Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part . 30


__ADS_3

Di saat ketiga wanita itu sedang berbincang-bincang tentang Tania dan Aldy di rooftop sekolah, tiba-tiba saja ada suara yang mengagetkan mereka hingga mereka langsung menengok karena kaget.


"Woy!" pekiknya dengan lantang hingga ketiga wanita itu membalikkan badan mereka.


"Mereka lagi," desis Niky memutar bola mata jengah, Niky muak dengan ketiga orang yang ada di hadapannya saat ini.


"Ngapain lo bertiga di sini?" pekik Diky sinis, karena selama ini jarang sekali ada orang yang berani mendatangi rooftop karena mereka semua tahu rooftop adalah tempat yang selalu menjadi basecamp Leo, Rio dan Diky.


"Bukan urusan lo," sahut Mika santai.


"Tunggu, kok gue kayak kenal ya sama tampang muka kalian," tunjuk Diky sambil menyipitkan matanya, berusaha mengingat siapa mereka bertiga.


"Akhh gue inget, lo bertiga murid baru yang ngehampirin kita bertiga di kantin bie'em waktu itu 'kan?" tunjuk Diky akhirnya mengingat ketiga wanita yang secara mendadak mengajak mereka bicara beberapa waktu lalu.


"Cabut guys." ajak Niky tidak menghiraukan Diky lalu mereka bertiga berjalan melewati ketiga laki-laki itu untuk turun dari rooftop.


"Kalian bertiga kenal sama Tania?" tanya Leo tiba-tiba saja menghentikkan langkah ketiga wanita itu, mereka saling bertatap satu sama lain.


Glukk...


"Sepertinya mereka mendengar pembicaraan kita, apa yang harus kita lakukan? Pergi dari sini?" tanya Mika berbisik menatap Firgy dan Niky secara bergantian, Niky menghela napas panjang sebelum ia menggelengkan kepalanya.


"Tania siapa yang lo maksud?" tanya Niky membelakangi ketiga laki-laki itu, nada suara Niky terkesan menyentak membuat Leo curiga.


"Gue udah denger semua pembicaraan kalian tadi." ucap Leo tanpa basa-basi agar ketiga wanita itu tidak bisa berpura-pura lagi di depannya.


"Terus kalo lo denger pembicaraan kita bertiga, ada hubungannya sama lo? Kepo banget jadi orang." ucap Niky sembari ketiga wanita itu membalikkan badannya menghadap ketiga pria yang di kenal berandal itu.


"Kalian teman dekatnya Tania Losvita 'kan?" tanya Leo datar, biasa sudah dari kecil emang tampang Leo selalu datar jika berhadapan dengan orang lain atau orang baru.


"Kalo iya kenapa?" ucap Firgy membuat Niky dan Mika terbelalak begitu juga dengan Leo, Rio, dan Diky terbelalak kala mendengar pengakuan dari Figy.


"Fir," panggil kedua sahabatnya.

__ADS_1


Leo maju selangkah mendekati ketiga perempuan itu, "Kalo kalian berempat emang sahabatan kenapa kalian kelihatan enggak saling kenal di sekolah? Dan gue denger kalian bilang Neneknya Tania udah sembuh lima bulan yang lalu, itu artinya sejak lama kalian udah jadi temen dekatnya Tania?" tanya Leo lebih dalam.


"Eh cowok brengs*k, lo enggak usah tahu deh urusan Tania lagi," sentak Niky tidak suka Leo bertanya-tanya so'al Tania yang jelas-jelas tidak ada hubungan apa-apa lagi dengan Tania.


"Maaf ya tampan, kata Tania lo itu udah jadi mantan dia jadi jangan tanya kita so'al masalah pribadi Tania, mau kita sahabatnya ataupun baru kenal itu semua nggak ada urusannya sama lo. Oke!" timpal Mika lembut sambil tersenyum lebar.


"Idih! Sok lembut," desis Diky pelan. Mika menyipitkan matanya menatap Diky, wajah yang tadinya tersenyum lembut dengan sekejap mata berubah menjadi datar.


"Oh harus di kasarin ya, oke!" ucap Mika menampakkan aura membunuh, wanita itu tidak suka di komentari. Rio yang terus memperhatikan Mika di buat sedikit kaget kala melihat raut wajah Mika yang berubah menjadi datar dan dingin.


"Leo cuma tanya baik-baik, dia nggak ada maksud buat macem-macem." ucap Rio angkat bicara sehingga Mika langsung melirik Rio.


"Bukannya gue juga jawab baik-baik ya tapi temen lo malah bilang 'Sok lembut' jadi enggak salah dong gue mau ngomong kasar," ucap Mika dengan tatapan tajam, wanita itu menunjukkan rasa tidak sukanya pada mereka.


