Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part .. 58


__ADS_3

Posisi duduk mereka saat ini melingkar. Dari posisi duduk di rumput dekat pintu depan mobil Abdi ada Aldy dan Bobby yang duduk bersebelahan, di samping kiri Bobby ada Rio dan Diky, di samping kiri Diky ada Adit, Leo dan Faza, di samping kiri Faza ada Tania dan Abdi dan di samping kiri Abdi ada Dito yang bersebelahan dengan Aldy


Aldy tampak termenung saat mendengar suara orang yang ia cintai, begitu juga dengan yang lainnya.


"Gue dapet rekaman suara Sasya dari salah satu orang kepercayaan Sasya," ucap Tania memecahkan keheningan.


"Siapa?" tanya Aldy masih dengan tatapan kosong, siapa yang tahu Aldy mungkin sedang memikirkan sesuatu.


"Nggak penting lo harus tau orangnya siapa yang jelas kalian berdua Leo harus selesaiin masalah kalian sampai benar-benar tuntas," jawab Tania sebenarnya ingin marah dengan sikap kekanak-kanakkan kakaknya itu.


"Lo tau apa so'al persahabatan kita semua?" tanya Diky membuat Tania menatap ke arah Diky.


"Kenapa lo bisa terlibat, Tan?" tanya Bobby.


"Leo yang bilang ke gue kalo sebenernya Sasya itu cewek yang paling kalian bersembilan utamain tapi karena Leo cinta sama Sasya dan cintanya enggak terbalaskan, semuanya jadi kacau karena Aldy salah paham sama ...."


"Cih! Salah paham ...."


"Jangan nyela gue, bisa?" tanya Tania memotong balik perkataan Aldy.


"Gue nemuin foto-foto persahabatan kalian waktu smp dulu, nggak usah tanya gue dapet foto itu dari mana yang jelas gue tahu kalian dulu pernah jadi sahabat," ucap Tania.


"Gue coba buat nanya sama Aldy dan Aldy bilang benar kalian pernah jadi sahabat tapi itu dulu, sebelum dia tahu ternyata Leo sama Sasya saling mencintai padahal dia juga cinta sama Sasya," ucap Tania.


"Untuk SALF BADRAD gue tahu dari Faza, gue akui gue salah karena udah bohong sama Faza waktu itu, gue ngaku-ngaku jadi adik kandung Sasya biar gue dapat informasi detail tentang persahabatan kalian ...."


"Buat apa lo bela-belain cari informasi tentang kita semua?" potong Diky bertanya dengan Tania membuat Tania diam sebentar.


"Karena di antara kalian ada satu orang paling penting di hidup gue, dia sembunyiin semua sendirian tanpa mau berbagi sama gue, mungkin dia nggak mau gue terlibat dalam masalahnya atau mungkin juga dia nggak nganggap gue sebagai orang spesial." ucap Tania seraya mengeraskan rahangnya.


"Maafin aku, Tania," batin Leo mengira bahwa dirinyalah yang di maksud Tania.


"Siapa?" tanya Diky namun Tania diam.


"Gue bukan cuma perduli sama satu orang itu doang tapi gue juga perduli sama kalian karena menurut gue kalian semua itu emang patut di kasihani, kalian itu bod*h tahu enggak, cuma gara-gara masalah hati doang kalian enggak bisa cari solusi dan malah milih buat bubar," ucap Tania sekilas menatap sinis ke arah Aldy membuat Aldy menyadari bahwa orang yang di maksud adiknya itu adalah dirinya.


"Maaf karena udah buat lo ngerasa di asingkan sama Kakak lo sendiri," batin Aldy merasa bersalah karena selama ini adiknya selalu terbuka dengannya tapi dirinya malah menyembunyikan segapa masalahnya dari sang adik.


"Setahu gue perasaan suka itu enggak bisa kita cegah, kita kagum dan tertarik sama lawan jenis kita, itu normal." ucap Tania.


"Tapi kita udah berkomitmen ...."


"Dan kalian salah ngelakuin komitmen persahabatan itu," ucap Tania memotong perkataan Diky.


"Lo fikir perasaan manusia itu bisa di atur sesuka hati lo kayak komputer? Timbulnya rasa suka enggak bisa lo cegah dan enggak mudah buat di ubah kayak lo ngatur setelan komputer," ucap Tania menatap Diky membuat mereka semua bungkam.


