Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ,, 76


__ADS_3

Sekarang sudah menujukan pukul 20:40, waktunya Tania untuk keluar dari rumah hanya 20 menit, setelah itu isi rumah itu akan ramai tamu undangan.


Tania mencoba untuk melihat situsai di luar kamarnya. Sepi, semua mungkin sedang sibuk mempersiapkan makanan atau sambutan yang lainnya, hingga Ini adalah kesempatan yang bagus untuk wanita iyu bisa keluar dari rumah, Tania sedikit berlari ke arah dapur hingga.


"Non Tania," seseorang menegur Tania.


"Astaga! Bik Asih," Tania tersentak kaget sembari memegangi dadanya.


"Eh kenapa atuh, Non?" tanya bik Asih.


"Nggak apa-apa Bik, Tania mau ke dapur bentar," ucap Tania santai kemudian ia berjalan ke dapur, lebih tepatnya menuju pintu belakang rumah.


"Maafin Tania, Kak." gumam Tania sebelum dirinya menginjakkan kakinya keluar dari rumah.


Tania memakai jaket tebalnya lalu memakai topi hip hop miliknya juga, sialnya karena tadi sangat terburu-buru keluar dari kamar, Tania hanya memakai celana pendek saja.


Tania berjalan menyusuri halaman rumahnya yang begitu luas, dirunya ingin menuju gazebo kolam ikan hinga 12 menit berlalu akhirnya Tania bisa sampai di gazebo kolam ikan taman rumahnya.


Tempat Tania saat ini jauh dari rumahnya, jauh juga dari gerbang utama, bisa di katakan Tania saat ini sedang berada di tengah-tengah halaman rumahnya.


"Udah mulai rame nih kayaknya," gumam Tania mendengar beberapa kendaraan mobil dan motor masuk ke halaman rumahnya.


.........


Di dalam rumah, sembari menunggu jam tengah malam, semua orang sudah memulai partynya sejak dua jam yang lalu.


Namun kini Aldy dan Faza duduk terpisah dari para sahabatnya yang lain, Aldy dan Faza memilih berdiam di kamar Tania karena hanya tempat itu yang nyaman untuk bisa mengobrol berdua.


"Udah jam sebelas lewat sepuluh, Ara beneran nggak mau muncul?" tanya Faza pada Aldy.


"Keputusannya udah mutlak, Za." jawab Aldy.


"Keras, nggak suka di perintah sama nggak suka ancaman orang lain itulah keturunan keluarga Inggris Grandpa, Tania termasuk keturunan mereka. Sekali dia bilang enggak suka, bakal susah buat kita ngerubah keputusan dia, sama kayak kemarin kita debatin, keputusan Tania buat nggak muncul di pesta ini udah menjadi mutlak, dia enggak akan bisa dateng." ucap Aldy membuat Faza speechlees.


"Kalo gitu mending kita ke bawah sekarang, tiga puluh menit lagi acara tiup lilin," ajak Faza dan di balas anggukan oleh Aldy kemudian mereka berdua berjalan ke bawah menemui para sahabatnya.


"Melas banget tuh muka," ejek Adit pada Aldy.


"Ciah makanya punya gandengan dong biar seru," timpal Dito.


"Mereka berlima mana mungkin ada pasangan," ucap Diky pada Leo, Aldy, Faza, Rio dan Abdi.


"Tania lo mana, Man?" tanya Diky menepuk pundak Leo.


Aldy memjamkan matanya saat Diky menanyakan Tania pada Leo. Jujur, Aldy sangat ingin adiknya merayakan sweet seventeen mereka bersama di sini tapi Aldy tidak bisa apa-apa, semua akan menjadi kacau jika Aldy memaksakan dirinya untuk mencari Tania dan membawanya kembali ke sini secara paksa.


"Hari ini ulang tahun dia juga, rencananya gue mau datang kerumah dia buat rayain ulang tahun dia tapi tadi waktu gue telepon dia ada di mana, dia bilang dia lagi pergi sama keluarganya buat rayain ulang tahunnya. So, gue terpaksa sendirian datang ke sini." ucap Leo.

__ADS_1


"Wah, jadi lo lebih milih gebetan lo dari pada sahabat lo. Dasar nggak setia lo." ejek Adit.


