Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 60


__ADS_3

"Sasya pergi karena udah takdir, kita sebagai sahabatnya harus bisa terima itu," kata Faza angkat bicara membuat Tania tersenyum namun pandangan wanita iy iya masih menatap arah langit.


"Bener kata Faza, kematian itu bukan musibah tapi kematian itu takdir Tuhan," ucap Tania


"Ngapain lo ngulangin omongan gue," ucap Faza hingga Tania menoleh ke arah Faza.


"Siapa yang ngulangin? Gue?" tunjuk Tania pada dirinya sendiri.


"Yang nyahutin omongan gue tadi siapa?" tanya Faza menaik turunkan kepalanya.


"Gue," jawab Tania.


"Nyadar diri 'kan lo," ucap Faza.


"Lo bilang tadi kepergian bukan kematian," ucap Tania menyipitkan matanya ingin murka.


"Apa bedanya kepergian sama kematian sama-sama Innalillahi 'kan," ucap Faza datar.


"Cih! Kepergian itu bisa banyak jenisnya tapi kalo kematian itu baru Innalillahi," balas Tania.


"Lagian pantang banget sih lo di ikutin," ucap Tania membuat Faza tersenyum mengejek.


"Ngaku juga 'kan lo." ucap Faza membuat Tania membulatkan matanya, sedangkan kedelapan pria lainnya menatap malas Tania dan Faza.


"Kita jadi penonton setia mereka," ucap Adit.


"He'eh." balas Diky.


Dan di sebelah Faza ada yang kepanasan api cemburu karena perdebatan heboh Tania dan Faza, siapa lagi kalau bukan Leo. Dirinya ingin angkat bicara namun kalah cepat dengan Aldy.


"Kalian berdua kayak anak kecil tahu nggak, ributin masalah sepele," ucap Aldy membuat Tania dan Faza kompak menaikkan sebelah alis mereka, kata-kata Aldy terasa aneh di telinga Faza dan Tania karena kenyataannya yang lebih kekanak-kanakan itu adalah Aldy dan Leo


"Tania, ikut aku sebentar," ajak Leo tiba-tiba berdiri dari tempat duduknya.


"Ciah, ada yang cemburu nih," goda Diky.


"Gerah ya bang hatinya," timpal Dito.


"Cemburu tanda cinta bukan sih?" tanya Adit menyindir Leo membuat Leo mengeraskan rahangnya malu.


"Tania," Leo memanggil dengan lembut sehingga Tania mendongakkan kepalanya menatap Leo.


"Ikut aku sebentar," pinta Leo.


"Mau ngapain?" tanya Tania.


"Aku mau ngomong sama kamu," ucap Leo.


"Kenapa nggak ngomong di sini aja?" tanya Tania seakan-akan wanita itu berusaha menghindar dari Leo.


"Adek gue emang polos atau sengaja mau ngehindar ya?" batin Aldy bingung dengan penolakan halus Tania.

__ADS_1


"Ya ampun Tania, lo mau jadiin kita semua obat nyamuk kalian berdua apa? Leo ngajak lo itu karena dia mau berduan doang sama lo, masa lo nggak peka sih," ucap Adit blak-blakkan sehingga mau tak mau Tania bangun dari duduknya dan pergi entah ke mana dengan Leo.


"Kita mau ke mana?" tanya Tania saat mereka sudah lumayan jauh dari pandangan anak-anak yang lainnya.


"Kita duduk di sini aja," ucap Leo seraya duduk hingga Tania pun ikut duduk di sampingnya


"Soal SALF BADRAD kenapa nggak tanya sama aku aja?" ucap Leo menghadap ke arah pantai.


"Waktu itu kamu nggak bahas soal SALF BADRAD jadi gimana cara aku buat tanya sama kamu?" tanya Tania balik.


"Kamu bisa tanya apa aja sama aku, aku pasti bakal jawab semua yang pengen kamu ketahui, Tania." ucap Leo.


"Bahkan waktu itu kamu nggak ngomong sama aku so'al cowok yang di cintai Sasya itu adalah Aldy," ucap Tania membuat Leo menatap ke arah Tania begitu juga dengan Tania.


"Kamu suka ya sama Aldy?" tanya Leo membuat Tania tersentak kaget.


"Kenapa kamu nanya kayak gitu? Aku emang deket sama Aldy tapi itu bukan berarti aku punya perasaan lebih sama dia," ucap Tania memalingkan pandangannya ke depan namun Leo merasa Tania sedang berbohong.


"Aku mau pinjem handphone kamu," pinta Leo.


"Buat apa?" tanya Tania.


"Sebentar aja," ucap Leo membuat Tania merasa ragu namun tak urung ia memberikan handphonenya pada Leo, kemudian Leo nyalakan layar handphone Tania.


"Nggak salah lagi," ucap Leo mematikan layar handphone Tania.


"Apa?" tanya Tania tidak paham.


"Enggak Leo ...."


"Kita putus," ucap Leo memotong perkataan Tania. Degg! Seketika jantung wanita itu berdegup kenceng karena terkejut.