"Lo bersembilan bisa pendam perasaan suka kalian sama cewek manapun juga tapi gimana sama Sasya? Pernah kalian fikirin perasaan Sasya yang mungkin diam-diam suka sama salah satu dari kalian?" tanya Tania.


"Sasya suka sama Aldy ...."

__ADS_1


"Dia suka sama cowok yang ngasih setangkai mawar merah dan cowok itu adalah dia," ucap Aldy menatap tajam ke arah Leo.


"Gue liat malem itu dia ngasih buket mawar merah buat Sasya," ucap Aldy masih menatap tajam ke arah Leo dengan tangan yang terkepal kuat.


"Waktu itu gue nggak sengaja ...."


"Lo tau gue bakal dateng ke rumah sakit itu 'kan makanya lo mancing Sasya buat ngungkapin perasaan dia ke lo," bentak Aldy menunjuk Leo.


"Dia emang ngungkapin semua perasaannya sama gue tapi ...."


"Lo denger 'kan, Tan," ucap Aldy menatap Tania.


"Lo salah, Sasya emang ngungkapin semua perasaan dia ke Leo tapi orang yang di maksud Sasya itu elo bukan Leo," ucap Tania pada Aldy membuat Aldy ingin marah karena tidak dapat pembelaan dari sang adik.


"Lo bela dia daripada Aldy, Tan?" tanya Dito.


"Gue bukan bela Leo tapi gue tahu kebenaran yang sesungguhnya," ucap Tania.


"Apa lo nggak sadar sama apa yang Sasya ucapin di malam itu, dia bilang setangkai mawar merah bukan buket mawar merah. Lo fikir siapa orang yang selalu ngasih Sasya setangkai mawar merah?" tanya Tania menatap Aldy membuat Aldy terdiam.


Aldy mengerutkan dahinya kala dirinya memutar ingatan masa lalunya, Sasya bilang dia mencintai pria yang selalu memberikannya setangkai mawar merah? Siapa pria itu? Aldy terpaku kala dirinya sadar akan pria itu adalah dirinya, Aldy mengangkat kepalanya menatap Tania dan Tania menganggukkan kepalanya menatap sang kakak.


"Iya Kak, Sasya cinta sama lo." batin Tania kemudian ia mengeluarkan handphonenya dan meletakkanya di tengah-tengah perkumpulan mereka.


"Gue punya empat rekaman suara Sasya, yang pertama buat Aldy, yang kedua buat Leo, yang ketiga buat Faza dan yang terakhir buat kalian semua, buat SALF BADRAD." ucap Tania mulai memutar rekaman suara Sasya.


"Ini buat kamu Leo," ucap Tania kemudian mulai memutar rekaman suara Sasya untuk Leo.


"Assalamualaikum Cleo Rendra Agata, sahabat Sasya yang selalu setia mendengarkan curhatan Sasya, kupingnya Leo pasti panas ya karena Sasya suka gak inget waktu kalo lagi cerita soal perasaan Sasya yang lagi di mabuk cinta hihi ... Sasya minta maaf ya udah libatin Leo dalam setiap cerita Sasya, Sasya bodoh udah cerita semua perasaan suka Sasya ke Aldy sama orang yang begitu mencintai Sasya, cinta Sasya besar banget buat Aldy sampai Sasya nggak peka sama hati Leo. Sasya minta maaf udah buat Leo sakit hati, Please jangan berantem lagi sama Aldy, Sasya pengen Aldy sama Leo baikan kayak dulu lagi." ucap Sasya dalam rekaman.


Tania langsung mematikan rekamannya, tanpa bicara lagi Tania langsung memutar rekaman Sasya selanjutnya.


"Assalamualaikum Faza Bramasta Ramora, kakak Sasya yang selalu nganter-jemput Sasya waktu sekolah sama waktu bimbel juga hehe ... Faza pasti cape ya sama kelakuan Sasya yang manja minta di anter-jemput sama Faza, Sasya minta maaf ya udah buat Faza susah, Sasya tau Sasya salah karena memendam perasaan cinta ke Aldy dan malah buat Leo di salahkan karena dikira Sasya sama Leo saling mencintai. Sasya minta sama Faza untuk bantu Sasya buat akurin mereka berdua, Sasya yakin Faza bisa jadi Sasya mohon penuhin permintaan Sasya ya." ucap Sasya dalam rekaman itu.


