
Beberapa minggu kemudian Tania masih bertahan dengan bullyan Clara dkk, menghindar dari ketua osis yang selalu mempersulit hidupnya, menghindar dari Leo yang selalu mencari dan ingin berbicara padanya.
Bahkan ada hal baru di dalam hidup Tania yaitu kiriman sebuah buket bunga dengan surat yang bertuliskan 'Hai baby girl' tanpa ada nama pengirimnya selalu di berikan padanya.
"Pagi Non," sapa pak Idan, secutity sekaligus supir pribadi kediaman keluarga Sinaja.
"Pagi Non Tania," sapa pak Andok juga yang menjadi secutity rumahnya.
"Ada apa Pak Idan sama Pak Andok ke sini?" tanya Tania ketika wanita itu baru akan masuk ke dalam mobilnya.
"Ini ada kiriman bunga ...."
"Lagi," Tania memotong perkataan pak Idan seraya wanita itu mengerutkan dahinya kesal, karena lagi-lagi dirinya menerima kiriman bunga tanpa nama pengirim.
"Iya, Non," sahut Pak Idan.
"Besok-besok kalo ada yang ngirim bunga lagi, langsung di buang aja ya, Pak." ucap Tania tersenyum tipis, wanita itu sudah mulai lelah menerima buket bunga dengan tulisan yang sama.
"Tapi, Non ...."
"Kalo enggak ambil aja, buat anak gadis bapak di rumah." ucap Tania pada pak Idan membuat pak Idan tersenyum mengangguk seraya mengucap kata terima kasih.
"Siapa?" gumam Tania dengan tajam saat pak Idan dan pak Andok kembali ke gerbang utama rumahnya di mana jaraknya menempuh waktu sekitar empat - lima menit dari rumahnya.
"Tania, bareng gue," pekik Aldy yang baru saja keluar dari garasi bersama mobil kesayangannya.
"Nggak, Kak! Gue ada urusan sama Firgy!" ucap Tania kemudian masuk ke dalam mobilnya dan pergi meninggalkan kakaknya.
Tin! Tin! Tin! Tania mengklakson mobilnya ketika Firgy baru saja keluar dari lift menuju basement gedung apartemennya.
"Lama banget sih lo," gertak Tania saat Firgy masuk ke dalam mobilnya.
"Sorry," ucap Firgy.
"Niky sama Mika udah pergi ke sekolah?" tanya Tania datar dan Firgy hanya membalas dengan menganggukkan kepalanya saja.
"Em! Hal apa yang mau lo omongin?" tanya Firgy karena semalam Tania meneleponnya dan menyuruhnya untuk bolos sekolah bersama Tania hari ini.
"Masalah Aldy, Leo sama Faza." ucap Tania membuat Firgy mengerutkan dahinya.
"Bukannya lo cuma punya masalah sama Leo doang?" tanya Firgy.
"Gue punya masalah sama Leo tapi ketiga cowok brengs*k itu punya hubungan satu sama lain, seenggaknya itu yang bisa gue simpulin saat ini," ucap Tania menyipitkan matanya tajam.
"Maksud lo?" tanya Firgy. Glukk! Firgy menelan salivanya saat melihat raut wajah menyeramkan Tania karena sedatar-datarnya muka Firgy, sebengis-bengisnya Niky, sepedas-pedasnya mulut Mika, mereka bertiga masih kalah dari Tania yang kejam sekaligus menyeramkan.
__ADS_1
"Waktu gue jadian sama Leo, Kak Aldy marah besar sama gue, Kak Aldy bilang Leo itu musuh dia jadi gue nggak boleh pacaran sama dia terus Kak Aldy sama Leo juga pernah berantem gara-gara gue." Tania menjeda kata-katanya.
"Leo pernah bentak gue karena gue deket sama Faza dan lagi dia nyuruh gue buat jauhin Kak Aldy sama Faza, padahal Kenan juga deket sama gue tapi kenapa Leo cuma nyuruh gue buat jauhin Kak Aldy sama Faza doang?" lagi, Tania menjaga kata-katanya.
"Begitu juga dengan Faza yang pernah nyuruh gue buat jauhin Kak Aldy sama Leo, lagi-lagi Leo sama Faza berantem tapi mereka bahas so'al SALF BADRAD." jelas Tania panjang lebar.
"Jadi lo mau apa sekarang?" tanya Firgy.
"Gue harus cari tahu tentang mereka, lebih tepatnya permasalahan tentang mereka," ucap Tania menatap Firgy sekilas.
"Satu-persatu?" tanya Firgy.
