Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 205 (Takdir)


__ADS_3

...Cafe Gourmet...


Diky, Adit, Niky dan Nanda sedang duduk bersama di cafe tongkrongan masa sekolah menengah atas mereka dulu.


Semingguan penuh Diky dan Niky bertemu di cafe Gourmet namun mereka tidak berdua, Diky akan mengajak Adit sedangkan Niky selalu mengajak sepupunya—si Nanda.


Malas ....


Nanda tidak bisa menolak permintaan Niky tapi Nanda malas bertemu dengan Adit yang sejak Niky membeberkan kelemahan Nanda yang takut pada kecoa, alhasil Adit tidak ada rasa takut lagi dengan Nanda bahkan setiap kali mereka bertemu di rumah sakit, Adit khusus membawa kecoa hidup demi bisa menjahili Nanda.


"Nanda manis dari tadi diem mulu, lagi mikirian apaan sih lo?" tanya Adit dengan nada menggoda.


Sejak tadi yang banyak mengobrol hanyalah Adit, Diky dan Niky sedangkan Nanda hanya diam dan menyimak saja.


"Mikirin buat bunuh lo," sengit Nanda dengan malas.


Glukk ....


SALF BADRAD terdiri dari sembilan laki-laki dan satu perempuan tapi Aldy/Kenzi, Leo, Faza, Rio, Diky dan Abdi sangat pandai bertarung sedangkan Bobby, Dito dan Adit tidak sebanding hebatnya dengan mereka.


SALF BADRAD menjadi sensei di perguruan karate The Shadow Of The King and Queen tapi karena Bobby, Dito dan Adit tidak sehebat keenam sahabat mereka yang lain maka mereka hanya menjadi instrukturnya anak-anak SD.


Bagaimana Adit akan melawan Nanda yang di California adalah mantan ketua geng anak jalanan yang tidak suka membantai tapi lebih suka menerima tantangan.


"Gue kasih kecoa, nangis lo." ucap Adit membuat Nanda memelototi Adit.


"Suka gue," ucap Adit menatap Nanda membuat Diky terbatuk-batuk karena saat Adit bicara Diky sedang minum sedangkan Niky dan Nanda melotot kaget dengan ucapan Adit.


"Maksud lo apa, gila?" pekik Nanda.


"Lo suka sama Nanda?" tanya Diky.


"Sejak kapan?" tanya Niky merasa senang,


Lah jadi binging toh Adit, sontak ia menatap aneh ke arah tiga orang itu.


"Apaan, gue suka jahilin Nanda bukan suka sama orangnya." ucap Adit.


"Suka sama orangnya juga enggak apa-apa kok, Dit. Udah lama jomblo ni anak, butuh asupan perhatian dari pasangan. Cocok kok!" ucao Niky membuat Nanda hanya mendengus sebal.


Umur Nanda di bawah mereka bertiga satu tahun, Nanda tidak pernah berani melakukan kekerasan fisik dengan Niky karena Niky tidak pernah memarahi Nanda seperti ayahnya yang selalu bertengkar dengan ibunya dengan membawa nama Nanda sebagai anak yang sial.


Nanda menjadi ketua geng anak jalanan di sebabkan oleh pertengkaran kedua orang tuanya selama bertahun-tahun tidak ada jedanya, hingga saat kedua orang tuanya bercerai dan Nanda ikut dengan ibu kandungnya. Nanda berhenti dan menyerahkan jabatannya kepada sabahatnya.


Selama masa keterpurukan Nanda, dari jarak jauh Niky selalu memberi semangat pada Nanda. Niky berjanji setelah lulus sekolah, dirinya akan pergi ke California untuk selalu ada di samping Nanda maka dari itu saat prom night angkatan mereka. Niky tidak hadir dan langsung mengambil penerbangan menuju California.


"Enggak mau gue punya bini galak kayak dia," ucap Adit tidak sedang membual, karena memang tipenya bukanlah seperti Nanda.


