Choice And Destiny Of Life

Choice And Destiny Of Life
Part ' 124


__ADS_3

...Flashback off...


Kejadian dua tahun yang lalu Polar Prince mendapat pesan dari tangan kanannya bahwa musuh lamanya sudah bergerak melakukan rencana mereka dan itu membuat Polar Prince ingin murka karena di hari itu juga tiada kesempatan bagi dirinya bisa berjumpa dengan kekasihnya.


"Maafin aku, untuk sementara waktu aku bakal pergi jauh, aku harap kamu enggak akan berubah walau aku bohong sama kamu, Sayang ... ah enggak, kamu pasti bakal marah bahkan mungkin benci sama aku tapi aku harus tetap ngelakuin ini sebelum semuanya terjadi," ucap polar prince lirih menatap wanita yang ia cintai sedang tertawa bahagia bersama teman-temannya.


Polar prince pergi untuk menjalankan tujuannya yang mencari keberadaan keluarga musuhnya, tiga bulan Polar Prince berada di negara kelahirannya tapi apa yang ia cari belum juga berhasil ia dapat.


"Aku ingin kembali sekarang, Avido." lirih Polar Prince merasa tidak tahan berjauhan dari kekasihnya.


Avido artinya rakus dan serakah, sang tangan kanan mendapatkan julukan itu dari Polar Prince sendiri karena sang tangan kanan sudah seperti jendral yang pandai dalam mengatur ribuan mafioso Vic's Bloody Wolf yang di sembunyikan identitasnya bahkan saat pertempuran terjadi, Avido selalu menjadi sosok yang haus akan darah.


"But, Lord ...."


"Iblis itu menyusun rencana yang sangat matang sampai kita sulit melacak tempat-tempat persembunyian mereka," ucap Polar Prince sehingga tangan kanannya hanya bisa patuh saja.


Polar Prince tidak akan menyerah dengan tujuannya tapi dia butuh waktu untuk mencari cara lain, dengan kembali ke tempat tinggal kekasihnya, Polar Prince bisa mengawasi keluarga kekasihnya sembari memikirkan cara untuk menghancurkan para musuhnya.


Namun siapa sangka ketika Polar Prince ingin kembali lagi pada kekasihnya ternyata musuhnya lebih dulu menjebak dirinya dengan seorang wanita yang tidak ia kenal, mau tak mau Polar Prince harus mengikuti permainan dari musuhnya.


Dua bulan kemudian, Polar Prince duduk di kursi sembari mengetuk-ngetuk meja yang di terangi oleh satu cahaya saja, dengan perasaan yang kacau Polar Prince menghela napas panjang.


"Apa dia baik-baik saja?" tanya Polar Prince pada tangan kanannya hingga sang tangan kanan yang sedang asik melempar pisau ke papan target langsung tersentak kaget dan menyudahi aktivitasnya itu.


"Seperti biasa, Lord. Siapa yang tidak bersedih di tinggal oleh kekasihnya," sahut sang tangan kanan duduk di kursi depan Polar Prince


"Aku ingin kembali ...."


"Tapi tidak bisa, Lord." potong sang tangan kanan dengan cepat.


"Iblis itu selalu mengawasi kekasihku, Avido." lirih Polar Prince mengusap wajahnya kasar.


"Aku tau tapi jika anda kembali sekarang, itu akan membuat rencana iblis itu gagal dan kemungkinan besar ayah dari iblis itu tidak akan muncul, Lord." sahut sang tangan kanan.


"Akhh !!" Polar Prince merasa kacau dengan situasinya saat ini.


Dua minggu kemudian, Polar Prince di beri kabar oleh mata-matanya bahwa musuhnya baru saja mendarat di Indonesia dan tujuannya adalah untuk mengawasi kekasihnya dari jarak dekat.


"Berengs*k," pekik Polar Prince.


"Avido, apa kau sudah menemukan keberadaan ayah dari iblis itu?" tanya Polar Prince dengan emosi yang meluap-luap.


"Dia ada di Kanada, tapi kami belum bisa memastikan berita itu benar atau tidak, Lord." sahut sang tangan kanan.


Polar Prince mengusap kasar wajahnya, Polar Prince bisa saja membunuh musuhnya sekarang tapi akan sangat beresiko jika keluarga musuhnya masih ada dan bisa menjadi rencana plan B untuk membunuh keluarga kekasihnya.


"Pastikan keberadaan ayah dari iblis itu ada di mana, Avido." titah polar prince dan langsung di balas anggukan oleh sang tangan kanan.


Tujuh bulan kemudian, Polar Prince dapat ancaman untuk cepat melaksanakan pernikahan dengan tunangannya itu, jika tidak musuhnya akan membunuh kekasih dari Polar Prince.


