
Para teman-teman Kenzi banyak mengumpati Tia yang gila karena obsesinya pada Kenzi sedangkan Kenzi hanya bisa diam seribu bahasa.
Bukankah bagus Tessa pergi dari kampus, Kenzi jadi tidak perlu repot-repot lagi untuk menjauh dari Tessa tapi kenapa rasanya Kenzi tidak suka Tessa akan pergi, tidak tau apakah Kenzi marah karena Tia sudah keterlaluan atau merasa sedih karena Tessa akan pergi dari kampus bahkan mungkin dari hidupnya juga.
"Penerbangan gue malem ini jam delapan, gue harus pergi sekarang," ucap Tessa dalam bahasa Inggris membuat Kenzi dan ketiga teman Kenzi kaget.
"Mau ke mana?" Kenzi.
"Where are you going?" Peter, James dan Cesar.
"Polandia," jawab Tessa membuat semuanya banyak bertanya 'Kenapa harus ke sana' kecuali Kenzi yang sangat-sangat terkejut dengan tempat yang akan Tessa tuju.
"My dad is there so I'll go there," sahut Tessa bohong, karena sebenarnya Tessa ingin pergi ke tempat adik dari ibunya yaitu tantenya.
"Gimana sama nyokap lo? Apa lo bakal ninggalin nyokap lo sendirian di sini?" tanya Kenzi refleks.
Tessa menganggukkan kepalanya, di Polandia mungkin ia akan tinggal selama dua minggu karena dirinya juga punya urusan di sana, ia khawatir dengan ibunya di sini tapi mau bagaimana lagi.
Tapi tunggu bagaimana Kenzi tau dirinya tinggal bersama ibunya di sini? Tessa langsung menatap Kenzi dengan penuh tanda tanya.
"Nyokap lagi sakit jadi ...."
"Bokap lo bahkan enggak perduli sama nyokap lo lagi jadi gimana lo bisa tega ninggalin nyokap lo sendirian di sini?" tanya Kenzi tanpa sadar mengungkapkan apa yang ia ketahui dari grandpa Berrold.
Tessa membelalakan matanya! Aib keluarganya, siapa yang mengetahuinya bahkan awak media tidak bisa menjangkau segala urusan pribadi keluarganya, bagimama bisa Kenzi tahu mengenai ayahnya yang tidak perduli dengan ibunya lagi.
"D-dari mana lo tau kalo bokap gue gak perduli lagi sama nyokap gue?" tanya Tessa membuat Kenzi tersadar akan ucapannya barusan.
Ketiga teman Kenzi memilih bungkam karena pertama, mereka tidak mengerti bahasa Indonesia yang di ucapkan Kenzi dan Tessa lalu kedua, di lihat dari tatapan keduanya sepertinya ucapan mereka mengandung hal serius yang di mana mereka bertiga tidak mau ikut campur.
Kenzi memalingkan mukanya dari Tessa, dasar mulut nakal, bagaimana bisa Kenzi keceplosan saat bicara. Jika Kenzi tidak menjawab pertanyaan Tessa, bisa-bisa Tessa curiga tapi apa yang harus Kenzi jawab, grandpa Berrold menyuruh Kenzi untuk tutup mulut sampai Tessa mencintai Kenzi tapi Kenzi malah keceplosan di saat Tessa akan bertemu dengan ayah kandungnya.
Jika Tessa mengetahui Kenzi adalah anak Sanjaya yang di cari oleh ayahnya Tessa, maka kemungkinan besar Tessa akan langsung memberitahu ayahnya.
"Kenzi, dari mana lo tahu bokap gue udah enggak perduli lagi sama nyokap gue?" tanya Tessa menekan perkataannya.
"Bukannya dunia juga tau nyokap sama bokap lo udah cerai sejak tujuh tahun yang lalu jadi kenapa lo kaget gitu gue tau semuanya?" tanya Kenzi membuat tubuh Tessa lemas.
"Emang lo tau nyokap sama bokap gue siapa?" tanya Tessa memancing Kenzi untuk memberitahu siapa nama orangtuanya.
"Tau lah, Amber sama Ram 'kan," ucap Kenzi membuat Tessa bangkit dari tempat duduknya.
"Jadi selama ini lo tau gue anaknya Ram sama Amber, itu artinya lo bukan orang biasa 'kan Kenziro," sengit Tessa dan Kenzi mengerutkan dahinya.
"Atau jangan-jangan lo deketin gue karena lo mau hancurin perusahaan bokap gue?" tuduh Tessa.