"Gue juga enggak mau punya suami lembek kayak lo," balas Nanda terpancing emosi.


"Masih mending gue punya namanya hati nurani kelembutan, enggak kayak lo yang kerjaannya marah-marah mulu sama orang. Macan lo!" tukas Adit membuat Niky cekikikan.


"Karena gue macan, lo jadi kelincinya. Gue terkam lo sampe gue kenyang." sahut Nanda kesal.


"Gue sembunyi ke lubang paling kecil, Macan gede kayak lo enggak akan bisa nemuin kelinci ganteng kayak gue." imbuh Adit meremehkan Nanda.

__ADS_1


Brakk! Nanda menggertak meja karena merasa sangat-sangat kesal dengan Adit yang tidak mau mengalah dengan dirinya, bukan lagi hampir tapi semua orang yang ada di cafe menatap kaget ke arah meja keempat remaja itu.


"Ehem! Marah lagi nih," ucap Adit.


"Gue mau pulang," pinta Nanda.


"Lo enggak tau Jakarta, Nanda. Pake headset biar lo enggak pusing denger ocehannya Adit." Niky memberikan headset pada Nanda lalu Nanda langsung mengambil dan memakaikannya di kedua telinganya.


......................


...Los Angeles...


Karena relationship mereka berdua sudah tersebar ke seluruh kampus maka Kenzi dan Tessa harus berusaha untuk memaksimalkan akting mereka sebagai pasangan yang harmonis tentunya.


Seperti pagi ini, Kenzi menjemput Tessa di apartemennya untuk berangkat bersama ke kampus.


"Hah!" Tessa masuk ke dalam mobil Kenzi dengan helaan napas berat.


"Kenapa?" tanya Kenzi membuat Tessa menoleh ke arah Kenzi.


"Kemaren panas-panas lo nyuruh gue buat tunggu di parkiran, dua jam gue nunggu lo tapi apa yang gue liat lo malah keluar bareng sama cewek manja itu. Dasar pembohong!" dengus Tessa sinis.


"Gue enggak bohong sama lo Tessa, kemaren gue emang ada kelas tambahan." ucap Kenzi mencoba untuk menjelaskan.


"Terus kenapa lo enggak ngizinin gue buat pulang duluan?" tanya Tessa jengkel.


"Dengerin penjelasan gue ...."


"Enggak usah," Tessa menolak untuk mendengar penjelasan Kenzi.


"Berangkat sekarang," titah Tessa ketus.


"Enggak usah, enggak penting," ucap Tessa.


"Dengerin penjelasan gue," nada Kenzi mulai tinggi.


"Gue enggak mau dengar penjelasan lo, Kenzi," ucap Tessa kukuh menolak.


"Gue bilang dengarin dulu penjelasan gue, Tessa." ucap KenI entah kenapa jadi memaksa seperti ini.


"Enggak perlu," ketus Tessa, dan entah kenapa pula Tessa enggan mendengar penjelasan Kenzi.


"Lo harus denger, Tessa. Please dengarin," pinta Kenzi dengan nada lembut dan Tessa tidak menyahut lagi hingga Kenzi bisa menjelaskan alasannya.


"Kemaren waktu lo chat gue mau pulang duluan, gue udah ketik 'oke' tapi si cewek gila itu tiba-tiba muncul di kelas itu juga, gue enggak mungkin hadapin cewek gila itu sendirian, gue butuh elo buat bantu gue tapi lo malah pergi duluan sama temen lo." jelas Kenzi.


"Gue ngerasa kayak ketahuan selingkuh tau enggak, liat lo pergi gitu aja ninggalin gue," tambah Kenzi membuat Tessa tidak enak hati.


"Lo enggak ngomong sama gue jadi wajar lah gue pergi, orang gue kesal." sahut Tessa mendapatkan tatapan tajam dari Kenzi.