"Tidak, Avido. Aku tidak mungkin menikahi wanita busuk itu," pekik Polar Prince.


"Anda harus memberitakan pada media tentang hubungan kalian ke jenjang pernikahan saja, Lord. Setelah itu aku akan mengutus beberapa mata-mata untuk mengawasi wanita dari iblis itu sehingga kita bisa menjebaknya," ucap sang tangan kanan.

__ADS_1


"Ini adalah rencana dari iblis itu, Avido. Aku yakin beberapa bulan ke depan iblis itu akan menampakan dirinya di depan kekasihku dan mungkin juga mereka akan menjalin hubungan," lirih Polar Prince.


"Perjuangan anda sangat besar, Lord. Banyak nyawa yang harus anda selamatkan sampai anda juga terpaksa merelakan wanita yang anda cintai untuk di miliki laki-laki lain." batin sang tangan kanan.


Beberapa minggu berlalu, dugaan Polar Prince benar adanya, jekasihnya sudah bertemu dengan musuhnya.


"Kenapa ayah dari iblis itu tidak menampakan dirinya?" gumam Polar Prince berdiri seraya membelakangi tangan kanannya.


"Anda harus mendengar ini, Lord," ucap sang tangan kanan sehingga Polar Prince membalikan badannya lalu ia meraih handset yang di berikan sang tangan kanan.


"Sebentar lagi, aku akan mengikatnya dalam ikatan pernikahan tapi sebelum itu aku pernah mendapatkan informasi baru tentang trauma lamanya dan aku harus mengulang memori trauma lamanya dengan melihatku di tembak oleh adikku sendiri," ucap musuh polar prince dalm rekaman.


"Apa Daddy perlu membantu?" tanya ayahnya.


"Jangan Daddy, biarkan adikku saja yang melakukannya," kata musuh Polar Prince.


"Daddy ingin melihat ...."


"Aku tidak mau Papa mertua dan Mama mertuaku melihat kehadiran dirimu, Dad. Kita tahu papa mertuaku banyak bodyguard bayangan jadi jangan muncul sebelum anaknya menjadi istriku," kata musuh Polar Prince.


Berhenti, percakapan mereka berhenti seketika.


"Trauma? Trauma apa yang mereka maksud? Kekasihku punya trauma lama? Apa itu kejadian empat tahun yang lalu? Atau jangan-jangan ... Avido, siapkan penerbanganku siang ini aku tidak akan membiarkan ...." ucapan polar prince merasa khawatir dengan kekasinya, ia takut kekasihnya akan mendapatkan tekanan mental jika trauma lamanya terluang kembali, namun sang tangan kanan menggelengkan kepalanya tidak setuju.


"Dengar yang ini juga, Lord," ucap sang tangan kanan membuat Polar prince mengernyit bingung.


"Halo sayang, apa kau sudah menyuruhnya untuk menyebarkan berita pernikahan kalian?" tanya si musuh polar prince.


"Sudah, tapi dia mengatakan tunggu sebentar lagi dia akan menyebarkannya," suara wanita yang Polar Prince kenal.


"Baiklah, tapi berjanjilah untuk tidak mencintai gadis ingusan yang ingin kau nikahi itu, jika tidak aku akan membunuhmu sayang." ucap wanita sang wanita


"Kau tenang saja, aku tidak akan mencintainya karena aku akan membunuhnya, kau harus bujuk dia terus. Jika perlu ancam dia dengan kelemahannya tapi jika dia masih menunda maka aku akan mewujudkan ancamanmu agar dia tahu bahwa kau bisa melakukan apa saja yang kau mau termasuk mencelakai kelemahannya," ucap musuh Polar Prince.


"Aku akan mengatakannya sayang, aku pastikan dia tidak akan menolak jika itu menyangkut kekasihnya," sahut sang wanita.


Selesai, rekaman itu berhenti kala musuh Polar Prince memutus sambungan telepon mereka berdua.


"Apa kau menyadapnya hari ini?" tanya Polar Prince dan di balas anggukan oleh sang tangan kanan.


"Aku akan berpura-pura menjadi bodoh sekarang," ucap Polar Prince lemah.


Beberapa minggu kemudian polar prince di kabarkan akan menikah dengan tunangannya, dan berita itu tentu sampai ke telinga kekasihnya.


..........


Dari satu tahun hingga dua tahun kemudian, Polar Prince masih mengintai dari kejauhan, kedekatan kekasihnya dengan musuhnya sudah ia ketahui semua dari para mata-matanya.