Awak media tidak pernah tahu siapa anak dari Ram dan Amber, dan jika Kenzi tahu dirinya adalah anak mereka, itu artinya Kenzi bukanlah orang biasa, Kenzi pasti sudah menyelidiki latar belakang dirinya dan keluarganya.
"Gak salah lo nuduh gue, pertama yang nyari perhatian duluan itu siapa hah, lo dateng ke gue dengan alasan pengen belajar bareng gue, lupa lo?" sentak Kenzi emosi.
"Lagian bokap gue jauh lebih mampu bergerak sendirian tanpa harus di bantu sam gue, ketimbang bokap lo yang pengen hancurin perusahaan bokap gue dengen cara ngutus lo buat deketin gue," sengit Kenzi menatap Tessa dengan marah.
"Lo ...." tunjuk Tessa ragu untuk mengatakan jika seseorang yang ada di hadapannya saat ini adalah dia, orang yang di maksud ayahnya dulu.
__ADS_1
"Kenziro Syaputra Ramoya Sinaja?" ucap Tessa membuat Kenzi tersentak kaget begitu juga ketiga teman Kenzi yang kaget karena Tessa menyebut nama lengkap Kenzi yang tidak pernah di ketahui oleh siapapun kecuali mereka bertiga tentunya.
"Lo, Kenziro Syaputra Ramoya Sinaja," ucap Tessa lagi, kini Tessa berjalan mundur.
Ram selalu mengatakan ada satu perusahaan yang menjadi musuh terbesar ayahnya, Sinaja Company Grup. Tessa harus bisa mengalahkan perusahaan Sinaja, jika perlu menghancurkan penerus perusahaannya terlebih dahulu.
Kenzi mengatakan ayahnya Tessa ingin menghancurkan perusahaan ayahnya Kenzi dengan cara menghancurkan kehidupannya jadi orang itu benarkah Kenzi?
Kenzi Syaputra Ramoya Sinaja adalah penerus perusahaan Sinaja Company Grup, orang ini yang di minta ayahnya dulu untuk Tessa hancurkan hidupnya.
"Penipu, lo tau semuanya, lo tau semua tentang gue ...."
"Te-Tessa, gue ...."
"Gue enggak pernah mikir buat hancurin hidup siapapun apalagi bisnis bokap lo tapi lo tau ... lo tau niat bokap gue, lo juga tau kalo gue di perintah bokap gue buat hancurin hidup lo," ucap Tessa kali ini dengan mata yang berkaca-kaca.
"Lo mau hancurin hidup gue, sebelum gue yang hancurin hidup lo, lo mau gue menderita duluan sebelum gue yang buat lo menderita," ucap Tessa menangis.
Tessa tidak bisa berfikir positif sekarang, dirinya merasa di permainan oleh Kenzi karena Kenzi mengetahui latar belakang keluarganya bahkan niat kejam ayahnya juga Kenzi mengetahuinya.
Tessa hanya berfikir negatif tentang Kenzi yang pasti ingin menghancurkan hidupnya duluan.
"Dengerin penjelasan ...."
"Congratulations, you managed to make me shattering to pieces," ucap Tessa membuat Kenzi kebingungan sama seperti ketiga teman Kenzi yang merasa bingung dengan ucapan Tessa.
(Selamat, lo berhasil buat gue hancur sehancur-hancurnya).
"Lo tenang aja, dari awal gue emang enggak pernah punya niatan buat hancuri hidup lo jadi gue enggak akan balas dendam sama lo karena, itu karena ...." ucap Tessa menggantung perkataannya.
"Kocham cię, Kenziro, ten ból serca jest ruiną mojego życia. Dziękuję i do widzenia." ucap Tessa sebelum pergi dari ruang perawatan Kenzi.
(Gue cinta sama lo, Kenziro, sakit hati ini adalah kehancuran hidup gue. Makasih dan selamat tinggal)
"Apa yang Tessa katakan tadi?" tanya Cesar bermonolog, ia tidak paham bahasa Polandia.
"Kocham cię it means i love you doesn't it!" ucap James membuat refleks Kenzi menatap temannya itu.
(Kocham cię artinya aku mencintaimu, bukan?"
Kenapa Kenzi merasa senang? Benarkah Tessa mencintai dirinya? Atau James hanya asal bicara agar dirinya mencegah Tessa untuk pergi.
"Bukannya Tessa memang mencintai Kenzi?" tanya Peter kebingungan.
"Ini buktinya," tambah Peter menunjukkan sebuah video pada Kenzi dan yang lainnya.
...Isi Video....
