu, bagaimana jika kita membicarakan so'al caramu menjerat wanita masuk ke dalam perangkapmu?" ucap Karamel.
"Omong kosong, jangan berbasa-basi denganku, katakan dengan jelas, apa yang ingin kau katakan dan lakukan sekarang." sengit Henry menatap tajam dengan rahang mengeras.
Karamel bangun dari tempat duduknya lalu ia berjalan menghampiri Henry.
"Karamel? Bisa katakan di mana Karamel sekarang?" tanya Karamel.
"Untuk apa kau mau tahu di mana istriku ...."
"Istrimu? Ck, apa kau tidak salah bicara? Sejak kapan kau menganggap Karamel sebagai istrimu! Hem?" tanya Karamel berdiri tepat di depan Henry.
"Karamel bukanlah istrimu tapi Karamel adalah tawanan untuk bisa membalas dendam kepada semua anggota keluarganya, Benar bukan?" sambung Karamel.
__ADS_1
"Kau jangan ...."
"Jangan apa? Jangan sembarangan bicara? Cih, yang aku katakan itu benar, kau tidak pernah mencintai Karamel sejak lima tahun yang lalu dan kau juga tidak pernah menunggu Karamel selama lima tahun yang lalu." potong Karamel membuat Henry tersentak kaget.
"Kau tidak berbohong so'al wanita yang Karamel selamatkan adalah ibu kandungmu, tapi kau berbohong so'al siapa yang merencanakan kejahatan pada ibumu. Kau mengatakan Fico adalah dalang dari semuanya tapi Fico mengatakan Rega Ananda lah yang merencanakannya, lalu kau berpura-pura marah pada Rega Ananda seakan-akan kau percaya dengan kata-kata Fico," ucap Karamel tersenyum sinis
"Tapi yang sebenarnya terjadi kau adalah budak suruhan Rega Ananda untuk membunuh ibumu sendiri, aku benar 'kan ?" ucap Karamel.
"Luar biasa, kau seorang aktor yang sangat hebat, Henry. Seharusnya kau mendapatkan piala oscar atas aktingmu yang sukses membuat Karamel percaya akan kebohonganmu itu." sambung Karamel menggeleng-gelengkan kepalanya.
Henry tampak bingung dengan wanita yang ada di hadapannya saat ini karena wanita itu mengetahui semua yang pernah ia katakan pada Karamel dulu.
Tidak mungkin Karamel mengenal lady queen dan menceritakan semuanya 'kan tapi jika benar Karamel bercerita pada lady queen, lantas dari mana lady queen bisa tahu bahwa itu hanya kebohongan? — Fikir Henry di buat bingung.
"Kau pasti berfikir bagaimana bisa aku tahu semua itu bukan?" tanya Karamel memiringkan kepalanya ke arah bahu kanan.
Henry bergeming ....
"Aku tau semua kebusukanmu, Henry. Jika kau penasaran, dengan senang hati aku akan menceritakan semuanya," ucap Karamel.
Karamel berjalan menuju sofa dan duduk dengan menatap Henry yang juga menatap dirinya.
"Bagaimana caranya agar Leo tidak kembali? Kau mengirim kekasihmu—Jessy untuk mendekati, menjebak dan mengancam Leo agar Leo tidak kembali kepada Karamel lagi," sambung Karamel.
"Bagaimana dia bisa tahu semua rencanaku?" batin Henry membulatkan matanya tak percaya.
"Kau berhasil memisahkan dua kekasih yang saling mencintai bahkan kau berhasil membuat Karamel menjadi istrimu," lanjut Karamel lagi.
"Yeah, Karamel memang masuk ke dalam permainanmu tapi tidak dengan Leo, dia tidak pernah masuk ke dalam perangkapmu," ucap Karamel entah kenapa dirinya merasa bangga pada Leo.
"Kau mungkin tidak percaya tapi inilah kenyataannya, Leo tau semua rencana busuk kalian, maka dari itu Leo pergi dari kehidupan Karamel agar apa? Agar rencana plan B Rega Ananda yang ingin membunuh semua anggota keluarga Karamel Di hari yang sama namun di tempat yang berbeda dan di waktu yang sama namun di jam yang berbeda itu tidak terlaksana," kata Karamel membuat Henry terkejut karena kata-kata yang di ucapkan sang daddy sama persis dengan yang di ucapkan Karamel barusan.
"Wanita ini, siapa dia? Kenapa dia membahas tentang Karamel dan keluarganya?" batin Henry.
"Leo tidak mungkin tahu rencanaku karena jika Leo tau semua rencanaku, dia tidak akan mungkin membiarkan Karamel menikah denganku," sahut Henry membuat Karamel berdiri dari tempat duduknya.
__ADS_1
"Kau salah Henry, justru Leo dengan sangat terpaksa membiarkan Karamel menikah denganmu," ucap Karamel berjalan mendekati Henry, dengan emosional Karamel mengatupkan giginya.
"Kau mau tau kenapa Leo membiarkan Karamel menikah denganmu? Dia membiarkan itu karena dia tau setelah Karamel menikah denganmu maka Rega Ananda akan keluar dari sarang persembunyiannya, Itulah yang di nanti-nantikan Leo, kemunculan Rega Ananda." ucap Karamel membuat Henry bingung.
Kenapa Leo menanti-nantikan kemunculan daddynya? — Fikir Henry.
"Panggil polar prince ke ruang tawanan." pekik Karamel sehingga mafioso yang berjaga di luar langsung memanggil Leo.
Ceklek! Leo membuka pintu dan berjalan mendekati Karamel membuat Karamel tersenyum tipis di balik topengnya.
"Ada apa, lady?" tanya Leo.
"Aku lagi cerita sama dia soal Karamel sama Leo. kamu harus ikut serta karena kamu lebih tau semuanya dari pada aku," ucap Karamel.
"Oh yeah, tentu." sahut Leo.
"Aku bilang ke dia kalo kemunculan Rega Ananda itu sangat di nanti-nantikan oleh Leo, dan satu-satunya cara agar Rega Ananda keluar dari persembunyiannya, Leo terpaksa harus biarin Karamel dan Henry menikah," ucap Karamel membuat Leo mengangguk-anggukkan kepalanya pelan.
"Leo emang udah lama nunggu kemunculan sang leader Dark Cobra yang asli karena Leo mau balas dendam tentunya, tapi tanpa di duga ternyata Rega Ananda juga punya niat jahat sama keluarga Karamel." timpal Leo menatap Karamel.
"Apa yang di lakukan daddyku kepada keluarga Leo, hingga Leo menunggu kemunculan daddyku! Hah?" sentak Henry.
Karamel dan Leo saling menatap satu sama lain lalu Leo menganggukkan kepalanya sehingga Karamel ikut membalas dengan menganggukkan kepalanya juga lalu mereka berdua serentak mengalihkan pandangan mereka ke arah Henry.
"Karena Leo adalah polar prince," ucap Karamel.
"Dan Karamel adalah lady queen." timpal Leo.
Keduanya sama-sama membuka topeng mereka hingga Henry membulatkan matanya terkejut. Pertama, Henry sangat terkejut karena ternyata Leo adalah seorang leader mafia yang di kanal nomor satu itu. Kedua, Henry terkejut melihat Karamel yang masih hidup. Ketiga, Henry tidak menyangka bahwa karamel adalah leader mafia nomor dua itu. Keempat Henry menjadi gelisah mengingat Karamel mengetahui semua kejahatannya.
"Ka-Kara kau ....
.
.
__ADS_1
.
::: Bersambung :::