
Saat pulang sekolah Faza di buat kesal karena dirinya dan Tania harus menunggu sekolahan sepi baru mereka berdua akan masuk ke dalam mobil Tania.
"Cafe Gourmet dulu ya," ucap Tania ketika mereka sudah keluar dari gerbang sekolah.
"Traktir," ucap Faza tanpa menatap Tania yang sibuk melepaskan segala barang yang menempel di wajahnya.
"Iya, gue traktir," ucap Tania membuat Faza tersenyum sinis kapa dirinya seperti sedang merencanakan sesuatu.
Setelah sampai di cafe Gourmet, Faza dan Tania langsung masuk ke dalam cafe yang tidak pernah sepi alias isinya banyak kaum anak-anak muda.
"Lo mau pesen apa?" tanya Tania.
"Nggak banyak, gue mau pesan spaghetti carbonara, sandwich telur, kentang goreng, ebi furai, steak, chicken fingers plus minumnya coffee latte aja," ucap Faza menunjuk menu yang ia pesan hingga pelayan cafe yang mencatat pesanan Faza di buat binging karena jumlah mereka hanya dua orang tapi pesanannya luar biasa banyak.
"Makanan segitu, nggak banyak?" tanya Tania.
"Kenapa?" tanya Faza.
"Saya pesan spaghetti carbonara satu sama jus jambu satu ya Mbak," ucap Tania mengabaikan Faza.
"Em! Sama makanan penutupnya ...."
"Untuk makanan penutupnya pesan Tiramisu dua aja," ucap Tania seraya menatap tajam ke arah Faza.
"Baik, ada lagi?" tanya pelayan itu dan Tania mengatakan cukup hingga pelayan itu menganggukkan kepalanya dan pergi ke belakang.
"Parah lo Tan, gue tadi 'kan mau makanan penutupnya itu creme caramel, belgian waffle sama es krim vanila tapi lo ...."
"Udah berapa lama sih lo nggak makan?" tanya Tania memotong perkataannya.
"Dari jam istirahat tadi sampai sekarang gue belum makan, laper banget tahu enggak," jawab Faza mengartikan saat istirahat tadi Faza sudah mengisi perutnya tapi kini ia mengatakan sangat kelaparan?
"Masya Allah, belum juga telat makan dua puluh empat jam, Za." kesal Tania.
"Tania, rezeki dapet traktiran itu nggak boleh kita sia-siain jadi ...."
"Ya ya ya serah lo," potong Tania menyibukkan dirinya dengan handphonenya tapi di dalam hati wanita itu mengumpati Faza.
Beberapa menit berlalu akhirnya pesanan Tania dan Faza sampai juga, "Abisin semuanya," ucap Tania namun Faza tidak menjawab dan mulai memakan kentang gorengnya.
Karena Tania hanya memesan satu menu, wanita itu harus menunggu Faza yang baru saja memakan tiga menu makanan yang ia pesan tadi hingga saat Faza meletakkan kembali sandwich telur yang ingin ia makan ke atas piring, diam-diam Tania tersenyum miring.
"Kenapa? Kenyang?" tanya Tania dan Faza menganggukkan kepalanya pelan.
__ADS_1
"Habisin," titah Tania
"Bantuin," rengek Faza dengan raut wajah masam membuat Tania gemas ingin memukul wajah pria itu.
"Makanya enggak usah sok-sokan pesen makanan banyak, lo bukan si gentong Bobby yang doyan makan," ucap Tania mengambil sandwich telur milik Faza dan memakannya.
"Udah kenyang 'kan?" tanya Tania ketika mereka berdua sudah menghabiskan semua menu makananya.
"Banget woy! Lo bawa mobil ya, perut gue penuh nih," ucap Faza memasang wajah melas.
"Alasan aja lo, orang yang di pake nyetir mobil itu kaki sama tangan lo doang," sengit Tania.
"Ngalah dikit napa sih, Tan." ucap Faza.
"Ogah, udah ah gue mau bayar dulu," ucap Tania kemudian pergi ke kasir dan setelah itu mereka pulang.