"Pu-putus?" beo Tania gelagapan.


Apa ini? Kenapa Leo berbicara putus pada Tania, bukankah saat itu Leo meminta Tania untuk berjanji tidak mengatakan putus? Lalu kenapa dirinya yang mengatakan putus?


"Makasih udah tepatin janji buat nggak ngomong putus sama aku lagi dan maaf aku malah minta putus sama kamu," ucap Leo.


"Kenapa?" tanya Tania dengan mata memerah tapi entah apa sebabnya, mungkin dirinya ingin menangis.


"Aldy beruntung karena fotonya bisa di jadiin wallpaper hp kamu," ucap Leo menghidupkan layar handphone Tania, pria itu secara terang-terangan menunjukkan kecemburuannya kepada Aldy.


"Cowok pertama yang aku kenal di ECHS itu cuma Aldy, dia udah aku anggap kayak kakak aku sendiri dan kita berdua nggak ada perasaan suka sama suka, Leo." ucap Tania pada Leo.


"Apa benar kamu enggak suka sama Aldy?" tanya Leo ragu untuk mempercayai Tania karena hubungan Tania dan Aldy di kenal sangat dekat di sekolahan.


"Enggak, aku sama sekali nggak suka sama Aldy," ucap Tania kemudian di dalam hatinya ia mengatakan bahwa yang dia suka dan yang dia cintai itu adalah Leo.


"Kenapa nggak foto aku?" tanya Leo.


"Foto kamu pernah jadi wallpaper hp aku tapi karena rasa kecewa, semuanya berubah, kamu hebat karena bisa runtuhin keangkuhan aku sampai kamu berhasil masuk ke dalam lingkaran hidup aku tapi kamu juga ngenalin aku sama yang namanya kekecewaan," ucap Tania membuat Leo memejamkan matanya.

__ADS_1


"Clara suka bully aku, kakak kelas lainnya juga suka bully aku bahkan satu sekolahan selalu mandang aku jijik tapi waktu itu perlakuan kamu beda sama aku, aku seakan-akan tuli waktu banyak orang yang ngomong ke aku tentang kamu sebenernya cowok brengs*k sukanya cuma mainin perasaan cewek doang, aku lebih percaya sama semua yang kamu omongin tapi ternyata kepercayaan itu kamu hancurin gitu aja, kamu jadiin aku bahan taruhan." lirih Tania masih tersimpan sampai saat ini perasaa kecewanya dengan Leo.


"Tania ...."


"Mungkun Tania yang dulu mencintai Leo sekarang udah nggak ada lagi," ucap Tania membuat Leo terbelalak.


"Maksud kamu apa? Apa kamu kira aku bakalan terima keputusan kamu?" ucap Leo.


"Aku terima kita putus," ucap Tania menatap dalam netra Leo. Deg! Deg! Baik itu Tania dan Leo merasakan perih di hati mereka karena mereka harus berpisah.


"Tania ...."


"Leo, kalo kita jodoh kita bakal di persatuin lagi, tolong jangan maksain kehendak kamu yang bakal buat kamu makin jauh dari apa yang kamu inginkan," ucap Tania lirih kemudian wanita itu memeluk tubuh Leo,


Tania tahu keputusannya akan membuat Leo sakit hati untuk kedua kalinya bahkan dirinya juga sama, tapi percayalah, Tuhan akan menyatukan mereka jika mereka memang benar-benar di takdirkan berjodoh.


"Apa ini yang terbaik?" tanya Leo seraya membalas pelukkan Tania dan tanpa bicara Tania hanya menganggukkan kepalanya saja.


"Apa kita bisa berteman?" tanya Leo dan lagi-lagi Tania menganggukkan kepalanya pelan kemudian Leo melepaskan pelukkannya, pria itu menatap mata biru keabu-abuan Tania.


"Cantik," gumam Leo tersenyum tipis.


"Jelek," ucap Tania.


"Gue bilang mata lo cantik," ucap Leo datar.


Leo mengubah panggilannya. Apa dia marah karena Tania menyudahi hubungan mereka? Tunggu dulu, bukankah yang minta putus duluan adalah Leo, lalu kenapa sekarang dia marah dengan Tania?


"Kamu nggak marah 'kan sama aku?" tanya Tania membuat Leo mengerutkan dahinya.


"Marah kenapa?" tanyanya.


"Karena kita putus," ucap Tania.


"Kalo gue marah, lo mau balikkan lagi sama gue? Enggak 'kan!" ucap Leo mng membuat Tanua diam.


"Are you okay?" tanya Tania.


Pertanyaan yang tak patut di jawab malah Tania lontarkan kepada Leo, jelas Leo sedang tidak baik-baik saja, dasar bodoh!


"Nggak usah di jawab, kita gabung ...."


"Gue mau bersandar di bahu lo," pinta Leo memotong perkataan Tania membuat Tania meluruskan posisi duduknya menghadap pantai, hingga tak lama dari itu Leo menyandarkan kepalanya di bahu Tania.


.......


.......


.......


..... Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2