"Bukan gitu, setelah gue dateng ke rumah Tania, gue mau bawa dia ke sini juga tapi ya udahlah rencananya udah gagal," ucap Leo jengkel.


.........


Setelah dua jam lebih Tania hanya duduk di gazebo dan berbicara dengan ikan-ikan hias yang ada di kolam tiba-tiba saja handphone wanita itu berbunyi. Ting!


Babas (23 : 42)


Hai gadis kecilku Karamoy


"Babas?!" ucap Tania ketika melihat yang mengirim pesan adalah sahabat masa kecilnya.


^^^Tania (23 : 42)^^^


^^^Kau di mana sekarang?^^^


^^^Tania (23 : 42)^^^


^^^Jangan sembunyi lagi, aku mohon^^^


^^^Tania (23 : 42)^^^


^^^Aku ingin bertemu denganmu^^^


^^^Tania (23 : 42)^^^


Empat pesan Tania kirimkan pada Babas, entahlah dia akan membalasnya atau tidak Tanua juga tidak tahu tapi wanita itu sangat berharap sahabat masa kecilnya itu akan membalas pesannya secepatnya.


Babas (23 : 43)


Kau di mana?


^^^Tania (23 : 43)^^^


^^^Aku di halaman rumah, tepatnya di gazebo kolam ikan^^^


Tunggu, memangnya dia tahu tempatnya di mana? Halaman rumah itu sangatlah luas, dia mana tahu tempa Tania saat ini ada di mana.


^^^Tania (23 : 43)^^^


^^^Kau tahu rumahku?^^^


^^^Tania (23 : 43)^^^


^^^Di rumah sedang ada party^^^

__ADS_1


^^^Tania (23 : 44)^^^


^^^Kau ada di mana sekarang biar aku saja yang menemuimu^^^


Tiga pesan Tania kirim lagi pada Babas tapi sungguh lama sekali pria itu membalas pesan Tania, wanita itu sampai lelah menatap layar ponselnya yang tak kunjung menerima balasan dari sahabat masa kecilnya itu.


^^^Tania (23 : 51)^^^


^^^Tidak kau balas?^^^


^^^Tania (23 : 51)^^^


^^^Babas? Aku tahu ini kau^^^


^^^Tania (23 : 52)^^^


^^^Apakah bagimu sangat menyenangkan bermain-main denganku^^^


^^^Tania (23 : 52)^^^


^^^Oh ayolah! Kau tahu aku tidak suka menunggu^^^


Beberapa pesan Tania kirim lagi pada Babas, di tatapnya layar handphonenya hingga sahabat masa kecilnya itu membaca pesannya tapi anehnya pria itu tidak membalas satupun pesan dari Tania membuat wanita itu kesal saja.


.........


Tepat pukul 00:00 Aldy di suruh untuk berdiri tepat di depan kue besar yang bertuliskan happy sweet seventeen Aldy, semua bersorak menyanyikan lagu selamat ulang tahun untuk Aldy hingga setelah selesai, Aldy langsung meniup lilinnya. Semua langsung bertepuk tangan saat Aldy selesai meniup lilinnya.


"Happy Brithday, Aldy," sorak semuanya.


"Makasih," ucap Aldy memaparkan senyum yang di paksakan pada para tamunya.


"Happy sweet seventeen, Adik nakalku Karamel Listra," batin Aldy tersenyum lebar untuk sang adik.


"Happy seweet seventeen, Kakak super jahil Kenziro Syaputra," batin Tania seraya memejamkan kedua matanya.


Happy birthday to you, happy birthday to you, happy birthday, happy birthday, happy birthday ....


Seseorang bernyanyi di belakang Tania membuat mata Tania terbelalak dan refleks ia menengok ke belakang, samar-samar Tania melihat bentuk tubuh manusia berdiri di kegelapan, makhluk gaib 'kah? Oh tidak apa para setan begitu menganggumi Tania sampai mereka ikut merayakan ulang tahun wanita itu.


"Siapa di situ?" tanya Tania mengernyit.


.......


.......


.......

__ADS_1


...::: Bersambung :::...


__ADS_2