"Jangan sok sin ...."


"Tania pantas bahagia tanpa masalah, lo cowok brengs*k udah berani nyakitin sahabat kita, kalo bukan karena permintaan Tania gue pasti dah hancurin masa depan lo itu, Cleo!" bentak Mika seraya mata wanita itu mengarah ke bagian bawah Leo dengan tajam.


"Permintaan Tania?" beo Leo.


"Jangan sok heb ...." lagi-lagi Mika memotong perkataan Diky.


"Dan terakhir, kalian tahu kita sahabat baik Tania tapi jangan harap lo dapat informasi tentang Tania dari kita karena kita paling anti berhubungan sama cowok berengs*k, fu*k you boy!" pekik Mika lagi lalu wanita itu berjalan pergi dari rooftop sekolah, Firgy dan Niky sampai tersenyum sinis kala melihat Mika mengeluarkan sifat aslinya lalu mereka berdua pergi menyusul Mika.


"Songong banget sih jadi cewek, dia bilang apa tadi? Mau ngehajar Leo dengan tenaga dia sendiri? Sumpah dia enggak tahu aja Leo itu jago karate, akh ... cewek emang bawel ya? Suka bacot doang." celoteh Diky tak karuan.


"Lo sebenarnya suka nggak sih sama Tania?" tanya Diky mentap Leo yang sedang melamunkan sesuatu, Leo menatap Diky sekilas.


"Gue enggak tahu." jawab Leo singkat.


............


Pagi ini Berrold, Aldy dan Tania datang ke rimah sakit dan kini sudah sampai di dalam ruangan grandma Berty.

__ADS_1


"Bagaimana kondisi mom, San?" tanya Berrold pada Sanjaya yang berdiri menatap wajah pucat sang mommy.


"Dokter bilang, benturan di kepala mom sangat parah hingga mungkin mom akan mengalami koma panjang tapi saat bangun, mungkin saja mom akan lupa ingatan." ucap Sanjaya menahan air matanya sehingga Sofia menguatkan suaminya dengan mengelus lengan suaminya.


Brakk! Tania berlari keluar ruangan sang grandma bagitu juga Aldy yang menyusul sang adik keluar dari ruangan sang grandma.


Di bangku taman rumah sakit Tania melamun sembari memutar-mutar handphonenya, Aldy yang sejak tadi mencari keberadaan adiknya, menghela napas lega saat melihat adiknya ada di depan matanya sekarang.


"Tania." panggil Aldy berdiri di belakang Tania namun sayangnya Tania tidak menjawab karena wanita itu masih melamun.


"Tania." panggil Aldy sembari menepuk bahu sang adik hingga Tania tersenak lalu mendongakkan kepalanya ke arah Aldy, Aldy tersenyum lalu duduk di samping sang adik.


"Apa itu artinya setelah Grandma bangun, kita enggak akan di kenal lagi sama Grandma?" tanya Tania membuat Aldy mengelus kepala wanita itu.


"Itu baru kemungkinan," ucap Aldy.


"Beberapa bulan yang lalu sebelum gue pamit buat tinggal di Indonesia, gue lihat Grandma sembuh dari penyakit lamanya, Kak." ucap Tania lirih namun wanita itu tidak mengeluarkan air matanya.


"Tapi kenapa sekarang Grandma harus sakit lagi?" tanya Tania mengeraskan rahangnya, Aldy tahu tahu adiknya itu merasa sangat sedih, di peluknya sang adik hingga kepalanya ia benamkan di dada bidang sang kakak.


"Kakak juga ngerasa sedih, enggak! Bukan cuma kakak tapi kita sekeluarga ngerasain apa yang lo rasain, Tan. Tapi kita harus yakin Grandma pasti bakal sembuh." ucap Aldy mengelus rambut sang adik.


"Come on! Sejak kapan mantan leader The Shadow Of The Queen cengeng kayak gini, hem?!" ejek Aldy pada Tania padahal Tania tidak menangis, mata wanita itu terbelalak lalu ia melepas paksa pelukkannya dari Aldy.


"Gue colok juga tu mata," kesal Tania benar-benar mencolok mata kiri Aldy membuat Aldy meringis sembari memegangi matanya.


"Ppfftt !! Jangan lupa lo juga mantan leader mafia yang lemah, tahu enggak," ucap Tania cekikikan mengejek sang kakak yang dulu tidak jauh lebih hebat kelompoknya dari pada punya Tania.


.......


.......


.......

__ADS_1


...🍃🍃🍃 Bersambung 🍃🍃🍃...


__ADS_2