Semua diam dan menundukkan kepala mereka, entah apa yang mereka fikirin sekarang, yang jelas Tania di buat canggung oleh suasana hening ini.


"SALF BADRAD, gue bakal putar rekaman panjang Sasya buat kalian tapi sebelum itu gue mau kalian semua baikan dulu sekarang, b-boleh?" tanya Tania gagap di akhir kalimatnya.


"Aldy," panggil Tania berharap kakaknya akan berbaikkan dengan para sahabatnya.


"Lo orang jahat yang gak pantes hidup karena buat gue salah paham Le, lo buat gua kecewa sama lo," sengit Aldy pada Leo.


"Gue emang jahat, udah buat lo kecewa karena sembunyiin rahasia Sasya, gue minta maaf." ucap Leo tulus.


"Jadi gimana sekarang?" tanya Tania.


"SALF BADRAD, F tunggal buat Faza," ucap Faza meletakkan tangan kanannya di tengah-tengah perkumpulan mereka.


"SALF BADRAD, A buat Abdi," ucap Abdi sama seperti Faza, meletakkan tangan kanannya di atas tangan Faza.

__ADS_1


"Ini cara mereka buat baikan 'kah?" batin Tania menatap Faza dan Abdi secara bergantian.


"SALF BADRAD, A buat Adit." ucap Adit ikut meletakkan tangannya tepat di atas tangan Abdi, dan setelah itu tidak ada yang melanjutkan.


"Lo pada lagi pada ngelamun ya, di respon woy ni tangan, bisa pegel juga kalik tangan kita kalo lama-lama di anggurin aja," oceh Adit karena yang lainnya hanya diam saja.


"SALF BADRAD, D buat Dito," ucap Dito kemudian meletakkan tangannya di atas tangan Adit.


"Nah gitu dong," ucap Adit.


"SALF BADRAD B tunggal buat Bobby," ucap Bobby meletakkan tangan besarnya di atas tangan Dito.


"Dik, ayolah," ajak Adit pada Diky.


"Rio," Abdi memanggil orang yang sangat akrab dengannya di masa lalu.


Diky dan Rio saling melempar pandangan lalu mereka menatap Leo membuat Leo mengerutkan dahinya aneh, bahaya banget dah si Diky dan Rio, tatapan mereka itu loh seakan-akan Leo adalah bos besar yang di mana setiap mau mengambil keputusan harus meminta izin dulu dengan Leo.


"Emang gua atasan lo berdua? Apa-apa minta persetujuan gue dulu," kesal Leo datar membuat Diky tersenyum lalu meletakkan tangannya di atas tangan Bobby.


"SALF BADRAD, D buat Diky," ucap Diky.


"SALF BADRAD, R tunggal buat Rio," ucap Rio meletakkan tangannya di atas tangan Diky.


"Tinggal dua, mana nih responnya," ucap Adit menyindir Aldy dan Leo.


"Lo berdua nggak mau baikan?" tanya Tania lirih hingga Aldy mendongak menatap Tania, Tania tersenyum lalu Tania mengangguk pelan kepada sang kakak.


"SALF BADRAD, A buat Aldy," ucap Aldy meletakkan tangannya di atas tangan Rio.


"SALF BADRD, L tunggal buat Leo," ucap Leo kemudian meletakkan tangannya di atas tangan Aldy, pria itu sengaja menunggu Aldy.


Hening!


Sejenak suasana jadi tidak bersuara, begitu juga dengan tangan mereka bersembilan yang masih setia di letakkan di tengah-tengah perkumpulan mereka.


"Gabung, Tan." ucap Faza ternyata mereka sedang menunggu Tania untuk ikut serta, Tania menganggukkan kepalanya sebelum meletakkan tangan kanannya di atas tangan Leo.


"SALF BADRAD, baikan!" teriak mereka semua melayangkan tangan mereka ke atas secara bersamaan membuat Tania yang tidak di beri aba-aba langsung terpental tangannya bahkan tubuh wanita itu hampir jatuh.


.......


.......


.......


.......


..... Bersambung .....

__ADS_1


__ADS_2