
Di saat semua orang merasa takjub dan bersorak heboh atas keberhasilan Tania, tiba-tiba saja salah satu pria mendekati Tania dan merentangkan kedua tangannya ingin memeluk wanita itu.
Dengan sigap Tania menendang perut pria itu. Brugg! Ughh! Seketika tubuh pria itu jatuh ke tanah, dan mendengar suara orang jatuh, semua murid sontak menoleh ke arah Tania dan pria itu.
"Jangan lo fikir gue nggak tahu niat busuk lo," sengit Tania pada pria itu kemudian Tania berjongkok di samping pria itu.
"Gue nggak suka ada orang yang jadiin gue bahan taruhan apa lagi taruhannya menyangkut hal yang tak senonoh kayak yang lo rencanain sama teman lo itu, gue bukan cewek murahan yang bisa lo sentuh seenak jidat lo, Paham lo!" bisik Tania lalu berdiri untuk pergi meninggalkan lapangan.
"Ha ha ha! Lo mau jual diri lo sama gue, lo fikir gue mau apa? Jangan mimpi deh lo cewek kampungan." pekik pria itu hingga membuat semua orang terkejut bahkan Tania langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menghadap pria yang baru saja ia tendang.
"Jual diri?"
"Astaga, demi uang harus relain harga diri,"
"Gila! Laku nggak tuh,"
"Ternyata dia bukan cuma jelek dan miskin tapi dia juga wanita murahan dong,"
"Iyuhhh! PNBS banget, perusak nama baik sekolah,"
Hujatan para murid untuk Tania, yang terus menerus mencampakkannya.
Faza sangat emosi mendengar hujatan para murid hendak mendekat ke lapangan tapi Tania lebih dulu menatap tajam dirinya dan menggelengkan kepalanya pelan karena tidak mau Faza ikut campur, melihat Tania menggelengkan kepalanya Faza menghela napas panjang dan mengangguk menanggapi Tania.
Leo, Aldy serta yang lain tampak menahan emosi juga dan hendak melangkah ke lapangan tapi karena Aldy melihat jelas bagaimana Tania melarang Faza untuk ikut campur, alhasil Aldy menahan Leo dan yang lain untuk tidak ikut campur juga.
"Lo sengaja mau jebak gue?" tanya Tania dengan nada santai tapi jauh dari lubuk hatinya ia memendam amarah yang sangat dalam.
__ADS_1
"Nggak usah sok nggak tahu deh lo, hidup keluarga lo lagi susah jadi lo mau jual diri lo sama gue dan gue bayar lo dengan har ...."
"Bacot," pekik Tania menendang perut pria itu sehingga semua murid menjadi gempar.
"Aghh! Kurang ajar lo ya, udah berani neror gue sekarang berani juga mukul gue," pekik pria itu semakin menambah-nambahkan fitnahannya.
Semua murid banyak berbisik dan menggosipi Tania, ada juga yang menghujat Tania dengan mengatainya jala*g, wanita simpanan dan sebagainya.
"Jaga ucapan lo, bangs*t. pekik Tania tidak bisa menahan emosinya lagi.
"Ini akibat lo karena udah ganggu kehidupan gue dengan cara neror gue dan maksa gue mulu, cewek murahan," sengit pria itu hingga Tania bertepuk tangan di buatnya.
"Wah wah wah! Akting yang sangat buruk, anda mengatakan keluarga saya sedang susah dan saya terpaksa menjual diri saya pada anda demi mencukupi keluarga saya, benar?!" ucap Tania lantang.
"Gue Adi Lasmana yaksita bersumpah kalo gue nggak bohong sama omongan gue barusan, Tania yang aslinya cupu dan jele ...." ucapan pria yang bernama Adi terpotong.
"Ada apa ini?" tiba-tiba beberapa guru menghampiri lapangan.
"Keluarganya lagi butuh duit jadi dia mau jual diri sama Adi,"
"Si cupu ternyata wanita murahan, Pak,:
"Keluarin dari sekolahan, Pak,"
Puluhan teriakkan siswa-siswi yang menjelek-jelekkan Tania berpadu menjadi satu membuat Tania menyipitkan matanya menatap sekelilingnya.
"Kenapa kalian bilang Tania ingin mejual dirinya?" tanya sang kepala sekolah yaitu Pak Agustian.
__ADS_1
"Biar saya jelaskan, Pak," ucap Adi.
"Si cupu ini maksud saya Tania terus meneror saya dan meminta saya untuk menerima tawarannya yang ingin menjual dirinya pada saya, alasannya sih karena dia butuh duit tapi saya tidak mau, Pak. Saya tidak mungkin memalukan nama baik keluarga saya dengan menerima tawaran konyolnya itu," jelas Adi.
Glukk! Pak Agus tampak pucat saat mendengar penjelasan Adi, Pak Agus yang notabenenya paman Mika sangat tahu siapa Tania yang sebenarnya jadi sangat tidak mungkin bagi Pak Agus membenarkan ucapan Adi tentang Tania yang menjual dirinya demi uang.
"Apa motif kamu memfitnah Tania, Adi?" tanya Pak Agus serius.
"Saya tidak memfitnahnya, Pak, dia benar-benar meneror saya untuk ...."
"Cukup." pekik Tania.
"Gue udah cukup sabar dengar semua omong kosong lo itu, sekarang lo ngomong jujur sama semua orang atau gue bakal buat keluarga lo malu karena punya anak kayak lo," sentak Tania.
"Halah Tania masih ngelak aja lo, dasar cewek murahan," umpat Clara.
"Jijik gue, ternyata orang susah suka jual diri demi uang," timpal Zea.
"Huuuuhhh! Keluar dari sekolahan ini jala*g," pekik para murid.
"Siapa yang kalian maksud jala*g?!" pekik seseorang dari arah koridor sekolah.
Semua orang terdiam dan melihat ke arah koridor sekolah, bagi yang mengenal orang itu pasti kaget dan heran karena tidak biasanya beliau datang ke sekolahan ini.
.......
.......
__ADS_1
.......
...::: Bersambung :::...