Polar Prince sempat menangis dan frustasi karena kekasihnya telah menerima pria lain masuk ke dalam lingkaran hidup wanita itu namun Polar Prince bisa apa, kembali pada kekasihnya dan mencegah segala rencana musuhnya? Tidak bisa, itu akan membahayakan keluarga kekasihnya.


"Avido, seminggu lagi kita ada pertemuan penting dari rekan Indonesia, kita akan memulai semuanya saat mereka datang ke sini," ucap Polar Prince.


"Baik Lord," sahut sang tangan kanan.

__ADS_1


Semunggu kemudian, Polar Prince sudah tahu di hari pertemuannya dengan rekan Indonesianya, keesokkan harinya adalah hari pernikahan kekasihnya dan musuhnya, sakit rasanya mendengar wanita yang ia cintai akan menikah dengan musuhnya tapi ia tidak bisa mencegah itu semua karena musuhnya bukan orang bodoh yang bisa di tipu.


"Kita mulai permainannya, Avido." ucap Polar Prince.


Polar prince kembali ke Indonesia dengan perasaan yang hancur, di dalam mobil Polar Prince duduk di kursi belakang dengan fikiran yang kacau.


"Aku kembali untuk berpura-pura menjadi laki-laki pengecut, Avido." lirih Polar Prince.


"Aku harus menjawab apa, Lord." batin sang tangan kanan merasa kasihan dengan tuannya.


Polar prince menatap jalanan Jakarta yang sudah ia tinggal selama dua tahun, "Bagaimana caraku bisa berpura-pura, Avido?" tanya Polar Prince.


"Maaf, Lord. Aku tidak bisa memberikan jawaban apa-apa," sahut sang tangan tangan.


"Cih, payah." umpat Polar Prince.


Sesampainya di rumah, Polar Prince pergi ke kamarnya lalu membersihkan dirinya dengan berendam di bathtup.


"Besok kita bakal ketemu, pacar," gumam polar prince memejamkan matanya.


Ke esokan harinya Polar Prince pergi ke suatu tempat di mana tempat itu ada kekasih yang ia rindukan selama ini.


Pertemuan panjang mereka sudah berlalu, hati Polar Prince semakin terpukul ketika kekasihnya menangis dengan mengungkapkan semua penderitaannya.


Ke esokan harinya lagi Polar Prince menghampiri kekasihnya, niatnya ingin bertemu kekasihnya untuk meminta maaf kembali namun siapa sangka Polar Prince juga bertemu dengan dua orang yang begitu dekat dengannya di masa lalu, perasaan bahagia muncul pada dirinya tapi kebahagiaan itu hancur seketika karena ternyata Polar Prince mendapat kata-kata menohok dari dua orang itu.


Polar Prince tahu jika di mata mereka yang dulu pernah dekat dengannya di masa lalu menganggap Polar Prince adalah laki-laki pengecut, namun Polar Prince bisa apa? Ini memang sudah menjadi tujuan yang harus dia selesaikan, tidak perduli bagaimana orang lain akan menilainya sekarang, yang jelas keselamatan keluarga kekasihnya sangatlah penting.


"Sepertinya anda akan berhasil, Lord." ucap sang tangan kanan.


Ucapan sang tangan kanan membuat Polar Prince tersenyum kecut, pujian dan juga ejekan itu bercampur menjadi satu. Polar Prince memang berhasil membuat kekasihnya percaya betapa pengecutnya Polar prince di mata kekasihnya, namun betapa sakitnya Polar Prince harus di benci oleh kekasihnya dan sahabatnya yang lain.


Ke esokan harinya Polar Prince tidak berniat untuk menemui kekasihnya karena ia ingin mengawasi kekasihnya dari kejauhan saja.


Namun ketika Polar Prince mengikuti kekasihnya sampai di sebuah restoran, Polar Prince melihat dengan mata kepalanya sendiri wanita yang ia cintai di tembak oleh orang asing berjubah hitam.


Polar Prince ingin menghampiri kekasihnya tapi tidak bisa karena suami kekasihnya sudah ada di sana untuk membantunya.


Polar Prince menyentuh kaca mobil, "Maafin aku my love. Aku enggak bisa bantu kamu, maafin aku." lirih Polar Prince.


"Avido, kirim mafioso kita untuk bergabung dengan bodyguard Iblis itu, suruh dia untuk mengawasinya dan beritahu semua perkembangan kekasihku." titah Polar Prince sembari merintihkan air matanya.


"Baik, Lord." patuh sang tangan kanan.


...Flasback off....


"Maafin aku karena enggak ada di samping kamu sekarang," gumamnya merintihkan air mata.


.......


.......


.......

__ADS_1


...::: Bersambung :::...


__ADS_2