"Kalo gitu siapa yang mau lo cari info duluan?" tanya Firgy namun Tania diam sesaat untuk berfikir.
"Kak Aldy," ucap Tania.
"Mending lo tanya Leo," saran Firgy membuat pupil mata Tania yang tajam berubah lembut.
"Nope!" tolak Tania.
"Dia bilang lo cuma salah paham 'kan, jadi lo denger dulu penjelasan dia terus lo tanya masalah dia sama Kak Aldy kayak gimana," saran Firgy.
"Gue udah putus sama dia karena dia selingkuh plus jadiin gue bahan taruhan, lo jelas udah tahu itu." ucap Tania dingin.
"Iya gue tahu itu, lo nggak harus jadian lagi sama dia 'kan? Lo cuma dengerin penjelasan dia terus lo tanya hubungan dia sama Kak Aldy itu gimana, simpel 'kan," ucap Firgy membuat Tania diam dan berfikir.
"Kirim pesan aja," saran Firgy.
"Jangan dulu! Dia lagi sekolah, mungkin," ucap Tania tidak yakin juga.
"Ya bilang aja sama dia, pulang sekolah nanti ketemu di mana gitu," ucap Firgy namun Tania hanya diam.
"Kelamaan lo," ucap Firgy mengambil handphone Tania di tasnya namun Tania masih diam saja.
"Selesai," ucap Firgy tersenyum lebar kemudian ia mengembalikan handphone Tania.
"Lo bilang apa?" tanya Tania membuka kontak bernama Lion! Wanita itu menaikkan sebelah alisnya kala dirinya lupa mengganti nama Leo.
"Kosong?" gumam Tania.
"Udah gue hapus lah, entar lo tarik lagi pesannya," ucap Firgy membuat Tania mendengus.
"Jangan di fikirin lagi, katanya kita mau bolos sekolah hari ini, ya udah yuk kita pergi ke mall aja sekarang." ajak Firgy kemudian mereka berdua pergi dari basement.
.............
__ADS_1
...Kelas XI IPA 2...
Di jam pelajaran pertama saat ada guru yang sedang menjelaskan di depan, Diky malah lebih asik bermain game melalui handphone milik Leo.
"Psttt! Main mulu lo, perhatiin di depan,"" bisik Elang teman sebangku Diky.
"Diem lo, lagi seru nih," balas Diky membuat Elang menggeleng kepala, hingga di jam kedua dan istirahat pun kerjaan Diky hanya bermain game.
"Nggak bosen apa lo, main game mulu? Gue aja bosen lihat lo natap layar handphone terus," ucap Rio di kantin bie'em.
"Enggak lah." sahut Diky tanpa mengalihkan pandangannya dari layar handphone Leo.
"Oh iya, di jam pelajaran pertama tadi ada pesan whatsapp masuk tapi gue nggak tahu dari siapa." ucap Diky masih fokus pada layar handphone.
"Siapa?" tanya Leo saat dirinya tiduran di atas motor sportnya.
"Gue 'kan udah bilang nggak tahu, mungkin nyokap lo," sahut Diky.
"Buka," titah Leo.
"Bentar, gue nyelesaiin game ini dulu," ucap Diky seraya cepat-cepat menyelesaikan permainannya hingga lima menit kemudian Diky pun membuka pesan whatsapp yang masuk tadi.
"Pulang sekolah bisa nggak kita ketemuan di cafe Gourmet?" ucap Diky membaca pesannya.
"Siapa?" tanya Rio.
"Ciah! Romantis banget ni nama, My Angel." ucap Diky seraya tertawa kecil sehingga Leo yang sedang berbaring di atas motor tiba-tiba terbangun dan berlari mendekati Diky yang duduk di bangku depan kantin bie'em, setelah itu Leo merampas handphonenya dari Diky.
"Pulang sekolah bisa nggak kita ketemuan di cafe Gourmet?" baca Leo ulang, seperdetik kemudian Leo tersenyum sumringah kala dapat pesan dari Tania.
"Bahagia benget tu muka, emang siapa sih my Angel lo itu?" tanya Diky penasaran.
"Tania." jawab Leo membuat mata kedua sahabatnya itu terbelalak.
"Serius lo?" tanya Diky dan di balas anggukan oleh Leo.
"Bukannya kata Kenan tadi Tania enggak masuk sekolah ya?" tanya Rio karena saat mereka bertiga berjalan di tengah lapangan, mereka bertemu dengan si cupu Kenan, sekalian saja Leo bertanya di mana Tania tapi Kenan menjawab wanita itu tidak masuk sekolah.
.......
.......
.......
.......
__ADS_1
...### Bersambung ###...