"Ya, ya maaf, gue kira lo bohong kemaren jadi ... lo juga enggak ngomong sama gue jadi gue salah paham dan ... gue minta maaf, gue salah." pada akhirnya Tessa meminta maaf.


"Hem!" sahut Kenzi langsung menghidupkan mesin mobilnya.


"Cih! Bukannya minta maaf balik malah jawab 'Hem' doang, dasar cowok songong, ngerasa paling benar mulu ni orang." Batin Tessa mengumpat.

__ADS_1


Sesampainya di kampus Kenzi memberi peringatan pada Tessa untuk berakting senatural mungkin dan tentunya sebagus mungkin di depan semua orang.


Kenzi duluan keluar dari mobil lalu Kenzi membukakan pintu mobil untuk Tessa, Kenzi mengulurkan tangannya dan dengan senyuman manisnya Tessa menggenggam tangan Kenzi.


Semua mata semua siswa-siswi pastinya menangkap jelas adegan keduanya yang pastinya membuat iri para kaum wanita kala melihat Kenzi yang selalu bertingkah dingin dan acuh menunjukkan senyuman dan juga perhatian spesial pada Tessa begitu juga para kaum pria ada yang iri kala melihat Tessa yang di kenal sangat cuek malah tersenyum lebar kepada Kenzi.


Mereka berjalan bersama layaknya seorang pasangan kekasih yang romantis, "Kenziiiii ....!!!" lengkingan suara wanita membuat semua orang menoleh ke arahnya.


Dia adalah Tia, anak manja yang menyukai Kenziro. Dari tatapannya sudah bisa di tebak kalau dirinya sedang menahan amarah kala melihat pujaan hatinya bergandengan dengan wanita lain. Ralat, kekasih pura-pura Kenzi.


"Apa ini Kenzi, kamu masih bersama dengan jal*ng ini lagi. Hei jal*ng, sudah aku katakan padamu jauhi Kenziku atau kamu akan aku keluarkan dari kampus ini." pekik Tia dalam bahasa inggris.


"Jal*ng teriak jal*ng! Dengar ya Tia, Kenzi adalah kekasihku dan kamu bukan siapa-siapa Kenzi jadi tolong jangan rusak hubungan kami." pekik Tessa berani melawan Tia.


"Mimpimu terlalu tinggi wanita gila! Kenzi adalah milikku, selamanya hanya akan menjadi milikku." pekik Tia tidak terima dan hendak menarik tangan Kenzi namun sayangnya Kenzi menghindar.


Bisik-bisik siswa-siswi kampus mulai ramai kala melihat pertengkaran Tessa dan Tia yang memperebutkan Kenzi.


"Ke-nz, kenapa kamu ...."


"Tch! Sudah tau 'kan jawaban apa?" ucap Tessa mengangkat genggaman tangannya dengan Kenzi.


"Kenzi menggenggam tanganku dengan penuh cinta sedangkan kamu yang ingin menyentuh tangannya saja, dia menghindar." ucap Tessa tersenyum sinis.


"Apa dia sudah kehilangan akal?"


"Maybe she's crazy !!"


"Tessa adalah kekasih Kenzi jadi wajar Tessa bersama Kenzi,"


"Siapa dia yang mengkalim Kenzi adalah miliknya."


"Dasar tidak tahu malu,"


"Banyak wanita yang menyukai Kenzi tapi tidak gila seperti dirinya."


"Menjijikkan,"


"Sangat memalukan,"


Bisikkan para siswa-siswi terdengar oleh telinga Tia.


"Tutup mulut kalian, sialan," pekik Tia


"Kenzi adalah milikku, Kenzi katakan pada mereka bahwa kita ... kita saling mencintai, ayo katakan bahwa kamu adalah milik ...."


Cup ....


.......


.......


.......


...::: Bersambung :::...

__ADS_1


Jangan lupa dukung author dengan like kalian, komen juga ya. Author pengen baca.


Ohiya Bantu dukung Novel author yang 'The ZERO' dengan like juga ya kakak-kakak.


__ADS_2