"Gue khawatir dan lo harus hilangin kekhawatiran gue, Ken. Gue sedih liat lo kayak gini jadi lo harus bangun biar gue enggak sedih lagi, gue enggak suka lo baringan di sini jadi lo harus berusaha buat sembuh, gue mohon bangun ya,"
"I didn't want to lose you, Kenziro."
"That's what I feel,"
__ADS_1
"Gue janji gue enggak akan libatin lo dalam masalah gue lagi tapi gue mohon sama lo buka mata lo sekarang."
"Could I tell you something, Ken?"
"You took my first kiss, so did my heart. It's hypocritical if I say I'm not happy, Ken. I'm just angry but my anger doesn't hate you, do you wanna know the reason? Because, Kenziro I love you !!"
Di akhir video itu Tessa mencium kening Kenzi lalu Tessa menempelkan keningnya dengan kening Kenzi kemudian Tessa kembali mengucapkan kata 'I Love you,' kepada Kenzi membuat Kenzi langsung melepas paksa jarum infusnya kemudian Kenzi bangkit dari brankar untuk mengejar Tessa.
Ketiga teman Kenzi hendak mencegah Kenzi tapi Kenzi memberontak dan mendorong teman-temannya hingga mereka jatuh ke lantai.
"Tessa," Pekik kenzi berlari sekuat tenaganya.
Di sisi lain Tessa sedang berlari di parkiran menuju mobilnya, air mata Tessa terus mengalir hingga terdengar isakkan rasa sakit di dalamnya.
Tessa masuk ke dalam mobilnya.
"Lo jahat," isak Tessa.
"Kalian semua jahat," pekik Tessa memukul setir mobilnya melampiaskan emosinya.
"Kalian jahat memperalat gue buat bisnis kalian, buat kepentingan kalian sendiri," Tessa semakin keras.
Tessa merasa terpuruk karena ayahnya sendiri ingin dirinya menghancurkan hidup orang lain begitu juga Kenzi yang ingin menghancurkan dirinya demi membuat rencana ayahnya gagal, tidak tahu kah Kenzi bahwa Tessa membantah perintah ayahnya.
Tidak tahu kah mereka bahwa Tessa benci kata permusuhan, dirinya membenci ayahnya tapi dirinya tidak pernah memusuhi ayahnya sendiri, Tessa tidak suka dengan Ryan dan Tessa juga marah akan perlakuan Ryan yang ingin melecehkan dirinya tapi Tessa tidak mau membalas dendam karena Tessa tidak menganggap Ryan sebagai musuhnya, Tessa merasa jijik dengan tingkah Tia bahkan Tessa marah dengan Tia karena mengeluarkannya dari kampus tapi Tessa tidak punya niatan untuk membalas dendam karena baginya membalas dendam tidak ada gunanya.
Berdamai atau jangan mengurusi urusan orang lain lebih baik dari pada saling menyerang demi ingin menunjukkan siapa yang hebat dan siapa yang lemah.
Tessa menghidupkan mesin mobilnya kemudian Tessa menjalankan mobilnya untuk keluar dari halaman rumah sakit.
"Tessa," pekik Kenzi terdengar jelas di telinga Tessa hingga tiba-tiba saja Tessa menghentikan mobilnya.
Tessa membuka kaca mobilnya lalu Tessa menatap sepion mobilnya, terlihat Kenzi berteriak mencari Tessa di setiap sudut parkiran.
"Apa yang harus gue ucapin? Sampai ketemu di lain waktu atau selamat tinggal untuk selamanya," Tessa menatap Kenzi yang menoleh ke arah kanan, kiri dan ke belakang kemudian ke depan.
Ketika Tessa memejamkan matanya, Kenzi melihat Tessa dari sepion mobil Tessa dan pada saat Tessa membuka matanya, lewat kaca itu padangan mereka berdua bertemu satu sama lain, Tessa kaget sedangkan Kenzi berlari mendekati mobil Tessa.
Jarak Kenzi hanya tinggal beberapa langkah lagi dan Tessa kembali menangis, "Selamat tinggal, Kenziro," lirih Tessa menjalankan mobilnya untuk keluar parkiran.
Kenzi kaget dan berlari lebih kencang hingga sekilas tangan sebelah kanan Kenzi menyentuh mobil bagian belakang Tessa.
"Berhenti Tessa, gue mohon dengerib penjelasan gue dulu," pekik Kenzi di dengar oleh Tessa.
"Tessa," pekik Kenzi terus mengejar mobil Tessa hingga di jalan raya, Tessa langsung menancapkan gas mobilnya membuat tubuh Kenzi membeku dan berhenti berlari.
Tes ....
.......
.......
.......
__ADS_1
...::: Bersambung :::...