"Oh iya besok jangan lupa jam sembilan harus udah ada di basecamp kalian ya, Za." ucap Tania mengingatkan Faza akan rencana besok.
"Gue sama Adit pasti dateng tapi gimana sama yang lain?" tanya Faza.
"Tenang aja udah gue atur, sekalian gue juga ngajak Aryan." ucap Tania.
"Aryan siapa?" tanya Faza.
"Faza set*n," pekik Tania.
"Ngapain lo ngajak Kak Aryan?" tanya Faza.
"Dia Kakak lo?" tanya Tania.
"Kak Aryan itu Kakak tingkat makanya gue manggil dia Kak." ucap Faza.
"Kakak tingkat? Masih kelas tiga dong?" tanya Tania namun Faza menggelengkan kepalanya.
"Udah nggak sekolah lagi." ucap Faza membuat Tania terdiam lama.
"Segitu nggak mampunya sampai nggak sekolah lagi?" tanya Tania membuat Faza menatap malas ke arah Tania.
"Be*o banget sih lo, maksud gue itu Kak Aryan udah lulus setahun yang lalu bukan karena putus sekolah," ucap Faza.
"Gue tanya kenapa lo ngajak Kak Aryan?" tanya Faza lagi.
"Entar malem gue kasih tahu, skarang kita pulang dulu! Cape, abis pesan makanan banyak tapi nggak sanggup ngabisin," ucap Tania sengaja menyindir Faza.
__ADS_1
"Lo nyindir gue ya?" sentaknya membuat Tania tertawa terbahak-bahak karena reaksi Faza sangat tai terduga.
"Untung lo anaknya Tante Sofia kalo nggak udah gue buang lo," ucap Faza.
"Mau buang tinggal buang aja kalik, enggak ada hubungannya sama Mak gue tapi lo ...."
"Ada dong hubungannya, Tante Sofia 'kan kakak kandung bokap gue jadi lo sama gue itu sepupu, apa kata dunia kalo seorang Faza membuang sepupu sendiri." ucap Faza membuat Tania membulatkan matanya.
"Sepupu?" tanya Tania membuat Faza menaikkan sebelah sudut bibirnya sinis.
"Kenapa sikap gue ke elo berubah, enggak secuek dulu waktu pertama kali kita ketemu? Emang lo enggak sadar? Waktu lo bongkar identitas lo, gue udah tahu nyokap lo sama bocap gue itu saudara kandung jadi lo sama Aldy itu sepupu kandung gue," ucap Faza.
"Bohong lo," ucap Tania tidak percaya
"Faza Bramasta Ramora," ucap Faza menyebut namanya membuat Tania terdiam.
Marga Ramora di turunkan dari nama kakek Hans Ramora dan juga nenek Hanna Mulia Aramoy, nama marga mereka sama-sama mengandung kata Ramo yang jika di artikan dalam bahasa Portugis, Ramo adalah cabang. Jadi anak dan cucu mereka kelak akan mendapatkan dua cabang marga, yang satu Ramora dan satunya lagi Aramoy.
Tania tidak mengerti kenapa bisa begitu, yang Tania tahu kakek dan neneknya hanya mempunyai dua anak, yang pertama adalah Sofia Lavana Aramoy dan yang kedua adalah Glenn Ramora.
Oh tidak!
Apakah Faza adalah anak dari om-nya Tania yaitu Glenn Ramora?
"Lo anaknya Om Glenn?" tanya Tania menunjuk wajah Faza membuat pria itu tersenyum dan menganggukkan kepalanya pelan.
"Absurd, pantesan nih anak seenaknya aja sama gue dan tadi juga dia nggak ada malu-malunya pesan makanan kayak orang rakus, ternyata dia sepupu gue dan gue nggak tahu itu, astaga Tania segitunya lo nggak perduli sama keluarga nyokap lo, emang dasar durhaka lo ya." batin Tania mengumpati dirinya sendiri.
"K-kita pulang sekarang." ucap Tania.
"Oke, adik sepupu!" ucap Faza membuat Tania melirik tajam ke arah Faza.
.......
.......
.......
.......
.......
...๐๐Bersambung๐๐...
__ADS_1